Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Catatan

Coba-coba Order Zendo (Ojol Muhammadiyah) di Jogja, Berujung Tak Tega sama Driver-nya

Muchamad Aly Reza oleh Muchamad Aly Reza
21 Januari 2025
A A
Coba-coba order Zendo Jogja, ojol Muhammadiyah MOJOK.CO

Ilustrasi - Coba-coba order Zendo Jogja, ojol Muhammadiyah. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Riuh menyoal Zendo, layanan ojek online (ojol) Muhammadiyah, di media sosial akhirnya membuat saya tertarik untuk mencoba layanannya. Melalui Instagram resmi Zendo Jogja, saya lalu terhubung dengan admin sebagai penghubung antara customer dan jenis layanan apa yang dikehendaki.

***

Peneliti dari Universitas Gadjah Mada (UGM), Arif Novianto, melalui akun X-nya menyatakan rasa kecewanya pada Zendo.

Awalnya, dia berharap besar bahwa ojol Muhammadiyah tersebut akan menjadi alternatif ojek online yang memberi jaminan kesejahteraan bagi mitranya. Namun, dari membaca sistem kerjanya saja, dia malah pesimis.

Baginya, Zendo tak jauh berbeda dengan aplikator-aplikator ojek online lain yang selama ini sarat masalah: memerlakukan mitra secara tidak manusiawi.

Cuitan Arif lantas direspons langsung oleh Sekretaris Jenderal Serikat Usaha Muhammadiyah (SUMU), Ghufron Mustaqim. Dalam thread-nya, dia menyertakan testimoni para mitra Zendo dari berbagai kota yang merasa terbantu adanya layanan ojol Muhammadiyah tersebut.

Perdebatan keduanya, pada akhirnya memantik komentar-komentar dari warganet. Makin riuh.

Coba-coba Zendo Jogja

Saya kemudian coba-coba order Zendo Jogja pada Senin (20/1/2025). Zendo tidak pakai aplikasi sebagaimana layanan ojol lain. Melainkan melalui WhatsApp.

 

Lihat postingan ini di Instagram

 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Ojek & Jasa Delivery | Apa Aja Dimana Aja (@zendo_id)

Seberapa efektif? Itu adalah pertanyaan yang terlintas di kepala saya saat mengetahui sistem order-nya harus melalui WA.

Kontak admin Zendo Jogja saya dapat melalui akun Instagram resmi Zendo Jogja. Di bio akun resmi itu, tertera tautan yang langsung mengantarkan pengguna ke admin yang bertugas menghubungkan customer dengan driver. Untuk mendapat respons, memang harus menunggu beberapa saat.

Iklan

“Cara pesan, kakak bisa langsung saja sebutkan mau pesan apa pada admin, nantinya admin akan langsung proses pesanan kakak dan carikan driver,” begitu ucap admin Zendo Jogja saat saya mulai terhubung dengannya.

Saya lalu menyebutkan detail alamat penjemputan sekaligus alamat yang hendak saya tujju, cara pembayaraan yang saya gunakan, dan jenis kelamin driver yang saya kehendaki (laki-laki atau perempuan).

Driver Zendo Jogja tempuh waktu 20 menit untuk ke titik penjemputan

“Kak driver kami ada yang bersedia, namun estimasi 20 menit ke lokasi. Namun ini hanya estimasi kak, bisa lebih cepat tergantung kondisi jalan. Apakah berkenan menunggu kak?” Tanya admin Zendo Jogja. Langsung saja saya jawaba, “Tak masalah”.

Baru saya renungi kemudian. 20 menit? Itu jarak dari titik penjemputan saya (Akademi Bahagia, Ngaglik, Sleman) ke daerah Seturan. Padahal kalau pakai aplikasi ojol hijau, waktu tempuh driver ke Akademi Bahagia berkisar antara tiga sampai lima menit.

Jelas saya yang keliru. Awalnya, saya kira Zendo ini sudah menyebar di seluruh Jogja. Artinya, jika saya di Ngaglik, Sleman, maka yang akan nyantol dengan orderan saya ya driver di sekitar titik penjemputan.

Karena melalui WA, alhasil saya tidak bisa memantau lokasi terkini si driver. Namun, dari hitungan di ponsel saya, driver ojol Muhammadiyah yang menjemput saya tiba di Akademi Bahagia sesuai estimasi admin (20 menitan).

Baca halaman selanjutnya…

Nasib driver Zendi bikin nggak tega

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 21 Januari 2025 oleh

Tags: ojolojol muhammadiyahpilihan redaksizendozendo jogja
Muchamad Aly Reza

Muchamad Aly Reza

Reporter Mojok.co

Artikel Terkait

Mohammad Zaki Ubaidillah, dari Sampang, Madura dan langkah wujudkan mimpi bulu tangkis di Daihatsu Indonesia Masters 2026 di Istora Senayan Jakarta MOJOK.CO
Ragam

Istora Senayan Jadi Titik Sakral Menaruh Mimpi, Cerita Bocah Madura Rela Jauh dari Rumah Sejak SD untuk Kebanggaan dan Kebahagiaan

19 Januari 2026
Luka perempuan pekerja Surabaya, jadi tulang punggung keluarga gara-gara punya kakak laki-laki tak guna MOJOK.CO
Ragam

Luka Perempuan Pekerja Surabaya: Jadi Tulang Punggung Keluarga, Duit Ludes Dipalak Kakak Laki-laki Nggak Guna

17 Januari 2026
franz kafka, pekerja urban, serangga.MOJOK.CO
Ragam

Kita Semua Cuma Kecoa di Dalam KRL Ibu Kota, yang Bekerja Keras Hingga Lupa dengan Diri Kita Sebenarnya

15 Januari 2026
alfamart 24 jam.MOJOK.CO
Ragam

Alfamart 24 Jam di Jakarta, Saksi Para Pekerja yang Menolak Tidur demi Bertahan Hidup di Ibu Kota

14 Januari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Beasiswa LPDP 80 Persen ke STEM: Ketika Negara Ingin Membuat Robot Tanpa Jiwa MOJOK.CO

Beasiswa LPDP 80 Persen ke STEM: Negara Ingin Membuat Robot Tanpa Jiwa?

19 Januari 2026
Ilustrasi Mie Ayam di Jogja, Penawar Kesepian dan Siksaan Kemiskinan (Unsplash)

Mahasiswa di Jogja Melawan Kesepian dan Siksaan Kemiskinan dengan Ratusan Mangkuk Mie Ayam

19 Januari 2026
Film Semi Jepang Bantu Mahasiswa Culun Lulus dan Kerja di LN (Unsplash)

Berkat Film Semi Jepang, Mahasiswa Culun nan Pemalas Bisa Lulus Kuliah dan Nggak Jadi Beban Keluarga

14 Januari 2026
alfamart 24 jam.MOJOK.CO

Alfamart 24 Jam di Jakarta, Saksi Para Pekerja yang Menolak Tidur demi Bertahan Hidup di Ibu Kota

14 Januari 2026
Olin, wisudawan terbaik Universitas Muhammadiyah Madiun (UMMAD) pada 2025. MOJOK.CO

Pengalaman Saya sebagai Katolik Kuliah di UMMAD, Canggung Saat Belajar Kemuhammadiyahan tapi Berhasil Jadi Wisudawan Terbaik

14 Januari 2026
Cara wujudkan resolusi 2026 dengan finansial yang baik. MOJOK.CO

Nasib Tinggal di Jogja dan Jakarta Ternyata Sama Saja, Baru Sadar Cara Ini Jadi Kunci Finansial di Tahun 2026

19 Januari 2026

Video Terbaru

Air dari Perut Bumi: Goa Jomblang dan Perubahan Hidup Warga Gendayaan

Air dari Perut Bumi: Goa Jomblang dan Perubahan Hidup Warga Gendayaan

18 Januari 2026
Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

13 Januari 2026
Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

11 Januari 2026
Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.