Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kotak Suara

‘Jokowi Effect’ Pengaruhi Elektabilitas Capres, seperti Apa Angkanya?

Ahmad Effendi oleh Ahmad Effendi
28 Agustus 2023
A A
dukungan jokowi mojok.co

Ilustrasi Presiden Jokowi (Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Dukungan Presiden Jokowi bakal menjadi kunci pada Pemilu 2024 mendatang. Sebab, dukungan ini punya dampak besar dalam meningkatkan elektabilitas seorang capres.

Survei Litbang Kompas pada Rabu (24/8/2023) lalu mengungkapkan, siapa pun sosok calon presiden yang bersaing dalam pemilu kali ini, mereka akan lebih banyak mendapat insentif elektoral jika mendapat dukungan maupun melanjutkan program kerja Jokowi.

Sebaliknya, para bacapres bakal menghadapi ancaman disinsetif elektoral jika mereka menafikan tidak didukung maupun menafikan capaian kinerja kabinet Jokowi selama ini.

Seperti apa angkanya?

Jika didukung Jokowi

Berdasarkan simulasi persaingan tiga sosok bakal capres, faktor keberadaan Jokowi alias Jokowi Effect terlihat begitu berpengaruh dalam menaikan elektabilitas.

Bacapres Partai Gerindra Prabowo Subianto, adalah yang paling signifikan jika Jokowi mendukungnya. Elektabilitas Ketum Gerindra itu naik hingga 3,8 persen, dari 31,3 persen jadi 35,1 persen.

Meskipun tak signifikan, Jokowi Effect juga menaikkan elektabilitas Ganjar dan Anies. Elektabilitas Ganjar naik dari 34,1 persen jadi 34,9 persen, sedangkan Anies naik dari 19,2 persen menjadi 20,6 persen.

Berikut data lengkapnya:

Elektabilitas Capres Tanpa Dukungan Jokowi:

  • Ganjar Pranowo: 34,1 persen
  • Prabowo Subianto: 31,3 persen
  • Anies Baswedan: 19,2 persen

#1 Jika Jokowi Dukung Ganjar:

  • Ganjar: 34,9 persen
  • Prabowo: 29,7 persen
  • Anies: 17,4 persen

#2 Jika Jokowi Dukung Prabowo:

  • Ganjar: 30,5 persen
  • Prabowo: 35,1 persen
  • Anies: 17,1 persen

#3 Jika Jokowi Dukung Anies:

  • Ganjar: 30,5 persen
  • Prabowo: 29,9 persen
  • Anies: 20,6 persen

Bila melanjutkan program Jokowi

Survei Litbang Kompas juga mencatat, elektabilitas bacapres PDIP Ganjar Pranowo berada di angka 36,9 persen jika memilih melanjutkan program kerja kabinet pemerintahan Jokowi. Sebaliknya, jika Ganjar meninggalkan keberlanjutan program kerja kabinet, dukungan menyusut hingga 30 persen.

Sementara bagi Prabowo, dengan mengusung komitmen keberlanjutan program kerja kabinet Jokowi, ia meraih 35,4 persen dukungan. Akan tetapi, dukungan publik terhadapnya berkurang menjadi 27,8 persen jika memilih tidak melanjutkan program pemerintahan.

Iklan

Situasi serupa dialami oleh Anies Baswedan yang selama ini mengangkat “narasi perubahan” dari pemerintahan Jokowi. Pilihan untuk meneruskan program kerja pemerintahan Jokowi berpotensi meningkatkan elektabilitas Anies hingga sekitar 7 persen ketimbang sebaliknya, yakni tidak melanjutkan program kerja kabinet sekarang.

Sebagai informasi, survei Litbang Kompas dilakukan secara tatap muka pada 27 Juli-7 Agustus 2023. Mereka melibatkan 1.364 responden di 38 provinsi yang tersebar di 331 desa/kelurahan di Indonesia, dengan margin of error +/- 2,65 persen.

Penulis: Ahmad Effendi
Editor: Purnawan Setyo Adi

BACA JUGA Polemik Kampanye Pemilu di Sekolah, Bisa Jadi Potensi Ancaman Kekerasan bagi Anak?

Cek berita dan artikel Mojok lainnya di Google News

Terakhir diperbarui pada 28 Agustus 2023 oleh

Tags: CapresDukungan JokowiElektabilitas CapresjokowiPemilu 2024
Ahmad Effendi

Ahmad Effendi

Jurnalis Mojok.co asal Yogyakarta. Pernah belajar di S1 Ilmu Sejarah Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Banyak menulis sejarah, sepak bola, isu urban, budaya pop, dan setiap yang menyangkut kepentingan publik. Kerap menepi di konser band metal, festival film, dan mengasuh anabul.

Artikel Terkait

Kereta Cepat Whoosh DOSA Jokowi Paling Besar Tak Termaafkan MOJOK.CO
Esai

Whoosh Adalah Proyek Kereta Cepat yang Sudah Busuk Sebelum Mulai, Jadi Dosa Besar Jokowi yang Tidak Bisa Saya Maafkan

17 Oktober 2025
Sialnya Warga Banjarsari Solo: Dekat Rumah Jokowi, tapi Jadi Langganan Banjir Gara-gara Proyek Jokowi.MOJOK.CO
Aktual

Sialnya Warga Banjarsari Solo: Dekat Rumah Jokowi, tapi Jadi Langganan Banjir Gara-gara Proyek Jokowi

7 Maret 2025
3 Rupa Nasionalisme yang Mewarnai Indonesia Hari Ini MOJOK.CO
Esai

3 Rupa Nasionalisme yang Mewarnai Indonesia Hari Ini

26 Februari 2025
Afnan Malay: Membedah Hubungan Prabowo-Jokowi Setelah Pemilu dan Janji Program MBG
Video

Afnan Malay: Membedah Hubungan Prabowo-Jokowi Setelah Pemilu dan Janji Program MBG

18 Februari 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Sarjana pegasuh anak, panti asuhan Muhammadiyah di Surabaya. MOJOK.CO

Lulusan Sarjana Nekat Jadi Pengasuh Anak karena Susah Dapat Kerja, Kini Malah Dapat Upah 450 Ribu per Jam

5 Februari 2026
Diancam Pihak Resto karena Telat Antar Makanan Lebih Mudah Diterima daripada Gagal Jadi Sarjana Hukum UGM MOJOK.CO

Perjuangan Ojol sambil Kuliah: Pernah Diancam Pihak Resto karena Telat Antar Makanan, Kini Lulus Jadi Sarjana Hukum UGM

5 Februari 2026
Ormas Islam Sepakat Soal Board of Peace: Hilangnya Suara Milenial dan Gen Z oleh Baby Boomers MOJOK.CO

Ormas Islam Sepakat Soal Board of Peace: Hilangnya Suara Milenial dan Gen Z oleh Baby Boomers

6 Februari 2026
Buya Hamka dan Penangkapan yang Disederhanakan

Buya Hamka dan Penangkapan yang Disederhanakan

31 Januari 2026
Salah kaprah pada orang yang kerja di Surabaya. Dikira gaji besar dan biaya hidup murah MOJOK.CO

Salah Kaprah tentang Kerja di Surabaya, “Tipuan” Gaji Tinggi dan Kenyamanan padahal Harus Tahan-tahan dengan Penderitaan

4 Februari 2026
Mahasiswa penerima beasiswa KIP Kuliah PTN Surabaya pertama kali makan di restoran All You Can Eat (AYCE): norak, mabuk daging, hingga sedih karena hanya beri kenikmatan sesaat MOJOK.CO

Mahasiswa KIP Kuliah Pertama Kali Makan di AYCE: Mabuk Daging tapi Nelangsa, Kenyang Sesaat untuk Lapar Seterusnya

6 Februari 2026

Video Terbaru

Tanaman Lokal Indonesia dan Upaya Merawat yang Terlupakan

Tanaman Lokal Indonesia dan Upaya Merawat yang Terlupakan

4 Februari 2026
Zainal Arifin Mochtar dan Suara Kritis di Tengah Politik Hari Ini

Zainal Arifin Mochtar dan Suara Kritis di Tengah Politik Hari Ini

3 Februari 2026
Buya Hamka dan Penangkapan yang Disederhanakan

Buya Hamka dan Penangkapan yang Disederhanakan

31 Januari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.