Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas

Solusi Atasi Banjir dan Genangan Air di Kota Semarang, Warga Juga Harus Punya Kesadaran

Redaksi oleh Redaksi
6 September 2025
A A
Wali Kota Semarang, Agustina, bangun rumah pompa baru untuk atasi banjir dan genangan air MOJOK.CO

Wali Kota Semarang, Agustina, bangun rumah pompa baru untuk atasi banjir dan genangan air. (Pemkot Semarang)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Banjir dan genangan air kerap membayangi Kota Semarang tiap curah hujan tinggi. Atas situasi itu, Wali Kota Agustina Wilujeng berkomitmen dalam mengatasinya.

Pompa air untuk kurangi risiko banjir Kota Semarang

Rumah pompa baru dibangun oleh Agustina di Jalan Petudungan Kecamatan Semarang Tengah.

Iklan

Langkah ini merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kota Semarang mengurangi risiko banjir dan genangan sekaligus meningkatkan infrastruktur drainase di Kota Semarang.

“Pembangunan rumah pompa sejauh ini efektif mengurangi banjir dan genangan air, serta tentunya untuk memperkuat dan memaksimalkan sistem drainase di Kota Semarang,” kata Agustina usai meninjau langsung lokasi rumah pompa pada Sabtu (30/8/2025).

Pembangunan rumah pompa tersebut memang baru 10% dengan tergat selesai pada Desember 2025 mendatang. Untuk saat ini, pihak Agustina tengah melakukan pembersihan saluran air di sepanjang lokasi dan menyiapkan tempat penampungan airnya terlebih dulu.

“Kami upayakan agar pekerjaan selesai tepat waktu pada 20 Desember 2025 mendatang, sehingga pembangunan ini terus kami kebut agar warga bisa segera merasakan manfaatnya saat menghadapi musim penghujan,” ucap Agustina.

Wali Kota Semarang, Agustina, bangun rumah pompa baru untuk atasi banjir dan genangan air MOJOK.CO
Wali Kota Semarang, Agustina, bangun rumah pompa baru untuk atasi banjir dan genangan air. (Pemkot Semarang)

Tingkatkan kualitas hidup masyarakat

Rumah pompa di Jalan Petudungan, bukan satu-satunya. Total ada empat rumah pompa yang disiapkan untuk dibangun tahun ini.

Menelan anggaran sekitar Rp5 miliar dari APBD 2025, proyek pembangunan tersebut bertujuan untuk mengurangi genangan air, khususnya di kawasan Petudungan hingga Mataram dan sekitarnya.

Selain membangun rumah pompa, Pemkot Semarang juga melakukan pembangunan box culvert menuju Jalan M.T. Haryono.

“Mohon doa restunya agar pengerjaan rumah pompa ini bisa berjalan lancar dan dapat betul-betul mengurangi genangan air, meningkatkan kualitas hidup masyarakat, dan mendukung pengembangan infrastruktur kota kita,” beber Agustina.

Wali Kota Semarang, Agustina, bangun rumah pompa baru untuk atasi banjir dan genangan air MOJOK.CO
Wali Kota Semarang, Agustina, bangun rumah pompa baru untuk atasi banjir dan genangan air. (Pemkot Semarang)

Ajak warga Kota Semarang jaga lingkungan

Dalam momen peninjuan itu Agustina dan Wakil Wali Kota, Iswar Aminuddin, beserta jajarannya menyempatkan diri berbincang dengan warga. Mereka mendengarkan keluh kesah mereka, sekaligus mensosialisasikan pentingnya menjaga kebersihan sungai.

“Untuk seluruh warga , mari kita ciptakan kota ini ramah dan bersih lingkungan,” ujar Agustina.

“Saling menjaga lingkungan masing-masing, minimal dengan tidak buang sampah sembarangan,” tutupnya.

Karena sekalipun fasilitas atau infastruktur dilengkapi, tapi jika kesadaran menjaga lingkungan masih kurang, maka hasilnya akan sia-sia belaka. Genangan air, banjir, dan masalah lingkungan lain tetap akan jadi bayang-bayang buruk bagi masyarakat.***(Adv)

Iklan

BACA JUGA: Penerbangan Perdana Semarang-Kuala Lumpur Sukses! Bandara Ahmad Yani Akan Buka Rute ke Singapura atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan

Terakhir diperbarui pada 6 September 2025 oleh

Tags: banjir semarangSemarang
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Daripada Acungkan Senjata di Jalan, Remaja Kreak Semarang Lebih Baik Naik Ring Adu Pukulan MOJOK.CO
Esai

Daripada Acungkan Senjata di Jalan, Remaja Kreak Semarang Lebih Baik Naik Ring Adu Pukulan

16 Juli 2026
MLSC, Yogyakarta.MOJOK.CO
Eksplor

Redemsi Yogyakarta All Stars, Menolak Pulang Lebih Awal

26 Juni 2026
Peluncuran logo dan maskot MTQ Nasional XXXI di Semarang, Jawa Tengah MOJOK.CO
Kilas

MTQ Nasional XXXI Jateng: Warna Baru Festival Al-Qur’an Terbesar dan Adem Ayem di Semarang

25 Juni 2026
Wisata air Rawa Pening, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah akan dikembangkan. Ada investasi dari Cilacap hingga Jepang MOJOK.CO
Kilas

Rawa Pening Kabupaten Semarang bakal Jadi Wisata Unggulan Jateng, Tawarkan Rumah Makan Apung-Keramba

25 Juni 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Kerajinan lokal Yogyakarta di INACRAFT. MOJOK.CO

INACRAFT Jogja: Jembatan bagi Perajin Lokal Menembus Pasar Global Lewat Karya yang Tak Biasa

15 Juli 2026
Jaga Momentum Emas di Mandalika, Mario Aji dan Veda Ega Siap Unjuk Gigi di Kandang Sendiri MOJOK.CO

Jaga Momentum Emas di Mandalika, Mario Aji dan Veda Ega Siap Unjuk Gigi di Kandang Sendiri

20 Juli 2026
Ilustrasi - Cerita bapak dulu bungah antar anak wisuda sarjana dari PTS Jogja, kini nelangsa antar anak susah cari kerja meski modal ijazah S1 MOJOK.CO

Cerita Bapak Dulu Bahagia Antar Anak Wisuda Sarjana, Kini Nelangsa Antar Cari Kerja Pakai Ijazah SMA karena S1 Tak Guna

19 Juli 2026
KOMSAH: Sejahterakan petani di Klaten. MOJOK.CO

Tinggalkan Profesi Dokter untuk Jadi Penasihat Kelompok Tani, Optimalkan Anugerah Tanah Klaten yang Subur

20 Juli 2026
Cerita Pencari Kerja Difabel datang ke Job Fair Ditemani Ibu: ‘Semua Orang Punya Kemampuan asal Diberi Kesempatan’.MOJOK.CO

Cerita Jobseeker Difabel datang ke Job Fair Ditemani Ibu: ‘Semua Orang Punya Kemampuan asal Diberi Kesempatan’

17 Juli 2026
Anak miskin di Yogyakarta masuk Sekolah Rakyat. MOJOK.CO

Saat Kemiskinan Memaksa Anak Lebih Dewasa sebelum Waktunya, Sekolah Rakyat Jadi Pilihan Satu-satunya

20 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.