Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas Politik

Rekomendasi Merek Peci Hitam untuk Caleg, Biar Citra Kian Cetar Membahana

Tsaniatuz Zulfa oleh Tsaniatuz Zulfa
15 September 2023
A A
Rekomendasi Merek Peci Hitam untuk Caleg, Biar Citra Kian Cetar Membahana - MOJOK.co

Rekomendasi Merek Peci Hitam untuk Caleg, Biar Citra Kian Cetar Membahana - MOJOK.co

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Di Indonesia, peci hitam tidak semata pelengkap dalam beribadah, tetapi juga outfit pencitraan yang efektif.

Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) mendefinisikan peci sebagai penutup kepala yang terbuat dari kain dan sebagainya, berbentuk meruncing pada ujungnya. Masyarakat Indonesia menyebutnya juga dengan kopiah atau songkok.

Kata peci sendiri sebenarnya berasal dari bahasa Belanda yaitu “petje” atau “pece”. Orang Belanda memaknai “petje” sebagai topi kecil. Dahulu, hanya orang-orang tertentu yang dapat menggunakan peci, seperti pemimpin atau orang-orang berkedudukan tinggi.

Banyak perbedaan mengenai asal usul barang hitam ini. Sebagian sumber menyatakan, Sunan Kalijaga yang pertama kali memperkenalkan peci sebagai kearifan budaya Jawa. Mulanya Sunan Kalijaga membuat kuluk atau mahkota khusus untuk Sultan Fattah. Kuluk itu konon mirip dengan peci yang populer di Indonesia kini.

Sebagian sumber lainnya mengungkap, bahwa peci adalah jenis topi dari Afganistan dan Kashmir. Topi ini sampai ke Indonesia melalui perantara pedagang Arab dan India. Hingga pada abad ke-15, penutup kepala tersebut terkenal di Indonesia dan negara-negara lainnya di Asia Tenggara.

Bagaimana sejarah peci, kini benda ini sudah melekat dengan budaya masyarakat Indonesia. Kupluk hitam ini juga menjadi outfit pejabat-pejabat maupun masyarakat menghadiri acara kenegaraan maupun formal lainnya.

Banyak juga para caleg yang menggunakan peci untuk kesempurnaan kampanye mereka. Banyak sekali baliho-baliho caleg di pinggir jalan, seperti sampah visual, dengan foto senyum manis mengenakan songkok hitam. 

Buat para caleg yang masih kebingungan menentukan merek terbaik, tenang saja Mojok sudah meriset dengan seksama merek peci lengkap dengan keunggulan, spesifikasi dan harganya. Simak baik-baik, ya.

Peci Merek Awing pilihan terbaik untuk para Caleg, punya fitur AC yang mendinginkan kepala

peci awing produksi gresik

Peci Awing merupakan industri rumahan songkok yang cukup tersohor. Awing hadir sejak tahun 1986 oleh H. Anwar Ilyas. Hingga kini merek Awing kian sohor di kalangan para santri dan kiai. 

Produksinya di gang kecil Kelurahan Blandongan, Kecamatan Kota Gresik, Jawa Timur. Meski dari gang kecil, Awing tetap berkualitas super dan telah menembus pasar dunia. Pada 1992, Awing berkembang dan membuka cabang di Jakarta. Pasar Awing juga kian luas hingga ekspor ke luar negeri mulai Singapura, Brunei Darussalam, Malaysia, hingga timur tengah.

Setiap bulan, seperti dikutip Tempo.co, pabrik peci Awing memproduksi 20 ribu songkok. Sementara saat menjelang dan Idul Fitri perusahaan Awing bisa memproduksi hingga 30 ribu songkok. 

Peci Awing ini memiliki berbagai jenis, mulai dari yang biasa hingga lengkap dengan fitur AC. Peci ini terbuat dari beludru dan sangat nyaman di kepala. Harganya memang sedikit mahal ketimbang merek lain, sebab Awing memang memiliki pasar menengah ke atas.

Awing sangat cocok menjadi pilihan para caleg yang selama hidupnya tidak pernah mengenakan peci. Bayangkan, peci ini dari Gresik, tanah para wali. Pembuatnya rakyat jelata, asli Indonesia. Sungguh bisa menjadi alat kampanye yang paripurna. 

Iklan

Berikut jenis dan harganya:

Jenis Songkok Awing Harga
Songkok Awing Anak Rp65.000
Songkok Awing President Rp121.500
Songkok Awing Bulat Merpati Border Perak Alhabsyi Rp125.000
Songkok Awing Putih Lahore Rp126.500
Songkok Awing AC Hitam GY-621 Rp132.500
Songkok Awing Susun AC Rp137.500
Songkok Awing Hitam 12 Rp149.500
Songkok Awing Hokie Teratai Rp153.000
Songkok Awing Zavier Perak Rp159.000
Songkok Awing Antique Emas Rp203.000
Songkok Awing Elegant Laser Pyramid Rp290.000

Merek BHS, branded tapi tetap merakyat

<yoastmark class=

Merek BHS salah satu merek sering menjadi alat flexing para kiai dan gus. Sebuah merek yang sangat berstandar mutu tinggi dan punya harga yang bisa bikin geleng-geleng kepala.

BHS tidak hanya memproduksi sarung yang terkenal itu. Namun juga memproduksi peci dengan kualitas terbaik. Semua produk BHS telah lama terkenal sebagai produk unggul dan berkualitas. Ditenun oleh pengrajin dengan ketelitian sangat tinggi. Jadi wajar jika produk BHS rata-rata hanya terjangkau oleh orang-orang elite, seperti halnya caleg.

BHS memiliki beberapa jenis yaitu Songkok BHS Royal 3, Songkok BHS royal 2, Songkok BHS Royal 1, Songkok BHS Excellent 2, Songkok BHS Excellent 3, Songkok BHS Excellent 1, Songkok BHS Classic.

Peci Limas

Peci satu ini sangat terkenal di kalangan muslim Indonesia. Limas yang nyaman dipakai, berkualitas, dan harga yang terjangkau ini sangat cocok untuk para caleg yang ingin tampil tampan di hadapan publik. 

Nah, demikian rekomendasi peci yang cocok untuk para caleg. Semoga peci yang nanti dikenakan tidak hanya menambah suara, tetapi menambah iman dan tanggung jawab penggunanya.

Penulis: Tsaniatuz Zulfa

Editor: Hammam Izzuddin

BACA JUGA Ini Daftar ‘Dapil Neraka’ Pemilu 2024! Tempatnya Politisi Nama Besar Saling Sikut Cek berita dan artikel lainnya di Google News

Terakhir diperbarui pada 15 September 2023 oleh

Tags: klspecipeci caleg
Tsaniatuz Zulfa

Tsaniatuz Zulfa

Lulusan filsafat yang tidak hobi memikirkan hal-hal rumit

Artikel Terkait

625 Relawan Siap Sambut 10 Ribu Jemaah di Lir Ilir Fest 2025 MOJOK.CO
Kilas

625 Relawan Siap Sambut 10 Ribu Jemaah di Lir Ilir Fest 2025

15 Agustus 2025
Pelabuhan Kendal bakal jadi pintu peningkatan ekspor di Jawa Tengah MOJOK.CO
Kilas

Pelabuhan Kendal bakal Jadi Pintu Peningkatan Perdagangan Luar Negeri di Jateng, Pembangunannya Harus Dipercepat

25 Juli 2025
Tahun Baru Islam (Muharram) 1447 Hijriah jadi momen refleksi dan berbagi Pemrov Jawa Tengah MOJOK.CO
Kilas

Tahun Baru Islam 1447 H Jadi Refleksi dan Momen Berbagi Pemprov Jawa Tengah

27 Juni 2025
bca.MOJOK.CO
Ekonomi

BCA Fasilitasi Penerbitan 2.000 Sertifikat Halal bagi UMKM di Berbagai Daerah, Naik Dua Kali Lipat

25 Januari 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Jangan Remehkan Supra X 125, Usianya Boleh 16 Tahun, tapi Masih Kuat Diajak Mudik Bali-Semarang Mojok.co

Jangan Remehkan Supra X 125 Lawas, Usianya Boleh 16 Tahun, tapi Masih Kuat Diajak Mudik Bali-Semarang

25 Februari 2026
Penerima beasiswa LPDP prasejahtera asal Ngawi lolos S2 di UGM Jogja (Mojok.co/Ega Fansuri)

Pernah Hidup dari Belas Kasih Tetangga, Anak Muda Asal Ngawi Lolos Beasiswa S2 LPDP UGM padahal Merasa “Tidak Pantas”

23 Februari 2026
Kuliah online di universitas terbuka: meski tak ngampus tapi dirancang serius untuk mudahkan mahasiswa, meski diserang hacker MOJOK.CO

Kuliah Online di Universitas Terbuka (UT): Meski Tak Ngampus tapi Tak Asal-asalan, Sering Diserang Hacker tapi Tak Mempan

23 Februari 2026
Gagal seleksi CPNS dan tidak tembus beasiswa LPDP untuk kuliah S2 di luar negeri pilih mancing, dicap tidak punya masa depan oleh keluarga MOJOK.CO

Gagal LPDP dan Seleksi CPNS Pilih Nikmati Hidup dengan Mancing, Nemu Rasa Tenang meski Dicap Tak Punya Masa Depan

22 Februari 2026
Saya Nonmuslim dan Gemar War Takjil seperti Meme yang Viral Itu Mojok.co

Saya Nonmuslim dan Gemar War Takjil seperti Banyak Meme yang Viral Itu

23 Februari 2026
Mall Kokas di Jakarta Selatan (Jaksel) macet

Mall Kokas, Tempat Paling Membingungkan di Jakarta Selatan: Bikin Pekerja “Mati” di Jalan, tapi Diminati karena Bisa Cicipi Gaya Hidup Elite

20 Februari 2026

Video Terbaru

Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

23 Februari 2026
Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara

Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara

21 Februari 2026
Rendra Agusta: Membaca Politik Indonesia dari Manuskrip Jawa Kuno

Rendra Agusta: Membaca Politik Indonesia dari Manuskrip Jawa Kuno

19 Februari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.