Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kotak Suara

7 Hal yang Perlu Diperhatikan Jika Kamu Menjadi ‘Support System’ Korban KBGO

Kenia Intan oleh Kenia Intan
12 Maret 2023
A A
mendampingi korban kbgo

Ilustrasi panduan dalam mendampingi korban KBGO (Mojok.co).

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Kekerasan Berbasis Gender Online (KBGO) sering kali diremehkan karena dianggap bukan sebagai kekerasan. Padahal ancaman online dan offline seringkali saling terkait sehingga berdampak nyata bagi korban, termasuk dari sisi psikologisnya. 

Kasus KBGO kian menjadi perhatian karena jumlahnya yang terus meningkat dari waktu ke waktu. Menurut Catatan Tahunan Komnas Perempuan 2023, kasus kekerasan siber berbasis gender yang diadukan cenderung meningkat sejak 2018 hingga saat ini. 

Pada 2022 memang terjadi sedikit penurunan pengaduan kasus. Angkanya menjadi 1.697 dari 1.721 pada 2021. Namun ditengah jumlah yang melandai itu, Komnas Perempuan justru mendapati serangan balik yang lebih intens. Misalnya, korban dijerat UU ITE hingga diancam dan diintimidasi baik secara langsung maupun tidak langsung. 

Gambaran di atas semakin menguatkan bahwa kekerasan di ranah online memang bisa berkelindan dengan ranah offline. Kondisi ini jelas berdampak pada psikologis korban. Oleh karenanya, dukungan psikologis juga diperlukan oleh korban KBGO. 

Peran Peer Support untuk Korban KBGO

Dalam Buku Saku#2 Penanganan KBGO dan Tantangannya yang disusun oleh PurpleCode Collective, ada empat aspek penanganan KBGO, pendekatan psikologis salah satunya. Pendekatan ini bisa berbentuk peer support atau dukungan sebaya.

Peer support atau juga kerap disebut support system biasanya adalah orang-orang terdekat korban yang menemani korban, dan mendengarkan cerita korban dari waktu ke waktu. Sebenarnya tidak hanya orang-orang terdekat yang bisa disebut peer support. Mereka yang tidak dikenal korban tetapi memberikan dukungan pun termasuk di dalamnya. 

Peer support bisa menjadi dukungan psikologis sebagai proses awal pemulihan. Apalagi mayoritas korban merasa syok dan takut, serta berpotensi mengalami trauma akibat KBGO. Mengingat pentingnya peran peer support terhadap pemulihan psikologis korban, mereka perlu memperhatikan beberapa hal:

  1. Tidak meragukan cerita korban
  2. Tidak membandingkan pengalaman korban dengan pengalamannya sendiri atau orang lain. Meskipun intensinya baik, hal ini bisa menimbulkan perasaan bahwa pengalamannya diremehkan.
  3. Tidak memberikan berprasangka atau menghakimi
  4. Meyakinkan korban bahwa ia tidak sendirian
  5. Bersedia meluangkan waktu dan energi
  6. Bekali diri dengan informasi terkait KBGO
  7. Tidak menceritakan ulang pengalaman korban kepada orang lain tanpa persetujuan korban

Selain peer support, pendekatan psikologis terhadap korban juga bisa dilakukan dengan konseling. Psikolog bisa membantu perempuan korban kekerasan untuk mendiagnosis situasi psikologis korban. Catatan penting, korban KBGO memerlukan psikolog yang berpengalaman membantu perempuan korban kekerasan. Setidaknya, psikolog yang memiliki perspektif gender agar tidak memperburuk kondisi psikologis korban. 

Penulis: Kenia Intan
Editor: Amanatia Junda

BACA JUGA Apa yang Semestinya Dilakukan ketika Mendampingi Korban KBGO? 

Terakhir diperbarui pada 12 Maret 2023 oleh

Tags: catahu komnas perempuanKBGOKomnas Perempuankorban kekerasan seksualPemilu 2024purplecode
Kenia Intan

Kenia Intan

Content Writer Mojok.co

Artikel Terkait

modus kekerasan seksual.MOJOK.CO
Kabar

Jejak Digital Kekerasan Seksual Bikin Trauma Anak Berkepanjangan, Pemulihan Korban Tak Cukup Hapus Konten

9 Mei 2026
Kebusukan Mahasiswa FH UI Membuka Luka Lama Para Penyintas, Tak Ada yang Lebih Aman dari “Rahim” seorang Ibu bagi Korban Kekerasan Seksual MOJOK.CO
Kabar

Bayangkan Kalau Korban adalah Ibumu, Itu Nasihat Paling Nggak Guna bagi Pelaku Kekerasan Seksual

19 April 2026
Kesulitan korban kekerasan seksual dalam berbicara
Ragam

Korban Kekerasan Seksual Sering Jatuh Ditimpa Tangga: Sulit Bicara, Bukan Dipahami, tapi Malah Dihakimi

11 Februari 2026
Rasanya Satu Kelompok KKN dengan Anak Caleg, KKN Undip.MOJOK.CO
Kampus

Rasanya Satu Kelompok KKN dengan Anak Caleg, Semua Urusan Jadi Mudah Meski Suasana Bikin Tak Betah

14 Juli 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

donasi ekonomi.MOJOK.CO

“Rakyat Bantu Rakyat” Menguat, tapi Jangan Jadi Alasan Pemerintah Lepas Tangan dan Abai Pada Nasib Masyarakat

14 Juli 2026
Ketika Syarat "Sehat Jasmani dan Rohani Menjadi Tembok Diskriminasi yang Menjegal Difabel di Bursa Kerja.MOJOK.CO

Ketika Syarat “Sehat Jasmani dan Rohani” Menjadi Tembok Diskriminasi yang Menjegal Difabel di Bursa Kerja

17 Juli 2026
Anak-anak bermain bola di Pelataran Masjid Gedhe Kauman, Kota Jogja. MOJOK.CO

Ketika Lapangan Hijau Berbayar Kalah Mewah dengan Paving Gratis Masjid Kauman

11 Juli 2026
Menertawakan Polemik Sosial, Arie Kriting Siap Bawa "Mungkin Ada Benarnya" ke Jogja.mojok.co

Menertawakan Polemik Sosial, Arie Kriting Siap Bawa “Mungkin Ada Benarnya” ke Jogja

16 Juli 2026
Di Balik Pintu Toilet Masjid: Tempat Bersuci, tapi Berisiko bagi Perempuan MOJOK.CO

Di Balik Pintu Toilet Masjid: Tempat Bersuci, tapi Berisiko bagi Perempuan

14 Juli 2026
cari kerja, UGM.MOJOK.CO

300 Lamaran Kerja Ditolak, Lulusan UGM Pilih “Turunkan Standard”: Sadar Bursa Kerja Sedang Tak Baik-Baik Saja

15 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.