Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Catatan

Dalil Al-Qur’an-Hadis agar Tak Merusak Alam buat Gus Ulil, Menjaga Alam bukan Wahabi Lingkungan tapi Perintah Allah dan Rasulullah

Muchamad Aly Reza oleh Muchamad Aly Reza
12 Desember 2025
A A
Dalil Al-Qur'an dan Hadis agar manusia tak merusak alam, jawaban untuk tudingan wahabi lingkungan dari Gus Ulil ke orang-orang yang menjaga alam MOJOK.CO

Ilustrasi - Dalil Al-Qur'an dan Hadis agar manusia tak merusak alam, jawaban untuk tudingan wahabi lingkungan dari Gus Ulil ke orang-orang yang menjaga alam. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Ada sekian dalil—baik dalam Al-Qur’an maupun Hadis Nabi Saw—yang mengisyaratkan agar manusia tak merusak alam. Dalil-dalil tersebut dipaparkan (kembali) oleh tokoh-tokoh kaliber pesantren seperti KH. Bahauddin Nursalim (Gus Baha), KH. Abdurrohman Al Kautsar (Gus Kautsar), Tuan Guru Bajang Zainul Majdi, hingga Prof. Quraish Shihab. Warganet menggunakan dalil-dalil tersebut sebagai respons atas tuduhan wahabi lingkungan dari Gus Ulil terhadap orang-orang yang menyerukan untuk senantiasa menjaga alam.

Gus Ulil, wahabi lingkungan, dan tombing-tambang

Kala banjir bandang memorak-porandakan Aceh dan Sumatera, pernyataan Ulil Abshar Abdalla (Gus Ulil) dalam acara ROSI Kompas TV menjadi salah satu yang diungkit warganet.

Pertanyaan balik Gus Ulil kepada Juru Kampanye Hutan Greenpeace Indonesia, Iqbal Damanik, benar-benar membuat publik geram.

“Kenapa Anda begitu peduli untuk mengembalikan ekosistem awal?” Pertanyaan balik itu dilontarkan Gus Ulil dengan dagu mendongak. Bahkan setelahnya diikuti dengan tudingan “wahabi lingkungan” bagi orang-orang yang dianggap mengampanyekan upaya menjaga alam secara berlebihan.

Pertanyaan balik Gus Ulil itu kemudian disandingkan dengan potongan-potongan video: Kayu-kayu gelondongan—diduga hasil pembalakan untuk sawitisasi dan aktivitas pertambangan—yang turut terseret banjir bandang yang menenggelamkan Aceh dan Sumatera.

Membawa laqab “Gus” sebagai orang yang dianggap paham soal agama, publik tentu mempertanyakan: Memangnya agama, terkhusus agama Islam sebagai agama yang Gus Ulil anut, tidak mengajarkan betapa pentingnya menjaga alam/lingkungan?

Lebih-lebih, alih-alih memberi klarifikasi yang menunjukkan empati atas bencana di Aceh dan Sumatera, belakangan Gus Ulil malah memberi pernyataan yang makin memancing amarah publik.

Ulil mengatakan, manusia saat ini bergantung dengan produk tambang, terutama untuk kebutuhan energi. Oleh karena itu, ia terang-terangan menolak gagasan zero mining (nol penambangan).

“Jadi kalau ada orang kok pandangannya zero mining bagi saya itu goblok,” ujar Gus Ulil sebagaimana tersebar di media sosial, Selasa (2/12/2025).

“Mining yang tepat, adalah, oke, kita mining tetapi diatur dengan aturan. Saya mendukung pemerintah untuk melakukan penertiban,” tambahnya.

Dalil agar tak merusak alam, menjawab tudingan wahabi lingkungan dari Gus Ulil

Al-Qur’an dan Hadis—sebagai landasan hukum utama—umat Islam sebenarnya sudah mengatur secara jelas perihal ini. Inna Allaha la yuhibbu al-mufsidin (Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan).

Pendek saja. Tapi seharusnya sudah bisa ditangkap maksudnya. Namun, bagi warganet, mau berharap apa pada Gus Ulil sebagai orang yang terkesan mengotak-atik hukum Islam untuk mencapai tujuan golongan?

Karena bersamaan dengan pernyataan kontroversial Gus Ulil tentang alam di atas, beredar video lama saat Gus Ulil menyatakan bahwa hukum rasuah/menyuap itu sah asal untuk tujuan yang haq.

Iklan

Sementara dalam H.R. Ahmad, Abdullah bin Amr dan Ibnu Abi Syaiban menyebut Rasulullah Saw secara tegas mengatakan: “Laknat Allah kepada pemberi suap, penerima, dan perantaranya.”

Nah, kembali soal menjaga alam/lingkungan, sejumlah tokoh kaliber pesantren memberi penjelasan tentang ayat-ayat Al-Qur’an dan Sabda Nabi Saw perihal betapa seharusnya manusia tak merusak alam:

Gus Kautsar: Menanam-menjaga alam itu harus sampai kiamat

Gus Kautsar menjadi tokoh yang paling terang-terangan mengkritik pernyataan Gus Ulil. Melalui majelisnya, kiai asal Kediri, Jawa Timur, itu menyayangkan Gus Ulil yang mempertanyakan apa pentingnya mengembalikan ekosistem.

Gus Kautsar menukilkan Hadis sahih dari riwayat Ahmad dan Bukhari:

إِنْ قَامَتْ السَّاعَةُ وَفِي يَدِ أَحَدِكُمْ فَسِيلَةٌ فَإِنْ اسْتَطَاعَ أَنْ لَا يَقُومَ حَتَّى يَغْرِسَهَا فَلْيَغْرِسْهَا

“Kalau memang kiamat nyata-nyata mau datang dan di tangan kita masih ada benih, kalau masih punya kesempatan, nyawa masih ada, tangan masih ada, maka tanam! Meskipun kiamat sudah di depan mata,” jelas Gus Kautsar mengenai maksud dari Hadis sahih tersebut.

“Karena ada generasi berikutnya sebagai khalifah-khalifah generasi sebelumnya yang akan meneruskan itu semua,” sambungnya.

Bagi Gus Kautsar, apa yang kita rasakan, keindahan yang kita dapatkan, keamanan yang kita dapatkan saat ini, harus dirasakan pula oleh anak-anak dan keturunan kita di masa mendatang.

 

Lihat postingan ini di Instagram

 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Gerakan Nahdliyyin Bersatu (@nahdliyyinbersatu)

Gus Baha: Allah mengkritik orang jahat, yakni orang yang merusak alam

Dalam sebuah kajian, Gus Baha mengaku senang dengan keberadaan orang-orang yang mengampanyekan untuk merawat/menjaga bumi.

Sebab, sudah seharusnya manusia itu takhallaqu bi akhaqi-llah (berakhlak sebagaimana akhlak Allah). Di antara akhlak atau perbuatan Allah Swt berakaitan erat dengan urusan tanam-menanam.

Gus Baha menyebut, Allah dengan bangga berkata dalam Q.S Abasa: 24-32:

فَلْيَنْظُرِ الْاِنْسَانُ اِلٰى طَعَامِهٖٓ ۙ اَنَّا صَبَبْنَا الْمَاۤءَ صَبًّاۙ ثُمَّ شَقَقْنَا الْاَرْضَ شَقًّاۙ فَاَنْۢبَتْنَا فِيْهَا حَبًّاۙ وَّعِنَبًا وَّقَضْبًاۙ وَّزَيْتُوْنًا وَّنَخْلًاۙ وَّحَدَاۤىِٕقَ غُلْبًا وَفَاكِهَةً وَّاَبًّا مَتَاعًا لَّكُمْ وَلِاَنْعَامِكُمْۗ

“Maka hendaklah manusia itu memperhatikan makanannya. Sesungguhnya Kami (Allah) benar-benar telah mencurahkan air (dari langit), kemudian Kami belah bumi dengan sebaik-baiknya, lalu Kami tumbuhkan biji-bijian di bumi itu, anggur dan sayur-sayuran, zaitun dan kurma, kebun-kebun yang lebat, dan buah-buahan serta rumput-rumputan untuk kesenanganmu dan untuk binatang-binatang ternakmu.”

Gus Baha juga menyitir Hadis riwayat Ahmad, Bukhari, Muslim, Tirmizi dan Tabrani:

لاَ يَغْرِسُ مُسْلِمٌ غَرْسًا وَلَا يَزْرَعُ زَرْعًا فَيَأْكُلَ مِنْهُ إِنْسَانٌ وَلَادَابَّةٌ وَلَا شَيْءٌ إِلاَّ كَانَ لَهُ صَدَقَةٌ

“Rasulullah Saw bersabda, ‘Tiada seorang muslim (manusia) yang menanam pohon atau tumbuhan lalu dimakan oleh seseorang, hewan ternak, atau apapun itu, melainkan ia akan bernilai sedekah bagi penanamnya.’”

Sebagai penegasan, Gus Baha menunjukkan betapa Allah Swt mengkritik orang-orang yang suka merusak alam seperti dalam Q.S. Al-Baqarah: 205:

وَاِذَا تَوَلّٰى سَعٰى فِى الْاَرْضِ لِيُفْسِدَ فِيْهَا وَيُهْلِكَ الْحَرْثَ وَالنَّسْلَۗ وَ اللّٰهُ لَا يُحِبُّ الْفَسَادَ ۝

“Apabila berpaling manusia berusaha untuk berbuat kerusakan di bumi serta merusak tanam-tanaman dan ternak. Sungguh Allah tidak menyukai kerusakan.”

“Ciri-ciri utama orang yang tidak baik adalah yang merusak tanaman, tetumbuhan, merusak populasi,” jelas Gus Baha.

 

Lihat postingan ini di Instagram

 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Gerakan Nahdliyyin Bersatu (@nahdliyyinbersatu)

Quraish Shihab: Al-Qur’an ajarkan keseimbangan

Sementara itu, Quraish Shihab dalam momen “Ngaji Bareng bersama Prof. Quraish Shihab dan Gus Baha” di Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta baru-baru ini, menekankan pentingnya manusia menjaga keseimbangan. Termasuk keseimbangan menyikapi alam. Sebab itu lah ajaran Allah Swt dalam Al-Qur’an.

“Boleh jadi bencana di Aceh hingga Sumatera itu karena ulah kita (karena tidak seimbang),” ucapnya.

“Bumi ini indah dan kait-berkait. Pohon berbatang berdampingan dengan rumput, pohon besar tidak menzalimi yang kecil, yang kecil tidak mengganggu yang besar. Ada keserasian,” jelas Quraish Shihab. Artinya, manusia seharusnya tidak zalim pada alam agar tercipta keseimbangan.

أَلا تَطْغَوْا فِي الْمِيزَانِ

Q.S Al-Rahman: 7 itu ditekankan betul oleh Quraish Shihab agar manusia tidak melampaui batas atas timbangan dan keserasian yang ditetapkan oleh Allah Swt.

Jika manusia melampaui batas, gemar merusak alam/lingkungan alih-alih menjaga, maka akan terjadi sebagaimana dalam Q.S Al-Rum: 41:

ظَهَرَ الْفَسَادُ فِى الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ اَيْدِى النَّاسِ لِيُذِيْقَهُمْ بَعْضَ الَّذِيْ عَمِلُوْا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُوْنَ

“Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan perbuatan tangan manusia. (Melalui hal itu) Allah membuat mereka merasakan sebagian dari (akibat) perbuatan mereka agar mereka kembali (ke jalan yang benar).”

Tuan Guru Bajang (TGB) juga mengutip Q.S Al-Rum tersebut sebagai pengingat atas bencana yang terjadi. Melalui akun Instagram resminya, ia mengedukasi publik perihal cara pandang Islam terhadap alam/lingkungan yang berbeda sama sekali dengan narasi “wahabi lingkungan” dan “zero mining itu goblok” dari Gus Ulil.

 

Lihat postingan ini di Instagram

 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Dr. TGB. Muhammad Zainul Majdi (@tuangurubajang)

Penulis: Muchamad Aly Reza
Editor: Ahmad Effendi

BACA JUGA: Tapa Ngeli hingga Akidah Muttahidah Sang Wali Lingkungan, Menjaga Alam Muria dari Pengrusakan atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan

Terakhir diperbarui pada 12 Desember 2025 oleh

Tags: ayat menjaga alambanjir acehbanjir sumateradalil menjaga alamGus Baha'gus kautsarGus Ulilmenjaga alammenjaga lingkunganmerusak alammerusak lingkunganngaji gus bahapilihan redaksiQuraish Shihabwahabi lingkungan
Muchamad Aly Reza

Muchamad Aly Reza

Jurnalis Mojok.co asal Rembang, Jawa Tengah. Pernah belajar di S1 Sejarah Peradaban Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya. Banyak menulis isu sosial, keislaman dan spiritualitas, pendidikan kritis, dan realitas sehari-hari. Mengisi waktu dengan membaca buku, nonton film, dan traveling.

Artikel Terkait

Tidak memberi utang saat teman pinjam uang selalu dicap jahat dan dijauhi dari pertemanan MOJOK.CO
Sehari-hari

Pertemanan Memuakkan: Tak Beri Utang Teman Dijauhi dan Dicap Jahat, Berteman Cuma Diperalat Jadi Dana Darurat

8 Mei 2026
Seni Bertahan Hidup Penjual Mie Ayam Menghadapi Pindah Harga dan Tangisan di Hari Senin MOJK.CO
Esai

Seni Bertahan Hidup Penjual Mie Ayam Menghadapi Pindah Harga dan Tangisan di Hari Senin

8 Mei 2026
menikah dengan keluarga pasangan yang terlilit utang.MOJOK.CO
Sehari-hari

Menikah dengan Pasangan yang Keluarganya Terlilit Utang Bikin Serba Salah: Terlalu Cinta untuk Ditinggal, tapi Bikin Menderita Kalau Bertahan

8 Mei 2026
pertemanan di usia 30.MOJOK.CO
Sehari-hari

Pertemanan di Usia 30 Memuakkan: Transaksional dan Isinya Cuma Adu Nasib, tapi Paling Mengajarkan Arti Ketulusan

7 Mei 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

WHV di Australia ternyata berat. MOJOK.CO

Kerja Mati-matian di Australia, Tabungan Sampai Setengah Miliar tapi Nggak Bisa Dinikmati dan Terpaksa Pulang usai Kena Mental

4 Mei 2026
5 Alasan Earphone Kabel Kembali Tren dibanding TWS: Nggak Ribet Kalau Hilang Sebelah sampai Jadi Peringatan Tersirat Budak Korporat MOJOK.CO

5 Alasan Earphone Kabel Kembali Tren dibanding TWS: Nggak Ribet Kalau Hilang Sebelah sampai Jadi Peringatan Tersirat Budak Korporat

7 Mei 2026
SMARAI rilis album "Semai" berisi tentang perjuangan hidup, salah satunya perjuangan guru honorer MOJOK.CO

Potret Himpitan Hidup Guru Honorer dalam Lagu “Optimis” di Album “Semai”, SMARAI Ajak Belajar Menghadapi Kesulitan dan Kegagalan

7 Mei 2026
Semester 5 kuliah: Masa paling overthinking kepikiran ortu dan masa depan, percuma cari pelarian MOJOK.CO

Semester 5 Kuliah: Masa paling Overthinking bagi Mahasiswa karena Kepikiran Ortu dan Masa Depan, Percuma Cari Pelarian

5 Mei 2026
pekerja, gen z, kerja, PNS di desa lebih menyenangkan. MOJOK.CO

Dilema Gen Z: Resign Kerja Kena Mental karena Mulut Ortu dan Tetangga, tapi Bisa “Gila” Kalau Bertahan di Kantor yang Isinya Orang Toksik

4 Mei 2026
Saat anak bangga jadi mahasiswa abadi (tak kunjung lulus kuliah karena sibuk organisasi hingga lupa skripsi) ternyata bikin orang tua terbebani MOJOK.CO

Anak Betah Jadi Mahasiswa Abadi karena Sibuk Organisasi dan Ogah Garap Skripsi, Ortu di Rumah Pura-pura Memahami padahal Terbebani

4 Mei 2026

Video Terbaru

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

11 April 2026
Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.