Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas

Sejarah Museum Dewantara Kirti Griya, Dibeli Ki Hadjar Dewantara 3.000 Gulden, Rusak Akibat Kericuhan

Hammam Izzuddin oleh Hammam Izzuddin
6 Juni 2023
A A
Sejarah Museum Dewantara Kirti Griya, Dibeli Ki Hadjar Dewantara 3.000 Gulden, Rusak Akibat Kericuhan. MOJOK.CO

Petugas memperlihatkan kursi dan meja bersejarah peninggalan Ki Hadjar Dewantara yang rusak di Museum Tamansiswa Dewantara Kirti Griya, Senin (05/06/2023). (Yvesta Ayu/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Museum Dewantara Kirti Griya merupakan bangunan bersejarah. Tempat ini jadi saksi perjuangan Ki Hadjar Dewantara dalam gerakan pendidikan yang ia dan sejumlah rekannya prakarsai.

Sayang, beberapa waktu lalu, kericuhan dua kelompok massa yang terjadi di Jalan Taman Siswa menyebabkan sejumlah kerusakan pada bangunan cagar budaya tersebut. Ada beberapa koleksi museum yang rusak karena sejumlah massa merangsek masuk ke museum.

Beberapa benda yang mengalami kerusakan yakni meja dan kursi. Perabotan itu pernah menjadi tempat singgah Bapak Pendidikan Nasional sekaligus pendiri Tamansiswa, Ki Hadjar Dewantara. Sehingga punya nilai sejarah tinggi.

Selain itu, Kepala Museum Dewantara Kirti Griya, Ki Muryanto menerangkan ada satu pintu museum yang mengalami kerusakan akibat penjebolan paksa. Imbas dari bentrok antara kelompok PSHT dan sejumlah warga Jogja terjadi di Jalan Taman Siswa pada Minggu (4/6) malam. Kondisi itu, membuat museum tutup sementara.

Sejarah Museum Dewantara Kirti Griya

Sejarahnya, Museum Kirti Griya diresmikan pada 2 Mei 1970. Pengunjung dapat mempelajari sejarah lewat benda peninggalan Bapak Pendidikan Nasional di bangunan seluas 300 meter persegi ini.

Terdapat sembilan bagian area dalam bangunan tersebut. Mulai dari ruang tamu, kamar kerja, ruang tengah, kamar tidur keluarga, kamar tidur putri Ki Hadjar Dewantara, teras, kamar mandi, hingga dapur. Pengunjung serasa menyelami kehidupan pribadi sang pahlawan di museum ini.

Di dalam bangunan dengan atap bergaya limasan ini terdapat sekitar 3000 buah koleksi yang meliputi perkakas rumah tangga, naskah penting, foto, hingga arsip-arsip bersejarah. Gaya arsitekturnya merupakan perbaduan Eropa dan Jawa.

Terdapat sejumlah koleksi surat menarik di museum ini. Salah satunya yakni surat penangkapan “Tiga Serangkai” yakni Douwes Dekker, dr. Cipto Mangunkusumo, dan Raden Mas Suwardi Suryaningrat.  Ketiganya mengalami penangkapan oleh pemerintah colonial pada 1931. Selain itu, setidaknya ada 879 koleksi surat penting di museum ini.

Museum Dewantara Kirti Griya ditetapkan sebagai Bangunan Cagar Budaya dengan Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 243/M/2015.

Ki Hadjar Dewantara membeli bangunan 3.000 gulden

Bangunan ini sejatinya sudah berdiri sejak 1915. Kemudian tercatat di buku register Keraton Yogyakarta pada 26 Mei 1926. Mulanya pemilik perkebunan ini adalah Mas Ajeng Ramsinah yang merupakan istri seorang penguasa perkebunan Belanda.

Ki Hadjar Dewantara baru membeli bangunan ini pada 14 Agustus 1934. Menurut catatan laman Kebudayaan Kemdikbud, bangunan dibeli oleh Ki Hadjar, Ki Sudarminto, dan Ki Supratolo seharga 3000 gulden. Luas tanahnya mencapai 5.594 meter persegi.

Bangunan ini kemudian dihibahkan kepada Yayasan Perguruan Tamansiswa pada 18 Agustus 1951. Ide untuk menjadikan bangunan sebagai museum juga tercetus dari Ki Hadjar pada rapat Pamong Tamansiswa tahun 1957.

Bapak Pendidikan Nasional kemudian tutup usia pada 26 April 1959. Setelah itu, gagasan untuk menjadikan museum dilanjutkan oleh panitia pendirian yang terdiri dari keluarga dan keluarga besar Tamansiswa.

Penulis: Hammam Izzuddin
Editor: Agung Purwandono

Iklan

BACA JUGA Imbas Bentrok Antarkelompok, Meja dan Kursi Bersejarah Ki Hadjar Dewantara Rusak

Cek berita dan artikel lainnya di Google News

 

 

 

Terakhir diperbarui pada 6 Juni 2023 oleh

Tags: BrajamustiKi Hadjar DewantaramuseumMuseum Dewantara Kirti GriyaPSHTTamansiswa
Hammam Izzuddin

Hammam Izzuddin

Reporter Mojok.co.

Artikel Terkait

Atlet pencak silat Unair, Faryska Ozi Faradika. MOJOK.CO
Kampus

UKM Pencak Silat Unair Selamatkan Mimpi Atlet PSHT, Gelanggang Pertandingan Lebih “Menyeramkan” daripada Ruang Kelas Kuliah

20 April 2026
Ribetnya urusan sama pesilat. Rivalitas perguruan pencak silat seperti PSHT dan PSHW (SH Winongo) bikin masalah sepele jadi alasan rusuh MOJOK.CO
Ragam

Makin Muak ke Ulah Pesilat: Perkara Tak Disapa Duluan dan Beda Perguruan Langsung Dihajar, Dikasih Fakta Terang Eh Denial

7 April 2026
Jadi manusia paling apes dan ironis: Punya kakak PSHT fanatik dan bapak kru sound horeg sampai batin tertekan MOJOK.CO
Ragam

Nasib Jadi Manusia Paling Apes dan Ironis: Punya Kakak Fanatik PSHT dan Bapak Kru Karnaval Sound Horeg, Hari-hari Batin Tersiksa

15 Agustus 2025
4 Sisi Terang PSHT: Ternyata Ada, Sebelumnya Terkubur Dosa MOJOK.CO
Esai

Dosa PSHT Memang Banyak, Bahkan Saya Pernah Mereka Ancam, tapi Selesai dengan Baik Bukti Ada Juga Sisi Terang Organisasi Silat Ini

1 Agustus 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Merawat Nilai Luhur di Dalam Candi Plaosan agar Tak Memudar Seiring Zaman Mojok.co

Merawat Nilai Luhur di Dalam Candi Plaosan agar Tak Memudar Seiring Zaman

27 April 2026
Menikmati Kenyamanan di Candi Plaosan, Hidden Gem Klaten dengan Nuansa Magis nan Elok untuk Healing Mojok.co

Menikmati Kenyamanan di Candi Plaosan, Hidden Gem Klaten dengan Nuansa Magis nan Elok untuk Healing

24 April 2026
kurir dan driver ShopeeFood. MOJOK.CO

Membiasakan Ngasih Tip Kurir ShopeeFood meski Kita Bukan Orang Mapan: Uang 5 Ribu Nggak Bikin Jatuh Miskin, Tapi Sangat Berarti buat Mereka

28 April 2026
Latihan Lawan Pria dan Mentalitas Tak Kenal Puas Jadi Resep Rahasia Tim Putri Ubaya Dominasi Campus League 2026 Regional Surabaya.MOJOK.CO

Latihan Lawan Pria dan Mentalitas Tak Kenal Puas Jadi Resep Rahasia Tim Putri Ubaya Dominasi Campus League 2026 Regional Surabaya

30 April 2026
Tidak install game online seperti Mobile Legend (ML) buat mbar di tongkrongan dianggap tidak asyik dan tidak punya hiburan MOJOK.CO

Tak Install Mobile Legend untuk Mabar di Tongkrongan: Dicap “Tak Gaul” dan Kosong Hiburan, Padahal Hiburan Orang Beda-beda

25 April 2026
Pelari kalcer, fenomena olahraga lari

Bagi Pelari Kalcer, Kesehatan Tak Penting: Gengsi dan Diterima Sirkel Elite Jadi Prioritas Mereka

27 April 2026

Video Terbaru

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

11 April 2026
Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.