Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Aktual

Rentetan Kematian Mahasiswa Jogja di Kos Sepanjang 2023, Tragedi Memilukan di Kota Pendidikan

Hammam Izzuddin oleh Hammam Izzuddin
8 Desember 2023
A A
Tragedi kematian mahasiswa jogja.MOJOK.CO

Ilustrasi kematian mahasiswa Jogja (Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Rentetan kasus kematian mahasiswa Jogja di kos sepanjang 2023 menjadi perhatian. Baru-baru ini, seorang mahasiswa Jogja, L (20), meninggal di kos wilayah Pogungrejo, Mlati, Sleman, pada Sabtu (2/12/2023) siang. Korban sudah tak bernyawa selama enam jam sebelum akhirnya penjaga kos menemukannya.

Mulanya, penjaga kos mendapat kabar dari orang tua korban untuk mengecek kamar. Sebab, korban tidak menjawab saat keluarganya menghubungi.

Kejadian ini kembali menambah daftar kematian mahasiswa Jogja. Sepanjang 2023, tragedi kematian mahasiswa beberapa kali terjadi dan mengundang perhatian.

Selain itu, tragedi yang cukup mengejutkan menimpa mahasiswa UMY yang menjadi korban mutilasi setelah awalnya hilang pada 13 Juli 2023 silam. Selain itu, terdapat kasus mahasiswa yang meninggal saat berjuang untuk membayar UKT.

Namun, di antara rentetan kejadian itu, sejumlah mahasiswa mengalami kematian di kos. Tidak ada yang mengetahui kondisinya sampai penemuan korban dalam kondisi tidak bernyawa.

Pada Januari 2023, peristiwa pertama terjadi. Kamis (5/1) siang, EAR (22) seorang mahasiswi asal Kalimantan Barat ditemukan tak bernyawa di kosnya yang terletak di Tamanan, Banguntapan, Bantul. Berdasarkan keterangan Humas Polres Bantul, pacar korban merupakan saksi yang pertama kali menemukan jasad.

Sang pacar, memutuskan untuk mendatangi kamar kos EAR karena kekasihnya tak kunjung merespons saat dihubungi. Setibanya di lokasi, ia mendapati pintu kamar yang tidak terkunci. Setelah masuk, ia mendapati EAR dalam kondisi telungkup dan tidak sadarkan diri. Badannya sudah dingin dan pacarnya tidak merasakan denyut nadi.

Sebelumnya, pada Senin (1/1) seorang teman sempat mengantar EAR ke rumah sakit dengan keluhan sakit perut.  Menurut hasil otopsi luar tidak ditemukan luka-luka pada tubuh korban. Korban diperkirakan meninggal sudah 12 jam yang lalu karena badan sudah kaku dan dingin.

Mahasiswa Jogja ditemukan meninggal di kos setelah berhari-hari

Tragedi berikutnya terjadi pada Maret 2023. Mahasiswa Keperawatan UMY, UA (21) ditemukan meninggal dengan kondisi sudah membusuk pada Jumat (24/3). Diperkirakan, UA sudah meninggal 4-5 hari saat saksi menemukannya.

Saat itu, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan UMY, Faris Al-Fadhat memaparkan bahwa UA sudah mengajukan surat izin sakit kepada dosennya sejak Senin (13/2). Sehari berselang, seorang temannya mendampingi untuk melakukan pemeriksaan ke Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Gamping.

UA masih sempat mengikuti perkuliahan kembali hingga Jumat (17/3). Namun, setelah itu kembali mengajukan izin sakit.

“Saat dihubungi pada 24 Maret 2023 oleh dosen pembimbingnya, UA sudah tidak membalas hingga akhirnya UA sudah ditemukan meninggal di kamar kosnya,” ujar Faris.

Menurut pemeriksaan, UA meninggal karena mengalami tuberculosis (TBC). Sebuah penyakit berbahaya yang menyerang paru-paru.

Meski pihak kampus mengaku sudah memonitor selama beberapa hari sebelumnya, namun kematian UA sempat tidak diketahui selama beberapa hari. Ia melewatkan kondisi kritis sampai meninggalnya seorang diri di kamar kos.

Iklan
Kematian mahasiswa jogja.MOJOK.CO
Kematian mahasiswa membawa duka bagi orang sekitarnya (CA Creative/Unsplash)

Mahasiswa memutuskan mengakhiri hidup di kos

Tragedi kematian mahasiswa di kos berlanjut pada September 2023. Mahasiswa Fakultas Teknik UGM semester 5, AAS, ditemukan meninggal di kosnya yang terletak di kawasan Pogung, Sleman. Hasil visum di rumah sakit menunjukkan tidak ada tanda-tanda kekerasan pada jenazah.

Setelah penelusuran dilakukan, diketahui bahwa AAS meninggal karena bunuh diri. Saat itu, pihak UGM lewat Sekretaris Universitas, Dr Andi Sandi Antonius T.T, S.H., LL.M membenarkan kejadian bunuh diri yang dilakukan mahasiswa FT UGM.

“Memang benar telah terjadi kejadian bunuh diri yang menimpa salah satu mahasiswa FT UGM semester 5 atas nama AAS pada hari Sabtu 16 September 2023 dan pada malam jenazah korban telah dibawa ke RSUP Dr Sardjito. Dari hasil visum tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada korban,” ungkap Andi melalui siaran tertulis, Minggu (17/09/2023).

Kasus serupa kembali terjadi pada Rabu (6/12) saat seorang mahasiswa berinisial SS ditemukan tak bernyawa di kos milik temannya yang terletak di Condongcatur, Sleman. SS meninggal dengan kondisi gantung diri. Sampai tulisan ini tayang belum ada keterangan terkait motif korban melakukan tindakan tersebut.

Anak muda semakin teralienasi

Mengenai kasus-kasus kematian mahasiswa Jogja di kos, sosiolog UIN Sunan Kalijaga Dr Muryanti menekankan pentingnya menciptakan relasi dan jaringan antar sesama mahasiswa. Menurutnya, kondisi yang terjadi belakangan tak lepas dari semakin terasingnya satu mahasiswa dengan yang lain. Hal ini tak lepas dari realitas dan karakter masyarakat di era digital.

“Masing-masing sudah fokus dengan dirinya sendiri. Anak muda saat ini menjadi rentan dan berada di situasi yang rumit karena tidak terkoneksi satu dengan yang lain. Semuanya tergantikan dengan perangkat digital. Saling terasing dan tidak ada kehangatan dari masyarakat,” ungkapnya.

Kondisi itu membuat banyak mahasiswa yang sedang sakit atau dalam kondisi buruk di kamar kos kecilnya tidak terdeteksi oleh sesama. Akibat paling fatalnya adalah kondisi sakit semakin parah tanpa ada yang bisa memberikan pertolongan.

Menurut Muryanti, hal serupa juga berlaku bagi kasus mahasiswa yang melakukan bunuh diri. Mereka tidak memiliki tempat bersandar dan jaringan pendukung di saat sedang mengalami tekanan psikologis.

“Kalau dalam tinjauan sosiologis, tindakan bunuh diri itu terjadi saat seseorang mengalami keterasingan dengan lingkungan. Tidak mampu mengendalikan diri dengan lingkungan. Sementara situasi kesendirian itu menambah stres seseorang,” paparnya.

Sehingga, menurut Muryanti, penting bagi mahasiswa untuk saling berinteraksi dan membangun relasi dengan sesama agar tercipta ruang untuk membangun kehangatan. Di samping itu, ketersediaan layanan pertolongan baik dari kampus maupun fasilitas publik perlu hadir lebih dekat dan terjangkau bagi mereka yang membutuhkan.

Penulis: Hammam Izzuddin

Editor: Agung Purwandono

BACA JUGA Pengrawit Mengungkap Misteri Suara Gamelan Tengah Malam yang Warga dan Pendatang Dengar di Jogja

Cek berita dan artikel lainnya di Google News

Terakhir diperbarui pada 8 Desember 2023 oleh

Tags: kematian mahasiswa jogjaMahasiswa Jogjamahasiswa meninggal
Hammam Izzuddin

Hammam Izzuddin

Reporter Mojok.co.

Artikel Terkait

Mahasiswa Jogja nugas di coffee shop
Sehari-hari

Nugas di Kafe Dianggap Buang-buat Duit, padahal Bikin Mahasiswa Jogja Lebih Tenang dan Produktif

6 April 2026
Nekat Kuliah di Jurusan Sepi Peminat PTN Top: Menyesal karena Meski Lulus Cumlaude, Ijazah Dianggap “Sampah” di Dunia Kerja MOJOK.CO
Edumojok

Nekat Kuliah di Jurusan Sepi Peminat PTN Top: Menyesal karena Meski Lulus Cumlaude, Ijazah Dianggap “Sampah” di Dunia Kerja

2 April 2026
Kerja di Kafe Bikin Stres karena Bertemu Gerombolan Mahasiswa Jogja yang Nggak Beradab, Sok Sibuk di Depan “Budak Korporat” MOJOK.CO
Sehari-hari

Kerja di Kafe Bikin Stres karena Bertemu Gerombolan Mahasiswa Jogja yang Nggak Beradab, Sok Sibuk di Depan “Budak Korporat”

1 April 2026
Mahasiswa Pariwisata UGM Jogja belajar dari kepala suku di Raja Ampat, lebih dari ilmu kuliah
Edumojok

Mahasiswa UGM Belajar Kehidupan dari Kepala Suku di Raja Ampat, Merasa “Kecil” karena Ilmu di Kuliah Sebatas Teori tanpa Aksi Nyata

13 Maret 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Ilustrasi pamer pencapaian, keluarga, arisan keluarga, lebaran.MOJOK.CO

Arisan Keluarga, Tradisi Toksik yang Dipertahankan Atas Nama Silaturahmi: Cuma Ajang Pamer dan Penghakiman, Bikin Anak Muda Rugi Mental dan Materi

14 April 2026
Alasan Gelar Sarjana Tak Lagi Jadi Jaminan Mudah Dapat Kerja MOJOK.CO

Alasan Gelar Sarjana Tak Lagi Jadi Jaminan Mudah Dapat Kerja

20 April 2026
AMSI dan UAJY kerja sama untuk ciptakan media yang sehat. Penandatanganan diwakili Rektor UNY Sri Nurhartanto dan Ketua AMSI Pusat Wahyu Dyatmika. (Istimewa)

AMSI dan UAJY Kerja Sama untuk Ciptakan Ekosistem Media yang Sehat

14 April 2026
Pasang WiFi di rumah desa. Niat untuk kenyamanan dan efisiensi pengeluaran keluarga malah dipalak tetangga MOJOK.CO

Pasang WiFi di Rumah Desa Boncos: Password Dipalak-Dicolong Tetangga, Masih Dicap Egois kalau Mati Disuruh Gali Kubur Sendiri

14 April 2026
Ribetnya punya mobil di desa. Bisa menjadi musuh masyarakat perkara parkir. Rawan jadi korban iseng bocil-bocil nakal MOJOK.CO

Repotnya Punya Mobil di Desa: Bisa Jadi “Musuh Masyarakat” Perkara Parkir dan Garasi, Masih Rawan Jadi Korban Kenakalan Bocil-bocil

15 April 2026
Derita perempuan di grup WA mahasiswa FH UI. Isinya kekerasan seksual. MOJOK.CO

Nasib Perempuan di Tongkrongan dan Grup WA yang Isinya Laki-laki Mesum: Jelek Dihina, Cantik Dilecehkan

15 April 2026

Video Terbaru

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

11 April 2026
Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.