Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Esai

Konspirasi Yahudi di Balik Rujuk Politik Jokowi-Prabowo dan Pernikahan Raffi Ahmad

Saleh Abdullah oleh Saleh Abdullah
21 Oktober 2014
A A
Konspirasi Yahudi di Balik Rujuk Politik Jokowi-Prabowo dan Pernikahan Raffi Ahmad

Konspirasi Yahudi di Balik Rujuk Politik Jokowi-Prabowo dan Pernikahan Raffi Ahmad

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Berbagai analisis bermunculan menyusul disambanginya Prabowo oleh Jokowi. Rupa-rupa. Dari yang positif, hatta yang penuh dengan insinuasi konspiratif. Analisis terakhir itu, barang tentu, dibumbui oleh peran “lobi Yahudi”, yang untuk beberapa dekade mungkin akan terus digunakan, tanpa bosan dan kapok, dengan menyepelekan akal sehat publik (bisa juga dibaca: apapun masalah yang terjadi di negeri ini, tidak boleh diluputkan dari kecurigaan ada peran Yahudi bermain).

Ada dua analisis insinuatif-konspiratif dengan “lobi Yahudi” sebagai biang keroknya. Pertama, terkait dengan datangnya dedengkot Facebook, Mark Zuckerberg yang keturunan Yahudi itu.

Iklan

Berkatalah Zuckerberg kepada Jokowi: “Bro, ente kan pengguna fesbuk. Yang sono juga. Kalian berdua tergolong pengguna fesbuk aktif. Lha, kenapa nggak baikan aja, sih, menjelang pelantikan ente? Ini momen yang pas untuk rekonsiliasi nasional.”

“Ingat, ada sekitar 70 juta pengguna fesbuk di Indonesia. Itu pasar besar, Bro! Ane jamin para fesbuker pasti senang dan menyambut gembira kalo kalian baikan. Oke, Bro?” pungkas Zuckerberg sambil nyantap tempe goreng ketika ikut blusukan bersama Jokowi.

Kedua, di dalam sistem pasar bebas, hanya yang kuat yang menang. Yang lemah biar mampus, terpuruk, ditimpa tangga, terkubur dan digilas mesin giling rata tanah. Intinya, suasana kompetitif harus terus dijaga. Tidak boleh redup.

Maka, ketika TV ramai memberitakan kejadian disambanginya Prabowo oleh Jokowi, Trans TV secara membabi-buta menyiarkan langsung belasan jam prosesi perkawinan Raffi Ahmad dan Nagita Slavina. Menurut analisis ini, Raffi, Nagita, dan Trans adalah bagian dari konspirasi Yahudi yang tidak ingin ada rekonsiliasi yang berujung pada terkonsolidasinya beragam kekuatan. Kekuatan terorganisir tidak bagus buat pasar dan akan menjadi predator utama semangat kompetisi.

Karena itu, pemberitaan rujuk politik harus diimbangi dengan upacara rencana naik ranjangnya sejoli di atas. Pasar sangat berkepentingan dengan hasrat konsumerisme membludak. Pasar juga berkepentingan dengan naiknya harga-harga, termasuk harga mas kawin.

Yang meresahkan bila analisis kedua itu benar, seperti sudah mulai memicu kegalauan beberapa teman di berbagai daerah, adalah soal mas kawin serupa “NKRI harga mati”, yang secara terstruktur, masif dan sistematis akan meningkatkan populasi jomblo. Lebih gawat lagi, para jomblo akan berhadapan dengan lawan tangguh: konspirasi Yahudi!

Mungkin sudah mulai mendesak dipikirkan, agar para jomblo mengorganisasi diri untuk melakukan perlawanan dalam bentuk gerakan sosial. Kalau perlu bentuk ormas sekalian: GEJOLAK KONDOM (Gerakan Jomblo Menolak Konspirasi Yahudi Oh My God!)

Terakhir diperbarui pada 12 Juni 2017 oleh

Tags: jokowiKonspirasi YahudiprabowoRaffi Ahmad
Saleh Abdullah

Saleh Abdullah

Artikel Terkait

Disuruh Pindah Negara, Saya Googling Cara Jadi Warga Selandia Baru MOJOK.CO

Disuruh Pindah Negara, Saya Googling Cara Jadi Warga Selandia Baru

29 Juli 2026
Nasib Yamaha Byson Baru yang Dicintai Setelah Tak Bisa Dimiliki MOJOK.CO

Nasib Yamaha Byson dan Paradoks Benda yang Baru Dicintai Setelah Berhenti Diproduksi dan Tak Bisa Dimiliki Lagi

2 Juli 2026
Instruksi Belajar Bahasa Prancis: Taktik Genius Mengenal Perjuangan Rakyat Prancis MOJOK,CO

Instruksi Belajar Bahasa Prancis: Taktik Genius untuk Mengenal Perlawanan Rakyat Prancis

1 Juni 2026
Museum Ibu Marsinah jangan berhenti sebagai simbol, tapi negara harus serius pikirkan kesejahteraan kaum buruh MOJOK.CO

Museum Ibu Marsinah Jangan Berhenti sebagai Simbol, Tapi Kesejahteraan Buruh Harus Benar-benar Dipikirkan

18 Mei 2026
Mens Rea, Panji Pragiwaksono sebagai Anak Abah, dan Bahaya Logika Fanatisme MOJOK.CO

Mens Rea, Pandji Pragiwaksono sebagai Anak Abah, dan Bahaya Logika Fanatisme

12 Januari 2026
kapitalisme terpimpin.MOJOK.CO

Bahaya Laten “Kapitalisme Terpimpin” ala Prabowonomics

21 Oktober 2025
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

Karhutla Kalimantan: Permohonan Maaf kepada Anak-Cucu Sebab Warisan Satu-satunya adalah Asap dan Abu MOJOK.CO

Karhutla Kalimantan: Permohonan Maaf kepada Anak Cucu Sebab Warisan Satu-satunya adalah Asap dan Abu

24 Agustus 2026
pegawai BPO

Lulusan Magister Biologi Rela jadi Pegawai BPO di Tanah Rantau Agar Tidak Dianggap Pengangguran dan Bikin Orang Tua Menderita

26 Agustus 2026
Kiprah dosen pembimbing mahasiswa KKN UGM di Sangurejo. MOJOK.CO

Dulu Dicap Kampung Kumuh, Kini Produk Kulit Salak Kampung Sangurejo Sampai Belanda

21 Agustus 2026
dukuh muda di kampung

Seni Menjadi Dukuh Muda di Tengah Gempuran Pemimpin Boomer: Kisah Dukuh Muda yang Rela Mengorbankan Masa Muda untuk Membuat Orang Tua Bangga

24 Agustus 2026
14.900 Kilometer untuk 90 Menit: Kisah Orang Tua di Balik Final Garuda Pertiwi vs Thailand

14.900 Kilometer untuk 90 Menit: Kisah Orang Tua di Balik Final Garuda Pertiwi vs Thailand

25 Agustus 2026
perubahan desil membuat penjual ayam potong menderita

Perubahan Desil Tak Masuk Akal Membuat Penjual Ayam Potong Menderita

21 Agustus 2026

Video Terbaru

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Syukur

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Bersyukur

20 Agustus 2026
Abdur Arsyad: Dari Matematika sampai Memikirkan Masa Depan Negara

Abdur Arsyad: Dari Matematika sampai Memikirkan Masa Depan Negara

8 Agustus 2026
Menguatkan Ketahanan Pangan Keluarga dari Kebun di Klaten

Menguatkan Ketahanan Pangan Keluarga dari Kebun di Klaten

7 Agustus 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

🤖 PRAYIT AI ×
Salam dari Mojok! Aku Prayit AI. Ada yang bisa dibantu hari ini, Rek?
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.