Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas

KPU DIY Buka Lowongan Anak Muda Jadi Petugas KPPS: Honor Lebih Tinggi dari Pemilu 2019

Ahmad Effendi oleh Ahmad Effendi
12 Desember 2023
A A
Alasan KPU DIY Prioritaskan Anak Muda dalam Rekrutmen- Lebih Melek Teknologi dan Antisipasi Petugas Lapangan yang Meninggal MOJOK.CO

Ilustrasi Alasan KPU DIY Prioritaskan Anak Muda dalam Rekrutmen- Lebih Melek Teknologi dan Antisipasi Petugas Lapangan yang Meninggal

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

KPU DIYMOJOK.CO – Komisi Pemilihan Umum (KPU) DIY resmi membuka lowongan kerja sebagai petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS). Panitia penyelenggara pemilihan umum di wilayah DIY ini menjelaskan bahwa pada rekrutmen kali ini mereka lebih memprioritaskan anak muda. Kenapa?

Dalam konferensi pers yang berlangsung di Kantor KPU DIY, Senin (11/12/2023), Ketua KPU DIY Ahmad Shidqi menyebut bahwa kebutuhan KPPS pada pemilu nanti adalah sebanyak 83.524 orang.

Iklan

“Di DIY sendiri terdapat 11.932 TPS dan membutuhkan total 83.524 petugas. Jadi, di masing-masing TPS nanti bakal ada 7 petugas KPPS,” ujar Ahmad Shidqi di kantor yang beralamat di Jalan Ipda Tut Harsono Nomor 47, Umbulharjo, Kota Yogyakarta tersebut.

Sama seperti pemilu-pemilu sebelumnya, pada Pemilu 2024 pun peran dan tugas KPPS DIY tak jauh beda. Kata Shidqi, tugasnya antara lain melaksanakan pemungutan dan penghitungan suara di TPS, membuat berita acara dan sertifikat hasil pemungutan suara dan menyerahkannya kepada pihak yang berwenang, seperti saksi peserta Pemilu, Pengawas TPS, PPS, dan PPK.

“Perlu kami informasikan juga bahwa honor KPPS juga meningkat untuk Pemilu 2024 menjadi Rp1,2 juta bagi ketua dan Rp 1,1 juta untuk anggota,” sambungnya.

KPU DIY prioritaskan anak muda karena faktor tertentu

Pada acara tersebut, Shidqi juga menyebut bahwa pihaknya bakal lebih memprioritaskan anak muda dalam rekrutmen kali ini. Memang, secara regulasi, pendaftar berusia 55 tahun harus diutamakan sebagai anggota KPPS.

Namun, menimbang berbagai pertimbangan, termasuk kesehatan, Shidqi menegaskan bahwa pihaknya akan lebih banyak memberi porsi bagi anak muda buat terlibat. Sebab, berdasar hasil riset UGM, peristiwa kematian banyak petugas KPPS pada Pemilu 2019 lalu salah satu sebabnya karena faktor usia.

“Itu bagian dari evaluasi Pemilu 2019, karena hasil riset UGM saat itu menjelaskan bahwa korban yang meninggal sakit di antara KPPS saat itu sebabnya karena dua hal. Pertama, faktor usia, dan kedua karena banyak yang memiliki komorbid atau penyakit penyerta,” jelas Shidqi.

Melansir laporan riset Abdul Gaffar Karim dari UGM pada 2019 lalu, penyakit utama penyerta yang menjadi penyebab meninggalnya para petugas KPPS adalah problem kardiovaskular. Baik penyakit jantung, stroke, maupun gabungan keduanya.

“Makanya, meski dalam regulasi di sini secara normatif menyebut ‘diutamakan 55 tahun’. Namun, kami upayakan untuk wilayah Yogyakarta ini akan diisi oleh anak muda,” tegasnya.

Pihaknya juga berkomitmen bahwa para pendaftar benar-benar telah membuktikan “syarat sehat”. Kata dia, selain wajib membawa surat keterangan sehat, para pendaftar juga wajib menjalani skrining kesehatan terkait tiga penyakit tadi.

Anak muda lebih melek teknologi

Selain punya fisik “lebih sehat”, ada alasan lain mengapa Ahmad Shidqi lebih mengutamakan anak muda dalam rekrutmen petugas KPPS kali ini. Menurutnya, anak muda lebih melek teknologi–keahlian yang sangat penting dalam proses rekapitulasi suara nanti.

Alasannya, pada Pemilu 2024 nanti, proses rekapitulasi suara akan menggunakan aplikasi. Secara teknis perhitungan berbasis teknologi menggunakan aplikasi Sistem Informasi Rekapitulasi Suara alias Sirekap.

Aplikasi yang bisa diakses masyarakat umum melalui gawai ini, ia sebut bisa menyajikan hasil hitung suara secara real time. 

Iklan

Melalui aplikasi ini, nantinya anggota KPPS hanya perlu memfoto hasil penghitungan suara dan data tersebut akan otomatis tersalin di aplikasi Sirekap.

“Makanya kami butuh anak muda yang paham android. Tidak perlu yang terlalu menguasai IT, tapi setidaknya mereka mampu mengoperasikan handphone android karena akan mendokumentasikan hasil pemungutan suara itu ke dalam aplikasi Sirekap,” jelasnya.

“Di setiap TPS, nanti kira-kira harus ada dua orang petugas KPPS yang paham soal hal tadi,” pungkasnya.

Masa pendaftaran petugas KPPS Pemilu 2024 sendiri mulai, Senin (11/12/2023) hingga sepuluh hari ke depan. Selanjtunya, petugas KPPS akan bekerja mulai 25 Januari hingga 25 Februari 2024.

Reporter: Ahmad Effendi
Editor: Agung Purwandono

BACA JUGA Ujian Demokrasi Indonesia: Pilpres 2024 Kontestasinya para Elite

Cek berita dan artikel Mojok lainnya di Google News

 

Terakhir diperbarui pada 12 Desember 2023 oleh

Tags: anak mudakppskpu diyPemilu 2024
Ahmad Effendi

Ahmad Effendi

Jurnalis Mojok.co asal Yogyakarta. Pernah belajar di S1 Ilmu Sejarah Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Banyak menulis sejarah, sepak bola, isu urban, budaya pop, dan setiap yang menyangkut kepentingan publik. Kerap menepi di konser band metal, festival film, dan mengasuh anabul.

Artikel Terkait

Dakwah Kok Masuk Roblox! Memangnya Anak Muda Hari Ini Masih Ngumpul di Masjid? MOJOK.CO
Esai

Dakwah Kok Masuk Roblox! Memangnya Anak Muda Hari Ini Masih Ngumpul di Masjid?

22 Juni 2026
logika ekonomi orang desa.MOJOK.CO
Urban

Yang Perlu Kamu Tahu dan Kamu Lakukan di Tengah Kelesuan Ekonomi Saat Ini

29 Mei 2026
Anak muda alias gen z dan milenial kini tolak kejar jabatan. MOJOK.CO
Urban

Anak Muda Tolak Karier Elite dengan Jabatan Tinggi, Pilih Side Job yang Jamin Gaji Stabil di Masa Kini

19 Mei 2026
Slow Living di Perumahan Jauh Lebih Nyaman Ketimbang Desa yang Malah Bikin Stres, tapi Harus Rela Dicap Sombong dan Sok Eksklusif MOJOK.CO
Urban

Slow Living di Perumahan Jauh Lebih Nyaman Ketimbang Desa yang Malah Bikin Stres, tapi Harus Rela Dicap Sombong dan Sok Eksklusif

9 April 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Dakwah Kok Masuk Roblox! Memangnya Anak Muda Hari Ini Masih Ngumpul di Masjid? MOJOK.CO

Dakwah Kok Masuk Roblox! Memangnya Anak Muda Hari Ini Masih Ngumpul di Masjid?

22 Juni 2026
PNS di desa.MOJOK.CO

Jadi PNS di Desa Memang Hidup Makmur, tapi Bikin Tak Berkembang karena Budayanya Toksik dan Membosankan

22 Juni 2026
AUBMO Selamatkan Hidup Mahasiswa penerima KIP-K di Unair. MOJOK.CO

Di Balik Skandal Korupsi Rp103 Juta, AUBMO Menyelamatkan Hidup Mahasiswa Penerima Beasiswa yang Merantau

23 Juni 2026
UGM.MOJOK.CO

Berhasil Kuliah Gratis di Jurusan Mahal UGM Berkat Kebiasaan Belajar Pukul 3 Pagi dan Hobi “Nongkrong” di Perpus Hingga Malam Hari

24 Juni 2026
Derita 17 Hari Naik Honda Revo Jadi Penagih Utang MOJOK.CO

17 Hari Menjadi Penagih Utang dengan Risiko Kehilangan Nyawa Naik Honda Revo Biru Sudah Cukup Membuat Saya Menyerah

23 Juni 2026
Gen Z Habiskan Gaji untuk Konser K-Pop. MOJOK.CO

Gen Z Habiskan Gaji demi Konser K-Pop: “Balas Dendam” Terbaik untuk Penuhi Inner Child

25 Juni 2026

Video Terbaru

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026
Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

21 Mei 2026
Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

17 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.