Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kotak Suara

Jelang Tahun Politik, Mahfud MD Minta Pemuda Aktif Kritik Pemerintah, Sayangnya Kebebasan Berpendapat Masih Rendah

Ahmad Effendi oleh Ahmad Effendi
9 Maret 2023
A A
mahfud md

Ilustrasi Mahfud MD (Mojok.co).

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.C0 – Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan HAM (Menko Polhukam) Mahfud MD meminta agar para pemuda semakin kritis menjelang tahun politik ini. Ia berharap, pemuda lebih aktif mengkritik pemerintah, terutama soal hal-hal yang menyangkut Pemilu 2024 nanti.

“Saya berharap para pemuda ini makin kritis. Kritik apa yang perlu dikritik,” ujarnya, dalam sambutannya di acara Town Hall Meeting Kemenko Polhukam di UGM, Rabu (8/3/2023).

Dalam acara bertajuk “Tut Wuri Handayani: Mendorong dan Menemukan Keteladanan Politik Ala Anak Muda” tersebut, Mahfud berpendapat bahwa kritik dibutuhkan untuk memperbaiki hal-hal yang perlu dibenahi.

“Jika ada yang salah dari pemerintah, kritik saja. Jika ada yang kurang beres dari pemilu nanti, ya ungkapkan,” sambung mantan Ketua MK tersebut.

Lebih lanjut, Mahfud juga mengatakan kritik anak muda sangat dibutuhkan untuk mencapai tujuan Indonesia Emas 2024. Kata dia, di tahun tersebut, Indonesia diproyeksikan jadi bangsa yang maju: kesejahteraan meningkat, kemiskinan turun, ada banyak tenaga ahli di berbagai bidang, dan pendapatan per kapita tinggi.

Namun, hal-hal tersebut tidak akan tercapai jika pemudanya apatis. Oleh karena itu, ia pun meminta pemuda juga makin aktif berpartisipasi dalam politik. Terutama saat menjelang tahun pemilu.

“Sebagaimana tema hari ini, ‘Tut Wuri Handayani’, pemuda itu harus memberi semangat atau pendorong semangat dari belakang,” paparnya.

Tapi, kebebasan berekspresi masih rendah

Kendati Menko Polhukam menuntut para  pemuda untuk aktif mengkritik pemerintah, nyatanya kebebasan berekspresi di Indonesia masih begitu rendah.

Buktinya, data SETARA Institute dan International NGO Forum on Indonesian Development (INFID) menemukan, bahwa skor mengenai hak kebebasan berekspresi dan menyatakan pendapat di Indonesia hanya memperoleh nilai 1,5 (rentang nilai tertinggi sampai terendah: 1-7).

Dengan demikian, pemerintah masih termasuk kategori antikritik. Bukti langsung lain, adalah dengan banyaknya pejabat negara yang menyalahgunakan pasal karet “pencemaran nama baik” UU ITE.

Hal tersebut diakui Gubernur Lemhanas, Andi Widjajanto. Dalam kesempatan yang sama, ia menyebut bahwa memang, indeks demokrasi di Indonesia masih rendah. Terutama dalam hal kebebasan berpendapat.

Berdasarkan Analisis Indeks Demokrasi Lemhanas yang ia paparkan, Indonesia masih dalam kategori flawed democracy atau “demokrasi terbatas”. Indonesia hanya meraih 6,71/10 untuk indikator Pemilu dan Pluralisme, Fungsi Pemerintah, Partisipasi Politik, dan Kebebasan Sipil.

“Angka tersebut sudah baik, tapi tidak cukup untuk disebut negara demokratis,” ujar Andi, Rabu (8/3/2023).

“Kalau pakai kategorisasi Freedom House, yakni bebas, semi-bebas, dan tidak bebas. Maka Indonesia masuk kategori semi-bebas,” paparnya melanjutkan.

Iklan

Kaitannya dengan pemilu, menurut Andi, untuk menjadi negara demokrasi yang matang, Indonesia harus melaksanakan dua kali pemilu demokratis lagi. Dengan demikian, ia memprediksi bahwa dalam tataran demokrasi, Indonesia akan matang pada 2030-an.

“Secara teori negara butuh setidaknya tujuh kali pemilu demokratik berturut-turut untuk mematangkan demokrasi itu sendiri,” jelasnya.

“Kalau pemilu demokratik kita yang pertama dianggap tahun 1999, maka pemilu 2019 itu kelima. Artinya, untuk matang butuh dua pemilu lagi, 2024 dan 2029,” papar Andi.

Tegaskan pemuda harus cerdas perangi hoaks pemilu

Baik Mahfud maupun Andi sama-sama sepakat bahwa disinformasi atau hoaks menjelang pemilu merupakan racun dari demokrasi. Oleh karenanya, Mahfud meminta para pemuda lebih selektif dan kritis dalam melihat berita bohong. Khususnya karena hoaks biasanya akan semakin masif menjelang pemilu.

“Harus cerdas melihat mana hoaks yang memecah belah, dan mana berita yang benar,” jelasnya.

“Penyebar hoaks bisa dipidanakan, diatur oleh undang-undang,” tegas Mahfud, sambil menampilkan beberapa contoh hoaks melalui salindianya.

Hal serupa juga ditegaskan Andi. Kata dia, hari ini manusia semakin dimudahkan dengan banyaknya akses informasi melalui teknologi. Akan tetapi, memang membutuhkan sikap kritis agar tak terjebak dalam narasi-narasi disinformasi.

“Teknologi itu memudahkan tapi sekaligus disrupsi. Oleh karena itulah anak muda harus lebih cerdas dalam memanfaatkan teknologi guna menghindarinya,” pungkasnya.

Penulis: Ahmad Effendi
Editor: Amanatia Junda

BACA JUGA Bicara Politik Identitas, Mahfud MD: Boleh Ceramah di Masjid, Tapi Ada Syaratnya

Terakhir diperbarui pada 9 Maret 2023 oleh

Tags: hoakslemhanasmahfud mdPemilu 2024pemilu demokratis
Ahmad Effendi

Ahmad Effendi

Jurnalis Mojok.co asal Yogyakarta. Pernah belajar di S1 Ilmu Sejarah Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Banyak menulis sejarah, sepak bola, isu urban, budaya pop, dan setiap yang menyangkut kepentingan publik. Kerap menepi di konser band metal, festival film, dan mengasuh anabul.

Artikel Terkait

menulis di media, dahlan iskan.MOJOK.CO
Ragam

Menulis di Media adalah Cara Termudah Menjadi Terkenal dan Meninggalkan “Warisan”

17 April 2025
Rasanya Satu Kelompok KKN dengan Anak Caleg, KKN Undip.MOJOK.CO
Kampus

Rasanya Satu Kelompok KKN dengan Anak Caleg, Semua Urusan Jadi Mudah Meski Suasana Bikin Tak Betah

14 Juli 2024
Komeng: Olok-Olok Rakyat Biasa untuk Menertawakan Politik MOJOK.CO
Esai

Komeng Adalah Bentuk Olok-Olok Paling Menohok yang Mewakili Lapisan Masyarakat Biasa untuk Menertawakan Politik

19 Februari 2024
bayi prabowo gibran di sumatera selatan.MOJOK.CO
Ragam

Kisah Bidan yang Membantu Persalinan Bayi Bernama Prabowo Gibran di Sumatera Selatan

16 Februari 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Gen Z mana bisa slow living, harus side hustle

Slow Living Cuma Mitos, Gen Z dengan Gaji “Imut” Terpaksa Harus Hustle Hingga 59 Tahun demi Bertahan Hidup

8 April 2026
Bekerja di Jakarta vs Jogja

Meninggalkan Jogja demi Mengejar Financial Freedom di Jakarta, Berhasil Dapatkan Gaji Besar meski Harus Mengorbankan Kesehatan Mental

13 April 2026
Di umur 30 cuma punya motor Honda Supra X 125 kepala geter. Dihina tapi jadi motor tangguh yang bisa bahagiakan orang tua MOJOK.CO

Kerja Tahunan Cuma Bisa Beli Honda Supra X 125 Kepala Geter di Umur 30, Dihina Anak Gagal tapi Jadi Motor Tangguh Simbol Keluarga Bahagia

8 April 2026
Ribetnya urusan sama pesilat. Rivalitas perguruan pencak silat seperti PSHT dan PSHW (SH Winongo) bikin masalah sepele jadi alasan rusuh MOJOK.CO

Makin Muak ke Ulah Pesilat: Perkara Tak Disapa Duluan dan Beda Perguruan Langsung Dihajar, Dikasih Fakta Terang Eh Denial

7 April 2026
Deles Indah, Bukti Klaten Punya Harga Diri yang Bisa Kalahkan Jogja dan Solo sebagai Tempat Wisata Populer MOJOK.CO

Deles Indah, Bukti Klaten Punya Harga Diri yang Bisa Kalahkan Jogja dan Solo sebagai Tempat Wisata Populer

7 April 2026
Horor, Evolusi Kelelawar Malam di Album "Kesurupan”: Menertawakan Hantu, Melawan Dunia Nyata.MOJOK.CO

Evolusi Kelelawar Malam di Album “Kesurupan”: Menertawakan Hantu, Melawan Dunia Nyata

9 April 2026

Video Terbaru

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026
Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

4 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.