Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kotak Suara

Jurusan Kuliah 7 Presiden RI, Tidak Ada yang Lulusan Ilmu Politik atau Sebangsanya

Kenia Intan oleh Kenia Intan
13 September 2023
A A
Jurusan Kuliah Presiden RI MOJOK.CO

Jurusan Kuliah Presiden RI MOJOK.CO

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Presiden yang pernah memimpin Indonesia memiliki latar belakang pendidikan yang beragam. Menariknya, di antara tujuh presiden yang pernah menjabat, tidak ada satu pun yang pernah berkuliah di jurusan politik atau jurusan serupa. Lantas, mereka berkuliah di jurusan apa saja ya? 

Selama 78 tahun merdeka, ada tujuh presiden yang pernah memimpin Indonesia. Setiap presiden memiliki latar belakang karier yang beragam, mulai dari cendekiawan, militer, hingga masyarakat sipil. Begitu juga dengan latar belakang pendidikannya.

Uniknya, tidak ada satupun dari presiden merupakan lulusan jurusan politik atau jurusan serupa. Padahal, jurusan ini bisa menjadi bekal berharga bagi mereka yang terjun ke dunia politik. Mojok sudah merangkum jurusan kuliah presiden yang pernah menjabat di Indonesia:

Soekarno

Setelah lulus sekolah tingkat SMA di HBS (Hogere Burger School), Surabaya, Soekarno melanjutkan studi di Bandung. Tepatnya di Technische Hoogeschool yang sekarang bernama Institut Teknologi Bandung. Ia dinyatakan lulus pada 26 Mei 1926 dan diwisuda pada 3 Juli 1926.

Saat itu ITB adalah sekolah teknik yang menyediakan satu jurusan dan fakultas saja. Oleh karena itu, Soekarno berkuliah di Fakultas de Faculteit van Technische Wetenschap (Ilmu Teknik) dan jurusan de afdeeling der Weg En Waterbouw (Teknik Hidrolik Jalan).

Soeharto

Presiden kedua Indonesia, Soeharto, memiliki riwayat pendidikan militer sejak lulus SMP. Ia mendaftar Koninklijk Nederlands Indische Leger (KNIL) yang setara Sekolah Bintara. Pendidikan itu ditekuni hingga ia lulus dari Sekolah Bintara, Gombong, pada 1940. Ia lulus sebagai prajurit teladan.

BJ Habibie

Habibie salah satu orang tercerdas yang pernah dimiliki Indonesia. Sejak kecil Habibie memang terkenal cemerlang dalam berbagai mata pelajaran, terutama bidang eksakta. Selepas SMA ia mendaftar ke Universitas Indonesia Bandung atau sekarang ITB. Di sana ia belajar teknik mesin. Di universitas itu, ia hanya bertahan satu tahun.

Habibie lebih memilih menghabiskan 10 tahun pendidikan di Rheinisch Westfälische Technische Hochschule (RWTH), Aachen, Jerman Barat. Di sana ia menekuni teknik penerbangan dengan spesialisasi konstruksi pesawat terban. Habibie mengantongi gelar diploma insinyur pada 1960 dan gelar doktor insinyur pada 1965.

Abdurrahman Wahid (Gus Dur)

Presiden ke-4 RI, Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, melanjutkan perguruan tinggi di Universitas Al-Azhar di Kairo, Mesir. Pada saat itu ia menerima beasiswa dari Kementerian Agama (Kemenag) untuk mempelajari studi Islam.

Akan tetapi, Gus Dur tidak menyelesaikan kuliahnya karena tidak setuju dengan metode pendidikan yang diajarkan. Selain itu, meletusnya Gerakan 30 September (G 30 September) menambah bebannya yang tengah bekerja di Kedutaan Besar Indonesia di Mesir.

Saat G30 September meletus, pemerintah pusat meminta Kedubes Indonesia di Mesir untuk menginvestigasi para pelajar. Kedubes Indonesia di Mesir juga wajib memberikan laporan kedudukan politik. Gus Dur yang mendapat mandat membuat laporan merasa tugas itu mengganggu dirinya.

Untung saja, studi Gus Dur di luar negeri terselamatkan oleh Universitas Baghdad yang terletak di Irak. Ia mendaftar Department of Religion dengan jurusan ilmu sastra dan humaniora. Setelah lulus, ia mencoba menimba ilmu di beberapa universitas lain di Eropa.

Megawati Soekarnoputri

Megawati sempat mengenyam bangku kuliah di Universitas Padjajaran di Bandung. Ia mengambil jurusan pertanian, tapi keluar pada 1967. Megawati memilih menemani Soekarno, ayahnya, setelah lengser pada tahun itu. Setelahnya, Megawati sempat belajar psikologi di Universitas Indonesia (UI) tapi keluar dalam waktu dua tahun.

Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)

Seperti Soeharto, Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY memiliki latar belakang pendidikan militer. Setelah lulus SMA, SBY melanjutkan pendidikan di Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Akabri). Ia masuk Akabri pada 1970 dan lulus pada 1973. SBY menjadi murid terbaik.

Iklan

Riwayat pendidikan SBY sebenarnya tidak hanya berhenti sampai di situ. Setelah lulus dari Akabri ia mengikuti berbagai kursus terkait kemiliteran di luar negeri.

Joko Widodo (Jokowi)

Presiden ke-7 RI yang masih menjabat hingga saat ini, Joko Widodo, merupakan lulusan Universitas Gadjah Mada (UGM). Ia belajar di Jurusan Kehutanan, Fakultas Kehutanan pada 1977. Kesempatan belajar itu ia fokuskan untuk mempelajari struktur kayu, pemanfaatan, dan teknologinya. Ia menyelesaikan pendidikan tinggi berkat skripsinya yang berjudul “Studi tentang Pola Konsumsi Kayu Lapis pada Pemakaian Akhir di Kodya Surakarta”. Jokowi lulus dan mendapat gelar insinyur pada 1980.

Di atas beberapa jurusan kulian presiden yang pernah memimpin Indonesia. Di antara presiden-presiden itu tidak ada satupun yang memiliki latar belakang politik. Bagaimana dengan presiden terpilih di 2024 nanti ya?

Penulis: Kenia Intan
Editor: Agung Purwandono

BACA JUGA Ketemu Teman Kuliah, Jokowi: Bukan untuk Mengenang Masa Lalu
Cek berita dan artikel lainnya di Google News

Terakhir diperbarui pada 13 September 2023 oleh

Tags: jurusan kuliahjurusan kuliah presiden RIPemilu 2024
Kenia Intan

Kenia Intan

Content Writer Mojok.co

Artikel Terkait

Jurusan kuliah di perguruan tinggi yang kerap disepelekan tapi jangan dihapus karena relevan. Ada ilmu komunikasi, sejarah, dakwah, dan manajemen MOJOK.CO
Catatan

4 Jurusan Kuliah yang Kerap Disepelekan tapi Jangan Dihapus, Masih Relevan dan Dibutuhkan di Bisnis Rezim Manapun

27 April 2026
Pilih Jurusan Bahasa Korea Gara-gara Ngefans sama Oppa, Selesai Wisuda Bingung Cari Kerja
Pojokan

Pilih Jurusan Bahasa Korea Gara-gara Ngefans sama Oppa, Selesai Wisuda Bingung Cari Kerja

27 Juni 2025
Grup WA jurusan kuliah jadi tempat pamer pencapaian MOJOK.CO
Catatan

Setelah Lulus Kuliah Buka Grup WA Jurusan Terasa Menyebalkan, Isinya Info Loker Nggak Jelas dan Orang Pamer Pencapaian

24 Mei 2025
Rasanya Satu Kelompok KKN dengan Anak Caleg, KKN Undip.MOJOK.CO
Kampus

Rasanya Satu Kelompok KKN dengan Anak Caleg, Semua Urusan Jadi Mudah Meski Suasana Bikin Tak Betah

14 Juli 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Tren kalcer dan monopoli olahraga bikin gowes (bersepeda) jadi terlalu ambisius MOJOK.CO

Tren Kalcer dan Monopoli Olahraga bikin Gowes Jadi Terlalu Ambisius, Mau Sekadar Bersepeda tapi Malu Dicap Cupu

3 Juni 2026
Dhia Hana Putri Saraswati mahasiswa Umsura dan Unair. MOJOK.CO

Kena Mental Kuliah di Umsura dan Unair Sekaligus, Puluhan Kali Ingin Menyerah tapi Kuat karena Ajaran Muhammadiyah

5 Juni 2026
Derita Bisnis Laundry: Cuan 15 Juta Hilang karena Kebodohan MOJOK.CO

Pengalaman Bisnis Laundry yang Cukup Menyedihkan, Berharap Cuan Besar 15 Juta per Bulan tapi Cuma Dapat 3 Juta: Boncos karena Kebocoran-Kebocoran Sepele

4 Juni 2026
Proyek pengelolaan sampah menjadi listrik (PSEL) Semarang Raya dilirik dunia MOJOK.CO

Proyek Sampah Jadi Listrik (PSEL) Semarang Raya Dilirik Dunia, Jadi Solusi Masa Depan Kota

5 Juni 2026
Adegan horor tiap awal bulan di kehidupan dewasa. Gajian ludes seketika karena kebutuhan MOJOK.CO

Awal Bulan di Kehidupan Dewasa Itu Horor: Setelah Gajian Gaji Langsung Ludes di Kalkulator

2 Juni 2026
Rooftop kos kerap jadi tempat blangkrah, tapi jadi ruang healing terbaik bagi anak kos overthinking MOJOK.CO

Tinggal di Kos dengan Rooftop, Meski Kemproh tapi Jadi Tempat Healing Terbaik dari Tekanan Hidup yang Bisa bikin Gila

3 Juni 2026

Video Terbaru

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026
Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

21 Mei 2026
Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

17 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.