Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kotak Suara

600 Ribu Warga DIY Tak Gunakan Hak Pilih, KPU Diminta Libatkan Perguruan Tinggi

Yvesta Ayu oleh Yvesta Ayu
26 Oktober 2022
A A
hak pilih warga diy mojok.co

Ilustrasi kotak suara Pemilu. (Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Persiapan Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 sudah mulai dilakukan. Komisi Pemilihan Umum (KPU) DIY diminta melakukan seleksi panitia yang akan bertugas dalam pemilu serentak mendatang secara ketat. Dan melibatkan perguruan tinggi untuk meningkatkan partisipasi. 

Berkaca dari Pemilu 2019 lalu, partisipasi pemilih di DIY masih belum optimal. Ada sekitar 600 ribu dari total 2,7 juta warga DIY yang tidak menggunakan hak pilihnya.

“Angka 600 ribu ini jika tidak dimaksimalkan partisipasinya dalam pemilu sangat eman-eman sekali,” ujar anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) asal DIY, Hilmy Muhammad usai bertemu pimpinan KPU DIY, Rabu (26/10/2022).

Tak hanya rendahnya partisipasi pemilih, menurut Gus Hilmy—sapaan Hilmy Muhammad, permasalahan seleksi panitia pemilu yang terjadi pada 2019 lalu juga harus diselesaikan pada pemilu mendatang. Bila tidak dilakukan maka kasus meninggalnya panitia pemilu pada 2019 akibat beban kerja yang tinggi akan terulang kembali.

Berdasarkan data KPU Pusat, ada 894 petugas penyelenggara pemilu yang meninggal dunia pada Pemilu 2019 lalu. Selain itu sebanyak 5.175 petugas mengalami sakit. Karenanya pembatasan usia petugas penyelenggara Pemilu maksimal 55 tahun perlu diberlakukan.

“KPU harus selektif dalam pembatasan usia dan kesehatan, mengingat tugas panitia nantinya akan bertambah berat karena pemilihan serentak,” tandasnya.

Untuk memudahkan penyelenggaraan pemilu dan meningkatpan partisipasi pemilih pada 2024, lanjut Gus Hilmy, keterlibatan perguruan tinggi (PT) untuk menampung mahasiswa luar DIY dalam penggunaan hak suaranya harus dilakukan.

Keterlibatan perguruan tinggi maupun instansi pemerintah serta berbagai organisasi masyarakat ini tidak hanya meningkatkan angka partisipasi pemilih. Namun diharapkan memberi pemahaman kepada publik akan pentingnya Pemilu.

KPU bisa membuat Tempat Pemungutan Suara (TPS) khusus bagi mahasiswa perguruan tinggi. Dengan demikian mahasiswa luar DIY yang tak bisa pulang kampung bisa menggunakan hak pilihnya di DIY.

“TPS khusus nantinya menampung adik-adik mahasiswa dari luar daerah yang ingin menggunakan suaranya,” ungkapnya.

Sementara Ketua Divisi Teknis Penyelenggaraan KPU DIY Moh Zainuri Ikhsan, mengungkapkan KPU tengah menggandeng 20 perguruan tinggi di DIY untuk APemilu 2024. Tujuh perguruan tinggi negeri ditambah perguruan tinggi swasta diajak kerjasama khususnya dalam pendidikan politik.

“Kita saat ini tengah melakukan pendataan mengenai jumlah mahasiswa di Sleman, Kota Yogyakarta, dan Bantul untuk menentukan jumlah TPS khusus bagi mereka untuk menyalurkan suaranya,” imbuhnya.

Reporter: Yvesta Ayu
Editor: Purnawan Setyo Adi

BACA JUGA Beredar Kabar Harga Tiket Kereta Api Naik, PT KAI Membantah

Terakhir diperbarui pada 5 Desember 2022 oleh

Tags: hak pilihkpu diyPemilu 2024
Yvesta Ayu

Yvesta Ayu

Jurnalis lepas, tinggal di Jogja.

Artikel Terkait

Rasanya Satu Kelompok KKN dengan Anak Caleg, KKN Undip.MOJOK.CO
Kampus

Rasanya Satu Kelompok KKN dengan Anak Caleg, Semua Urusan Jadi Mudah Meski Suasana Bikin Tak Betah

14 Juli 2024
KPU DIY Buka Pendaftaran PPK dan PPS untuk Pilkada 2024 di Jogja, Ini Rincian Persyaratan, Gaji dan Jumlah Kebutuhan MOJOK.CO
Aktual

KPU DIY Buka Pendaftaran PPK dan PPS untuk Pilkada 2024 di Jogja, Ini Rincian Persyaratan, Gaji dan Jumlah Kebutuhan

25 April 2024
Komeng: Olok-Olok Rakyat Biasa untuk Menertawakan Politik MOJOK.CO
Esai

Komeng Adalah Bentuk Olok-Olok Paling Menohok yang Mewakili Lapisan Masyarakat Biasa untuk Menertawakan Politik

19 Februari 2024
bayi prabowo gibran di sumatera selatan.MOJOK.CO
Ragam

Kisah Bidan yang Membantu Persalinan Bayi Bernama Prabowo Gibran di Sumatera Selatan

16 Februari 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Ironi jadi orang tunawicara (bisu) di desa, disamakan seperti orang gila MOJOK.CO

Ironi Orang Tunawicara (Bisu) di Desa: Dianggap Gila, Punya Otak Cerdas Tetap Dianggap Tak Bisa Mikir Hanya karena Sulit Bicara

15 Mei 2026
Melalui Seminar Literasi di Pesta Buku Jogja, IKAPI DIY dorong Yogyakarta jadi Ibu Kota Buku UNESCO karena punya ratusan penerbit MOJOK.CO

Jogja dan Produksi Pengetahuan Lewat Ratusan Penerbit Buku, Modal Jadi Ibu Kota Buku UNESCO

16 Mei 2026
Kos di Jogja, kos campur, dapur.MOJOK.CO

Dapur Bersama Memang Membantu Anak Kos, Tapi Sering Menimbulkan Konflik kalau Ada Penghuni Jorok dan Suka Nyolong

12 Mei 2026
Catatan Lulusan S2 yang Jadi Driver Maxim: Mempraktikkan Ilmu Pemerintahan Tanpa Birokrasi MOJOK.CO

Catatan Lulusan S2 yang Jadi Driver Maxim: Mempraktikkan Ilmu Pemerintahan Tanpa Birokrasi

13 Mei 2026
Pandeglang, Mati-matian Bertahan di Jogja Buat Apa? MOJOK.CO

5 Tahun Merantau, Sadar Kalau Pandeglang dan Jogja Itu Mirip: Tak Ramah Buat Cari Duit, Masyarakatnya pun Pasrah sama Nasib 

17 Mei 2026
Kos kamar mandi luar memang murah. Tapi mending cari kamar mandi dalam kalau tidak mau kena mental MOJOK.CO

Kos Kamar Mandi Luar Memang Lebih Murah, Tapi bikin Repot Sendiri karena Dipakai Bareng Penghuni Lain Tak Tahu Diri (Kemproh dan Pemalas)

14 Mei 2026

Video Terbaru

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

11 April 2026
Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.