[MOJOK.CO] “Belajar otodidak boleh, tapi tetep pakai filter.”

Bahasa Inggris itu seksi, katanya. Banyak orang bilang, bahasa Inggris adalah senjata dalam dunia internasional. Maka, banyak pula orang yang memutuskan untuk belajar bahasa Inggris, mulai dari belajar secara formal, non-formal, atau otodidak.

Saya, sih, menanggapi fenomena ini dengan bahagia. Tanpa bertujuan melupakan bahasa daerah dan bahasa nasional (plis, deh, dikit-dikit ngga usah su’udzon), berlatih bahasa Inggris itu seru, kok. Lagipula, ada manfaat-manfaat yang baik juga, termasuk peningkatan sosial, kesempatan kerja, sampai menjaga otak tetap “segar”.

Ndilalah, fasih berbahasa Inggris itu tidak semudah mengakses Mojok. Ada banyak faktor yang bisa mempengaruhi, terutama bagi kita-kita yang belajar bahasa Inggris sendiri ajah.

Kalau di medsos kita musti hati-hati sama berita hoax, dalam belajar bahasa Inggris pun kita harus hati-hati sama kesalahan-kesalahan grammar yang kadang nggak kita sadari. Kelompok Pencinta Bahasa Inggris di Mojok telah mengumpukan daftar error yang sering kali nggak dipahami pejuang bahasa Inggris di Indonesia ini:

1. Let’s It Snow

Ada sebuah mall di Jogja yang Desember lalu bikin acara dengan tajuk Let’s It Snow. Sebagai tukang baca-baca iklan di spanduk, hati saya tiba-tiba merasa terkikis membaca kalimat yang ditulis besar-besar ini.

Let’s… it? Seriously? Untuk ukuran acara di mall besar?

Sebagai pengingat, sesungguhnya kata Let’s adalah gabungan dari let dan us. Artinya, penutur akan mengajak lawan bicaranya melakukan sesuatu. Let’s nggak diikuti dengan subject yang lain, melainkan diikuti dengan kata kerja, misalnya Let’s go atau Let’s eat. Dengan kata lain, penggunaan Let’s it snow adalah kurang tepat. Kalau nggak percaya, coba aja tulis di Microsoft Word. Ntar bakal dibenerin sama fitur AutoCorrect, deh, pasti.

Baca juga:  12 Tahun Belajar Bahasa Inggris di Sekolah dan Tetap Nggak Bisa Ngomong

Terus yang bener gimana?

You can simply use ‘let it snow’. Iya: let, bukan let’s. Kata let langsung diikuti subject (yaitu it). Formulanya sama kayak lagunya Frozen itu, loooh. Let it go, let it go~ 

2. Join with Us

Kesalahan jenis ini biasanya terjadi pada iklan-iklan pencari kerja. Mungkin mereka sedang mencari seorang editor atau penerjemah bahasa, ya, sampai-sampai mereka nggak ngeh ada kesalahan struktur?

Hmm. Entahla~

Pada dasarnya, kamu bisa menemukan bentuk join us maupun join with us dalam bahasa Inggris. Yang perlu kamu perhatikan adalah maknanya: 1) join us berarti kamu ingin mengajak orang lain bergabung pada kelompokmu; dan 2) join with us berarti kamu ingin mengajak orang lain melakukan kegiatan bersama-sama dengan kelompokmu.

Ngerti, tho?

3. Aku Lagi Boring!

Tipe kesalahan yang satu ini sebenarnya sudah semakin sedikit terjadi, tapi nggak ada salahnya kita ulik biar kita bisa belajar dari masa lalu. Tanpa masa lalu, tak akan ada masa depan. Tanpa seseorang yang jadi mantan, tak akan ada kekasihmu yang sekarang.

Eh.

Yah. Pokoknya, kalau kamu bilang, “Aku lagi boring!”, bertanyalah dulu pada diri sendiri: kamu mau bilang apa sebenernya? Mau ngasih tau kalau kamu lagi bosen banget? Kalau iya, jelas itu salah secara grammar, Sayang.

Boring berarti ‘membosankan’. Kata yang pas untuk dipakai mengekspresikan bahwa kamu bosan adalah bored. Di bahasa Inggris, kamu bisa bilang, “I am bored.” Kalau kekeuh bilang, “I am boring,” ya artinya kamu lagi ngasih tau bahwa kamu membosankan.

Baca juga:  Tentang Penggunaan Kata “Which is” yang Kian Merajalela: Sudah Tepatkah?

Hih. Udah mah kurang pas grammar-nya, ngebosenin lagi. Pantesan zomblo.

4. No Hurt Feeling

Kata-kata ini biasanya diaplikasikan dalam keadaan “ngomen mulu”. Taruhlah kamu ingin menasihati temanmu atau kasih saran-saran gitu. Tapi, kamu takut dia tersinggung. Jadi, kamu bilang…

“Eh Say, no hurt feeling, ya. Kayaknya tas kamu itu bahannya jelek, deh, kayak rombengan.”

Ckckck. Mari kita pelajari lebih dalam. *jengjengjeng*

“Kata hurt ‘kan artinya ‘luka’ atau ‘melukai’, jadi lebih pas untuk bermakna ‘tidak menyinggung’. Kenapa malah salah, sih??” begitu pikirmu.

Duh. Ini bukan masalah pas atau nggak pas, Saudara. Ini adalah bahasa yang kata-katanya punya makna. Bentuk yang benar untuk bilang ‘tidak menyinggung’ adalah no hard feeling.

Well, kata hurt dan hard punya cara pengucapan yang berbeda, tapi sekilas hampir sama. Tiati yhaaa.

5. It’s Mean

Kamu lagi rapat di kampus dan salah seorang partner-mu menyimpulkan data-data yang dia presentasikan, “Ya, dari seluruh data, it’s mean kita harus bisa mengejar buletin edisi berikutnya.”

Peduli amat sama data, tiba-tiba kamu membelalakkan mata mendengar kata-katanya. It’s mean? Berasal dari kata apakah it’s mean itu? It is mean? It has mean?

Sesungguhnya, yang ingin disampaikan si partner dalam ilustrasi di atas adalah it means, yang maknanya ‘ini berarti’. Kalau tetep nekat pakai it’s mean, maknanya beda lagi.

Mean sebagai kata sifatlah yang bisa kamu sandingkan dengan it’s alias it is. Tapi, bentuk ini hanya bisa kamu tujukan pada mantan-mantanmu, soalnya maknanya ‘egois’.

Huft.

Semoga setelah kalimat terakhir ini dibaca, kamus-kamus bahasa Inggris dan contoh-contoh percakapan bahasa Inggris bisa lebih banyak dihayati.

Komentar
Add Friend
No more articles