Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Kabar

Keracunan Massal MBG Bukan Lagi Masalah Teknis, tapi Sistemik: Hentikan Sementara Kalau Keselamatan Tak Dijamin

Ahmad Effendi oleh Ahmad Effendi
18 September 2025
A A
makan bergizi gratis MBG.MOJOK.CO

Ilustrasi - Skandal Besar MBG (Mojok.co/Ega Fansuri)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Pagi itu, di Banggai Kepulauan, Sulawesi Tengah, puluhan siswa dari tingkat SD, SMP, hingga SMA tampak lesu. Beberapa mulai mual-muntah, perut bergolak, kepala berputar. Mereka baru saja menyantap sajian dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG). 

Dalam hitungan jam, sekitar 250 siswa harus dilarikan ke puskesmas dan rumah sakit untuk mendapat pertolongan.

Tragedi ini bukan satu-dua kali, melainkan bagian dari gelombang keracunan makanan massal yang terjadi di berbagai daerah dalam beberapa pekan terakhir. 

Berdasarkan catatan berbagai lembaga pengawas pendidikan dan gizi, korban terus bertambah. Baik secara jumlah maupun sebaran geografis. 

Selain di Banggai, ratusan anak di Garut, siswa di Lamongan, hingga di Gunungkidul melaporkan gejala seperti mual, muntah, pusing, bahkan beberapa harus menjalani perawatan intensif.

Angka keracunan MBG lebih dari yang dilaporkan?

Bahkan, data yang dihimpun Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI) menyebut, hingga pertengahan September 2025, korban keracunan akibat MBG sudah mencapai setidaknya 5.360 anak. Angka ini mengguncang karena sudah tak bisa lagi disebut “kejadian insidental”. 

“Tapi perlu dicatat, angka resmi seperti ini masih bersifat klaim dari pengawasan sipil; pemerintah belum merilis data publik yang sepenuhnya sejalan,” kata Koordinator Nasional JPPI, Ubaid Matraji dalam keterangannya kepada Mojok, Kamis (18/9/2025).

“Banyak kasus tak dilaporkan atau sengaja ditutup oleh sekolah atau pemerintah daerah karena takut reputasi ternoda,” imbuhnya, tegas.

Data independen media dan lembaga penelitian juga memperlihatkan rentetan kasus: di Lebong, Bengkulu—sebanyak puluhan hingga ratusan siswa keracunan. 

Di Sleman, DIY, tercatat ratusan siswa yang terindikasi mengalami keracunan. Di Banggai Kepulauan, seperti disebut di atas, angka korban melonjak dalam satu hari.

Dapur pemasok makanan MBG dianggap jadi penyebab

Sementara itu, menanggapi tragedi yang terjadi, Badan Gizi Nasional (BGN) akhirnya buka suara. Kepala BGN, Dadan Hindayana, menyebut sejumlah penyebab yang berulang sebagai akar masalah. 

Menurut dia, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG)–dapur yang memasok makanan MBG—yang baru beroperasi belum siap menangani volume besar. Mereka terbiasa memasak untuk keluarga kecil, tapi tiba-tiba harus melayani ribuan porsi, sehingga standar higienitas dan kontrol mutu sering terganggu.

Makanya kami kemudian sarankan untuk SPPG yang baru, mulainya bertahap, karena ibu-ibu yang biasa masak untuk empat orang sampai sepuluh orang itu belum tentu bisa masak langsung untuk 1.000 sampai 3.000 orang,” kata Dadan kepada wartawan, sebagaimana dikutip Mojok dari Bisnis.com.

Selain itu, pergantian pemasok bahan baku ke pemasok lokal juga menjadi sorotan. Pemasok lokal dianggap kurang memiliki pengalaman atau kapasitas dalam menjaga mutu bahan makanan sesuai standar keamanan pangan.

Iklan

BGN mengklaim sudah membangun sistem pengawasan berlapis: pelatihan penjamah makanan, pengerjaan standar operasional prosedur (SOP) yang lebih ketat, kerja sama dengan BPOM, audit keamanan pangan, serta rencana regulasi yang lebih mengikat. Namun, “zero incident” yang dijadikan jargon tampaknya masih jauh dari kenyataan.

Bukan lagi masalah teknis, tapi sistemik

Kendati demikian, bagi JPPI, berbagai penjelasan dan janji BGN tersebut belum memadai. Mereka menegaskan bahwa tragedi keracunan MBG sudah bukan masalah teknis semata, melainkan kesalahan sistemik—sebuah kegagalan tata kelola yang melibatkan perencanaan, standar mutu, pengawasan, dan akuntabilitas. 

Korban yang tidak sedikit, sebaran yang meluas, dan korban yang terus muncul menjadi alarm bahwa program bergizi ini berubah menjadi ancaman.

“Kami tidak tega melihar anak-anak yang harus dilarikan ke rumah sakit, berjuang dengan selang infus di tangan mungil mereka, bahkan ada nyawanya hampir melayang,” kata Ubaid.

Menurut dia, jika pemerintah benar serius ingin membangun “generasi emas,” maka niscaya keselamatan anak harus didahulukan daripada target program atau pertimbangan politik.

Tuntutan JPPI

Dari rangkaian kejadian itu, JPPI menilai sudah tak ada pilihan lain bagi pemerintah selain menekan tombol jeda. Program MBG, menurut Ubaid, harus dihentikan sementara agar ada ruang untuk melakukan evaluasi menyeluruh. Tanpa itu, setiap hari sekolah berisiko berubah menjadi arena darurat medis.

Evaluasi tidak bisa hanya berhenti pada dapur penyedia makanan yang dianggap belum siap. Rantai pasok bahan pangan, standar higienitas, sistem distribusi, hingga mekanisme pelaporan insiden mesti dibongkar habis-habisan. 

JPPI menegaskan bahwa keselamatan anak-anak sekolah tidak boleh ditukar dengan ambisi politik ataupun target angka.

Alih-alih menjadi simbol keberpihakan negara pada generasi emas, MBG justru bisa tercatat sebagai kebijakan yang abai terhadap nyawa jika terus dijalankan tanpa perbaikan mendasar. Karena itu, mereka mendesak Presiden untuk menunjukkan keberpihakannya secara nyata: menghentikan sementara program, mengevaluasi total tata kelola, dan hanya melanjutkan bila keselamatan benar-benar dijamin.

Penulis: Ahmad Effendi

Editor: Muchamad Aly Reza

BACA JUGA: MBG Jadi “Skandal Besar”, tapi Pemerintah Seolah Lepas Tangan: Kudu Dihentikan Sementara dan Dievaluasi Total atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan.

Terakhir diperbarui pada 18 September 2025 oleh

Tags: bgnkeracunan massal mbgkeracunan MBGmakan bergizi gratisMBGpilihan redaksi
Ahmad Effendi

Ahmad Effendi

Jurnalis Mojok.co asal Yogyakarta. Pernah belajar di S1 Ilmu Sejarah Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Banyak menulis sejarah, sepak bola, isu urban, budaya pop, dan setiap yang menyangkut kepentingan publik. Kerap menepi di konser band metal, festival film, dan mengasuh anabul.

Artikel Terkait

Curhat dan ziarah di makam ibu, tempat terbaik pulang tanpa penghakiman MOJOK.CO
Sehari-hari

Curhat di Makam Ibu Dianggap Lebay dan Sia-sia, Tapi Jadi Tempat Pulang Terbaik yang Penuh Makna dan Rasa Lega

5 Juni 2026
pekerja kantoran.MOJOK.CO
Urban

Akal-akalan “Kantor adalah Keluarga”, Menguras Mental dan Menggerogoti Karier

4 Juni 2026
Riset, Peneliti, Guru Besar Abal-Abal.MOJOK.CO
Sekolahan

Sekte “Pemuja Kargo” di Ekosistem Kampus Indonesia yang Mencetak Peneliti Palsu dan Ilmuwan Abal-Abal

3 Juni 2026
Adegan horor tiap awal bulan di kehidupan dewasa. Gajian ludes seketika karena kebutuhan MOJOK.CO
Urban

Awal Bulan di Kehidupan Dewasa Itu Horor: Setelah Gajian Gaji Langsung Ludes di Kalkulator

2 Juni 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Waisak 2026 di Candi Borobudur Magelang jadi momentum bagi sebuah keluarga Buddha asal Temanggung untuk meluruhkan ego diri MOJOK.CO

Waisak di Borobudur untuk Meluruhkan Ego Diri, Menerima Kesadaran atas Renungan “Hidup untuk Apa di Dunia Fana?”

31 Mei 2026
Rasyiid, mahasiswa penerima Beasiswa KIP Kuliah UMSURA yang sisihkan uang untuk modal usaha MOJOK.CO

Sisihkan Uang Beasiswa KIP Kuliah buat Modal Usaha, Kuliah Sambil Topang Ekonomi Keluarga hingga bikin Ibu Bangga

2 Juni 2026
Hasil riset FEB UGM: workaholic alias kera berlebihan tidak selalu merusak kebahagiaan MOJOK.CO

Riset: Kerja Berlebihan (Workaholic) Tidak Selalu Merusak Kebahagiaan, Asalkan Dapat 2 Situasi Ini di Lingkungan Kerja

6 Juni 2026
pekerja kantoran.MOJOK.CO

Akal-akalan “Kantor adalah Keluarga”, Menguras Mental dan Menggerogoti Karier

4 Juni 2026
Peluncuran program pendidikan koperasi (perkoperasian) untuk sekolah-sekolah yang dipelopori Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) MOJOK.CO

Jawa Tengah Bikin Pendidikan Koperasi di Sekolah: Bekal Kewirausahaan dan Alternatif Lapangan Kerja untuk Gen Z-Gen Alpha

5 Juni 2026
Kerja di Jakarta, Cara Terbaik Buat Melihat Sisi Buruk Manusia adalah Kerja di F&B.mojok.co

FnB di Jakarta Bikin Sengsara Pekerjanya: Bisnis Elite tapi Gaji Karyawannya Seuprit, yang Dimiliki Artis bahkan Lebih Tak Manusiawi

2 Juni 2026

Video Terbaru

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026
Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

21 Mei 2026
Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

17 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.