Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas Sosial

Menengok Eloknya Desa Kelahiran Anies Baswedan yang Namanya Berasal dari Sebatang Pohon

Ahmad Effendi oleh Ahmad Effendi
15 Agustus 2023
A A
anies baswedan desa cipicung mojok.co

Anies Baswedan di Desa Cipicung (Twitter @aniesbaswedan)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Potensi wisata

Meskipun secara penamaan terinspirasi dari “buah yang bikin mabuk”, nyatanya Desa Cipicung punya potensi wisata yang begitu besar.

Bahkan, ketika mendatangi desa ini, kalian bakal langsung disambut dengan mural-mural indah yang menghiasi jalanan masuk. Baru melintas ke pintu masuk saja, pengunjung sudah langsung terbayang betapa terkelolanya desa ini.

Hal tersebut tentu bukan hal aneh mengingat desa yang terbagi atas tiga dusun ini memang dikelola secara baik.

Kepala Desa Cipincung Lili Rusli mengatakan, berkat pengelolaan potensi wisata yang baik itu, beberapa objek wisata di desanya pun menjadi unggulan di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat.

Misalnya, ia mencontohkan, salah satu objek wisata paling terkenal di sini adalah Curug Luhur. Di tempat ini, kalian bisa menikmati indahnya air terjun lengkap dengan lanskap hutan yang masih rimbun.

Saat berjalan menuju ke Curug Luhur pun, kalian sudah bakal disajikan asrinya area persawahan yang membentang luas. Kata Rusli, ini jadi objek wisata andalan—yang tak hanya wisatawan lokal, turis asing pun banyak yang mengunjungi objek wisata ini.

Makam Sesepuh

Selain wisata alam, ada juga wisata religi Desa Cipincung. Kata Rusli, demi menghormati para sesepuh yang membangun desa, pihaknya sudah membuat maqbara (makam Islam) untuk dua tokoh leluhur. Di antaranya Mbah Marmagati dan Mbah Senogati.

“Setiap malam Jumat Kliwon, masyarakat Cipicung bersama-sama untuk mengadakan ratiban di maqbara tersebut. Dengan adanya kegiatan ini mudah-mudahan akan memberikan keberkahan buat masyarakat Desa Cipincung,” kata dia.

Di samping potensi wisatanya yang menawan, salah satu keunggulan Desa Cipincung adalah kebersihannya. Bagaimana tidak, sampah-sampah rumah tangga di desa ini langsung diolah di tempat pembuangan sampah (TPS) yang sudah disediakan.

Dengan demikian, hal itu meminimalisir penumpukan sampah yang berlebihan di Desa Cipincung. Saat berkunjung ke desa ini, kalian tidak akan menemui tumpukan sampah di pinggir jalan. Jelas, kondisi ini jauh berbeda dengan suatu provinsi di Indonesia yang malah membiarkan wilayahnya penuh dengan tumpukan sampah.

Penulis: Ahmad Effendi
Editor: Purnawan Setyo Adi

BACA JUGA Desa Kracak Banyumas, Tempat KKN Anies Baswedan yang Warganya Masih Memegang Teguh Nilai Islami dan Tradisi

Cek berita dan artikel lainnya di Google News

Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 15 Agustus 2023 oleh

Tags: Anies BaswedanDesa Cipicungjawa baratKuningan
Ahmad Effendi

Ahmad Effendi

Jurnalis Mojok.co asal Yogyakarta. Pernah belajar di S1 Ilmu Sejarah Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Banyak menulis sejarah, sepak bola, isu urban, budaya pop, dan setiap yang menyangkut kepentingan publik. Kerap menepi di konser band metal, festival film, dan mengasuh anabul.

Artikel Terkait

Mens Rea, Panji Pragiwaksono sebagai Anak Abah, dan Bahaya Logika Fanatisme MOJOK.CO
Esai

Mens Rea, Pandji Pragiwaksono sebagai Anak Abah, dan Bahaya Logika Fanatisme

12 Januari 2026
Sweeping buku oleh aparat Jawa Barat: mencekal ilmu pengetahuan, masyarakat tak boleh pintar MOJOK.CO
Ragam

Derita Jadi WNI: Dipaksa Anti-Pengetahuan dan Tak Boleh Pintar, Suka Baca Buku Dianggap “Ancaman”

22 September 2025
pendidikan dii jawa barat.MOJOK.CO
Aktual

Pemprov Jabar “Jalan Sendiri”: Pendidikan Amburadul, Anak Jadi Korban, dan Cetak Rekor Memalukan

29 Juli 2025
Tasikmalaya Bikin Malu: Santri, tapi Fitnah Hindia Memuja Setan MOJOK.CO
Esai

Saya Malu Menjadi Orang Tasikmalaya, Kota yang Menolak Hindia karena Tuduhan Pemuja Setan tapi Membiarkan Oknum Kiai Cabul ke Santriwati

17 Juli 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

gojek instant.MOJOK.CO

Gojek Buka Titik Jemput Instan di Terminal Giwangan, Mudahkan Para Penumpang Bus yang Bingung Mencari Transportasi Lanjutan

12 Maret 2026
Makanan Khas Sunda dan Jogja Bikin Muak- Bau Busuk dan Manis (Wikimedia Commons)

Makanan Khas Sunda Bikin Menderita Orang Jogja, Sama Seperti Perantau Sunda Muak dengan Makanan Jogja yang Serba Manis

11 Maret 2026
Kuliner Sunda yang tidak ada di Jogja, seblak buat perantau ingin mudik Lebaran

Alasan Orang Sunda Ingin Mudik Bukan Hanya Keluarga, tapi Tak Tahan Siksaan Makanan Jogja yang Rasanya “Hambar”

10 Maret 2026
Nelangsa pemuda desa saat teman sepantaran yang kerja di perantauan mudik ke desa (pulang kampung): tertekan dan tersisihkan MOJOK.CO

Nelangsa Pemuda Desa saat Teman Pulang dari Perantauan, Tertekan dan Tersisihkan karena Kesan Tertinggal tapi Tak Punya Banyak Pilihan

9 Maret 2026
Mendambakan seperti suami Sheila Dara, Vidi Aldiano. Cara hidup dan perginya bikin iri banyak orang MOJOK.CO

Mendambakan Menjadi Seperti Vidi Aldiano, Cara Hidup dan Pergi bikin “Iri” Banyak Orang

9 Maret 2026
Anak pulang ke rumah dari perantauan ditunggu, tapi justru sakiti dan beri duka karena sepelekan masakan ibu MOJOK.CO

Anak Pulang Justru Lukai Hati Ibu: Pilih Makan di Luar dan Sepelekan Masakan Ibu karena Lidah Sok Kota-Banyak Gaya

11 Maret 2026

Video Terbaru

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity)

9 Maret 2026
Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

8 Maret 2026
Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

4 Maret 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.