Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas

Plt Dirjen Bimas Katolik Diisi Pejabat Beragama Islam, Kemenag Akui Khilaf

Redaksi oleh Redaksi
11 Februari 2020
A A
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Posisi Plt Dirjen Bimas Katolik Kemenag jadi kontroversi karena yang mengisi jabatan beragama Islam. Kemenag pun akhirnya minta maaf. Anu, ngaku khilaf.

Pada Juli 2019, Eusabius Binsasi memasuki usia pensiun sebagai Dirjen Bimas Katolik. Karena alasan administrasi, posisi Eusabius pun akhirnya digantikan oleh Dirjen Bimas Islam untuk sementara waktu. Beberapa bulan kemudian, H. M. Nur Cholis akhirnya ditunjuk jadi Plt Dirjen Bimas Katolik untuk menggantikan.

Ya betul, dari namanya kita udah bisa tebak, Nur Cholis jelas nama orang Islam, dan tentu saja penunjukkan ini menuai kecaman dari publik. Bagaimana mungkin seseorang bergama Islam mengatur urusan administrasi umat Katolik?

“Pertama, setelah Pak Eusabius Binsasi pensiun pada bulan Juni 2019 yang lalu, kemudian Pak Menag waktu itu menugasi atau memerintahkan kepada Dirjen Bimas Islam atau menjadi Plt. Ini tentu pertimbangannya karena ruang kerja Dirjen Bimas Islam dengan Dirjen Bimas Katolik itu hanya beda tangga. Jadi untuk memudahkan koordinasi,” kata Nur Cholis pada 10 Februari 2020.

Menurut Kemenag, tiga pejebat eselon 2 di Dirjen Bimas Katolik tidak bisa jadi Plt karena mereka yang beragama Katolik sudah mengisi Pejabat Pembuat Komitmen (PKK). Uniknya, posisi Nur Cholis sendiri ketika mengemban Plt Dirjen Bimas Katolik adalah seorang Sekjen Kemenag—yang artinya dirinya melakukan rangkap jabatan.

Fachrul Razi, selaku Menteri Agama pun menjelaskan bahwa hal ini dilakukan karena tidak ada pejabat eselon 1 di Kemenag yang beragama Katolik. Razi bahkan menganalogikan seperti jabatan pada ranah militer.

“Kan selevel, kan ada aturannya. Katakanlah nggak boleh lah jabatan jenderal kemudian diisi oleh mayor, kan nggak boleh. Jabatan yang selevel cuma itu,” kata Fachrul Razi.

Selain karena kontroversi Nur Cholis yang bukan Katolik tapi malah ngurusin administrasi umat Katolik, penunjukkan ini juga lemah secara legalitas. Terutama karena jabatan Plt Dirjen Bimas Katolik ini hanya berdasar surat perintah Menteri Agama, bukan SK.

Hanya saja, selang satu hari setelah gonjang-ganjing yang menyita perhatian publik ini, Nur Cholis segera mengklarifikasi bahwa dirinya khilaf dan meminta maaf secara terbuka.

“Saya mohon maaf atas semua kekhilafan tersebut,” kata Nur Cholis.

Menurut Nur Cholis, dirinya kurang cermat membaca Surat Edaran Badan Kepegawaian Negara (BKN) Nomor 2/SEA/1/2019 tentang Kewenangan Pelaksana Harian dan Pelaksana Tugas pejabat Eselon II sebagai Plt Pejabat Eselon I.

Hal inilah yang jadi sumber dasar kekeliruan ketika Nur Cholis memberi masukan kepada Menteri Agama dan Wakil Menteri Agama soal posisi Plt Dirjen Bimas Katolik. Dengan khikhalafan ini, Kemenag akan menunjuk Plt Dirjen Bimas Katolik dari internal unik kerja masing-masing. Tak lagi terpatok pada tingkat eselon pejabat seperti kemarin.

Padahal, baru beberapa bulan lalu Menteri Agama Fahcrul Razi dengan gempita memproklamirkan diri…

“Saya kan bukan menteri agama Islam, saya menteri agama Republik Indonesia yang di dalamnya ada lima agama,” kata Fachrul pada 23 Oktober 2019.

Iklan

Cuma ya itu…

…tergantung umat agamanya eselon berapa. Eh.

 

BACA JUGA Bacaan untuk Fachrul Razi Sebelum Beneran Larang Cadar atau tulisan rubrik KILAS lainnya.

Terakhir diperbarui pada 11 Februari 2020 oleh

Tags: dirjenKatolikkemenagMenteri AgamaNur Cholis
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Katolik Susah Jodoh Tolong Jangan Login dan Ambil Jatah Kami MOJOK.CO
Esai

Cari Pasangan Sesama Katolik itu Susah, Tolong Jangan Login dan Ambil Jatah Kami

13 November 2025
Ketulusan guru di Sekolah Gajahwong Jogja. MOJOK.CO
Liputan

7 Tahun Mengabdi Jadi Guru di Jogja, Tak Tega Melihat Realita Siswa Putus Sekolah meski Diri Sendiri Tidak Sejahtera

9 September 2025
Sebaiknya Kita Berhenti Menganggap Guru Itu Profesi Mulia, agar Mereka Bisa Digaji Jauh Lebih Layak
Pojokan

Sebaiknya Kita Berhenti Menganggap Guru Itu Profesi Mulia, agar Mereka Bisa Digaji Jauh Lebih Layak

4 September 2025
Paus Leo XIV, Sarjana Matematika Memimpin Umat Katolik MOJOK.CO
Esai

Habemus Papam! Kisah Paus Leo XIV Sarjana Matematika yang Akan Memimpin Umat Katolik di Masa Kritis

9 Mei 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Tinggalkan Jakarta demi punya rumah desa untuk slow living, berujung kena mental karena ulah tetangga MOJOK.CO

Orang Jakarta Nyoba Punya Rumah di Desa, Niat Cari Ketenangan Berujung Frustrasi karena Ulah Tetangga

7 April 2026
Kelas menengah ke bawah harus mawas diri Kalau pemasukan pas-pasan jangan maksa gaya hidup dalam standar dan tren media sosial MOJOK.CO

Kelas Menengah ke Bawah Harus Mawas Diri, Pemasukan Pas-pasan Gaya Hidup Jangan Pakai Standar dan Tren Media Sosial

6 April 2026
Di umur 30 cuma punya motor Honda Supra X 125 kepala geter. Dihina tapi jadi motor tangguh yang bisa bahagiakan orang tua MOJOK.CO

Kerja Tahunan Cuma Bisa Beli Honda Supra X 125 Kepala Geter di Umur 30, Dihina Anak Gagal tapi Jadi Motor Tangguh Simbol Keluarga Bahagia

8 April 2026
Deles Indah, Bukti Klaten Punya Harga Diri yang Bisa Kalahkan Jogja dan Solo sebagai Tempat Wisata Populer MOJOK.CO

Deles Indah, Bukti Klaten Punya Harga Diri yang Bisa Kalahkan Jogja dan Solo sebagai Tempat Wisata Populer

7 April 2026
PNS tetap WFO saat WFH

PNS Lebih Pilih Tetap Pergi ke Kantor saat WFH, Takut Tergiur “Godaan” Kelayapan Malah Berujung Gagal Hemat BBM

8 April 2026
Meminta Dosen-Mahasiswa Jalan Kaki ke Kampus ala Eropa: Antara Visi Elit dan Realitas yang Sulit MOJOK.CO

Meminta Dosen-Mahasiswa Jalan Kaki ke Kampus ala Eropa: Antara Visi Elite dan Realitas yang Sulit

10 April 2026

Video Terbaru

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026
Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

4 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.