Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas

Tol Jogja-YIA Dibangun, Banyak Lahan di Banyuraden Mendadak Ganti Pemilik

Yvesta Ayu oleh Yvesta Ayu
10 Maret 2023
A A
Tol Jogja-YIA Dibangun, Banyak Lahan di Banyuraden Mendadak Ganti Pemilik. MOJOK.CO

Tol Jogja-YIA Dibangun, Banyak Lahan di Banyuraden Mendadak Ganti Pemilik. MOJOK.CO

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Pemda DIY menggenjot pembebasan lahan dalam proyek pembangunan tol yang melewati Yogyakarta menuju Yogyakarta International Airport (YIA). Namun, dari hasil penyisiran, banyak lahan di kawasan Banyuraden, Gamping, Sleman mendadak ganti pemilik karena rencana pembangunan Tol Jogja YIA.

Dari hasil penyisiran Tim Persiapan Pembebasan Lahan Tol Jogja-YIA bentukan Pemda DIY, terjadi penambahan bidang kepemilikan terdampak di Bantul dan Sleman. Berdasarkan data awal, jumlah lahan terdampak proyek pembangunan jalan tol Jogja-YIA untuk wilayah Sleman dan Bantul total ada 2.838 bidang. Jumlah ini terbagi Sleman sebanyak 2.163 bidang tanah dan Bantul 669 bidang tanah.

Namun, dari hasil penyisiran, tercatat ada tambahan 158 bidang tanah. Sehingga di kedua kabupaten tersebut, lahan yang terdampak tol Jogja YIA menjadi 2.996 bidang. Rinciannya Sleman 2.320 bidang dan Bantul 676 bidang. Jumlah itu tersebar pada 12 desa pada enam kecamatan.

Contohnya, dari hasil konsultasi publik yang dilakukan Dinas Pertanahan dan Tata Ruang (Dispertaru) DIY pekan ini di Kalurahan Banyuraden, tiga persen pemilik lahan di kawasan tersebut tidak hadir. Hal itu terjadi mungkin karena kepemilikan tanah sudah berganti hanya dalam waktu singkat.

“Karena banyak sekali ya tampaknya kami menemukan di daerah lokasi yang di Banyuraden banyak terjadi proses peralihan hak tampaknya. Ini harus hati-hati karena ada peralihan hak dari pemilik lama ke baru. Ini yang menyebabkan mereka belum hadir,” ungkap Kepala Dispertaru DIY, Krido Suprayitno di Yogyakarta, Kamis (09/03/2023).

Minat masyarakat beli tanah di lahan tol tinggi

Menurut Krido, meski hanya tiga persen tanah yang berganti kepemilikan, jumlah tersebut tergolong tinggi jika dibandingkan dengan kalurahan lain. Bahkan dari data Dispertaru DIY tercatat ada tambahan bidang tanah di kalurahan itu dari 254 bidang tanah menjadi 294 bidang tanah.

Hal ini terjadi besar kemungkinan banyak tanah di kawasan tersebut yang dibeli pemilik baru. Dengan demikian saat Pemda melakukan pembebasan lahan, mereka akan menjualnya dengan harga yang lebih tinggi.

“Apalagi Banyuraden merupakan wilayah pinggiran perkotaan. Hal itu menyebabkan alih fungsi lahan bisa terjadi begitu cepat,” tandasnya.

Tersebarnya informasi jalan Tol Yogyakarta-YIA melewati wilayah Banyuraden, lanjut Krido juga membuat minat masyarakat untuk membeli tanah di lokasi tersebut makin tinggi.

“Tampaknya antusias memiliki lahan di sekitar Banyuraden besar sekali jadi banyak yang kemudian dibeli [agar kemungkinan harganya naik saat dibeli pemda],” katanya.

Krido menambahkan, untuk memastikan kepemilikan lahan, Pemda akan kembali mengundang warga Kalurahan Banyuraden yang belum hadir pada konsultasi publik pada pertengahan Maret 2023. Diharapkan agar seluruh warga terdampak dapat menghadiri tahap konsultasi publik untuk mendukung percepatan pembangunan jalan tol tersebut.

“Ini jadi evaluasi kami untuk percepatan kita undang kembali. Ketidakhadiran mereka karena apa mengingat kehadiran mereka itu sangat diperlukan untuk memberikan penandatanganan pernyataan dalam berita acara,”  ungkapnya.

Reporter: Yvesta Ayu
Editor: Agung Purwandono

BACA JUGA Jabatan Sekda DIY Kosong, Sultan Lantik Wiyos Santoso  jadi Pj dan tulisan menarik lainnya di kanal Kilas. 

Terakhir diperbarui pada 10 Maret 2023 oleh

Tags: gampingJogjatoltol jogja yiaYIA
Yvesta Ayu

Yvesta Ayu

Jurnalis lepas, tinggal di Jogja.

Artikel Terkait

Ada potensi anomali ketika wisata Jogja diserbu 8,2 juta wisatawan. Daya beli rendah, tapi ada ancaman masalah MOJOK.CO
Urban

Anomali Wisata Jogja saat Diserbu 8,2 Juta Wisatawan: Daya Beli Tak Mesti Tinggi, Tapi Masalah Membayangi

19 Maret 2026
Mahasiswa UGM hidup nomaden sambil kuliah di Jogja demi gelar sarjana
Edumojok

Mahasiswa UGM Kena DO dan Tinggal Nomaden karena Kendala Ekonomi, Kini Raih Gelar Sarjana Berkat “Menumpang” di Kos Teman

17 Maret 2026
burjo atau warmindo bikin rindu anak rantau dari Jogja ke Jakarta. MOJOK.CO
Urban

Anak Rantau di Jogja Menyesal ke Jakarta, Tak Ada Burjo atau Warmindo sebagai Penyelamat Karjimut Bertahan Hidup

16 Maret 2026
Kuliner khas Minang, rendang, di rumah makan Padang di Jogja rasanya berubah jadi kuliner Jawa
Kuliner

Nasi Padang Versi Jogja “Aneh” di Lidah, Makan Rendang Tanpa Cita Rasa Gurih dan Asin karena Dominasi Kuliner Manis Jawa

16 Maret 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Ambisi jadi PNS di usia 25 demi hidup sejahtera. Malah menderita karena perkara gadai SK MOJOK.CO

Jadi PNS Tak Bahagia Malah Menderita, Dipaksa Keluarga Gadai SK Demi Puaskan Tetangga dan Hal-hal Tak Guna

16 Maret 2026
Bus ekonomi jalur Jogja Jambi menyiksa pemudik. MOJOK.CO

Ujian Terberat Laki-laki yang Lebih Kejam dari Menahan Rindu: Dihajar Rute Bus Ekonomi Jogja Jambi hingga Terserang “Man Flu”

13 Maret 2026
Sulitnya Jadi Penjual Gudeg, Susah-susah Siapkan Makanan Khas Jogja Berujung Dapat Celaan Wisatawan Mojok.co

Sulitnya Jadi Penjual Gudeg, Susah-susah Siapkan Makanan Khas Jogja Berujung Dapat Celaan Wisatawan

15 Maret 2026
Kuliner khas Minang, rendang, di rumah makan Padang di Jogja rasanya berubah jadi kuliner Jawa

Nasi Padang Versi Jogja “Aneh” di Lidah, Makan Rendang Tanpa Cita Rasa Gurih dan Asin karena Dominasi Kuliner Manis Jawa

16 Maret 2026
Suasana Kampung Ramadan Masjid Mlinjon, Klaten. MOJOK.CO

“Jajanan Murah” yang Tak Pernah Surut Pembeli di Kampung Ramadan Masjid Mlinjon Klaten

17 Maret 2026
Rif'an lulus sarjana UGM dengan beasiswa. MOJOK.CO

Alumnus Beasiswa UGM Kerap Minum Air Mentah Saat Kuliah, hingga Utang Puluhan Juta ke Kyai untuk Lanjut S3 di Belanda

15 Maret 2026

Video Terbaru

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity)

9 Maret 2026
Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

8 Maret 2026
Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

4 Maret 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.