Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Komen Versus

Antara #10YearChallenge dan #10YearsChallenge: Pakai yang Mana?

Aprilia Kumala oleh Aprilia Kumala
21 Januari 2019
A A
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Ini yang bener #10yearchallenge atau #10yearschallenge, ya? Kenapa mau bikin caption aja ribet?!

Tempo hari, seorang teman menunjukkan daftar trending di Twitter. Saat itu, netizen sedang ramai-ramainya mengunggah foto dengan tulisan “2009 – 2019” demi mengikuti apa yang mereka sebut sebagai Challenge 10 Tahun. Lucunya, yang menjadi trending di Twitter justru tagar salah ketik—alih-alih #10yearchallenge atau #10yearschallenge, mereka justru memopulerkan #10yearcallenge.

Kesalahan ketik tadi mulai disadari banyak netizen dan mulai berkurang penggunaannya. Mereka pun memilih mengunggah ulang foto dengan tagar baru, tapi tiba-tiba bengong sendiri saat akan menulis…

…ini yang bener #10yearchallenge atau #10yearschallenge, ya, by the way??? Pakai huruf ‘s’ atau nggak, ya???

Dilema ini, meski tampak sepele, ternyata bisa menarik perhatian kita. Kenapa ada yang mengetik dengan huruf ‘s’, sementara yang lain tidak? Bagaimana sebenarnya nama tantangan ini ditulis jika tanpa tanda tagar?

Nah, ada baiknya, sebelum kamu benar-benar menge-post fotomu dengan caption antara #10yearchallenge atau #10yearschallenge, kamu membaca dulu tulisan ini. Lumayan, bisa nambah pageview Mojok siapa tahu kamu mendapat insight baru yang menambah ilmu pengetahuan~

Dalam penulisan di banyak media, challenge ini disebut “10 Year Challenge”, sementara yang lain menuliskannya dengan “10-Year Challenge”—menggunakan hyphen alias tanda strip (tanda hubung). Perhatikan bagaimana media-media ini tidak menuliskan “10 Years Challenge”—menggunakan ‘s’—padahal angka yang ada di situ adalah angka 10, yang jelas-jelas menunjukkan jumlah tahun lebih dari 1. Hmm, kenapa, ya?

Dalam bahasa Inggris, ada suatu peraturan yang merepotkan. Kenapa saya bilang merepotkan? Ya karena bikin orang bingung kayak kita-kita ini (hah, kita???). Alih-alih yakin 100%, kita pun jadi mikir dulu sebelum nulis caption. Merepotkan banget, kan, kayak temen yang tiba-tiba minta bantuan kita pas lagi sulit padahal dia selalu melupakan kita waktu lagi bahagia???

Jadi begini, Teman-teman—peraturan yang merepotkan itu disebut sebagai hyphenated adjectives. Secara sederhana, hyphenated adjectives adalah bentuk adjective bahasa Inggris yang terlahir dari gabungan kata, lalu disambung dengan tanda hubung. Aturan ini bisa disebut juga sebagai compund adjectives dan sebenarnya cukup sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari.

Dua kata, atau lebih, yang digabung dengan tanda hyphen dalam hyphenated adjectives ini berfungsi untuk menerangkan noun atau kata kerja di depannya. Penulisan dengan tanda hubung tentu saja memberikan arti yang berbeda dengan penulisan tanpa tanda hubung. Tak heran, hyphenated adjectives juga digunakan untuk menghindari ambigu dalam penggunaan bahasa. Sebagai contoh, perhatikan kedua contoh berikut:

1. There is a man eating lion.

2. There is a man-eating lion.

Pada kalimat pertama, kita sama-sama tahu maksudnya: ada seorang pria yang sedang memakan singa di sana. Namun, saat kita menambahkan tanda hubung di antara kata man dan eating, maknanya langsung berubah: ada singa pemakan manusia di sana.

Perbedaan makna ini sejalan dengan perubahan kedudukan kata man dan eating. Jika sebelumnya mereka berkedudukan sebagai pelaku kegiatan dan jenis tindakan, di kalimat kedua mereka berubah menjadi man-eating yang merupakan keterangan (adjective) dari kata lion (singa). Dengan kata lain, kalau kita bertanya, “Singa jenis apa yang ada di sana?”, kita bisa menjawab, “Singa pemakan manusia (a man-eating lion).”

Iklan

Lantas, apa hubungannya dengan 10-Year Challenge?

Hyphenated adjectives atau compound adjectives ternyata juga berlaku untuk kata-kata yang berhubungan dengan angka dan kuantitas. Sebagai contoh paling sederhana, kita bisa memahami bahwa kedua bentuk kalimat ini berbeda:

1. That cute boy is ten years old. (Bocah laki-laki imut itu berusia sepuluh tahun)

2. That ten-year-old boy is cute. (Bocah laki-laki sepuluh tahun itu imut)

Perbedaan paling mencolok pada kedua kalimat di atas adalah penggunaan “ten years old” dan “ten-year-old”. Terus, bagaimana bisa kita memutuskan bahwa salah satu bentuk harus diberi hyphen dan tidak menggunakan huruf ‘s’ alias bukan plural?

Prinsip sederhananya adalah: jangan gunakan hyphen jika kamu hanya ingin menyebutkan usia seseorang atau sesuatu, misalnya: Aku berusia tujuh belas tahun (I am seventeen years old). Namun, jika usia tadi digunakan sebagai adjective dan letaknya berada di sebelum kata kerja utama, gunakan tanda hyphen. Misalnya: Tetanggaku yang berusia tujuh tahun sangat suka makan nasi goreng (My seven-year-old neighbor really loves eating fried rice).

Sekarang, perhatikan kalimat berikut:

1. That ten-year-old boy is cute.

2. My seven-year-old neighbor really loves eating fried rice.

Dari kedua contoh hyphenated adjectives di atas, bisa kita lihat bahwa subject tetap dianggap singular, meski jumlah usia yang disebut adalah lebih dari satu (ten-year-old dan seven-year-old). Loh, loh, kenapa kok bisa gitu, ya???

Ternyata, dalam aturan adjectives ini, penggunaan angka atau kuantitas tetap membuat bentuknya sebagai singular, bukan plural. Dengan kata lain, yang namanya kata keterangan itu nggak ada yang plural, Gaes! Jadi, sah-sah saja kita mengucapkan a three-minute song, a five-kilogram baby, a nine-month wait, a two-day trip, atau a four-year program.

Nah, dengan prinsip yang sama, marilah kita kembali ke polemik “yang-mana-yang-benar-antara-#10yearchallenge-atau-#10yearschallenge”.

Berdasarkan aturan hyphenated adjectives, penulisan 10-Year Challenge menjadi penulisan yang paling tepat karena kata kerja utama dalam susunan ini adalah kata challenge. Sementara itu, “10-year” merupakan kata yang berfungsi sebagai penjelas (adjective) dari kata kerja challenge sehingga ia perlu ditulis singular (tanpa ‘s’) dan diberi tanda hubung sebagai satu kesatuan.

Meski ditulis sebagai “10-Year Challenge”, tanda tagar tentu tidak bisa disandingkan dengan tanda hyphen. Itulah sebabnya kita bisa menggunakan #10yearchallenge (tanpa hyphen jika dipakai sebagai tagar)—tanpa huruf ‘s’.

Nah, sekarang udah bisa nulis caption dengan tenang, kan?

Terakhir diperbarui pada 12 Agustus 2021 oleh

Tags: #10yearchallenge#10yearschallenge10-Year Challengehyphenated adjectivespenulisan compound adjectives
Aprilia Kumala

Aprilia Kumala

Penulis lepas. Pemain tebak-tebakan. Tinggal di Cilegon, jiwa Banyumasan.

Artikel Terkait

No Content Available
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Proyek pengelolaan sampah menjadi listrik (PSEL) Semarang Raya dilirik dunia MOJOK.CO

Proyek Sampah Jadi Listrik (PSEL) Semarang Raya Dilirik Dunia, Jadi Solusi Masa Depan Kota

5 Juni 2026
Salah paham terhadap paket intimate wedding di wedding organizer (WO) MOJOK.CO

Salah Paham pada Paket Intimate Wedding di WO: Dikira Tekan Biaya padahal Bisa Tetap Mahal, Karena Intimate dan Biaya Itu Dua Hal Berbeda

4 Juni 2026
Hasil riset FEB UGM: workaholic alias kera berlebihan tidak selalu merusak kebahagiaan MOJOK.CO

Riset: Kerja Berlebihan (Workaholic) Tidak Selalu Merusak Kebahagiaan, Asalkan Dapat 2 Situasi Ini di Lingkungan Kerja

6 Juni 2026
Pengalaman Kuliah di Polandia, Eropa Sambil Jadi Tour Guide. MOJOK.CO

Pengalaman Kuliah di Eropa Sambil Jadi Tour Guide bikin Enggan Kembali ke Tanah Air, tapi Tak Ada Jalan Lain Selain Pulang

4 Juni 2026
Curhat dan ziarah di makam ibu, tempat terbaik pulang tanpa penghakiman MOJOK.CO

Curhat di Makam Ibu Dianggap Lebay dan Sia-sia, Tapi Jadi Tempat Pulang Terbaik yang Penuh Makna dan Rasa Lega

5 Juni 2026
Dhia Hana Putri Saraswati mahasiswa Umsura dan Unair. MOJOK.CO

Kena Mental Kuliah di Umsura dan Unair Sekaligus, Puluhan Kali Ingin Menyerah tapi Kuat karena Ajaran Muhammadiyah

5 Juni 2026

Video Terbaru

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026
Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

21 Mei 2026
Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

17 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.