• 930
    Shares

MOJOK.CO – Mayoritas penduduk Indonesia kan muslim, maka tulisan ini bisa saja dianggap sebagai panduan singkat agama Kristen untuk orang Islam. Biar apa? Ya, biar yang mayoritas nggak salah paham.

Ketua Umum Partai PSI, Grace Natalie baru-baru jadi perbincangan karena menolak Perda Syariah dan Perda Injili. Omongan Grace ini sungguh imajinasi yang luar biasa. Bukan pada bagian menolak Perda Syariah tentu saja, tapi soal perkara Perda Injili.

Grace sesungguhnya sudah melampaui imajinasi orang Kristen di Indonesia. Kenapa demikian? Di saat orang-orang sama sekali tidak pernah terlintas di dalam kepalanya untuk membuat Perda Injili, Grace justru dan bahkan sudah menolaknya. Bayangkan, Grace menolak sesuatu yang dibayangkan oleh orang pun tidak pernah! Bukan kah ini keren?

Omongan Grace ini mengisyaratkan bahwa Perda Injili itu ada sebagai ide dan isu. Digorenglah omongan Grace ini. Isunya jadi Perda Injili itu mungkin ada dan jadi lawan perda syariah. Sungguh saya ingin bertanya, Sis Grace dapat dari mana sih ide ini?

Omongan Sis Grace bikin saya ingat dengan keributan sebulan lalu soal RUU Pesantren yang menyamakan sekolah minggu dan katekisasi di gereja laiknya sekolah formal pesantren. Ada juga bahasan soal ide sekolah agama kristen yang dianggap mirip dengan pesantren, yang padahal sama sekali tidak pernah ada di Indonesia.

Sekolah agama Kristen yang formal hanya ada di tingkat perguruan tinggi, itu pun khusus mencetak calon pendeta atau guru agama Kristen. Kalau pun ada selain itu, hanya semacam kursus penginjilan yang tidak formal dan tidak terdaftar di Kementerian Pendidikan atau Kementerian Agama.

Dua polemik itu mengisyaratkan satu hal: banyak orang tidak paham agama Kristen. Saya sih juga nggak paham-paham banget, tapi minimal pernah sekolah minggu. Masalahnya, ketidakpahaman ini sering kali bikin repot banyak orang.

Karena itu saya ingin bikin semacam panduan singkat memahami agama Kristen untuk kalian semua. Dan karena mayoritas penduduk Indonesia adalah seorang muslim, maka bisa juga dianggap sebagai panduan singkat agama Kristen untuk orang Islam.

Biar apa? Biar kalian minimal paham dikit agama orang lain. Kenapa harus paham? Ya biar nggak salah paham.

Apakah ini adalah penginjilan terselubung? Tenang, saya tidak bagi-bagi Indomie, jadi iman kalian aman saat baca tulisan ini.

1. Ibadah Minggu

Ibadah hari Minggu ini semacam kewajiban orang Kristen. Biasanya mereka pergi ke gereja. Tidak harus di gedung gereja, bisa di balai pertemuan, di ruang terbuka, pinggir jalan atau di rumah. Warga GKI Yasmin sampai sekarang malahan masih sering ibadah di depan istana. Berapa banyak minimal pesertanya? Nggak ada batasan begitu. Dua atau tiga orang sudah cukup. Inti ibadah hari minggu adalah persekutuan dengan orang-orang seiman. Jadi jumlah bukan masalah.

Baca juga:  Keyakinan Lukman Sardi Bukan Urusan Kita

Di Negara kita ini, ibadah begini masih jadi masalah, karena dalam otak orang atau aparat pemerintah atau penegak hukum ibadah hari Minggu ya harus di gereja. Kalau di rumah, itu melanggar aturan hukum. Karena rumah dianggap bukan sebagai tempat ibadah. Logika begini sering jadi alasan untuk membubarkan ibadah di rumah.

Satu catatan penting, bagi orang Kristen, gereja itu bukan semata gedung saja. Kata “Gereja” sendiri diambil dari bahasa portugis “Igreja”, kata ini berasal dari bahasa Yunani “Eklesia” yang bisa diartikan sekumpulan orang-orang yang dipanggil keluar. Poinnya ada pada “sekumpulan orang”. Jadi gereja itu bukan objek, tapi subjek yang jamak.

2. Sakramen

Orang Kristen secara umum mengakui dua sakramen yakni baptis dan perjamuan kudus (Kalau tetangga sebelah a.k.a Katolik, ada 7 sakramen). Sakramen ini semacam perjanjian antara manusia dengan Tuhan.

Baptis itu menandakan bahwa seseorang itu akan menjadi pengikut Yesus, biasanya dilakukan ketika masih bayi. Setelah dewasa, maka si bayi akan ikut katekisasi kemudian sidi. Katekisasi ini semacam pengenalan lebih dalam tentang Kristen supaya makin mantap mengikut Yesus. Sedangkan sidi ini semacam deklarasi di depan jemaat, bahwa seseorang sudah menerima Yesus sebagai Tuhan dan menerima doktrin gereja.

Soal baptis ini ada banyak mahzab yang berbeda-beda. Ada yang memberlakukan baptis pada saat sudah dewasa, ada yang pakai baptis hanya dengan percikan air, ada pula baptis selam di kolam. Tapi nggak masalah apapun itu, intinya baptis adalah tanda orang mengikuti Yesus.

Sakramen kedua adalah perjamuan kudus. Ini yang biasanya dinanti-nanti oleh remaja tanggung yang sudah sidi, karena saat itu mereka bisa minum anggur merah cap orang tua. Selain anggur, di sakramen ini orang juga dapat sepotong roti.

Amer jadi simbol darah Yesus dan roti simbol tubuh Yesus. Apakah ini pertanda orang Kristen itu kanibal, karena minum darah dan daging Yesus? Nggak begitu juga sih. Itu cuma simbol “mendarah daging” Yesus dalam orang Kristen. Apakah ini jadi alasan orang Kristen suka minum anggur mabu-mabuan? Nggak juga, mabu-mabuan adalah hak segala bangsa. Tidak mengenal agama.

Sakramen perjamuan kudus mengikuti warisan perjamuan terakhir yang dilakukan Yesus dan murid-muridnya. Kalian mesti akrab dengan sakramen ini karena diabadikan lewat lukisan “Perjamuan terakhir” karya Leonardo Davinci.

3. PA, PD, dan PS

PA = Persekutuan Alkitab

PD = Persekutuan Doa

PS = Paduan Suara

Tiga kegiatan itu adalah hal yang lazim ada di setiap gereja Kristen. Kegiatan ini beberapa kali menjadi masalah karena kesalahpahaman “ibadah di rumah”. PA dan PD ini mungkin nggak jauh beda dengan pengajian, kenduren, tahlilan, yasinan dalam agama Islam. Bisa dilaksanakan di mana dan kapan saja. Biasa di rumah jemaat dan selain hari Minggu.

Baca juga:  Melawan Setan Hingga Ke Yerusalem: Tentang Palestina Dan Israel

Tidak perlu khawatir dengan PA dan PD. Itu hanya untuk internal saja. Kalau ada suara nyanyian mereka terdengar sedikit di rumah tetangga, tolong abaikan. Itu sama halnya, orang Kristen, Katolik, Hindu, Budha dan Konghucu mengabaikan azan. Mengabaikan sudah cukup, beraktivitas saja seperti biasa.

Khusus PS, ini hanya latihan menyanyi. Supaya apa? Minimal, kalau sedang ibadah di rumah dan harus menyanyi, suara mereka tidak fals dan bikin kuping tetangga jadi sakit. Ini barangkali hanya semacam latihan kasidahan atau rebana di pesantren. Semakin merdu di telinga, tentu tidak akan ada protes yang berujung pidana.

4. Sekolah Minggu

Ada guyonan begini :

Kenapa orang Kristen pinter-pinter?

Karena sejak bayi sudah sekolah (minggu).

Guyonan itu ada benarnya, sejak bayi orang Kristen itu memang sudah sekolah minggu. Sekolah minggu ini tidak seperti sekolah atau pondok pesantren. Ini lebih mirip kelas mendengarkan dongeng dan nyanyi-nyanyi. Memang ada guru yang mengajar, tapi tidak mengajari membaca atau menulis. Pada guru sekolah minggu pada umumnya bercerita tentang tokoh-tokoh di Alkitab, lebih banyak tentang Yesus.

Hal-hal yang diajarkan di sekolah minggu adalah urusan moral, menjadi anak yang baik, berbuat baik pada teman, pada orang tua, tidak berbohong, tidak nakal. Kenapa begitu? Karena Yesus sudah lebih dulu baik pada manusia. Cukup sampai di situ. Tidak sampai menakuti anak-anak tentang komik siksa neraka.

Sekolah minggu ini juga tidak ada ujiannya. Hanya kegiatan rutin mingguan saja, terus begitu sampai seorang anak dewasa dan sidi. Setelah itu mereka tidak perlu lagi ikut sekolah minggu, dan sudah bisa ikut ibadah minggu pada umumnya.

5. Hukum Kasih

Agama Kristen itu mengenal hukum kasih. Tentu ini bukan formal seperti KUHP, bukan pula hukum agama yang bisa dijadikan hukum formal seperti syariah. Hukum kasih ini urusan moral, singkat dan padat. Begini bunyinya :

“Kasihilah Tuhan, Allahmu dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. Itulah hukum yang terutama dan yang pertama. Dan hukum yang kedua yang sama dengan itu ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.”

Apakah hukum ini bisa dijadikan hukum formal misalnya jadi Perda Injili? Mungkin saja, tapi buat apa? Supaya kita bisa mengulangi kesalahan sejarah zaman dark age?

Karena itu jika ada orang Kristen bersikeras membikin perda injili di Indonesia, saya sarankan kalian menampar pipinya. Jika ia membalas, maka sejatinya mereka bukan orang Kristen. Karena orang Kristen sejati, jika pipi kanannya ditampar, mereka akan memberi pipi kirinya untuk ditampar juga. Bukan malah memberi Indomie segala.

  • 930
    Shares


Tirto.ID
Loading...

No more articles