Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas Pendidikan

Alasan Banyak Mahasiswa Indonesia di Singapura Pindah Kewarganegaraan 

Viola Nada Hafilda oleh Viola Nada Hafilda
21 Juli 2023
A A
mahasiswa pindah kewarganaegaraan mojok.co

Ilustrasi Singapura (Photo by Jisun Han on Unsplash)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Banyaknya mahasiswa Indonesia yang pindah ke Singapura menjadi topik hangat dalam beberapa waktu terakhir. Apa alasan ribuan mahasiswa itu pindah kewarganegaraan? 

Direktur Jenderal (Dirjen) Imigrasi Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham), Sylmi Karim, mencatat, sepanjang 2019 hingga 2022 ada 3.912 Warga Negara Indonesia (WNI) yang pindah kewarganegaraan menjadi Warga Negara (WN) Singapura. Mereka yang pindah kewarganegaraan mayoritas masih berusia produktif yakni 25-35 tahun. 

Beberapa WNI yang pindah kewarganegaraan itu masih mahasiswa Indonesia yang tengah belajar di Singapura. Sebagian besar dari mahasiswa yang berpindah kewarganegaraan menggunakan kurangnya lapangan pekerjaan layak di Indonesia sebagai alasan.

Kondisi ini menjadi perhatian mengingat Indonesia tengah bersaing dengan negara-negara lain untuk mendapat sumber daya manusia yang terbaik. 

Kekhawatiran itu dirasakan oleh Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia (RI) Ida Fauziah. Melansir Suara.com, dalam webinar Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Dunia pada 16 Juli 2023, Ida berharap para mahasiswa tersebut dapat kembali ke Indonesia dan fokus membangun ekosistem ketenagakerjaan Indonesia. 

Kondisi kerja Indonesia vs Singapura

Direktur Political Economy & Policy Studies (PEPS), Anthony Budiawan, menjelaskan, Singapura memang menjanjikan prospek kerja yang lebih baik bagi sebagian besar mahasiswa Indonesia. Meskipun Singapura juga dikenal sebagai negara dengan biaya hidup yang tinggi, menurut Anthony, hal ini tidak menjadi masalah. Sebab, biaya hidup yang tinggi di Singapura dibarengi dengan gaji yang juga tinggi.

Anthony memberi contoh nyata untuk membandingkan gaji di Indonesia dan Singapura. Di Indonesia, upah minimum paling tinggi di beberapa daerah berada di kisaran antara Rp4 juta hingga Rp5 juta. DKI Jakarta, misalnya, memiliki Upah Minimum Provinsi (UMP) sebesar Rp4.901.798,00 per bulan. Daerah dengan upah minimum tertinggi, yakni Karawang, memiliki Upah Minimum Kabupaten (UMK) sebesar Rp5.176.179,00.

Sementara itu, menurut Anthony, Singapura memiliki median upah bulanan sebesar S$5,070 atau kurang lebih setara dengan Rp57.500.000,00. Jumlah upah bulanan yang berkali-kali lipat ini tentu menjadi alasan dan daya tarik yang kuat bagi warga Indonesia untuk bekerja di Singapura.

Selain itu, Singapura juga dapat mewadahi tenaga kerja terdidik dan terlatih dengan lebih mumpuni. Anthony menyatakan bahwa Singapura memiliki berbagai macam laboratorium yang memungkinkan lulusan sains asal Indonesia untuk berinovasi dan mengembangkan diri dengan lebih baik. Hal ini juga menjadi nilai lebih lain yang menjadi daya tarik Singapura bagi mahasiswa Indonesia.

Indonesia tidak tinggal diam

Menanggapi fenomena perpindahan kewarganegaraan banyak mahasiswa Indonesia, Pemerintah Indonesia tidak tinggal diam. Menteri Ketenagakerjaan RI, Ida Fauziah, menyatakan bahwa Kementerian Ketenagakerjaan RI telah menyediakan berbagai platform daring untuk para mahasiswa yang tengah berdiaspora untuk terus mengembangkan kemampuannya. Sebagaimana dilansir dari suara.com, berbagai program tersebut, antara lain Talent Scouting, Talent Fast, Talent Corner, Talent Class.

Selain itu, menanggapi kurangnya lapangan kerja yang layak di Indonesia, Ida mengaku siap membuka lowongan kerja seluas-luasnya bagi mahasiswa Indonesia yang tengah berdiaspora. Sebagaimana dilansir dari Sinarharapan.co, Ida menyatakan ada berbagai macam kursi di BUMN dan lowongan PNS yang siap dibuka untuk memaksimalkan peran-peran mahasiswa Indonesia di luar negeri yang mau pulang.

Penulis: Viola Nada Hafilda
Editor: Kenia Intan 

BACA JUGA Mengenal UKM Peduli Difabel, Organisasi Kemahasiswaan yang Menyuarakan Isu Disabilitas di UGM

Cek berita dan artikel lainnya di Google News

Terakhir diperbarui pada 21 Juli 2023 oleh

Tags: mahasiswa indonesiaPindah KewarganegaraanSingapura
Viola Nada Hafilda

Viola Nada Hafilda

Magang Mojok

Artikel Terkait

Pilih resign dan kerja jadi penulis di desa ketimbang kerja di luar negeri di Singapura
Urban

Resign dari Perusahaan Bergaji 3 Digit di Luar Negeri karena Tak Merasa Puas, Kini Memilih Kerja “Sesuai Passion” di Kampung Halaman

2 April 2026
Rela Melepas Status WNI demi Hidup Sejahtera di Norwegia, Karier Melejit berkat Beasiswa Luar Negeri MOJOK.CO
Sekolahan

Rela Melepas Status WNI karena “Technical Stuff” di Norwegia, Karier Melejit berkat Beasiswa Luar Negeri

27 Februari 2026
Warteg Singapura vs Indonesia: Perbedaan Kualitas Langit-Bumi MOJOK.CO
Esai

Membandingkan Warteg di Singapura, Negara Tersehat di Dunia, dengan Indonesia: Perbedaan Kualitasnya Bagai Langit dan Bumi

22 Desember 2025
2 tim sepak bola putri muda Indonesia belum terkalahkan di Singapura MOJOK.CO
Aktual

2 Tim Sepak Bola Putri Indonesia Belum Terkalahkan di Singapura, Menang 4-0 dan 8-0

18 April 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Mahasiswa gen Z kuliah malas baca jadi brain rot

Mahasiswa Gen Z Bukan Tak Bisa Membaca, tapi “Brain Rot” karena Sering Disuapi dan Kecanduan AI

23 April 2026
Tidak install game online seperti Mobile Legend (ML) buat mbar di tongkrongan dianggap tidak asyik dan tidak punya hiburan MOJOK.CO

Tak Install Mobile Legend untuk Mabar di Tongkrongan: Dicap “Tak Gaul” dan Kosong Hiburan, Padahal Hiburan Orang Beda-beda

25 April 2026
Romantisasi bunuh diri di Jembatan Cangar Mojokerto harus dihentikan MOJOK.CO

Ironi Jembatan Cangar Mojokerto: Berubah Jadi Titik Bunuh Diri Gara-gara Salah Kaprah Diromantisasi hingga Menginspirasi

24 April 2026
Merintis Jastip ala Mahasiswa Flores Cuan Jutaan Tiap Bulan MOJOK.CO

Belajar dari Mahasiswa Flores yang Merantau di Jogja Merintis Usaha Jastip Kecil-kecilan Hingga Untung Jutaan Rupiah Setiap Bulan

23 April 2026
Jurusan kuliah di perguruan tinggi yang kerap disepelekan tapi jangan dihapus karena relevan. Ada ilmu komunikasi, sejarah, dakwah, dan manajemen MOJOK.CO

4 Jurusan Kuliah yang Kerap Disepelekan tapi Jangan Dihapus, Masih Relevan dan Dibutuhkan di Bisnis Rezim Manapun

27 April 2026
Hajatan, Resepsi Mewah, Resepsi Sederhana, Nikah.MOJOK.CO

Hajatan Itu Nggak Penting: Tabungan 50 Juta Melayang Cuma Buat Ngasih Makan Ego Keluarga, Setelah Nikah Hidup Makin Susah

26 April 2026

Video Terbaru

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

11 April 2026
Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.