Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas Pendidikan

Mars KKN UGM: Diciptakan Mahasiswa, Dinyanyikan Para Penerus Bangsa

Iradat Ungkai oleh Iradat Ungkai
10 Agustus 2023
A A
Mars KKN UGM: Diciptakan Mahasiswa, Dinyanyikan Para Penerus Bangsa mojok.co

Mahasiswa KKN UGM (Photo: ugm.ac.id)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Mars KKN UGM sudah puluhan tahun mengiringi perjalanan mahasiswa UGM menjalani program KKN. Siapa penciptanya? Bagaimana proses kreatifnya?

Mars KKN UGM diciptakan oleh dr. Antonius Wibowo, Sp.KK. Lagu tersebut tercipta kala ia masih menjadi mahasiswa UGM. Tepatnya saat ia menjalani Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Simo pada 1987.

Pembuatan lagu ini berawal dari rasa kasihan Anton kala menjalani pembekalan KKN. Anton tak tega hati melihat instruktur acara tersebut menyanyikan lagu KKN yang mengambil nada lagu Es Lilin (lagu Sunda).

“Saya merenungkan kejadian hari itu lalu berpikir sebagai perguruan tinggi besar masak UGM tidak punya lagu KKN,” kenangnya, dilansir dari ugm.ac.id.

Proses kreatif yang singkat dan mengalir

Mars KKN UGM: Diciptakan Doktor, Dinyanyikan Oleh Mahasiswa yang Kelak Jadi Tokoh-tokoh Bangsa mojok.co
dr. Antonius Wibowo, Sp.KK, sosok di balik terciptanya Mars KKN (photo: ugm.ac.id)

Sepulang acara, ia berinisiatif untuk membuatkan lagu untuk kampusnya. Ia lantas membuka buku diktat KKN dan membaca visi misi kampus berulang-ulang hingga mendapatkan syair yang cocok. Syair tersebut kemudian ia padukan dengan notasi nada yang ia dapatkan dari memainkan gitar.

Proses penciptaan Mars KKN UGM terbilang singkat dan mengalir begitu saja. Baginya, yang terpenting ialah lagu tersebut bisa membangkitkan semangat, nilai-nilai positif, dan memberikan hasil yang baik untuk menunjang pengabdian mahasiswa di masyarakat.

“Saya membuatnya dengan keinginan kuat banget sehingga dalam satu malam lagu ini selesai kemudian syairnya saya tulis di situ. Syair-syairnya mengemban tugas Tridarma,” ucapnya.

Anton mengaku tidak membuat lagu ini sendiri. Ia sempat berdiskusi dengan kedua rekannya, dr. Puspita dan almarhum Prof. drh. Edy Moeljono, M.Agr, Ph. D, SH. Mereka kemudian menampilkan lagu ini kepada teman-teman KKN. Lagu ini memperoleh sambutan positif hingga akhirnya diajukan kepada Rektor UGM kala itu, Prof. Koesnadi.

“Prof Koesnadi langsung menilai ini sangat bagus dan meminta untuk dibikin masternya,” papar Anton.

Kami mahasiswa KKN
Universitas Gadjah Mada
Mengemban tugas dalam Tri dharma
Berbakti untuk negara
Kami mahasiswa KKN
Selalu siap mengabdi
Pada masyarakat
dan pembangunan desa
‘tuk nusa dan bangsa
Jiwa pancasila adalah bentengku
Sikap yang ideal menuntutku
Rasa tanggung jawab adalah ciriku
Selalu menuntun langkahku
Kami mahasiswa KKN
Selalu siap mengabdi
pada masyarakat
Untuk pembangunan desa
‘tuk nusa dan bangsa

Baca halaman selanjutnya…

Sempat diwacanakan jadi lagu KKN nasional

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 10 Agustus 2023 oleh

Tags: KKNkkn ugmlagu kkn ugmmars kkn ugm
Iradat Ungkai

Iradat Ungkai

Kadang penulis, kadang sutradara, kadang aktor.

Artikel Terkait

Mahasiswa muak dengan KKN di desa. Mending magang saja MOJOK.CO
Sekolahan

Mahasiswa Sudah Muak dengan KKN: Tak Dapat Faedah di Desa, Buang-buang Waktu dan Tak Dibutuhkan Warga

9 April 2026
Mahasiswa KKN di desa
Catatan

KKN Itu Menyenangkan, yang Bikin Muak adalah Teman yang Jadi Beban Kelompok dan Warga Desa yang “Toxic”

9 April 2026
Mahasiswa Pariwisata UGM Jogja belajar dari kepala suku di Raja Ampat, lebih dari ilmu kuliah
Sekolahan

Mahasiswa UGM Belajar Kehidupan dari Kepala Suku di Raja Ampat, Merasa “Kecil” karena Ilmu di Kuliah Sebatas Teori tanpa Aksi Nyata

13 Maret 2026
Mahasiswa KKN.MOJOK.CO
Kampus

KKN Bikin Warga Muak Kalau Program Kerja Template dan Kelakuan Mahasiswanya Tak Beretika

17 Oktober 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Kerajinan lokal Yogyakarta di INACRAFT. MOJOK.CO

INACRAFT Jogja: Jembatan bagi Perajin Lokal Menembus Pasar Global Lewat Karya yang Tak Biasa

15 Juli 2026
SSB MAS merawat bibit-bibit muda sepak bola Kota Jogja meski dari Lapangan Minggiran yang tidak rata MOJOK.CO

SSB Tertua di Kota Jogja Merawat Bibit-bibit Muda Meski dari Lapangan Bola Tidak Rata

11 Juli 2026
Truk sampah di TPA Troketon, Klaten. MOJOK.CO

Mengais Asa di TPA Troketon, Benteng Terakhir Penghidupan Warga Klaten

10 Juli 2026
Jumirah dan suami merupakan pemulung di TPA Troketon, Klaten. MOJOK.CO

“Nrimo ing Pandum” ala Ibu Jumirah: Berteman dengan Belatung dan Diabetes di Tengah 150 Ton Sampah Residu Warga Klaten

12 Juli 2026
Yang Melelahkan bagi Disabilitas Tak Tampak Bukan Penyakitnya, tetapi Harus Terus Membuktikan Diri Sakit MOJOK.CO

Yang Melelahkan bagi Disabilitas Tak Tampak Bukan Penyakitnya, tetapi Harus Terus Membuktikan Diri Sakit

13 Juli 2026
Menertawakan Polemik Sosial, Arie Kriting Siap Bawa "Mungkin Ada Benarnya" ke Jogja.mojok.co

Menertawakan Polemik Sosial, Arie Kriting Siap Bawa “Mungkin Ada Benarnya” ke Jogja

16 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.