Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kotak Suara

Fenomena Aldi Taher dan Bahaya Alienasi Politik Menurut Pakar UI

Ahmad Effendi oleh Ahmad Effendi
14 Juni 2023
A A
aldi taher dan alienasi politik mojok.co

Ilustrasi Aldi Taher (Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Ramainya pembicaraan Aldi Taher mencerminkan pemilih politik di Indonesia yang teralinenasi. Pakar UI menyebut ada bahaya jika hal ini terus terjadi dan Aldi Taher sukses melenggang ke parlemen. 

Aksi lucu Aldi Taher belakangan ini menyita perhatian publik. Terbaru, publik tertawa dengan banyolan-banyolan jenakanya saat salah satu stasiun TV Indonesia mewawancarainya.

Sebagai informasi, stasiun TV tersebut hendak mewawancarai Aldi terkait langkahnya nyaleg melalui dua partai, yakni Partai Perindo dan Partai Bulan Bintang (PBB). Stasiun TV tersebut juga menanyakan terkait visi politik Aldi.

Namun, alih-alih mendapat jawaban terang, Aldi malah menjawab secara ngawur (meski ada yang bilang jujur). Mulai dari menyanyikan lagu “Yellow” setelah membuka salam, mengajak presenter membaca surah Al-Fatihah, hingga memberi jawaban ngalor-ngidul dan tak nyambung yang bikin pembawa acara bingung.

Misal, terkait motivasinya nyaleg, dengan entengnya ia menjawab “ingin membaca Al Quran di Senayan, karena membaca Al Quran adalah solusi”.

Bukannya bikin geram, aksi konyol tersebut malah buat netizen terhibur. Bahkan, tak sedikit yang mendeklarasikan dukungan untuk Aldi dengan mengatakan akan memilihnya di Pemilu 2024 nanti.

Fenomena ini banyak yang membaca sebagai hal lumrah, mengingat persona Aldi sebagai selebriti yang jenaka. Tapi dalam diskursus politik, sebenarnya ia menunjukkan adanya indikasi alienasi politik. Apa itu?

Mengenal alienasi politik

Dosen komunikasi politik FISIP UI Keyza Widiatmika dalam pemaparannya, mengartikan alienasi politik sebagai perasaan terasing, kecewa, maupun putus asa terhadap sistem politik.

Fenomena ini, salah satunya, karena terabaikannya partisipasi (keterlibatan) rakyat dalam proses pembuatan kebijakan yang memengaruhi hajat hidup mereka ke depannya.

Misalnya, dalam konteks Indonesia, ini terlihat dari banyaknya undang-undang yang sebenarnya ramai penolakan tapi legislatif tetap mengesahkan. Seperti UU Cipta Kerja, UU Minerba, hingga terbaru masih tarik ulurnya Omnibus Law UU Kesehatan.

Selain itu, menurut Keyza, alienasi politik juga bisa terjadi saat publik mulai merasa pemerintah tidak lagi mewakili kepentingan mereka dan tidak berfungsi secara efektif.

Ini terlihat dari mulai gamblangnya politik dinasti, yang mana politisi berbondong menaruh sanak-famili mereka di posisi-posisi penting pemerintahan. Hal ini yang akhirnya bikin publik merasa politisi hanya mewakili kepentingan pribadi mereka dan keluarganya saja, bukan rakyat.

Pun demikian, Keyza menganggap bahwa alienasi politik adalah fenomena lumrah, niscaya, dan harusnya tidak mengherankan. Sebab, menurut hasil survei Strategic and International Studies (CSIS), minat anak muda Indonesia terhadap politik memang rendah.

Dampak alienasi politik dan pencalonan Aldi Taher

Masih menjadi tanda tanya, apakah Aldi Taher bakal benar-benar mampu melenggang ke kontestasi atau sekadar cari sensasi. Tapi, seandainya ia berhasil memenuhi syarat, lolos sebagai caleg, apalagi terpilih, menurut Keyzia ini akan mendatangkan konsekuensi serius.

Iklan

Pertama, kata dia, ini bisa mengalihkan isu yang sebenarnya lebih krusial. Misalnya saja, dari wawancara singkat dan konyolnya bersama salah satu stasiun TV itu, nama Aldi Taher mampu trending dan menutup isu esensial lain.

Bandingkan saja, sejak Aldi Taher muncul di TV, interest over time “Aldi Taher”, “Partai Perindo”, dan lagu “Yellow”—yang Aldi nyanyikan—menunjukkan grafik naik di pencarian Google. Sementara kasus penganiayaan Mario Dandy terhadap David Ozora, yang sebenarnya harus dikawal tuntas, alami penurunan.

“Padahal, saat itu warganet geram akibat beredarnya video Mario memasang borgol kabel ties sendiri,” kata Keyzia, mengutip laman resmi fisip.ui.ac.id, Selasa (13/6/2023).

“Tapi dibandingkan dengan penilaian masyarakat terhadap Mario yang seolah mendapat perlakuan istimewa dari pihak kepolisian, Aldi Taher mampu mendominasi trending,” sambungnya.

Kedua, jika Aldi terpilih, bukan tidak mungkin dia akan melakukan buck passing. Menurut Keyzia, dalam politik hal ini merujuk pada “pengalihan tanggung jawab atas konsekuensi keputusan kebijakan dan menyalahkan orang atau lembaga lain sebagai gantinya”.

Seperti yang sudah kita lihat dalam potongan video yang beredar, Aldi Taher secara terang-terangan (meskipun satir) meminta agar masyarakat tidak memilihnya. Ini ia sampaikan secara berulang-ulang.

“Apabila masyarakat yang dalam keadaan sadarnya memilih orang yang tidak ingin dipilih, maka sebaiknya jangan menaruh harapan besar untuk sebuah pertanggungjawaban,” tegas Keyzia.

Sementara yang ketiga, lanjut Keyzia, bisa terjadi ketidakstabilan politik yang berkepanjangan. Menurutnya, ini bisa jadi potensi bahaya paling besar.

“Keputusasaan publik terhadap lembaga negara dan politikus dapat memicu konflik sosial, ketegangan politik, hingga aksi massa. Hal itu jelas akan menghambat stabilitas negara,” pungkasnya.

Penulis: Ahmad Effendi
Editor: Purnawan Setyo Adi

BACA JUGA Misteri Tokoh Inisial A yang Bakal Jadi Cawapres Anies

Cek berita dan artikel lainnya di Google News

Terakhir diperbarui pada 14 Juni 2023 oleh

Tags: aldi taheralienasi politikPemilu 2024
Ahmad Effendi

Ahmad Effendi

Jurnalis Mojok.co asal Yogyakarta. Pernah belajar di S1 Ilmu Sejarah Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Banyak menulis sejarah, sepak bola, isu urban, budaya pop, dan setiap yang menyangkut kepentingan publik. Kerap menepi di konser band metal, festival film, dan mengasuh anabul.

Artikel Terkait

Burger Aldi Taher Juicy Lucy Mahalini Rizky Febian DUAR CUAN! MOJOK.CO
Cuan

Memahami Bagaimana Aldi Taher dan Jualan Burgernya yang Cuan Mampus dan Berhasil Menampar Ilmu Marketing Ndakik-Ndakik

17 Maret 2026
Rasanya Satu Kelompok KKN dengan Anak Caleg, KKN Undip.MOJOK.CO
Kampus

Rasanya Satu Kelompok KKN dengan Anak Caleg, Semua Urusan Jadi Mudah Meski Suasana Bikin Tak Betah

14 Juli 2024
Komeng: Olok-Olok Rakyat Biasa untuk Menertawakan Politik MOJOK.CO
Esai

Komeng Adalah Bentuk Olok-Olok Paling Menohok yang Mewakili Lapisan Masyarakat Biasa untuk Menertawakan Politik

19 Februari 2024
bayi prabowo gibran di sumatera selatan.MOJOK.CO
Ragam

Kisah Bidan yang Membantu Persalinan Bayi Bernama Prabowo Gibran di Sumatera Selatan

16 Februari 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Melalui Seminar Literasi di Pesta Buku Jogja, IKAPI DIY dorong Yogyakarta jadi Ibu Kota Buku UNESCO karena punya ratusan penerbit MOJOK.CO

Jogja dan Produksi Pengetahuan Lewat Ratusan Penerbit Buku, Modal Jadi Ibu Kota Buku UNESCO

16 Mei 2026
Kopi starling dan kopi keliling: cuma Rp5 ribu tapi beri suntikan kekuatan pekerja kantoran di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan (Jaksel) untuk survive kerja tanpa Work Life Balance MOJOK.CO

Kopi Starling Cuma 5 Ribu tapi Beri Kekuatan Pekerja Jaksel Survive Tanpa Work Life Balance, Ketimbang 50 Ribu di Coffee Shop Elite

14 Mei 2026
Anak muda alias gen z dan milenial kini tolak kejar jabatan. MOJOK.CO

Anak Muda Tolak Karier Elite dengan Jabatan Tinggi, Pilih Side Job yang Jamin Gaji Stabil di Masa Kini

19 Mei 2026
Janji Bodong Revolusi Industri: Aplikasi AI Mulai Membantai Pekerja Kreatif Lokal MOJOK.CO

Janji Bodong Revolusi Industri: Aplikasi AI Mulai Membantai Pekerja Kreatif Lokal

18 Mei 2026
Tips hadapi teman toxic dalam pertemanan: tidak akrab tapi selalu datang kalau ada butuhnya MOJOK.CO

Lepas dari Teman Tak Akrab yang Selalu Merepotkan pas Ada Butuhnya, Dibenci tapi Perasaan Tidak Enakan Lebih bikin Rugi!

13 Mei 2026
Penjual Makanan Laris Dikit Dituduh Pesugihan, Kebodohan yang Kita Pelihara dan Rayakan

Penjual Makanan Laris Dikit Dituduh Pesugihan, Kebodohan yang Kita Pelihara dan Rayakan

18 Mei 2026

Video Terbaru

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

11 April 2026
Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.