Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Catatan

Mendahului Purwo Widodo, Bus Tuyul Andalan Penglaju Jogja-Kulonprogo Lebih Dulu Almarhum Meski Tak Punya Saingan

Ahmad Effendi oleh Ahmad Effendi
11 Maret 2024
A A
Mendahului Purwo Widodo, Bus Tuyul Andalan Penglaju Jogja-Kulonprogo Lebih Dulu Almarhum Meski Tak Punya Saingan.mojok.co

Ilustrasi Mendahului Purwo Widodo, Bus Tuyul Andalan Penglaju Jogja-Kulonprogo Lebih Dulu Almarhum Meski Tak Punya Saingan (Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Berjaya selama 1990an, limbung karena krisis moneter

Bus tuyul pertama kali mengarungi aspal pada 1980-an dan meraih masa jayanya pada 1990an hingga awal 2000an. Selain karena cebol, mikrobus berbasis Mitsubishi FE Series bertenaga 110PS ini gampang kita kenali dari bodi luarnya yang khas. Ia hanya memiliki satu pintu geser di bagian penumpang dengan enam roda standard bus medium.

Adapun kapasitas kursi penumpangnya rata-rata hanya berjumlah 16. Namun, pada realitasnya ini bisa lebih, karena pada awal 2000an kita masih sering menjumpai para penumpang duduk di atap bus.

Kendati jadi primadona pada 2000an awal, eksistensi bus tuyul makin terkikis setelahnya. Menurut penjelasan Kepala Bidang Angkutan dan Perparkiran Dishub Kulonprogo, Arif Martono, salah satu faktornya “kematian” bus tuyul karena mulai banyak orang yang punya kendaraan pribadi.

Kata Arif, imbas dari makin banyaknya kendaraan pribadi tersebut, bikin minat pada bus cebol ini jadi turun. Banyak PO Bus pun akhirnya gulung tikar karena omset yang anjlok. Salah satu PO Bus—pernah kondang di masanya—yang harus gulung tikar adalah PO Bledug Gandum–salah satu pioner bus tuyul di rute Kulonprogo.

Pada 1990an hingga awal 2000an, PO ini punya 24 bus tuyul yang melayani rata 1.000 penumpang tiap harinya. Sayangnya, dua fase krisis ekonomi bikin PO ini kelabakan. Krisis pertama adalah krismon 1998-1999. Krisis ini membuat sebagian besar armada bus tuyul harus mereka jual.

Sementara krisis kedua adalah pandemi Covid-19. Saat itu, omset bust tuyul yang sebenarnya sudah tak besar-besar amat, mengalami penurunan drastis hingga 100 persen. Alhasil, PO yang berdiri sejak 1987 itu pun kini berhenti beroperasi.

Kini, jika kalian coba mengetik “bus rute Jogja-Kulonprogo” di mesin pencarian, maka tak akan menemukan rekomendasi bus yang menjadi rujukan. Adanya, kalian bakal diarahkan untuk menggunakan travel, Damri, atau kereta api jurusan Bandara YIA sebagai moda transportasi publik.

Jadi, kira-kira apakah Purwo Widodo akan bernasib sama dengan bus tuyul ini?

Penulis: Ahmad Effendi

Editor: Agung Purwandono

BACA JUGA Hitung Mundur Menuju Matinya Bus Purwo Widodo, Satu-satunya Andalan Rute Wonogiri-Jogja yang Terancam Gulung Tikar Meski Tak Punya Saingan

Ikuti berita dan artikel Mojok lainnya di Google News.

Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 12 Maret 2024 oleh

Tags: bus kulonprogoBus TuyulJogjaKulon Progopilihan redaksipo bustransportasi publik jogja
Ahmad Effendi

Ahmad Effendi

Jurnalis Mojok.co asal Yogyakarta. Pernah belajar di S1 Ilmu Sejarah Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Banyak menulis sejarah, sepak bola, isu urban, budaya pop, dan setiap yang menyangkut kepentingan publik. Kerap menepi di konser band metal, festival film, dan mengasuh anabul.

Artikel Terkait

TKI-TKW Rembang dan Pati, bertahun-tahun kerja di luar negeri demi bangun rumah besar di desa karena gengsi MOJOK.CO
Urban

Ironi TKI di Rembang dan Pati: Bangun Rumah Besar di Desa tapi Tak Dihuni, Karena Harus Terus Kerja di Luar Negeri demi Gengsi

6 Februari 2026
self reward.mojok.co
Ragam

Self Reward Bikin Dompet Anak Muda Tipis, Tapi Sering Dianggap sebagai Keharusan

6 Februari 2026
gen z kerja merantau beban mental dan finansial.mojok.co
Ragam

Gen Z Pilih Merantau dan Tinggalkan Ortu karena Rumah Cuma Menguras Mental dan Finansial

6 Februari 2026
blok m jakarta selatan.mojok.co
Urban

Blok M, Tempat Pelarian Pekerja Jakarta Gaji Pas-pasan, Tapi Bisa Bantu Menahan Diri dari Resign

5 Februari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Tak Mau Jadi Beban Orang Tua, Mahasiswa Psikologi UGM Pilih Kuliah Sambil Ngojol untuk Bayar UKT MOJOK.CO

Tak Mau Jadi Beban Orang Tua, Mahasiswa Psikologi UGM Pilih Kuliah Sambil Ngojol untuk Bayar UKT

2 Februari 2026
bpjs kesehatan.MOJOK.CO

Kemensos “Bersih-Bersih Data” Bikin Nyawa Pasien Cuci Darah Terancam, Tak Bisa Berobat karena Status PBI BPJS Mendadak Nonaktif

5 Februari 2026
DLH Jakarta Khilaf usai Warga Rorotan Keluhkan Bau Sampah dan Bising Truk dari Proyek Strategis Sampah RDF MOJOK.CO

DLH Jakarta Khilaf usai Warga Rorotan Keluhkan Bau Sampah dan Bising Truk dari Proyek Strategis Sampah RDF

31 Januari 2026
blok m jakarta selatan.mojok.co

Blok M, Tempat Pelarian Pekerja Jakarta Gaji Pas-pasan, Tapi Bisa Bantu Menahan Diri dari Resign

5 Februari 2026
Hidup setelah resign dan menikah. MOJOK.CO

Dihujat ‘Salah Pilih Suami’ usai Menikah karena Terlanjur Resign dari Pramugari, Kini Jadi Pedagang Kopi Keliling

3 Februari 2026
bencana.MOJOK.CO

Mitos dan Pamali adalah Sains Tingkat Tinggi yang Dikemas dalam Kearifan Lokal, Bisa Menjadi Peringatan Dini Bencana

4 Februari 2026

Video Terbaru

Tanaman Lokal Indonesia dan Upaya Merawat yang Terlupakan

Tanaman Lokal Indonesia dan Upaya Merawat yang Terlupakan

4 Februari 2026
Zainal Arifin Mochtar dan Suara Kritis di Tengah Politik Hari Ini

Zainal Arifin Mochtar dan Suara Kritis di Tengah Politik Hari Ini

3 Februari 2026
Buya Hamka dan Penangkapan yang Disederhanakan

Buya Hamka dan Penangkapan yang Disederhanakan

31 Januari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.