Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Komen Versus

Minggu atau Ahad: Nama Hari atau Simbol Agama?

Aprilia Kumala oleh Aprilia Kumala
24 Desember 2018
A A
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Dalam perkara Minggu atau Ahad, apakah kita kelak akan bernyanyi “Kisah Sedih di Hari Ahad”, alih-alih “Kisah Sedih di Hari Minggu”?

Senin, Selasa, Rabu, Kamis, Jumat, Sabtu, Minggu, itu nama-nama hari~

Iklan

Lagu yang kita dendangkan sejak kecil sembari belajar mengingat nama-nama hari itu kini memiliki kemungkinan berganti lirik. Pasalnya, ada sebagian orang yang percaya nama hari Minggu semestinya diganti dengan kata lain, yaitu Ahad.

Loh, loh, loh, memangnya Ahad itu termasuk bahasa Indonesia? Kok “maksa” untuk jadi nama hari resmi?

Ternyata, Saudara-saudara sekalian, dalam KBBI, baik Minggu atau Ahad, tercantum manis dan bisa kita cari definisinya dengan mudah. Kata Minggu, misalnya, dalam KBBI bermakna sebagai berikut:

1. hari pertama dalam jangka waktu satu minggu; Ahad

2. (ditulis dengan huruf kecil) jangka waktu yang lamanya tujuh hari

Sementara itu, kata Ahad yang disebut-sebut juga dalam definisi hari Minggu memiliki arti berikut:

1. hari pertama dalam jangka waktu satu minggu; Minggu

2. (ditulis dengan huruf kecil) satu; esa

Diterimanya kedua kata ini, baik Minggu atau Ahad, dalam KBBI menunjukkan bahwa secara bahasa keduanya bermakna sama: sebagai nama hari pertama dalam satu minggu. Namun perkara istilah mana yang resmi digunakan, itu lain cerita.

Surat Keputusan Bersama yang terbit setiap tahun dan mengatur hari libur nasional beserta cuti bersama di Indonesia sedikit banyak mampu menjawab dilema ini. Surat yang diterbitkan oleh Menteri Agama, Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi, serta Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi ini menggunakan istilah Minggu, alih-alih Ahad, menjadikan nama hari Minggu sebagai istilah yang resmi digunakan.

Sejarah kata Minggu-lah yang kemudian berkembang, menjadi bumerang bagi nama hari ini sendiri. Masyarakat yang menuntut penggunaan kata Ahad didasari oleh makna hari Minggu yang bermakna sebagai “Hari Tuhan”. Kalau diingat-ingat, hal ini persis seperti apa yang terjadi dalam keputusan penggantian istilah AD/BC ke CE/BCE.

Ya, ya, ya, bangsa Portugis yang dulu datang ke Indonesia ternyata meninggalkan sejarah kata di Tanah Nusantara. Dalam bahasa Portugis, Minggu yang dimaksud adalah serapan dari kata Domingo dengan makna “Hari Tuhan”. Konon, hari ini menggambarkan hari kelahiran Yesus pada kepercayaan Kristen. Kata Domingo sendiri dieja sebagai Minggu di daerah Melayu, termasuk Indonesia, mulai abad ke-19 hingga 20.

Bukan cuma hari Minggu, kata-kata dalam bahasa Portugis lainnya pun turut diserap, seperti kata bangku (dari kata banco) dan keju (dari kata queijo). Tapi memang, yang cukup kontroversial, ya, cuma “Hari Tuhan” itu saja. Maksud saya, mana ada sih yang mau repot-repot protes kata keju harus diganti jadi cis, misalnya???

Mengemukanya tuntutan dan ajakan penggantian istilah Minggu menjadi Ahad (termasuk minggu menjadi pekan) ini didasarkan pula oleh alasan yang cukup religius. Dalam banyak seruan yang beredar, penggunaan kata Ahad dianggap penting karena mengingatkan kita pada keesaan Allah swt., terlebih karena makna kata Ahad sendiri adalah esa. Padahal nih, kalau mengacu pada KBBI (lagi), kata Ahad yang bermakna “esa” semestinya ditulis dengan huruf kecil (“ahad”) dan jelas tidak memenuhi syarat penulisan nama hari (ditulis dengan huruf besar).

Sayangnya, kelompok pendukung “Ganti Nama Minggu dengan Ahad” ini tidak menjelaskan lebih lanjut mengenai alasan mengapa mereka ingin kata minggu yang menggambarkan tujuh hari diganti pula dengan kata pekan. Apakah kata pekan juga mengingatkan mereka pada alasan-alasan religius? Entahlah.

Anggapan bahwa nama Ahad telah digunakan sebelum tahun 1960 pun gencar beredar. Disebutkan, istilah Ahad sesungguhnya dipakai sejak bertahun lalu, sebelum akhirnya diganti dengan istilah Minggu. Namun faktanya, menurut penelusuran dokumen-dokumen lama, bahkan sejak tahun 1940-an hari Minggu telah menjadi nama hari resmi di Indonesia. Penulisan lengkap nama-nama hari ini adalah Minggoe, Senen, Selasa, Rebo, Kemis, Djoem’at, dan Sabtoe.

Iklan

Kontroversi penggunaan nama hari Minggu ini mau tak mau menjadi sorotan: apakah alasan religius harus selalu menjadi dasar berlakunya ketentuan bagi semua masyarakat?

Kalau boleh dibandingkan, nama-nama hari selain hari Minggu toh seluruhnya sudah berangkat dari bahasa Arab. Lebih lengkapnya, berikut adalah nama-nama hari dalam bahasa Arab:

Minggu: Yaumul Ahadi
Senin: Yaumul Itsnayni
Selasa: Yaumuts Tsulaatsaai
Rabu: Yaumul Arbi’aai
Kamis: Yaumul Khomiis
Jumat: Yaumul Jumu’ati
Sabtu: Yaumus Sabti (disebutkan pula berasal dari bahasa Ibrani, yaitu dari kata Sabbat)

Jika kata Minggu dituntut untuk diganti dengan kata Ahad, apakah nasib sama harus dialami pula dengan kata-kata lain yang tidak berasal dari bahasa Arab, seperti kata pahala (dari bahasa Sanskrit yang merupakan bahasa berkasta tinggi dalam agama Hindu, yaitu kata phala)? Yang paling menggelitik saya: apakah keinginan penggantian nama Minggu menjadi Ahad benar-benar bebas dari kepentingan “simbol” bagi sebagian orang demi menunjukkan identitas dirinya?

Belajar dari penggantian istilah AD/BC menjadi CE/BCE, penentuan istilah terpilih umumnya merupakan kata netral yang tidak memihak kelompok manapun. Nah, apakah prinsip yang sama bisa kita terapkan pula dalam hal penamaan Minggu atau Ahad? Hmm?

Terakhir diperbarui pada 12 Agustus 2021 oleh

Tags: bahasa indonesiadomingoHari TuhanMinggu atau AhadPortugis
Aprilia Kumala

Aprilia Kumala

Penulis lepas. Pemain tebak-tebakan. Tinggal di Cilegon, jiwa Banyumasan.

Artikel Terkait

Kerja Jakarta, Tinggal Bekasi Pulang Jogja Disambut UMR Sialan (Unsplash)

Kerja di Jakarta, Tinggal di Bekasi Rasanya Mau Mati di Jalan: Memutuskan Pulang ke Jogja Disambut Derita Baru Bernama UMR Jogja yang Menyedihkan Itu

16 Maret 2026
pramoedya ananta toer.MOJOK.CO

Ini yang Terjadi Seandainya Pramoedya Ananta Toer Menjadi Guru Sastra Indonesia

3 Februari 2025
Kosakata Bahasa Indonesia Tidak Miskin, Bahasa Inggris Perampok MOJOK.CO

Bahasa Indonesia Miskin Kosakata Adalah Pandangan yang Terlalu Jauh di Tengah Pemujaan Bahasa Inggris yang “Merampok” Bahasa Lain

7 April 2024
M. Tabrani: Cerita di Balik Pengukuhan Bahasa Indonesia Sebagai Bahasa Persatuan

M. Tabrani: Cerita di Balik Pengukuhan Bahasa Indonesia Sebagai Bahasa Persatuan

6 November 2023
Ini Bulan Bahasa (Hukum) Indonesia, yang Tidak Berkepentingan Silakan Keluar Ruangan

Ini Bulan Bahasa (Hukum) Indonesia, yang Tidak Berkepentingan Silakan Keluar Ruangan

28 Oktober 2022
Kata Paling Indah dalam Bahasa Indonesia untuk Menggantikan Istilah Hidrogen MOJOK.CO

Kata Paling Indah dalam Bahasa Indonesia untuk Menggantikan Istilah Hidrogen

17 Oktober 2022
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

gaya rambut pria, barbershop, potong rambut mojok.co

Alasan Potongan Rambut Jadi “Jelek” setelah Pulang dari Barbershop, Tukang Cukur Sering Disalahkan meski Problemnya Ada di Pelanggan

18 Agustus 2026
Merdeka ala Puskestan dan para petani Sukoharjo: perjuangan sejahtera dari sektor pertanian MOJOK.CO

Merdeka Ala Puskestan dan Petani Sukoharjo: Perjuangan Panjang agar Sejahtera dari Pertanian

18 Agustus 2026
Fikih Hijau ala Masjid Walidah Dahlan UNISA Yogyakarta. MOJOK.CO

Fikih Hijau ala Masjid Walidah Dahlan UNISA: Masjid sebagai Mercusuar Peradaban dan Konservasi Lingkungan

22 Agustus 2026
Kiprah dosen pembimbing mahasiswa KKN UGM di Sangurejo. MOJOK.CO

Dulu Dicap Kampung Kumuh, Kini Produk Kulit Salak Kampung Sangurejo Sampai Belanda

21 Agustus 2026
War Tiket Upacara 17 Agustus dan Rakyat yang Selalu Dipaksa Berebut MOJOK.CO

War Tiket Upacara 17 Agustus dan Rakyat yang Selalu Dipaksa Berebut

17 Agustus 2026
ilustrasi ketua pemuda

Jabatan Ketua Pemuda di Kampung itu Gagah, Tapi Ngenes Karena Dianggap Bisa Menyelesaikan Semua Masalah

20 Agustus 2026

Video Terbaru

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Syukur

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Bersyukur

20 Agustus 2026
Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.