Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Komen Status

Tidak Ada Selamat untuk Selamat Ginting Republika

Redaksi oleh Redaksi
1 Juni 2017
A A
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Hari ini, ada seorang teman yang menyebut saya di Twitter dan menunjukkan sebuah artikel di Republika: “Suaka Via Perkosa: Menguak Kebenaran Perkosaan di Kerusuhan Mei 1998.”

Saya telah membaca artikel itu dengan teliti, dan menyimpulkan bahwa ini opini bukan produk jurnalistik. Untuk memastikan, saya bertanya langsung pada Pemred Republika, ia mengonfirmasi.

Jadi ini opini, bukan produk jurnalistik.

Akan tetapi, meski opini, perlu digarisbawahi bahwa artikel ini dipublikasikan di salah satu koran dengan oplah terbesar di Indonesia, dan media online terkemuka. Artinya: punya efek.

Saya tidak kenal siapa Selamat Ginting. Tapi saya tertarik untuk membahas isi dalam opininya.

Pertama, dia mengutip mantan Jaksa Agung almarhum Letnan Jenderal (Purn) Andi Muhammad Ghalib. Sosok Andi Ghalib ini cukup kontroversial. ICW pernah menudingnya menerima suap dari dua pengusaha, Prayogo Pangestu dan The Ning King, dua pengusaha yang pernah diperiksa di Kejaksaan Agung. Tapi ia juga pernah menjadi jaksa kasus 7 yayasan dan mobil nasional yang menyebut nama Soeharto. Saya rasa mengutip sumber demikian harus tetap berhati-hati, karena rekam jejaknya juga tak bersih-bersih amat. Menonjolkan satu sumber saja membuat opininya sangat dangkal.

Kedua, soal dokumen FBI. Well, kalau memang dokumen itu penting, kenapa Andi Ghalib atau Selamat tidak memberikannya kepada Komnas Perempuan dan Komnas HAM yang fokus pada kasus perkosaan massal Mei 98? Atau kepada BJ Habibie yang saat itu menjabat presiden dan sangat mendukung penyelidikan kasus pemerkosaan tersebut?

Ketiga, hanya mengutip VOA yang jelas merupakan kantor berita yang didanai pemerintah laiknya Antara di Indonesia tidak cukup, sementara itu mengabaikan pemberitaan dari NY Times yang mengutip relawan di lapangan:
“In Jakarta, Reports Of Numerous Rapes Of Chinese in Riots”.

Keempat, hasil investigasi Tim Gabungan Pencari Fakta yang nihil. Saya menulis latar belakang mengapa hasil TPGF tidak maksimal, silakan dibaca, “Kenangan pahit di Jembatan Lima“:  Pemerkosaan Mei 1998 bukan cerita pemerkosaan biasa. Karena pemerkosaan Mei 1998 adalah bentuk teror politik yang menggunakan tubuh dan seksualitas perempuan Tionghoa.

Kelima, ujaran kebencian terhadap kelompok Tionghoa/Cina sangat kental dalam opini ini. Saya tidak mengerti pertimbangan Republika meloloskan kalimat seperti ini: “Bangsa Indonesia dipermalukan WNI keturunan Cina yang membuat berita bohong.”

Padahal, bangsa Indonesia sesungguhnya dipermalukan oleh koruptor, ormas intoleran, politisi busuk, mereka yang punya privilese kekuasan dan melakukan kekerasan dan tetap menikmati impunitas.

Negara ini belum sanggup memutus rantai kekerasan untuk menyatakan mengakui kekerasan itu telah terjadi, mulai dulu dengan kekerasan tahun 1965, lalu 1998, dan seterusnya. Jadi jangan heran, selama impunitas dipelihara, maka pengungkapan atas kebenaran juga tidak akan terjadi. Termasuk seenaknya bikin opini dan mengabaikan perasaan korban.

Ngomong-ngomong, penulis opini itu sudah baca ini belum ya? “U.N. Official Confirms Indonesia Mass Rapes”. Biar melek. Dan ini ada pesan dari korban untuk Selamat Ginting:

Sumber: Febriana Firdaus 

Iklan

 

Terakhir diperbarui pada 18 Juli 2017 oleh

Tags: cinaKerusuhan Mei 98Mei 1998Mei 98Perkosaan Mei 98RepublikaSelamat Gintingtionghoa
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Tanpa Cina dan Pecel Lele, Mental Orang Jawa Pasti Ambruk (Wikimedia Commons)
Pojokan

Persahabatan Aneh dengan Anak Cina Membawa Saya ke Pecel Lele di Bawah Jembatan Janti yang Menjadi “Pelarian” bagi Orang Jawa

16 Februari 2026
Ketika Dosen UGM Mengajar di Cina saat Natal dan Tahun Baru: Libur Bukan Hadiah, tetapi Utang yang Harus Dibayar Lunas MOJOK.CO
Esai

Ketika Dosen UGM Mengajar di Cina saat Natal dan Tahun Baru: Libur Bukan Hadiah, tetapi Utang yang Harus Dibayar Lunas

2 Januari 2026
Rahasia di Balik “Chindo Pelit” Sebagai Kecerdasan Finansial MOJOK.CO
Esai

Membongkar Stigma “Chindo Pelit” yang Sebetulnya Berbahaya dan Menimbulkan Prasangka

29 Oktober 2025
Fadli Zon menyangkal pemerkosaan massal dalam kerusuhan 1998. MOJOK.CO
Mendalam

Muslihat Penulisan Ulang Sejarah Mei 1998: Memberikan Penghargaan kepada Soeharto dan Menyangkal Bukti Pemerkosaan

17 Juni 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Kerja di Jakarta, Cara Terbaik Buat Melihat Sisi Buruk Manusia adalah Kerja di F&B.mojok.co

FnB di Jakarta Bikin Sengsara Pekerjanya: Bisnis Elite tapi Gaji Karyawannya Seuprit, yang Dimiliki Artis bahkan Lebih Tak Manusiawi

2 Juni 2026
Riset, Peneliti, Guru Besar Abal-Abal.MOJOK.CO

Sekte “Pemuja Kargo” di Ekosistem Kampus Indonesia yang Mencetak Peneliti Palsu dan Ilmuwan Abal-Abal

3 Juni 2026
Proyek pengelolaan sampah menjadi listrik (PSEL) Semarang Raya dilirik dunia MOJOK.CO

Proyek Sampah Jadi Listrik (PSEL) Semarang Raya Dilirik Dunia, Jadi Solusi Masa Depan Kota

5 Juni 2026
Campus League Basketball 2026 Regional Jakarta Season 1 tidak hanya jadi panggung prestasi basket, tapi juga warna baru solusi mobilitas masa depan anak muda dengan motor listrik Polytron MOJOK.CO

Puncak Campus League Basketball 2026 Jakarta S1: Tak Hanya Jadi Panggung Basket tapi Juga Hadirkan Solusi Mobilitas Masa Depan Anak Muda

2 Juni 2026
Godaan modifikasi motor Honda Vario 125 demi sinematik kebodohan soal harga jual di Facebook, berakhir jadi motor sampah dan jamet MOJOK.CO

Modifikasi Motor Honda Vario 125 Hasil Tabungan Ibu-Kakak demi Sinematik dan Kebodohan Harga Jual di FB, Berakhir Jadi Motor Jamet dan Sampah

7 Juni 2026
Pengalaman Kuliah di Polandia, Eropa Sambil Jadi Tour Guide. MOJOK.CO

Pengalaman Kuliah di Eropa Sambil Jadi Tour Guide bikin Enggan Kembali ke Tanah Air, tapi Tak Ada Jalan Lain Selain Pulang

4 Juni 2026

Video Terbaru

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026
Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

21 Mei 2026
Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

17 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.