Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas

Rana Budaya: Merekam Jejak dan Merawat Ingatan Lewat Lensa

Redaksi oleh Redaksi
16 September 2025
A A
Rana Budaya Mojok.co

Karya Fotografi Rahma Aisya Aprilia (Dok. Rana Budaya)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Rana Budaya baru saja menutup agenda. Event ini sudah masuk di tahun ketiga penyelenggaraannya. Pameran berlangsung sepuluh hari sejak tanggal 5-13 September 2025, di lobi gedung Militaire Societeit. Edisi kali ini, Rana Budaya mengusung tema “Still Culture” dengan fokus merekam alam benda sebagai bagian dari budaya yang merekam jejak dan merawat ingatan.

Ketua Panitia Rana Budaya #3 Bayu Adi Wijaya mengatakan Rana Budaya merupakan acara fotografi tahunan yang diselenggarakan Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) DIY melalui Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Taman Budaya Yogyakarta. Rana Budaya #3 memiliki dua rangkaian agenda utama, yaitu lomba dan pameran fotografi. 

Iklan

“Selaras dengan upaya menghadirkan kekayaan kebudayaan Indonesia, lomba ini terbuka untuk seluruh warga negara Indonesia dari semua usia, sebagai ruang berkarya dan berekspresi melalui fotografi,” ucapnya dalam jumpa pers pengumuman pemenang dan pameran Rana Budaya #3 di Ruang Seminar TBY, Kamis (4/9/2025).

Dra. Purwiati selaku Kepala Taman Budaya Yogyakarta, mengapresiasi gelaran ketiga ini karena capaian lombanya sangat luar biasa dilihat dari jumlah karya yang masuk, yang mencapai 1508 karya foto dengan jumlah peserta sebanyak 652 orang. 

“Peningkatan karya dan peserta sebanyak tiga kali lipat dari tahun sebelumnya, menunjukkan minat dan antusiasme masyarakat terhadap Rana Budaya semakin tinggi,” ungkapnya.

Seleksi Ketat Kurator

Kurator Rana Budaya Mojok.co
Dari kiri ke kanan: Dra. Purwiati (Kepala Taman Budaya Yogyakarta), Shofia Utami (Perwakilan Juri), Arsita Pinandita (Perwakilan Kurator), Bayu Adi Wijaya (Ketua Panitia Rana Budaya #3 (Dok. Rana Budaya)

Melalui proses seleksi dan kurasi yang dilakukan oleh tim juri dan kurator, terpilih lima juara untuk lomba Rana Budaya #3 dan terseleksi 145 karya foto, dengan total karya 150 foto untuk dipamerkan di TBY pada 4-13 September 2025.

Perwakilan kurator Rana Budaya #3, Arsita Pinandita, menuturkan gelaran tahunan Rana Budaya menjadi cara TBY untuk memposisikan kesenian secara spesifik di ranah fotografi.

Rana Budaya terus berkembang dari sejak pertama kali hadir pada 2023 yang sebatas merekam aktivitas di TBY, kali ini cakupannya diperluas ke seluruh Indonesia lewat tema yang diangkat.

“Peserta-peserta dari seluruh Indonesia ini merekam benda-benda keseharian yang dianggap biasa ternyata punya makna dibalik itu. Bagaimana benda-benda di masa lalu itu direpresentasikan dengan arti di masa sekarang,” ucapnya.

Secara tema, karya-karya yang dipamerkan menghadirkan empat subtema, yakni, benda keseharian dan koleksi lintas zaman, benda warisan budaya dan tradisi, elemen arsitektural klasik dan modern serta kuliner tradisional dan kekinian.

Rana Budaya kali ini menghadirkan kurator Arsita Pinandita, Budi Yuwono, dan Rangga Purbaya sedangkan untuk juri ada Aji Susanto Anom, Beawiharta dan Shofia Utami.

Shofia mengaku tim juri cukup sibuk dalam menilai karya-karya yang masuk karena jumlahnya sampai 1.500an padahal pemenangnya cuma lima orang. Alhasil, memilih karya yang sesuai tema menjadi patokan utama juri dalam membuat penilaian.

“Saya misalnya, bisa melihat karya-karya ini merekam beragam budaya yang ada di Indonesia. Itu cukup menarik karena peserta merepresentasikan budaya dengan caranya masing-masing.

Pemenang Lomba Fotografi Rana Budaya #3

Setelah melalui proses seleksi yang dengan kriteria penilaian seperti orisinalitas, kreativitas peserta, dan kesesuaian tema oleh para juri dan kurator, akhirnya terpilih karya-karya terbaik dari Lomba Fotografi Rana Budaya #3 yang terpilih menjadi juara lomba. Para pemenang ini berhasil menunjukkan kedalaman makna budaya melalui lensa fotografi “Still Culture,” sekaligus menghadirkan narasi visual yang kuat tentang hubungan manusia dengan benda-benda budaya di sekitarnya.

JUARA I: Mukhamad Rizqi Ridwan, dengan karya berjudul “Monumen perjuangan Arek-arek” Suroboyo

JUARA II: Rahma Aisya Aprilia, dengan karya berjudul “Doctor’s Stuff”

JUARA III: Farid Arifandi, dengan karya berjudul “Makam Rodjo Niti”

HARAPAN I: Fatimah Azzahrah, dengan karya berjudul “Tas Kecil Nenek”

Iklan

HARAPAN II: Gustiawardi, dengan karya berjudul “Teh Telur”

BACA JUGA: Geliat Wayang Orang Kota Semarang di Tengah Arus Zaman, Karena Bukan Sekadar Seni Tradisional dan Kuno atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan

Terakhir diperbarui pada 16 September 2025 oleh

Tags: Disbud Kota Yogyakartafotografipameran fotografirana budaya
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

fotografer wisuda

Suka Duka Fotografer Wisuda: Senang Mengabadikan Momen Bahagia Tapi Sial Karena ‘Harga Teman’

23 Agustus 2026
Pameran fotografi jurnalistik "Sing Penting Madhang" di GIK UGM MOJOK.CO

Pameran Fotografi Jurnalistik “Sing Penting Madhang” Sajikan Potret Perjuangan Rakyat Kecil untuk Bertahan Hidup

2 Mei 2025
Perjuangan Mahasiswa USD Jogja Kuliah dari Hasil Jualan Oleh-Oleh di Tempat Ziarah, Kini Sukses Jadi Fotografer MOJOK.CO

Perjuangan Mahasiswa USD Jogja Kuliah dari Hasil Jualan Oleh-Oleh di Tempat Ziarah, Kini Sukses Jadi Fotografer

11 September 2024
Workshop Penulisan Tiba Bersua Dorong Masyarakat Ciptakan Karya Sastra MOJOK.CO

Workshop Penulisan Tiba Bersua Dorong Masyarakat Ciptakan Karya Sastra

23 Oktober 2023
Disbud Kota Yogyakarta Gelar “SILA” Festival Sastra Yogyakarta 2023 MOJOK.CO

Disbud Kota Yogyakarta Gelar “SILA” Festival Sastra Yogyakarta 2023

20 Oktober 2023
Anang Batas Memotret Burung di Terpanjat Tak Terperanjat. MOJOK.CO

Anang Batas Memotret Burung di Terpanjat Tak Terperanjat

13 Agustus 2023
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

Melalui hidangan Buntil Salmon, Sasanti Restaurant menghadirkan telisik gastronomi dan permakultur yang memberi pengalaman mengesankan dalam mengeksplorasi kekayaan kuliner Nusantara. (Nusaplant)

Melalui Buntil Salmon, Sasanti Restaurant Tak Hanya Bicara Rasa tapi Pertemuan Kekayaan Pangan dan Flora Nusantara

21 Agustus 2026
Kolaborasi InJourney dan BUMN Tembus Wilayah Terdampak Gempa NTT, Bentuk Strategi Penyaluran Tepat Sasaran .MOJOK.CO

Kolaborasi InJourney dan BUMN Tembus Wilayah Terdampak Gempa NTT, Bentuk Strategi Penyaluran Tepat Sasaran

20 Agustus 2026
Gelandang Timnas Putri U-16 Indonesia Garuda Pertiwi Ayla Dva Khala Ahisma, Kepala Timnas Putri U-16 Indonesia Garuda Pertiwi Timo Scheunemann, Pelatih Kepala Timnas Putri U-16 Thailand Thidarat Wiwasukhu dan Kapten Timnas Putri U-16 Thailand Kawinthida Kukintod.

Di Lapangan Jadi Lawan, di Luar Jadi Teman: Ayla Bertukar Kaos, Kapten Thailand Bertukar Medsos

23 Agustus 2026
Proyek Hutan Tanaman Energi (HTE) untuk co-firing biomassa di PLTU langgengkan praktik perampasan tanah ala kolonial MOJOK.CO

Proyek Bioenergi Kayu di Jawa Langgengkan Praktik Perampasan Lahan ala Kolonial

21 Agustus 2026
tol Jogja-Solo

Tol Jogja-Solo: Rumah Tak Kena Pembebasan Lahan, Tapi Tetap Kena Debu dan Bising

22 Agustus 2026
Jangan remehkan antrean Stasiun Lempuyangan, Jogja, di jam pagi untuk keberangkatan Kereta Api (KA) Ekonomi Sri Tanjung MOJOK.CO

Antrean Pagi Stasiun Lempuyangan Jogja Selalu “Keos” dan Bikin Tegang, Datang Lebih Awal Tak Jadi Solusi

21 Agustus 2026

Video Terbaru

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Syukur

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Bersyukur

20 Agustus 2026
Abdur Arsyad: Dari Matematika sampai Memikirkan Masa Depan Negara

Abdur Arsyad: Dari Matematika sampai Memikirkan Masa Depan Negara

8 Agustus 2026
Menguatkan Ketahanan Pangan Keluarga dari Kebun di Klaten

Menguatkan Ketahanan Pangan Keluarga dari Kebun di Klaten

7 Agustus 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

🤖 PRAYIT AI ×
Salam dari Mojok! Aku Prayit AI. Ada yang bisa dibantu hari ini, Rek?
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.