Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas

Terapkan Pancamulia, Sri Sultan HB X Sampaikan Visi Misi Jadi Gubernur 

Yvesta Ayu oleh Yvesta Ayu
9 Agustus 2022
A A
Gubernur DIY, Sri Sultan HB X menyampaikan visi dan misi 2022-2027 di DPRD DIY.

Gubernur DIY, Sri Sultan HB X menyampaikan visi dan misi 2022-2027 di DPRD DIY, Senin (08/08/2022).

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X menyampaikan visi misi sebagai calon Gubernur DIY periode 2022-2027 di depan DPRD DIY, Senin (08/08/2022). Pemda DIY akan menerapkan Pancamulia atau lima kemuliaan sebagai visi Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) selama lima tahun ke depan. Pancamulia ini dikembangkan dalam rangka merealisasikan Abad Samudra Hindia untuk kemuliaan martabat masyarakat Yogyakarta.

Penyampaikan visi dan misi ini sebagai rangkaian penetapan kembali Sri Sultan HB X dan Paku Alam X menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur DIY pada periode 2022-2027.

Iklan

Menurut Sultan, untuk mewujudkan Pancamulia dalam program RPJM DIY pada 2025-2027, tiga hal menjadi prioritas perhatian. Yakni pemberdayaan kawasan selatan, reformasi kalurahan serta pengembangan budaya inovasi dan pemanfaatan teknologi informasi.

“Dipilihnya kawasan selatan sebagai prioritas pembangunan Yogyakarta dalam lima tahun ke depan karena wilayah bagian selatan Kulon Progo, Bantul dan Gunung Kidul merupakan wilayah yang masih memiliki angka kemiskinan yang relatif tinggi dibandingkan wilayah tengah dan utara yakni Kota Yogyakarta dan Sleman,” paparnya.

Menurut Raja Keraton Yogyakarta ini angka kemiskinan di Kulon Progo saat ini masih di angka 18,38 persen. Di Bantul 14,04 persen dan Gunung Kidul sebesar 17,67 persen. Sedangkan di Kota Yogyakarta tercatat masih ada 7,69 persen penduduk miskin dan Sleman 8,64 persen.

Kawasan selatan juga memiliki kekhususan teritorial yang tercermin dari bentang alam, budaya, mata pencaharian warga, keunikan, kearifan serta kecerdasan lokal. Karenanya kekhususan teritorial tersebut akan dikembangkan sebagai modal sekaligus model pembangunan kawasan lain Yogyakarta. 

Menurut Sultan HB X, dalam reformasi kalurahan melalui Pancamulia, Pemda DIY mengembangkan strategi bagi pembangunan dan perubahan-perubahan selama lima tahun ke depan. Sebab perubahan zaman membuat situasi, kondisi, tantangan, permasalahan, sekaligus peluang-peluang menjadi sangat kompleks, luas, saling mengkait.  Serta memiliki kedalaman permasalahan sampai pada tingkat komunitas bahkan individu.

Di Yogyakarta, terjadi perubahan besar pada tata sosial, tata budaya, tata ekonomi.  Bahkan tata ruang kehidupan dan penghidupan masyarakat. Hal ini menyadarkan bila solusi-solusi melalui peningkatan kapasitas dan kualitas kelembagaan telah sangat mendesak dibutuhkan oleh Yogyakarta untuk menjawab permasalahan dan tantangan yang dihadapi.

Kalurahan jadi ujung tombak entaskan kemiskinan

Lembaga kalurahan sebagai ujung hierarki dari sistem tatanan kelembagaan di Yogyakarta yang memiliki kedekatan langsung dengan masyarakat. Kalurahan menjadi pilihan yang tepat untuk dijadikan modal sekaligus model bagi upaya untuk menjawab kompleksitas dan kedalaman permasalahan yang saat ini dihadapi oleh Yogyakarta.

Menurut Sultan HB X, lembaga kalurahan akan menjadi ujung depan bagi upaya-upaya pengentasan kemiskinan dan pemberdayaan warga. Karenanya kalurahan harus memiliki kewenangan, kapasitas, dan keluwesan yang luas dalam membangun kerjasama dengan lembaga-lembaga yang ada di atasnya.

Juga dengan lembaga-lembaga yang ada di masyarakat, lembaga-lembaga swasta. Serta, lembaga-lembaga pendidikan yang ada di dalam maupun di luar wilayah Yogyakarta, dalam rangka mewujudkan Pancamulia Manusia Jogja.

“Silang lembaga dan silang wilayah, akan menjadi domain kerja lembaga kalurahan,” ujar Sultan HB X.

Untuk program pengembangan teknologi informasi dan budaya inovasi, lanjut Sultan HB X, Pemda DIY mempercepat transformasi spasial kawasan selatan serta transformasi kelembagaan kalurahan dilakukan dengan penggunaan dan pemanfaatan teknologi informasi.

“Juga [dikembangkan] sistem deteksi dini permasalahan-permasalahan alam dan sosial yang dihadapi warga,” jelasnya.

Sultan HB X menambahkan, posisi Yogyakarta yang memangku Samudera Hindia memungkinkan untuk mengembangkan Blue Economy, Collaboration and Global Governance serta The Maritim Silk Road.

Sekretaris Daerah (sekda) DIY, Baskara Aji menambahkan reformasi kalurahan diwujudkan untuk memajukan semua daerah di DIY. Hal itu dilakukan dengan mengejar ketertinggalan birokrasi dari kabupaten, provinsi maupun pada kalurahan itu sendiri. Caranya melalui pemetaan permasalahan yang ada di kalurahan.

“Karena setiap kalurahan memiliki kekurangannya masing-masing, maka tidak ada satu kebijakan yang berlaku untuk semua kalurahan. Semuanya disesuaikan pada kekurangan yang dimiliki oleh suatu kalurahan,” imbuhnya.

Reporter:Yvesta Ayu
Editor: Agung Purwandono

BACA JUGA: Pengakuan Marrel, Cucu Sultan Jogja, Misuh dan Hidup Hematnya

Terakhir diperbarui pada 9 Agustus 2022 oleh

Tags: gubernurJogjasultan
Yvesta Ayu

Yvesta Ayu

Jurnalis lepas, tinggal di Jogja.

Artikel Terkait

Bakpia barangkali menjadi oleh-oleh khas Jogja yang biasa saja dan gitu-gitu aja. Tapi punya nilai sosial bagi perantau Jogja asal desa MOJOK.CO

Bakpia Jogja Memang Oleh-oleh Biasa dan Gitu-gitu Aja, Tapi Sangat Berharga buat Orang di Desa

22 Agustus 2026
Realitas pasangan muda di Jogja: tak sanggup bermimpi punya rumah sendiri, pasrah menua di kosan makan tahu-tempe untuk bertahan MOJOK.CO

Realita Pasangan Muda di Jogja: Tak Sanggup Punya Rumah, Pasrah Menua di Kosan Makan Tahu-Tempe buat Bertahan

21 Agustus 2026
Biaya kos, kisah mahasiswa.MOJOK.CO

Bertahan di Kos Tanpa Jendela yang Berisik dan Sepanas Oven, Semua Demi Ngirit dan Lolos Ancaman DO Kampus

30 Juli 2026
Kos 150 Ribu di Jogja Saksi Perjuangan Lolos SNBT, Rela Mandi Air yang Bikin Gatal Demi PTN Impian.MOJOK.CO

Kos 150 Ribu di Jogja Saksi Perjuangan Lolos SNBT, Rela Mandi Air yang Bikin Gatal Demi PTN Impian

29 Juli 2026
Usaha jasa kebersihan, Ready Clean Jogja sampai ke Turki. MOJOK.CO

Berawal dari Kegabutan dan UMK Jogja yang “Ngenes”, Kini Mampu Kirim Pegawai ke Turki agar Gelar Sarjana Tak Sia-sia

28 Juli 2026
Nikahkan anak di Lapas Wirogunan Yogyakarta. MOJOK.CO

Penuhi Tanggung Jawab sebagai Ayah, Seorang Napi Nikahkan Putrinya di Lapas Wirogunan Jogja

28 Juli 2026
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

Jombang makin kegilaan karnaval sound horeg: battle audio tengah malam, atraksi lampu jadi perburuan baru MOJOK.CO

Jombang Makin “Kegilaan” Sound Horeg: Battle Audio Tengah Malam, Atraksi Lampu Jadi Tren Kalcer Baru

23 Agustus 2026
14.900 Kilometer untuk 90 Menit: Kisah Orang Tua di Balik Final Garuda Pertiwi vs Thailand

14.900 Kilometer untuk 90 Menit: Kisah Orang Tua di Balik Final Garuda Pertiwi vs Thailand

25 Agustus 2026
Pelaku pembakaran hutan di Kalimantan dan titik lemah penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia MOJOK.CO

Titik Lemah Penanganan Karhutla di Indonesia: 72 Orang Sengaja Bakar Hutan untuk Buka Lahan, Jadi Ancaman Ekosida

23 Agustus 2026
Motor Honda Verza tua itu 12 tahun menemani saya mengejar rezeki MOJOK.CO

Jok motor Honda Verza tua itu sudah sobek, tangki penyok, spion patah diserempet truk, tapi menolak pensiun menemani saya 12 tahun mengejar rezeki menembus pegunungan Banjarnegara

27 Agustus 2026
Saya dan Istri Sama-sama Lulusan S2, tapi Sama-sama Tak Punya Pekerjaan Tetap MOJOK.CO

Saya dan Istri Sama-sama Lulusan S2, tapi Sama-sama Tak Punya Pekerjaan Tetap

21 Agustus 2026
ilustrasi ketua pemuda

Jabatan Ketua Pemuda di Kampung itu Gagah, Tapi Ngenes Karena Dianggap Bisa Menyelesaikan Semua Masalah

20 Agustus 2026

Video Terbaru

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Syukur

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Bersyukur

20 Agustus 2026
Abdur Arsyad: Dari Matematika sampai Memikirkan Masa Depan Negara

Abdur Arsyad: Dari Matematika sampai Memikirkan Masa Depan Negara

8 Agustus 2026
Menguatkan Ketahanan Pangan Keluarga dari Kebun di Klaten

Menguatkan Ketahanan Pangan Keluarga dari Kebun di Klaten

7 Agustus 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

🤖 PRAYIT AI ×
Salam dari Mojok! Aku Prayit AI. Ada yang bisa dibantu hari ini, Rek?
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.