Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas Sosial

Riwayat 5 Bioskop Mati di Jogja, Ada yang Berubah Jadi Teras Malioboro

Ahmad Effendi oleh Ahmad Effendi
11 Agustus 2023
A A
bioskop di jogja mojok.co

Bioskop Soboharsono yang kini berubah menjadi Jogja Gallery (arsipdan perpustakaan.kotajogja.go.id)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

#3 Bioskop Indra

Bioskop Indra jadi salah satu lokasi nonton di Jalan Malioboro yang punya sejarah panjang. Dulu, letaknya berada di Jalan Margamulya, berseberangan dengan Pasar Beringharjo.

Melansir situs resmi kemendikbud.go.id, bioskop ini didirikan oleh lembaga perfilman Hindia-Belanda, Nederlandsch Indische Bioscoop Exploitatie Maatschapij, pada 1916.

Awalnya, bioskop ini bernama Al Hambra. Di dalamnya pun terdapat dua gedung, yakni Gedung Al Hambra yang diperuntukkan oleh kalangan elite, seperti orang-orang Eropa, kalangan Kraton, dan pengusaha Tionghoa; dan Gedung Mascot yang diperuntukkan bagi kaum pribumi.

Setelah Indonesia merdeka, bioskop ini berubah nama menjadi “Indra”, kepanjangan dari Indonesia Raya. Namun, persaingan bioskop yang makin menjamur di Jogja bikin Bioskop Indra gulung tikar.

Sejak 2013, lahan Bioskop Indra resmi diambil-alih Pemda DIY dan rencananya akan dipakai untuk lahan usaha lain yang orientasinya bagi UMKM. Kini, eks Bioskop Indra berubah menjadi Teras Malioboro 1.

#4 Bioskop Ratih

Bioskop Ratih jadi salah satu tempat nonton yang bersejarah bagi kalangan remaja 1980-an. Terletak di Jalan Mangkubumi, bersebelahan dengan kantor penerbitan Kedaulatan Rakyat, bioskop ini sudah beroperasi sejak masa kolonial.

Berdasarkan pengakuan sejumlah masyarakat yang pernah menikmati film di Ratih, lokasi ini cukup berkesan karena menjadi tempat nongkrong anak-anak muda kala itu.

Bioskop Ratih sendiri terbagi atas dua gedung, yakni Gedung 1 yang menayangkan film-film Mandarin dan Indonesia, serta Gedung 2 yang menayangkan film Barat.

Memasuki tahun 2000-an, Bioskop Ratih alami pasang surut dan akhirnya tutup. Bangunannya sendiri telah beralih fungsi, beberapa kali mengalami renovasi, dan secara bergantian jadi tempat usaha lain. Seperti showroom motor (2005-2013) dan sentra oleh-oleh hingga sekarang.

#5 Bioskop Senopati

Nah, kalau bioskop yang satu ini tentu namanya tidak asing bagi kalangan remaja 1980-an, khususnya yang menyukai film-film panas lokal. Ya, Bioskop Senopati, yang terletak di Jalan Panembahan Senopati, memang terkenal karena sering memutar film-film hot lokal yang memang sedang marak saat itu.

Tempat nonton ini begitu ramai pada masanya mengingat lokasinya yang amat strategis. Dahulu, di samping Bioskop Senopati terdapat terminal bus (pindah ke THR Purawisata Jalan Brigjen Katamso) dan pasar sayur (pindah ke Giwangan).

Namun, seiring berjalannya waktu, pada 2000-an eksistensinya mulai surut—seiring dengan masifnya pergerakan jaringan bioskop di Jogja. Akhirnya, Bioskop Senopati mati total dan gini bangunannya beralih fungsi jadi shoping center, lapak jualan buku di Jogja.

Penulis: Ahmad Effendi
Editor: Purnawan Setyo Adi

BACA JUGA Mars KKN UGM: Diciptakan Mahasiswa, Dinyanyikan Para Penerus Bangsa

Cek berita dan artikel lainnya di Google News

 

Iklan

 

Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 10 Agustus 2023 oleh

Tags: bioskopBioskop di JogjaFilmfilm indonesia
Ahmad Effendi

Ahmad Effendi

Jurnalis Mojok.co asal Yogyakarta. Pernah belajar di S1 Ilmu Sejarah Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Banyak menulis sejarah, sepak bola, isu urban, budaya pop, dan setiap yang menyangkut kepentingan publik. Kerap menepi di konser band metal, festival film, dan mengasuh anabul.

Artikel Terkait

Ketika Hukum Mandul dan Sang Jenderal Jagal Terus "Menyangkal", Hantu Masa Lalu Datang Memberi Keadilan.MOJOK.CO
Seni

Ketika Hukum Mandul dan Sang Jenderal Jagal Terus “Menyangkal”, Hantu Masa Lalu Datang Memberi Keadilan

10 Juni 2026
Vakum 6 Tahun, LA INDIE MOVIE Hadir Kembali Cari Talenta Perfilman Indonesia MOJOK.CO
Kilas

Vakum 6 Tahun, LA INDIE MOVIE Hadir Kembali Cari Talenta Perfilman Indonesia

7 Mei 2026
Na Willa, film anak yang obati inner child
Seni

‘Na Willa’, Merangkul Inner Child dan Kebutuhan akan Film Anak dari Muaknya Komodifikasi Ketakutan

27 Maret 2026
Sinefil.MOJOK.co
Urban

Orang Nggak Mau Dijuluki “Sinefil” karena Tahu Itu Ejekan, tapi Tetap Banyak yang Mengaku “Si Paling Film”

9 Februari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Menertawakan Polemik Sosial, Arie Kriting Siap Bawa "Mungkin Ada Benarnya" ke Jogja.mojok.co

Menertawakan Polemik Sosial, Arie Kriting Siap Bawa “Mungkin Ada Benarnya” ke Jogja

16 Juli 2026
Jumirah dan suami merupakan pemulung di TPA Troketon, Klaten. MOJOK.CO

“Nrimo ing Pandum” ala Ibu Jumirah: Berteman dengan Belatung dan Diabetes di Tengah 150 Ton Sampah Residu Warga Klaten

12 Juli 2026
SSB MAS merawat bibit-bibit muda sepak bola Kota Jogja meski dari Lapangan Minggiran yang tidak rata MOJOK.CO

SSB Tertua di Kota Jogja Merawat Bibit-bibit Muda Meski dari Lapangan Bola Tidak Rata

11 Juli 2026
Cari kerja, lamaran kerja, Mahasiswa gap year kuliah di Unila. MOJOK.CO

Kesalahan Bikin CV dan Hal-Hal Sepele Lain yang Justru Bikin Jobseeker Ditolak Saat Melamar Kerja

16 Juli 2026
cari kerja, UGM.MOJOK.CO

300 Lamaran Kerja Ditolak, Lulusan UGM Pilih “Turunkan Standard”: Sadar Bursa Kerja Sedang Tak Baik-Baik Saja

15 Juli 2026
Suzuki S-Presso memang mobil aneh karena jelek tapi keren MOJOK.CO

Ibarat kata, Suzuki S-Presso adalah “Crocs KW” yang jelek tapi keren dan kini menjadi benteng pertahanan terakhir melawan kegilaan dunia yang serba mahal ini

14 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.