Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas Sosial

Kisah Persaudaraan Bela Diri Prisai Sakti Mataram yang Lahir di Jogja dari Seorang ABRI

Hammam Izzuddin oleh Hammam Izzuddin
21 Juni 2023
A A
Kisah Persaudaraan Bela Diri Prisai Sakti Mataram yang Lahir di Jogja dari Seorang ABRI. MOJOK.CO

Prisai Sakti Mataram, bela diri gabungan dari berbagai jenis bela diri. (Istimewa)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Di Jogja terdapat perguruan bela diri yang legendaris bernama Prisai Sakti Mataram (PSM). Perguruan ini mengusung landasan Tri Sakti dengan semangat pengabdian, pengorbanan, dan kesetiaan.

Resmi berdiri sejak 9 Agustus 1953 dan berpusat di Jogja, perguruan ini memiliki seragam latihan berwarna putih layaknya Karate atau Judo Gi. Warna dan desain seragam ini sengaja diadopsi oleh sang pendiri karena ketertarikannya dengan bela diri Jepang.

Pada 20 Juni 1981, PSM disarankan untuk bergabung menjadi anggota Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) supaya resmi terdaftar sebagai sebuah organisasi.

Namun, pada prakteknya Prisai Sakti Mataram bukanlah perguruan yang murni beraliran pencak silat, tapi gabungan dari berbagai macam jenis bela diri. Hal ini terlihat dari berbagai macam teknik yang ada di perguruan ini.

Seiring berjalannya waktu, anggota Prisai Sakti Mataram tidak hanya dari kalangan orang dewasa. Latihan rutin yang berlangsung 2 kali dalam seminggu, banyak juga yang mengikuti dari kalangan pelajar, dengan kategori minimal kelas 9 SMP atau usia 14 tahun.

Sejarahnya, adalah sosok Ki Netra Widjihartani yang merintis organisasi bela diri ini. Ia merupakan pendekar silat yang namanya cukup akrab di kalangan pegiat bela diri di Jogja.

Guru besar Prisai Sakti seorang ABRI

Ki Netra Widjihartani lahir di Jogja pada 11 Juli 1928. Sang guru besar, selain aktif sebagai pesilat juga tercatat sebagai anggota ABRI Batalyon X dan aktif berperang dalam membela kemerdekaan Republik Indonesia.

“Pendiri PSM terkenal dengan kemampuannya pada jurus bantingan dan lemparan. Beliau merupakan tokoh yang mempraktikkan dua teknik tersebut tanpa alas atau matras. Awalnya teknik bantingan tanpa matras ini mengundang kontroversi dari banyak pihak. Namun, Ki Netra Widjihartani berhasil membuktikan bahwa dengan teknik yang tepat, dan mental berlatih kuat maka keselamatan tetap terjamin,” ujar Agus Suraji, pelatih PSM Pusat Yogyakarta.

Kemampuan bela diri yang Ki Netra Widjihartani, ia miliki tercipta berkat berguru ke sejumlah pendekar penting di Jogja. Beberapa di antaranya yakni Kiai Supingi, R. Djojoprawiro, Sugiman, Tan Liem Hoo dari Kun Tau aliran Shaolin Kungfu, juga Louw Djing Kie ahli Kungfu yang dimakamkan di Temanggung. Guru-guru tersebut membuat Ki Netra mempunyai wawasan bela diri yang luas.

“Sebagai anggota PETA ‘Budanco Rengsai Iku Tai’ beliau telah mengikuti latihan Judo, Jiu Jit Su, Sumo, Kendo, dan Jut Ken Jut di bawah asuhan mendiang opsir Ken Pei Tai Susak Kimura,” ujar Budi Ismunaji, putra Guru Besar sekaligus penerus generasi kedua PSM.

Terdapat lima tingkatan bagi anggota perguruan ini. Mulai dari tingkat dasar, kader pelatih, pelatih utama, dewan guru, hingga guru besar. Tingkatan tertinggi itu merupakan jabatan penggali dan penyusun keilmuan bagi PSM sesuai perkembangan zaman.

Pertarungan bebas tanpa matras

Salah satu yang membedakan PSM dengan perguruan lain adalah pertarungan bebas, tanpa matras, dan pelindung apapun. Sejak awal diciptakan oleh Ki Netra Widjihartani, PSM memang untuk bela diri sebagai bekal hidup, bukan sekadar olahraga. Tidak hanya fisik, anggota PSM juga terlatih dari sisi mentalnya.

Prisai Sakti Mataram, mengajarkan beragam teknik bela diri. Hal ini sesuai dengan apa yang oleh pendiri dulu dapatkan saat berlatih. Pertarungan bebas, dengan beragam teknik pukulan, tendangan, tolakan, hindaran, pernapasan, lemparan, kuncian, pemecahan benda keras, hingga berbagai macam senjata, mulai dari pedang, tongkat, nunchaku (double stick), hingga suriken (senjata rahasia ninja).

Bahkan, jauh sebelum yoga berkembang di Indonesia, sejak 1950 Ki Netra Widjihartani sudah mengajarkan Yoga ke murid-murid PSM sebagai penunjang kekuatan fisik. Dulunya, sang Guru Besar belajar langsung dari seorang Yogi asal India yang menetap di Jogja.

Iklan

Ki Netra Widjihartani wafat pada 16 Juli 1994. Namun, perjalanan Prisai Sakti Mataram masih terus berlanjut dan berkembang hingga sekarang.

Penulis: Hammam Izzudin
Editor: Agung Purwandono

BACA JUGA Mengenal Pencak Silat Tiga Berantai, Perguruan Legendaris Betawi yang Diikuti Iko Uwais

Cek berita dan artikel lainnya di Google News

Terakhir diperbarui pada 21 Juni 2023 oleh

Tags: Beladiripencak silatPrisai Sakti Mataramsilat
Hammam Izzuddin

Hammam Izzuddin

Reporter Mojok.co.

Artikel Terkait

Ribetnya urusan sama pesilat. Rivalitas perguruan pencak silat seperti PSHT dan PSHW (SH Winongo) bikin masalah sepele jadi alasan rusuh MOJOK.CO
Ragam

Ruwet Urusan sama Pesilat: Tak Nyapa Duluan dan Beda Perguruan Pencak Silat Langsung Dihajar, Diajak Refleksi Malah Merasa Paling Benar

7 April 2026
Atlet pencak silat asal Kota Semarang, Tito Hendra Septa Kurnia Wijaya, raih medali emas di SEA Games 2025 Thailand MOJOK.CO
Kilas

Menguatkan Pembinaan Pencak Silat di Semarang, Karena Olahraga Ini Bisa Harumkan Indonesia di Kancah Internasional

22 Desember 2025
Jadi manusia paling apes dan ironis: Punya kakak PSHT fanatik dan bapak kru sound horeg sampai batin tertekan MOJOK.CO
Ragam

Nasib Jadi Manusia Paling Apes dan Ironis: Punya Kakak Fanatik PSHT dan Bapak Kru Karnaval Sound Horeg, Hari-hari Batin Tersiksa

15 Agustus 2025
4 Sisi Terang PSHT: Ternyata Ada, Sebelumnya Terkubur Dosa MOJOK.CO
Esai

Dosa PSHT Memang Banyak, Bahkan Saya Pernah Mereka Ancam, tapi Selesai dengan Baik Bukti Ada Juga Sisi Terang Organisasi Silat Ini

1 Agustus 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Jurusan Kebidanan Unair tolong saya dari kekecewaan gagal kuliah di Kedokteran. MOJOK.CO

Tinggalkan Mimpi Jadi Dokter karena Merasa Bodoh dan Miskin, Lulus dari Jurusan Kebidanan Unair Malah Bikin Hidup Lebih Bermakna

6 April 2026
Dilema Anak Kos yang Kerja di Jogja: Mau Irit dan Mandiri tapi Takut Mati Konyol Gara-gara Cerita Seram Ibu Kos soal “Tragedi Gas Melon” MOJOK.CO

Dilema Anak Kos yang Kerja di Jogja: Mau Irit dan Mandiri tapi Takut Mati Konyol Gara-gara Cerita Seram Ibu Kos soal “Tragedi Gas Melon”

2 April 2026
Niat MBG Itu Mulia: Cerita Guru Wali Kelas yang Harus Memastikan Siswa Mau Mencoba Menghabiskan Makanannya MOJOK.CO

Niat MBG Itu Mulia: Cerita Guru Wali Kelas yang Harus Memastikan Siswa Mau Menghabiskan Makanannya

1 April 2026
Siswa terpintar 2 kali gagal UTBK SNBT ke Universitas Brawijaya (UB). Terdampar kuliah di UIN malah jadi mahasiswa goblok dan nyaris DO MOJOK.CO

Gelar Siswa Terpintar Tak Berarti buat Kuliah UB, Terdampar di UIN Malah Jadi Mahasiswa Goblok, Nyaris DO dan Lulus Tak Laku Kerja

3 April 2026
Hasutan dan jebakan orang minta donasi di Stasiun Tugu Jogja, ternyata berkedok penipuan MOJOK.CO

Turun Stasiun Tugu Jogja Muak sama Orang Minta Donasi: Tidak Jujur Sejak Awal, Jual Kesedihan Endingnya Jebakan

5 April 2026
Pembangunan Masif Rusak Hutan Papua, Belasan Spesies Satwa Terancam Punah.MOJOK.CO

Pembangunan Masif Rusak Hutan Papua, Belasan Spesies Satwa Terancam Punah

3 April 2026

Video Terbaru

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026
Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

4 April 2026
Parijoto Muria: Dari Buah Mitologi, Jadi Sumber Hidup Warga Lereng Gunung

Parijoto Muria: Dari Buah Mitologi, Jadi Sumber Hidup Warga Lereng Gunung

2 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.