Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas

Selamat Wahai Rakyat Madura, Jokowi Gratiskan Jalan Jembatan Suramadu

Redaksi oleh Redaksi
29 Oktober 2018
A A
jembatan suramadu
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Kabar gembira bagi segenap rakyat Madura (baik Madura ori: yang memang tinggal di pulau Madura, maupun Madura swasta: orang-orang Madura yang tinggal di luar pulau Madura), orang-orang yang punya urusan bisnis dengan Madura, atau orang-orang yang urusan spiritual dengan Madura (misal ziarah, dsb), sebab mulai hari Minggu, 27 Oktober 2018 kemarin, tarif lewat jalan jembatan Suramadu sudah digratiskan.

Presiden Jokowi, kemarin, secara resmi mengeluarkan kebijakan untuk menggratiskan jembatan Suramadu, dan mengubah status jalan jembatan tersebut dari jalan tol menjadi jalan non tol atau jalan raya biasa.

“Dengan mengucap bismillah, jalan tol Suramadu kita ubah menjadi jalan non tol biasa,” kata Jokowi pada minggu lalu saat meresmikan pembebasan biaya masuk jalan jembatan Suramadu dalam sela-sela kunjungan kerjanya di Jawa Timur.

Jokowi mengatakan, langkah pemerintah untuk menggratiskan jembatan Suramadu merupakan upaya untuk meningkatkan perekonomian di Madura, langkah tersebut diambil karena pertumbuhan ekonomi di Madura selama memang dianggap masih terlalu rendah dan tidak sebanding dengan daerah-daerah yang lain. Sehingga, dengan menggratiskan jalan menuju Madura, pemerintah berharap aktivitas bisnis dan ekonomi di Madura akan meningkat.

“Kita harapkan dengan menjadi jembatan non tol biasa kita berharap pertumbuhan ekonomi Madura akan semakin baik, investasi akan datang semakin banyak, properti turis akan semakin berkembang, dan insya Allah pertumbuhan ekonomi akan kelihatan,” ujar Jokowi.

Langkah Jokowi menggratiskan tarif jalan jembatan Suramadu ini tentu saja banyak mengundang nyinyiran, utamanya dari para tokoh oposisi, maklum saja, keputusan Jokowi menggatiskan Suramadu dianggap sebagai strategi politik karena dilakukan menjelang masa Pilpres.

“Sy usul P @jokowi segera gratiskan tol Jagorawi yg sdh 40 tahun beroperasi. Sdh balik modal n sdh byk untungkan negara n pengelola. Jadikan jalan sbg sarana pelayanan, bukan bisnis termasuk jalan tol baru yg tarifnya mahal2. Itu baru prestasi, bukan pencitraan murahan,” kata Wakil Ketua DPR sekaligus politisi Partai gerindra, Fadli Zon melalui akun twitternya.

Namun begitu, tak sedikit orang yang memuji dan mengapresiasi langkah Jokowi.

Sandiaga Uno menjadi salah satu pihak yang mengapresiasi kebijakan mengratiskan Suramadu tersebut.

“Saya apresiasi langkah Pak Jokowi. Saya rasa kembalikan saja kepada niat awal dan kalau itu memberikan kemudahan kepada masyarakat Madura yang jumlah rata-rata orang yang di bawah garis kemiskinan lebih tinggi jauh dibandingkan di pulau Jawa dan mereka mengeluhkan itu, rasanya sudah pantas (penghapusan tarif),” ujar Sandiaga.

Yah, selamat untuk segenap rakyat (republik) Madura. Semoga dengan digratiskannya jembatan Suramadu, Madura bisa tumbuh menjadi pulau dengan pertumbuhan ekonomi yang maju pesat. Sokur-sokur bisa menjadi Manhattan-nya Jawa Timur.

suramadu

Terakhir diperbarui pada 29 Oktober 2018 oleh

Tags: jokowisuramadu
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Nasib Yamaha Byson Baru yang Dicintai Setelah Tak Bisa Dimiliki MOJOK.CO
Otomojok

Nasib Yamaha Byson dan Paradoks Benda yang Baru Dicintai Setelah Berhenti Diproduksi dan Tak Bisa Dimiliki Lagi

2 Juli 2026
Kereta Cepat Whoosh DOSA Jokowi Paling Besar Tak Termaafkan MOJOK.CO
Esai

Whoosh Adalah Proyek Kereta Cepat yang Sudah Busuk Sebelum Mulai, Jadi Dosa Besar Jokowi yang Tidak Bisa Saya Maafkan

17 Oktober 2025
Apakah Madura dan Jembatan Suramadu (Sudah) Roboh? MOJOK.CO
Esai

Jembatan Suramadu Memang Harus “Roboh” demi Rakyat Madura yang Selalu Dianggap Sumber Masalah bagi Banyak Orang

20 Maret 2025
Sialnya Warga Banjarsari Solo: Dekat Rumah Jokowi, tapi Jadi Langganan Banjir Gara-gara Proyek Jokowi.MOJOK.CO
Kabar

Sialnya Warga Banjarsari Solo: Dekat Rumah Jokowi, tapi Jadi Langganan Banjir Gara-gara Proyek Jokowi

7 Maret 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Perempuan-Perempuan Cilik Merawat Asa Timnas di Tengah Kekosongan Ekosistem Profesional, MLSC.mojok.co

Perempuan-Perempuan Cilik Merawat Asa Timnas di Tengah Kekosongan Ekosistem Profesional

30 Juni 2026
Nasib Yamaha Byson Baru yang Dicintai Setelah Tak Bisa Dimiliki MOJOK.CO

Nasib Yamaha Byson dan Paradoks Benda yang Baru Dicintai Setelah Berhenti Diproduksi dan Tak Bisa Dimiliki Lagi

2 Juli 2026
kuis rempah rempah

Merawat Muruah Rempah Nusantara lewat Riset Genetika

2 Juli 2026
Kedai Kopi Dinasty di Surabaya milik alumnus Unesa. MOJOK.CO

Bukan Sekadar Cari Cuan, Alumnus Unesa Ini Sukses Bikin Kedai Kopi Murah Sekaligus Berdayakan Ibu-ibu untuk Jual Kopi Keliling

30 Juni 2026
Sabrina, Anak Penjual Es Krim di Pati yang Rengkuh Gelar MVP MLSC All Stars dan Tembus Skuad Elite ke Singapura, MLSC.MOJOK.CO

Menemukan “La Pausa” Cilik di Supersoccer Arena Kudus

2 Juli 2026
Banyak Sekolah Menahan Ijazah Siswa, Masalah Sistemik yang Bisa Hancurkan Masa Depan Anak.MOJOK.CO

Banyak Sekolah Menahan Ijazah Siswa, Masalah Sistemik yang Bisa Hancurkan Masa Depan Anak

3 Juli 2026

Video Terbaru

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026
Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

21 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.