Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Komen Versus

Waktu dan Tempat Kami Persilakan: Ketidaklogisan Bahasa yang Jadi Kebiasaan

Aprilia Kumala oleh Aprilia Kumala
12 April 2018
A A
Waktu-dan-Tempat-MOJOK.CO
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Dalam banyak momen sambutan, MC sering kali berujar, “Waktu dan tempat kami persilakan,” yang mengundang tanya bagi banyak orang. Benarkah ungkapan ini merupakan kesalahan berbahasa karena dinilai tidak logis?

Di banyak acara-acara formal, bagian paling membosankan bagi saya adalah sambutan-sambutan. Di sebuah sambutan pada acara wisuda saya, misalnya, saya benar-benar merasa ngantuk dan bertanya-tanya: apakah ini hadiah dari kampus saya setelah saya kuliah bertahun-tahun, ngulang-ngulang mata kuliah, dan revisi dua puluh lima kali setelah dibantai 4 dosen penguji dalam sidang skripsi yang bahkan tidak dihadiri oleh dosen pembimbing saya sendiri karena beliau ada urusan mendadak di luar negeri???

Iklan

Tapi, yang paling mengganjal telinga saya sebelum rasa ngantuk itu menyerang mata adalah kalimat familiar dari MC pada pejabat kampus yang dapat giliran memberikan sambutan, yaitu,

“Acara selanjutnya adalah sambutan dari Bapak Rektor. Waktu dan tempat kami persilakan.”

(((“Waktu dan tempat kami persilakan.”)))

Ya, bukannya Bapak Rektor yang dipersilakan, si MC malah mempersilakan waktu dan tempat.

Ungkapan yang Tidak Logis

Kata persilakan adalah kata kerja yang dilakukan oleh kami. Nah, yang aneh dari kalimat di atas adalah sasaran yang dipersilakan oleh MC: bukan Bapak Rektor, melainkan waktu dan tempat.

Jelaslah sudah, bentuk kalimat “Waktu dan tempat kami persilakan” ini tidak logis.

Yha gimana lagi: sebenarnya, waktu dan tempat ini dipersilakan untuk apa, sih? Dipersilakan bicara? Bagaimana caranya waktu dan tempat berbicara?

Lagi pula, dengan pola kalimat ini, apa bedanya jika kita mengganti kata waktu dan tempat dengan kata lain yang sama-sama tak “bernyawa”? Udara dan air kami persilakan, misalnya? Atau, meja dan kursi kami persilakan?

Sama-sama nggak logis, kan?

Maka, dalam menanggapi ketidaklogisan kalimat di atas, mari kita mengurai semuanya satu per satu~

Kenapa Harus “Waktu dan Tempat”?

Pertama-tama, maksud kalimat MC tadi sesungguhnya adalah mempersilakan Bapak Rektor untuk memberi sambutan di tempat yang telah disediakan, dengan waktu yang telah disediakan pula. Penekanan kata waktu dan tempat sangat mungkin muncul sebagai upaya penerjemahan yang kurang tepat dari ungkapan “The floor is yours” dalam bahasa Inggris. Ungkapan “The floor is yours” sendiri dipakai untuk mempersilakan seseorang berbicara (memberi sambutan).

Nyatanya, proses penerjemahan bahasa Inggris ke bahasa Indonesia memang tak selamanya mulus kayak kulit muka pakai foundation yang full coverage. Selain ungkapan “The floor is yours”, ada juga kasus-kasus penerjemahan yang “kurang” sempurna, misalnya pada kata makan malam, yang dipakai untuk menggantikan dinner. Istilah makan malam ini ibarat anak tiri yang menjadi hasil pilih kasih antara kata breakfast dan dinner.

Gimana, nggak: wong breakfast aja punya padanannya sendiri dalam bahasa Indonesia (sarapan, alih-alih makan pagi), kok dinner nggak? Hal yang sama juga berlaku pada kata lunch: nggak punya padanan khusus dalam bahasa Indonesia, selain makan siang.

Bagaimana Sebuah Ungkapan Dinilai Logis?

Iklan

Dari semua hal yang dipaparkan di atas, seperti apakah kelogisan bahasa sebenarnya?

Sebuah kalimat, secara sederhana, harus mudah dipahami sekaligus dimengerti pendengar dan pembacanya. Jadi, daripada “Waktu dan tempat kami persilakan”, kenapa nggak pakai kalimat-kalimat lain, sih, Beb? Contohnya, nih:

  1. “Kami persilakan Bapak/Ibu untuk memberi sambutan”,
  2. “Bapak Rektor kami persilakan untuk memberi sambutan”, atau
  3. kalimat lain yang serupa~

Naaaah, sekarang paham, kan, betapa pentingnya kita untuk memastikan kelogisan bahasa? Ya iyalah, melenceng sedikit aja, maknanya juga bakal berbeda, Saudara-Saudarakuuuh. Yang disasar siapa, yang kena siapa. Yang dipanggil siapa, yang nengok siapa.

Sama kayak: yang disindir siapa, yang ngerasa siapa~

Hehe~

Terakhir diperbarui pada 12 April 2018 oleh

Tags: kesalahan berbahasamcpidatosambutanthe floor is yourswaktu dan tempat kami persilakan
Aprilia Kumala

Aprilia Kumala

Penulis lepas. Pemain tebak-tebakan. Tinggal di Cilegon, jiwa Banyumasan.

Artikel Terkait

Gepenk Kk: Dari Gepeng Srimulat Hingga MC Kondang Dunia Akhirat

Gepenk Kk: Dari Gepeng Srimulat Hingga MC Kondang Dunia Akhirat

30 September 2022
Tips menjadi pembawa acara tingkat kampung

Tips Menjadi Pembawa Acara Agustusan di Kampung

17 Agustus 2022
Kesel Sama MC Nikahan yang Kebanyakan Ngomong

Kesel sama MC Nikahan yang Kebanyakan Ngomong

29 Oktober 2019
telepromter

Pidato Kebangsaan, Prabowo Pakai Telepromter, Alat yang Membuatnya Tampak Berpidato Tanpa Teks

15 Januari 2019

Prabowo Bilang Demokrasi Indonesia Terancam, Jokowi Itu Ada Aturannya

4 September 2018
fahri hamzah

Kalau Jokowi Harus Belajar Pidato, Maka Fahri Hamzah Harus Belajar Ngetwit

6 Agustus 2018
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

Ta'awun, Takaful, dan Masjid Al Muharram Brajan yang Menebar Manfaat dari Sampah Sisa Warga.MOJOK.CO

Taawun, Takaful, dan Masjid Al Muharram Brajan yang Menebar Manfaat dari Sampah Sisa Warga

19 Agustus 2026
Bakpia barangkali menjadi oleh-oleh khas Jogja yang biasa saja dan gitu-gitu aja. Tapi punya nilai sosial bagi perantau Jogja asal desa MOJOK.CO

Bakpia Jogja Memang Oleh-oleh Biasa dan Gitu-gitu Aja, Tapi Sangat Berharga buat Orang di Desa

22 Agustus 2026

Sarjana BK Kebingungan Tentukan Arah Masa Depan: Tak Otomatis Jadi Guru BK, Jadi Dosen pun Susah

19 Agustus 2026
Jangan remehkan antrean Stasiun Lempuyangan, Jogja, di jam pagi untuk keberangkatan Kereta Api (KA) Ekonomi Sri Tanjung MOJOK.CO

Antrean Pagi Stasiun Lempuyangan Jogja Selalu “Keos” dan Bikin Tegang, Datang Lebih Awal Tak Jadi Solusi

21 Agustus 2026
Sisi lain blusukan kampung di Surabaya Pusat. MOJOK.CO

Sisi Lain Tren Blusukan Kampung: Nggak Seru seperti di Medsos, Malah Dicurigai Pencuri dan Dianggap Tak Tau Adab

20 Agustus 2026
Pesan veteran Indonesia di momen kemerdekaan. MOJOK.CO

Dari Veteran Indonesia ke Generasi Muda yang Pesimis Rayakan Kemerdekaan: Bacalah Buku Sejarah!

19 Agustus 2026

Video Terbaru

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Syukur

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Bersyukur

20 Agustus 2026
Ambarukmo dan Cerita Panjang yang Tak Sekadar Soal Hotel

Ambarukmo dan Cerita Panjang yang Tak Sekadar Soal Hotel

28 Juli 2026
Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.