Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas Pendidikan

Pulang ke Jogja, Ini Cerita Putri Ariani Dapat Golden Buzzer AGT 

Yvesta Ayu oleh Yvesta Ayu
12 Juni 2023
A A
Pulang ke Jogja, Ini Cerita Putri Ariani Dapat Golden Buzzer AGT. MOJOK.CO

Putri Ariani menyanyikan sepenggal lagu Loneliness di SMM, Minggu (11/06/2023). (Yvesta Ayu/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO  – Beberapa hari terakhir pemberitaan tentang salah satu pelajar Yogyakarta, Putri Ariani ramai menjadi perbincangan. Siswi kelas XI Sekolah Menengah Musik (SMM) atau SMKN 2 Kasihan Bantul ini berhasil mendapatkan golden buzzer dalam ajang America’s Got Talent (AGT) ke-18 di Los Angeles (LA) Amerika Serikat (AS) dari salah satu juri, Simon Cowell. Tiket emas yang meloloskannya langsung ke semifinal atau live show pada Agustus 2023 mendatang.

Mendapatkan kesempatan pulang ke Indonesia sebelum mengikuti live show, Putri Ariani bersama keluarganya yang turun dari pesawat di YIA langsung menuju sekolahnya, Minggu (11/06/2023). Didampingi Kepala SMM, Agus Suranto, Putri yang sempat menyanyikan sepenggal lirik lagu ciptaannya ‘Loneliness’ yang membuatnya memperoleh golden buzzer pun menceritakan pengalaman berharganya  saat mengikuti audisi AGT Session 18.

“Perasaannya [bisa lolos live show] yang pasti senang, bangga, terharu, alhamdulillah, tidak bisa didefinisikan dengan kata-kata,” ujarnya.

Putri Ariani buktikan kemampuan bermusik

Keikutsertaannya dalam AGT bagi Putri Ariani bukan tanpa alasan. Dia ingin membuktikan pada dunia bila seorang Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) difabel tunanetra sepertinya mampu menjadi superstar. Keterbatasan fisik tak menghalanginya bermusik laiknya musisi lainnya.

Karenanya Putri pun mendaftar ikut audisi AGT pada 2018 silam. Namun, saat itu dia tidak mendapatkan respon untuk dipanggil ke AS.

Baru pada tahun ini Putri Ariani mendapat undangan dari AGT. Undangan itulah yang membuka jalan Putri bisa unjuk gigi kemampuan bermusiknya.

“Terus setahun ini Putri di-invite sama tim AGT,” jelasnya.

Momen yang tak dilupakan Putri dalam audisi AGT lalu saat dirinya tiba-tiba kejatuhan confetti saat berada di atas panggung. Simon yang memencet tombol golden buzzer pun sempat mendatanginya dan memuji suaranya serta memberikan beberapa confetti kepadanya agar bisa merasakan melalui genggaman tangan. 

“Simon bilang kamu akan melangkah jauh di show ini, semoga. Dan Putri bilang [kepada Simon], thank you, you make my dream come true (terima kasih, kamu membuat mimpiku menjadi kenyataan-red). Terus simon juga jawab, ya, you make my dream come true,” jelasnya.

Walaupun mendapatkan undangan, Putri mengaku tidak mendapatkan perlakuan khusus dalam audisi. Meski merupakan peserta difabel tunanetra, dia tetapi mengikuti audisi.

Karenanya lolosnya dia ke semifinal harapannya menjadi awal langkah kedepannya menjadi musisi laiknya sang idola Whitney Houston. Dia pun meminta masyarakat Indonesia untuk tetap mendukungnya.

“Putri benar-benar enggak nyangka banget, shock. Tapi, ini baru awal, masih ada tahap-tahap selanjutnya, masih ada live show and show on itu. Putri pasti tetap butuh support dari semuanya,” 

Mampu menciptakan lagu dalam waktu semenit

Putri Ariani yang kini sudah memiliki satu album mengaku bisa menciptakan lagu dalam waktu tak kurang dari 5 menit bahkan pernah ia perlihatkan saat diundang podcast salah seorang artis.

“Kalau menciptakan lagu bisa satu menit atau satu jam, tergantung lagunya, yang penting harus ada piano dulu,” ujarnya saat di SMM, Yogyakarta, Minggu (11/06/2023).

Iklan

Sementara sang ayah, Ismawan Kurnianto bahagia mimpinya sebagai musisi yang tertunda bisa diwujudkan sang anak. Dia tahu bakat bermusik anaknya sejak kecil

“Membimbing Putri [dalam bermusik] sangat menyenangkan buat saya karena cita-cita saya [menjadi musisi] yang belum tercapai bisa dicapai oleh anak saya,” jelasnya.

Ismawan menjelaskan, sejak usia 8 tahun, Putri Ariani sudah berani ikut berbagai ajang kompetisi. Dia bahkan menjadi juara dalam Indonesian Got Talent pada 2014 saat usianya masih sangat belia. 

Namun, dia tidak pernah memaksakan anaknya untuk terjun ke dunia musik. Iswanto hanya mendampingi Putri sebagai sahabat untuk mengembangkan bakatnya tersebut. Apalagi untuk Putri, musik adalah hidupnya.

“Sebagai orang tua, saya cuma memberikan yang terbaik untuk anak-anak. Menjadi sahabat dan tidak punya jarak dengan mereka. Itu yang membuatnya berkembang dan menjadi pribadi yang kuat,” ungkapnya.

SMM tak membedakan siswa difabel

Kepala SMM, Agus Suranto mengungkapkan, Putri Ariani yang sekolah di SMM bukti mereka sebagai sekolah inklusi. SMM menerima ABK tak hanya siswa difabel tunanetra. Siswa autis juga mereka didik karena disabilitas bukan jadi kendala untuk belajar musik.

Semua guru di sekolah harus memiliki kemampuan pedagogik untuk mendidik seluruh siswa dengan segala karakteristiknya. Guru harus mencari cara yang tepat dan sesuai karakteristik siswa.

“Guru tidak boleh meyakini hanya dua atau tiga metode pembelajaran yang tepat tapi tidak terhitung. Solusi [belajar] ada banyak alternatifnya,” imbuhnya.

Reporter: Yvesta Ayu
Editor: Agung Purwandono

BACA JUGA SMM Jogja, Sekolah Musik Tertua Tempat Belajar Putri Ariani America’s Got Talent

Cek berita dan artikel lainnya di Google News

Terakhir diperbarui pada 12 Juni 2023 oleh

Tags: AGTJogjaMusikPutri ArianiSimon CowellSMM
Yvesta Ayu

Yvesta Ayu

Jurnalis lepas, tinggal di Jogja.

Artikel Terkait

Kenapa Hidup di Jogja Membuat Saya Terlalu Santai Menghadapi Tagihan yang Seharusnya Bikin Panik MOJOK.CO
Esai

Kenapa Hidup di Jogja Membuat Saya Terlalu Santai Menghadapi Tagihan yang Seharusnya Bikin Panik

3 Juni 2026
ilustrasi sepeda klaten.MOJOK.CO
Eksplor

Belajar Makna “Paseduluran” dari Penjual Onthel Lawas yang Sudah Tiga Dekade Hidup dari Pit Kebo

2 Juni 2026
Fun Football, Cara Pria Dewasa untuk Tetap Waras dan Punya Alasan untuk Hidup Lebih Lama
Pojokan

Fun Football, Cara Pria Dewasa untuk Tetap Waras dan Punya Alasan untuk Hidup Lebih Lama

2 Juni 2026
Memori 20 tahun gempa Jogja di SMAN 1 Kalasan: tak ingin wariskan trauma dan ketakutan MOJOK.CO
Eksplor

Memori 20 Tahun Gempa Jogja di Kalasan: Rumah Ambrol hingga Jeritan di Jalanan, Trauma yang Tak Ingin Diwariskan ke Generasi Sekarang

23 Mei 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Pengalaman Merusak Astrea Grand Jadi Motor Racing Kampung MOJOK.CO

Pengalaman Saya “Merusak” Astrea Grand Milik Bapak Menjadi Motor Racing Kampung: Jebakan Menyenangkan dari Motor Honda yang Menjerat Saya Sampai Tua

2 Juni 2026
Rooftop kos kerap jadi tempat blangkrah, tapi jadi ruang healing terbaik bagi anak kos overthinking MOJOK.CO

Tinggal di Kos dengan Rooftop, Meski Kemproh tapi Jadi Tempat Healing Terbaik dari Tekanan Hidup yang Bisa bikin Gila

3 Juni 2026
Riset, Peneliti, Guru Besar Abal-Abal.MOJOK.CO

Sekte “Pemuja Kargo” di Ekosistem Kampus Indonesia yang Mencetak Peneliti Palsu dan Ilmuwan Abal-Abal

3 Juni 2026
Dompet digital selamatkan pedagang UMKM. MOJOK.CO

4 Kiat Pedagang Es Campur dan Roti Kukus yang Tetap Laris di Tengah Situasi Pelik

3 Juni 2026
Salah paham terhadap paket intimate wedding di wedding organizer (WO) MOJOK.CO

Salah Paham pada Paket Intimate Wedding di WO: Dikira Tekan Biaya padahal Bisa Tetap Mahal, Karena Intimate dan Biaya Itu Dua Hal Berbeda

4 Juni 2026
Campus League Basketball 2026 Regional Jakarta Season 1 tidak hanya jadi panggung prestasi basket, tapi juga warna baru solusi mobilitas masa depan anak muda dengan motor listrik Polytron MOJOK.CO

Puncak Campus League Basketball 2026 Jakarta S1: Tak Hanya Jadi Panggung Basket tapi Juga Hadirkan Solusi Mobilitas Masa Depan Anak Muda

2 Juni 2026

Video Terbaru

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026
Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

21 Mei 2026
Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

17 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.