Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Catatan

Pengalaman Melancong ke Solo Terasa Suram, tapi Berkat Ojol Perjalanan Saya Jadi Tak Mengecewakan

Aisyah Amira Wakang oleh Aisyah Amira Wakang
5 Mei 2025
A A
Jalan-jalan di Solo bersama ojol. MOJOK.CO

ilustrasi - perjalalan di Solo lebih menyenangkan berkat ojol. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Bagi warga Jogja yang bosan dengan suasana Malioboro, Solo menjadi pilihan tepat untuk berwisata. Pengalaman saya melancong ke Solo amat menyenangkan, apalagi saat menggunakan jasa ojol untuk pindah dari tempat satu ke tempat lainnya.

***

Saya sudah memprediksi kalau suasana commuterline (KRL) Jogja ke Solo akan padat di hari Jumat (18/4/2025) lalu. Oleh karena itu, saya memilih jadwal pagi. Ya walaupun tidak pagi-pagi amat tapi juga tidak mepet siang, karena lewat dari pukul 9.00 WIB saya sudah pasti menunggu lama.

Sebab, jadwal keberangkatan KRL biasanya berganti setiap satu jam tapi setelah lewat pukul 09.00 WIB, penumpang harus menunggu dua jam, yakni pukul 11.08 WIB. Sedangkan perjalanan Jogja–Solo membutuhkan waktu satu jam lebih.

Saya pun memutuskan berangkat pukul 08.15 WIB dari Stasiun Maguwo dan menaiki KRL pukul 09.01 WIB. Saya sengaja tidak membawa kendaraan pribadi, karena kondisi motor saya memprihatinkan.

Pernah suatu kali motor Mio saya mogok di tengah jalan saat menuju pantai yang jaraknya dua jam dari tempat saya. Kurang 10 menit saya tiba di tujuan tapi motor itu sudah tidak mau jalan. Alhasil, saya jadi trauma menggunakan motor lawas saya untuk perjalanan jauh.

Penumpang berdiri di KRL Solo. MOJOK.CO
Suasana KRL Jogja-Solo saat libur panjang. (Aisyah Amira Wakang/Mojok.co)

Oleh karena itu, saya lebih suka menggunakan jasa ojek online saat jalan-jalan ke Solo. Destinasi wisata yang saya pilih pun tidak terlalu jauh. Berkat ojek online, saya merasa nyaman, karena ramah bahkan terkesan sebagai tour guide yang handal.

Menyibak kemacetan jalanan Solo

Saya tiba di Stasiun Solo Jebres sekitar pukul 10.00 WIB, lalu bergegas memesan ojek online menuju Pasar Gede. Berdasarkan rekomendasi dari rekan kerja saya, saya bisa mencicipi berbagai kuliner enak di sana. Tak hanya untuk mencari oleh-oleh makanan, tapi mengisi amunisi sebelum mengitari Kota Surakarta tersebut.

Dalam perjalanan, Rinto Darmadi, driver ojek online saya saat itu bertanya dari mana asal saya sembari menebak-nebak. Dan benar, ia sudah sering mendapat penumpang dari Jogja yang pergi sendirian ke Solo.

“Orang Jogja suka main ke Solo, Mbak. Nah kebalikannya, orang Solo sukanya main ke Jogja,” ucapnya sambil terkekeh.

“Mbaknya sendirian?” tanya dia menyambung obrolan.

“Iya, Pak sendirian mumpung libur,” jawab saya.

“Hahaha, kalau kata anak-anak sekarang healing gitu ya, Mbak?,” kata dia. 

“Sudah betul Mbak kalau mau ke Pasar Gede cicipi kulinernya karena kalau sore menjelang malam biasanya malah banyak yang tutup,” lanjut Rinto memberikan saran.

Sepanjang jalan, Rinto tak mengeluh saat meyibak jalanan macet di bawah terik matahari. Perjalanan singkat yang tak sampai 15 menit itu memberikan kesan baik berkat keramahannya, sehingga membuat saya juga ikut bersemangat jalan-jalan di Solo meski suasananya ramai oleh turis. 

Baca Halaman Selanjutnya

Kebingungan mencari suvenir di Solo

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 6 Mei 2025 oleh

Tags: driver ojolJogjakrl jogja-solorekomendasi tempat di Solosolowisata Solo
Aisyah Amira Wakang

Aisyah Amira Wakang

Jurnalis Mojok.co asal Surabaya. Pernah menempuh pendidikan di S1 Ilmu Komunikasi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Menaruh perhatian pada isu pendidikan, sosial, perkotaan, dan kelompok-kelompok marjinal. Di luar rutinitas liputan mengisi waktu dengan berlari dan menjelajah alam.

Artikel Terkait

Untuk Jogja Menjadi Kota Wisata Rendah Emisi Karbon.MOJOK.CO
Eksplor

Untuk Jogja Menjadi Kota Wisata Rendah Emisi Karbon

15 Juni 2026
Gaji 2 juta hasil kerja di Jogja habis buat ngasih makan naga (judi slot) karena ilusi jackpot MOJOK.CO
Urban

Gaji 2 Juta Jogja Selalu Lenyap buat Ngasih Makan Naga: Rela Kelaparan dan Susahkan Ortu-Teman demi Jackpot, Tapi Tak Mau Sadar

14 Juni 2026
Evakuasi anjing terbuang dari tangan para jagal di Jogja MOJOK.CO
Suara Bawah Tanah

Evakuasi Anjing Terbuang dari Operasi Senyap Para Jagal di Jogja, Kebal Intimidasi dan Caci Maki

10 Juni 2026
Sanksi untuk Jagal Anjing di Daerah Istimewa Yogyakarta yang Tertunda Realisasinya. MOJOK.CO
Suara Bawah Tanah

Jalan Terjal Menghentikan Operasi Jagal Anjing karena Dianggap Kurang Penting

9 Juni 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Bagi Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dan Dahlan Iskan, iklim investasi di Jateng sangat cocok bagi pengusaha untuk investasi MOJOK.CO

Iklim Investasi di Jawa Tengah Menarik Hati, Bikin Puluhan Pengusaha Melirik untuk Kolaborasi

19 Juni 2026
Cerita siswa di Timor Tengah Selatan, NTT yang mencari air bersih saja susah. MOJOK.CO

Cerita Siswa di NTT yang Sering Ditegur Guru karena Terlambat Sekolah, padahal Harus Cari Air Bersih Selama 2 Jam untuk Mandi

18 Juni 2026
siswa sekolah.MOJOK.CO

Sisi Lain AI yang Melemahkan Nalar Siswa: Kesulitan Calistung, Tak Bisa Membaca Jam, hingga Sulit Mengingat Materi Pelajaran

17 Juni 2026
dosen.MOJOK.CO

Butuh Biaya Puluhan Juta Demi Ijazah S2-S3, tapi Negara Malah “Melegalkan” Dosen Digaji di Bawah UMR

23 Juni 2026
Membaca Serial Upin Ipin Lewat Kacamata Karl Marx: Kenapa Mulut Fizi Pengen Ditabok dan Ehsan Adalah Borjuis Kampung MOJOK.CO

Membaca Serial Upin Ipin Lewat Kacamata Karl Marx: Kenapa Mulut Fizi Pengen Ditabok dan Ehsan Adalah Borjuis Kampung

17 Juni 2026
Orang desa tidak mengenal konsep pensiun dan menua dengan tenang (slow living). Itu hanya konsep orang kota MOJOK.CO

Pensiun Ala Orang Desa Tak Seperti Bayangan Orang Kota: Bukan karena Rencana Slow Living tapi Dipaksa Keadaan Getir

19 Juni 2026

Video Terbaru

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026
Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

21 Mei 2026
Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

17 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.