Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas

Perbedaan Keyakinan Jadi Masalah Sensitif, Srawung Pertemukan Orang Muda Lintas Agama

Agung Purwandono oleh Agung Purwandono
7 Agustus 2022
A A
Anak muda lintas agama

Anak muda lintas agama di DIY mengikuti Srawung Anak Muda Lintas Agama. (Dok. Kevikepan Yogyakarta)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Indonesia sedang ada dalam permasalahan terlalu sensitif dengan perbedaan keyakinan. Mempertemukan anak muda lintas agama diharapkan bisa menjadi pionir-pionir perdamaian. 

Hal tersebut disampaikan, Romo Vinsentius Yudho Widianto, PR, di depan sekitar 50-an anak muda lintas iman yang mengikuti Srawung Orang Muda Lintas Agama Kevikepan Yogyakarta Timur di Wisma Salam, Magelang, Jumat (5/8/2022). Acara yang berlangsung hingga hari ini, Minggu (7/8/2022) diikuti peserta orang muda dari agama Katolik, Islam, Hindu, Buddha, Kristen Protestan, Khonghucu, dan aliran kepercayaan Sapta Darma. 

Menurut Rm. Vinsentius, acara bertajuk “Berani Bergaul, Berani Berperan” ini diharapkan bisa menjadi sarana untuk mempertemukan orang-orang muda  lintas agama. Saling membongkar sekat-sekat pemisah. “Melalui acara-acara seperti ini, diharapkan bisa melahirkan kader-kader perdamaian di Yogyakarta dan Indonesia,” ujarnya dalam siaran pers yang diterima Mojok, Minggu (7/8/2022).

Wahyu Utomo dari Wihara Mendut mengajak para peserta melihat bagaimana upaya perdamaian itu dimulai dari diri sendiri. Kemudian keluarga, media sosial dan di tengah hidup bermasyarakat. Wahyu Utomo mengajak peserta untuk menggali kemungkinan-kemungkinan upaya perdamaian.

Memang benar sudah banyak orang mengupayakan perdamaian, tetapi bukan waktunya untuk menyerahkan upaya ini pada orang lain. Upaya perdamaian harus diusahakan bersama. 

Acara kedua adalah sharing di antara para peserta lintas agama tentang usaha-usaha perdamaian dari agama masing-masing. Di tengah kesan agama-agama di Indonesia tidak akur karena berbagai berita tentang konflik dan pemberitaan negatif di media sosial. Rupanya dalam sharing kelompok-kelompok kecil ditemukan banyak sekali upaya perdamaian dari agama-agama.

Romo Martinus Joko Lelono yang menjadi narasumber hari kedua mengajak peserta untuk belajar tentang kebanggaan sebagai orang Indonesia dengan berbagai macam problem identitas di dalamnya. Termasuk soal identitas agama.

Mereka sepakat bahwa identitas utama yang menyatukan adalah identitas sebagai manusia dan dalam konteks Indonesia, identitas itu adalah identitas sebagai putra-putri Ibu Pertiwi, Indonesia. 

“Saya terkesan dengan acara ini. Mungkin hanya di sini kita bisa saling bertukar pikiran antara umat yang satu dengan yang lainnya,” kata Made Arya dari Pemuda Hindu Banguntapan. Senada juga diungkapkan, oleh Riski dari Pemuda Hindu Banguntapan. Awalnya ia merasa akan sulit menjalin pertemanan.

“Ternyata teman-teman yang ikut acara kemah Lintas Agama ini sangat humble, ramah, mudah untuk diajak komunikasi dan berteman sehingga nanti bisa menambah relasi dan sharing-sharing ke depannya.”

Fella, mahasiswa muslim dari UIN Sunan Kalijaga mengatakan dalam kegiatan ia banyak mendapat pertanyaan dari teman-teman nonmuslim. Ia bisa memahami adanya prasangka dan perasaan terluka sebagai minoritas. Ia mencoba menjawab dan dari situ ada diskusi yang ia berharap semakin membuat erat persahabatan meski berbeda agama. 

Sumber: Kevikepan Yogyakarta
Editor: Agung Purwandono

BACA JUGA: Shelter Syantikara, Nyaman untuk yang Isoman Berbeda Iman

 

Terakhir diperbarui pada 7 Agustus 2022 oleh

Tags: Agamabeda agama
Agung Purwandono

Agung Purwandono

Jurnalis di Mojok.co, suka bercocok tanam.

Artikel Terkait

AI, ChatGPT, Kecerdasan Buatan Bisa Nggak Cerdas Lagi kalau Gantikan PNS dan Hadapi Birokrasi Fotokopi MOJOK.CO
Ragam

ChatGPT Bukan Ustaz: Bolehkah Bertanya Soal Hukum Agama kepada AI?

28 Januari 2026
Katolik Susah Jodoh Tolong Jangan Login dan Ambil Jatah Kami MOJOK.CO
Esai

Cari Pasangan Sesama Katolik itu Susah, Tolong Jangan Login dan Ambil Jatah Kami

13 November 2025
intoleransi, ormas.MOJOK.CO
Ragam

Pemda dan Ormas Agama, “Dalang” di Balik Maraknya Intoleransi di Indonesia

19 September 2025
Catatan Kritis Atas Reduksionisme Biologis Pemikiran Ryu Hasan MOJOK.CO
Esai

Catatan Kritis Atas Reduksionisme Biologis Pemikiran dr. Ryu Hasan

3 Juli 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Slow Living di Perumahan Jauh Lebih Nyaman Ketimbang Desa yang Malah Bikin Stres, tapi Harus Rela Dicap Sombong dan Sok Eksklusif MOJOK.CO

Slow Living di Perumahan Jauh Lebih Nyaman Ketimbang Desa yang Malah Bikin Stres, tapi Harus Rela Dicap Sombong dan Sok Eksklusif

9 April 2026
Di umur 30 cuma punya motor Honda Supra X 125 kepala geter. Dihina tapi jadi motor tangguh yang bisa bahagiakan orang tua MOJOK.CO

Kerja Tahunan Cuma Bisa Beli Honda Supra X 125 Kepala Geter di Umur 30, Dihina Anak Gagal tapi Jadi Motor Tangguh Simbol Keluarga Bahagia

8 April 2026
Hasutan dan jebakan orang minta donasi di Stasiun Tugu Jogja, ternyata berkedok penipuan MOJOK.CO

Turun Stasiun Tugu Jogja Muak sama Orang Minta Donasi: Tidak Jujur Sejak Awal, Jual Kesedihan Endingnya Jebakan

5 April 2026
Salah jurusan, kuliah PTN.MOJOK.CO

Putus Kuliah dari PTS Elite demi Masuk “Jurusan Buangan” di PTN: Menang di Gengsi, tapi Lulus Jadi “Gelandangan” Dunia Kerja

5 April 2026
Gaya hidup pemuda desa bikin tak habis pikir perantau yang merantau di kota. Gaji kecil dihabiskan buat ikuti tren orang kaya. MOJOK.CO

Gaya Hidup Pemuda di Desa bikin Kaget Perantau Kota: Kerja demi Beli iPhone Lalu Resign, Habiskan Uang buat Maksa Sok Kaya

6 April 2026
Gagal seleksi PPPK dan CPNS meski daftar di formasi PNS atau ASN sepi peminat. Malah dapat kerja yang benefitnya bisa bungkam saudara yang sebelumnya menghina MOJOK.CO

Gagal Seleksi CPNS di Formasi Sepi Peminat Dihina Bodoh, Malah Dapat Kerjaan “di Atas” ASN Langsung Bungkam Penghina

9 April 2026

Video Terbaru

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026
Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

4 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.