Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kotak Suara

Pemilih Muda: Daripada Pemimpin Sederhana dan Merakyat, Lebih Suka yang Jujur dan Anti-Korupsi

Kenia Intan oleh Kenia Intan
26 Maret 2023
A A
survei pemimpin ideal menurut anak muda

Ilustrasi adanya pergeseran karakter pemimpin ideal versi anak muda (Mojok.co).

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Ada pergeseran karakter pemimpin ideal menurut versi anak muda. Karakter pemimpin yang sederhana dan merakyat dianggap penting pada Pemilu 2019. Namun, anak muda saat ini lebih menginginkan pemimpin yang jujur dan anti-korupsi.

Center Strategic and International Studies (CSIS) melakukan survei terhadap anak muda berusia 17-39 tahun pada 8-13 Agustus 2022. Survei yang melibatkan 1.200 responden yang tersebar secara proporsional di 34 porvinsi itu menunjukkan adanya pergeseran karakter pemimpin nasional yang ideal di mata anak muda.

Hasil survei itu menunjukkan, sebanyak 34,8 persen anak muda lebih mengapresiasi pemimpin yang jujur dan anti-korupsi. CSIS pernah melakukan survei serupa sebulan menjelang Pemilu 2019. Hasilnya 15,9 persen anak muda pada saat itu mementingkan karakter pemimpin yang merakyat dan sederhana. Ini mungkin bisa menjelaskan, mengapa Presiden Joko Widodo bisa kembali terpilih pada saat itu.

Selaras dengan indeks persepsi korupsi

Pergeseran karakter pemimpin yang dibayangkan anak muda bisa terjadi karena meningkatnya ketertarikan anak muda terhadap isu-isu korupsi dan kebutuhan mengedepankan agenda-agenda pencegahan untuk pemberantasan korupsi ke depan.

Perubahan kebutuhan karakter pemimpin itu selaras dengan temuan sejumlah studi yang mencatat menurunnya peringkat indeks persepsi korupsi Indonesia dan memburuknya kepercayaan pada demokrasi karena kasus-kasus korupsi politik. Tingkat kepercayaan publik terhadap KPK pun terus melorot dalam beberapa waktu terakhir.

Selain pemimpin yang jujur dan anti-korupsi, riset ini juga mencatatkan kompetensi yang dibutuhkan oleh pemimpin Indonesia ke depan. Hasil paling tinggi adalah kemampuan untuk melakukan perubahan (28,7 persen), memimpin di saat krisis (21 persen), dan membuat kebijakan yang inovatif (14,8 persen).

“Kami berpendapat bahwa faktor Covid-19 pada batas tertentu mempengaruhi cara pandang anak muda terhadap kompetensi pemimpin,” jelas riset yang digarap oleh Arya Fernandes, Edbert Gani Suryahudaya, dan Noory Okthariza itu.

Faktor inovasi dan kepemimpinan di saat krisis juga diperlukan untuk menghadapi tantangan di tingkat domestik dan global yang diperkirakan akan lebih berat. Oleh karenanya, pemimpin yang cepat mengambil keputusan dan mampu memimpin dalam situasi krisis lebih dibutuhkan.

Anak muda menentukan lanskap politik ke depan

CSIS melihat suara pemilih muda tidak bisa diabaikan begitu saja. Kelompok usia mudalah yang akan mendominasi dalam pemilihan tahun depan. Lembaga think thank yang fokus pada perekonomian, politik dan perubahan sosial, dan hubungan internasional itu memperkirakan jumlah pemilih muda akan mendekati 60 persen pada Pemilu 2024. Bila dikonversi, jumlah pemilih muda bisa mendekati 114 juta orang.

Bukan hanya sebatas angka, suara anak muda perlu dipertimbangkan. Karena, secara umum komitmen generasi muda Indonesia terhadap demokrasi masih terbilang tinggi. Walau memang angkanya mengalami sedikit penurunan dibanding data yang dihimpun pada 2018.

Optimisme anak muda terhadap demokrasi selaras dengan partisipasi politik pemilih muda yang tergolong tinggi dalam pemilu. Tercatat sebanyak 85,9 persen anak muda mengikuti pemilu 2014. Jumlah ini meningkat pada 2019 menjadi 91,3 persen.

“Ini menunjukkan suara mereka strategis mengingat populasi anak muda, sebagai sebuah voting bloc, akan menjadi mayoritas dalam pemilu yang akan datang,” jelas riset itu.

Tidak hanya berpartisipasi sebagai pemilih dalam pemilu yang mana praktik paling sederhana dalam demokrasi. Ternyata, ada juga sekelompok anak muda yang memiliki ketertarikan tinggi dalam politik. Kelompok ini memerlukan akomodasi partai politik agar bisa terlibat lebih jauh.

Sementara itu survei CSIS mencatat, terdapat 14,6 persen responden yang memiliki aspirasi untuk mencalonkan diri sebagai anggota DPR/DPRD dan 14,1 persen yang ingin menjadi kepala daerah. Ini kabar baik. Semakin banyak anak muda mencalonkan diri ke dalam jabatan publik, semakin besar kesempatan regenerasi kepemimpinan bisa dilakukan. Keterlibatan aktif anak muda dalam gerakan masyarakat sipil bisa memberikan warna baru pada demokrasi Indonesia.

Iklan

Penulis: Kenia Intan
Editor: Amanatia Junda

BACA JUGA Alasan Perempuan Muda Jarang Muncul di Ruang Politik

Terakhir diperbarui pada 26 Maret 2023 oleh

Tags: Pemilu 2019Pemilu 2024pemimpin anti-korupsipemimpin idealpemimpin merakyatsuara anak mudasurvei pemimpin ideal
Kenia Intan

Kenia Intan

Content Writer Mojok.co

Artikel Terkait

Sowan ke rumah Jokowi di Solo. MOJOK.CO
Ragam

Alasan Warga Sowan ke Rumah Jokowi hingga Rela Menunggu Berjam-jam

26 Februari 2025
Rasanya Satu Kelompok KKN dengan Anak Caleg, KKN Undip.MOJOK.CO
Kampus

Rasanya Satu Kelompok KKN dengan Anak Caleg, Semua Urusan Jadi Mudah Meski Suasana Bikin Tak Betah

14 Juli 2024
Komeng: Olok-Olok Rakyat Biasa untuk Menertawakan Politik MOJOK.CO
Esai

Komeng Adalah Bentuk Olok-Olok Paling Menohok yang Mewakili Lapisan Masyarakat Biasa untuk Menertawakan Politik

19 Februari 2024
bayi prabowo gibran di sumatera selatan.MOJOK.CO
Ragam

Kisah Bidan yang Membantu Persalinan Bayi Bernama Prabowo Gibran di Sumatera Selatan

16 Februari 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Jumirah dan suami merupakan pemulung di TPA Troketon, Klaten. MOJOK.CO

“Nrimo ing Pandum” ala Ibu Jumirah: Berteman dengan Belatung dan Diabetes di Tengah 150 Ton Sampah Residu Warga Klaten

12 Juli 2026
Cari kerja, lamaran kerja, Mahasiswa gap year kuliah di Unila. MOJOK.CO

Kesalahan Bikin CV dan Hal-Hal Sepele Lain yang Justru Bikin Jobseeker Ditolak Saat Melamar Kerja

16 Juli 2026
Menertawakan Polemik Sosial, Arie Kriting Siap Bawa "Mungkin Ada Benarnya" ke Jogja.mojok.co

Menertawakan Polemik Sosial, Arie Kriting Siap Bawa “Mungkin Ada Benarnya” ke Jogja

16 Juli 2026
Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) kerja sama dengan Australia. MOJOK.CO

Satu Dekade Jogja dengan Melbourne Symphony Orchestra: Bukti Orkestra Nggak Melulu Kaku bahkan Bisa Dinikmati Sambil Lesehan

15 Juli 2026
Kerajinan lokal Yogyakarta di INACRAFT. MOJOK.CO

INACRAFT Jogja: Jembatan bagi Perajin Lokal Menembus Pasar Global Lewat Karya yang Tak Biasa

15 Juli 2026
Milenial di Job Fair Yogyakarta 2026 cari peluang kerja di luar negeri. MOJOK.CO

Muak dengan Syarat Kerja di Indonesia: Gaji Numpang Lewat hingga Terbatas Usia, Milenial Pilih Cari Kerja ke Luar Negeri

16 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.