Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Komen Status

Guru Tampar Murid: Bentuk Pengingat dari Luka di Masa Lalu

Redaksi oleh Redaksi
22 April 2018
A A
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Belakangan, beredar video seorang guru tampar murid di Purwokerto. Disebutkan, tamparan ini merupakan bentuk pengingat yang juga dialami sang guru di masa lalu.

Dunia pendidikan di Indonesia kembali membawa berita mengejutkan, khususnya soal kekerasan dalam kegiatan belajar-mengajar. Jika sebelumnya publik dihebohkan dengan kabar meninggalnya seorang guru akibat baku hantam dengan muridnya, kali ini peristiwa hampir serupa datang dari Purwokerto.

Adalah Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Kesatrian Purwokerto yang menjadi tempat kejadian. Kekerasan ini dilakukan oleh seorang guru berinisial LK dalam bentuk tamparan kepada siswanya. Di media massa, gambaran kejadian ini tersebar luas dalam bentuk video pertama kali di akun Facebook bernama Hezta Timor-er Banyumas, sebelum akhirnya tersebar luas.

Beredar video guru SMK yang dilaporkan berada di Purwokerto, menampar siswa²nya dgn kekuatan penuh.

Ia menjadikan aksi kekerasan ini sbg atraksi di depan siswa² lainnya. Buruk bagi siswa korban, dan buruk bagi siswa yg menontonnya.

Apakah guru ini sudah diproses aparat hukum?

— Zulfikar Akbar (@zoelfick) April 19, 2018

https://twitter.com/P3nj3l4j4h/status/987149513872760832

Dalam video, tampak LK mulanya mengelus pipi korban untuk kemudian diberikan tamparan. Saat dikonfirmasi ke pihak sekolah, pihak SMK Kesatrian mengakui kejadian tersebut dilakukan oleh LK pada saat mata pelajaran yang diampunya, Teknik Komputer Jaringan, sedang berlangsung. Dikatakan, murid yang ditampar dalam video adalah murid yang datang terlambat masuk ke kelas.

Menjawab video yang saat itu mulai beredar, oknum guru LK sempat membuat sebuah video klarifikasi. Ia tidak sendirian dalam video klarifikasi tersebut, melainkan bersama sejumlah siswa yang disebutnya sebagai korban.

“Saya akan klarifikasi kalau misalnya sampai video saya muncul di media sosial. Ya, ini saya. Saya memukul mereka dan ini korban-korbannya, semuanya ada. (menunjukkan, menyebut nama)

Saya tidak serta merta melakukannya tanpa tujuan. Saya juga paham apa yang ada dalam hati kalian.

Oke, barangkali saya mengintimidasi, tapi kamu merasa seperti diintimidasi nggak? (bertanya pada siswa) Apakah saya ngancam kamu? Bener saya nggak mengancam kamu? Bener, ya, saya tidak mengancam? (bertanya pada siswa-siswanya)”

Mula-mula, guru LK menyatakan bahwa tindakannya itu tidak dilakukan tanpa tujuan. Dalam video, guru LK juga mempersilakan siswa untuk balik memukul jika mereka ingin, namun tidak ada siswa yang bergerak. Di akhir video, guru LK meminta maaf kepada para siswa dan bertanya apakah maafnya diterima. Semua siswa mengangguk sembari direkam dalam video.

https://www.instagram.com/p/BhwCVGMhwIF/?hl=id&taken-by=lambe_turah

Menurut LK, tingkah laku siswa-siswanya ini sudah keterlaluan sehingga perlu diberikan tamparan sebagai pengingat. Ia memahami jika siswanya mungkin saja memiliki dendam padanya karena ia pernah merasakan hal yang sama.

Ya, apa yang LK lakukan adalah bentuk kejadian berantai dari luka ia dapat di masa lalu.

Permasalahan ini dengan segera menjadi pembicaraan di kalangan netizen. Apalagi, berdasarkan hasil visum, beberapa korban guru LK mengalami dampak akibat tamparan tadi, misalnya nyeri di bagian rahang, memar, lecet, telinga berdengung, bahkan pusing dalam waktu yang cukup lama.

Kabar terakhir, guru LK telah dinyatakan sebagai tersangka tindak pemukulan. Berita ini pun memunculkan banyak reaksi dari masyarakat.

@RAtsinretni: kalau guru ga boleh tampar murid, gurunya yg digampar muridnya. saya setuju guru tampar murid. murid skrng pd brengsek

@dinmul: Lagi pada heboh video guru tampar murid? Lemaaah. Saya sd dulu pernah di tampar karan kesalahan saya sendiri yaitu ribut saat guru menjelaskan materi didepan

Iklan

@fatur_wae: Viralkan terus, dan lihat efeknya 5 tahun kedepan, ketika anak dikantin di jam pelajaran, guru akan diam saja, karena teriak2pun tidak akan didengar anak, karena mereka tau, gurunya g berani mukul

@Ramos53585888: Yg pasti manajemen pengelolaan smk itu salah. Siswa makan di jam pelajaran, berarti guru tidak menguasai kelas. Menguasai kelas ada ilmunya

@YudhistiraA1810: Apapun pembelaan gurunya misalnya memberi efek jera, yg sya khawatirkan dr atraksi spt ini bukan memberi efek jera tp hny menimbulkan kekerasan lainnya dan dendam..

@susi57067984: Semoga guru yang arogan tsb segera di proses @DivHumas_Polri ,pola pengajaran yang tidak mendidik dan membawa efek domino di masa depan anak tsb.

@Titos1409: Guru tsb tetep salah dan harus ditindak. Masalah murid sarapan pada jam masuk kelas,,Pasti ada solusi,, gampang aja, atur jam buka tutup kantin..beres kan? Jangan ribet ribet lah.. kekerasan disekolah sudah pasti tdk baik dan salah

Pro dan kontra dalam permasalahan ini masih berlangsung. Namun, seperti yang dikatakan oleh Kapolres Banyumas, Ajun Komisaris Besar Bambang Yudhantara Salamun, tindakan kekerasan dalam pendidikan memang tidaklah bisa dibenarkan.

Toh, sekolah merupakan tempat mencari ilmu, bukan mencari pengganti samsak tinju. Iya, kan?

Terakhir diperbarui pada 26 April 2018 oleh

Tags: guru LKguru tampar muridKekerasanPendidikanPurwokertoSMK Kesatrian
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Ngenesnya Jadi Dosen di Rezim Formalistik: Ikut Menyusun Regulasi Negara, Malah Dianggap Tak Bekerja MOJOK.CO

Ngenesnya Jadi Dosen di Rezim Formalistik: Ikut Menyusun Regulasi Negara, Malah Dianggap Tak Bekerja

5 Agustus 2026
Sekolah, Saya Hanya Ingin Kuliah, tetapi Crab Mentality di Desa Menganggap Saya Lupa Diri MOJOK.CO

Memilih Sekolah Mahal demi Selamatkan Pergaulan Anak di Desa, Malah Dicap “Sok Kaya” dan Egois oleh Tetangga

27 Juli 2026
JPPI, MBG, buku siswa sekolah.MOJOK.CO

Sisi Lain AI yang Melemahkan Nalar Siswa: Kesulitan Calistung, Tak Bisa Membaca Jam, hingga Sulit Mengingat Materi Pelajaran

17 Juni 2026
Mengajar di Wamena: Dari Perang Suku hingga Jalan Kaki 7 Hari demi Menjadi Sarjana

Mengajar di Wamena: Dari Perang Suku hingga Jalan Kaki 7 Hari demi Menjadi Sarjana

10 Juni 2026
JPPI, MBG, buku siswa sekolah.MOJOK.CO

Ambisnya Orang Tua di Jogja demi Sekolah Favorit untuk Anaknya

1 Juni 2026
Skandal Kopenhagen dan Travel Grant: Mengapa Sistem Akademik Indonesia Justru Melahirkan Conference Hunter Palsu? MOJOK.CO

Skandal Kopenhagen dan Travel Grant: Mengapa Sistem Akademik Indonesia Justru Melahirkan Conference Hunter Palsu?

29 Mei 2026
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

gaya rambut pria, barbershop, potong rambut mojok.co

Alasan Potongan Rambut Jadi “Jelek” setelah Pulang dari Barbershop, Tukang Cukur Sering Disalahkan meski Problemnya Ada di Pelanggan

18 Agustus 2026
ilustrasi MBG

Kisah Pilu Pegawai SPPG: Sering Dicap Ikut Korupsi Anggaran MBG, Padahal Niat Bekerja Sepenuh Hati

21 Agustus 2026
No Na, Klakson Telolet, dan Nasionalisme yang Nggak Harus Serius MOJOK.CO

No Na, Klakson Telolet, dan Nasionalisme yang Nggak Harus Serius

17 Agustus 2026
Shifana, pemain Timnas U-16 Indonesia dibayangi pemain Yordania, Alma Odai di pertandingan semifinal Srikandi Merdeka Cup 2026. Indonesia menang dengan skor 3-0 di laga semifinal, Jumat (21/8).

Timnas Putri U-16 Indonesia Bungkam Yordania 3-0, Thailand Menanti di Final Srikandi Merdeka Cup

22 Agustus 2026
tol Jogja-Solo

Tol Jogja-Solo: Rumah Tak Kena Pembebasan Lahan, Tapi Tetap Kena Debu dan Bising

22 Agustus 2026

Sarjana BK Kebingungan Tentukan Arah Masa Depan: Tak Otomatis Jadi Guru BK, Jadi Dosen pun Susah

19 Agustus 2026

Video Terbaru

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Syukur

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Bersyukur

20 Agustus 2026
Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.