Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas

Partai Demokrat, Antara Koalisi Prabowo Subianto atau Koalisi Indonesia Kerja

Redaksi oleh Redaksi
10 Agustus 2018
A A
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Sampai saat ini, Partai Demokrat masih belum juga menentukan pilihan lanjutan untuk bergabung di koalisi pengusung Prabowo Subianto bersama PAN dan PKS.

Partai Demokrat yang sebelumnya menyatakan diri bergabung dengan koalisi Prabowo mengaku masih sangat sulit untuk menerima Sandiaga Uno sebagai cawapres Prabowo.

Sampai hari Kamis malam, 9 Agustus 2018, Partai Demokrat menyatakan masih tetap menolak Sandiaga Uno.

“Sikap partai Demokrat sampai pukul 22.30 malam ini menolak pencawapresan Sandi Uno karena melanggar etik koalisi,” kata Wasekjen Partai Demokrat Andi Arief melalui akun Twitternya.

Andi mengatakan dipilihnya Sandiaga Uno sebagai cawapres Prabowo merupakan hal yang melanggar etika, sebab Sandi berasal dari partai yang sama dengan Prabowo. Andi menyesalkan Prabowo yang tidak memilih AHY sebagai cawapresnya, padahal hampir di semua lembaga survei, elektabilitas AHY adalah yang paling tinggi.

Sampai saat ini, Demokrat masih tetap menawarkan AHY sebagai cawapres Prabowo.

“Partai Demokrat membuka 2 opsi: pertama, kembali ke komitmen/janji Prabowo yg meminta AHY cawapres karena elektabilitas tertinggi di semua lembaga survey. Kedua, cari figur alternatif utk dibicarakan bersama dengan pertimbangkan kemungkinan mengalahkan Jokowi – Ma’ruf Amien.” tulis Andi Arief.

Masih belum munculnya kesepakatan antara Prabowo dengan Partai Demokrat membuka kemungkinan bakal hengkangnya Demokrat dari Koalisi.

Sekretaris Jenderal Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mustafa Kamal mengaku tidak keberatan jika Demokrat hengkang dari koalisi pengusung Prabowo.

Menurut Mustafa, sifat koalisi masih tetap cair selama nama pasangan capres-cawapres belum didaftarkan.

“Dipersilahkan, jadi setiap partai politik, masih terbuka diberi kebebasan, bahkan sebenarnya sebelum betul-betul didaftarkan ke KPU ya kita belum tahu apa yang akan terjadi,” kata Mustafa, “Apalagi dengan Demokrat. Apakah akan betul-betul membangun koalisi bersama, atau tidak, menit-menit ini sangat menentukan.”

Demokrat memang berada dalam pilihan yang sulit. Ia harus tetap memilih kubu, sebab akan sangat rugi bagi Demokrat jika ia netral dan tidak memihak salah satu kubu koalisi. Namun, hal tersebut tentu bukan pilihan yang mudah, sebab dengan koalisi Prabowo masih mampet, sementara dengan koalisi Indonesia Kerja (nama koalisi pengusung Jokowi) juga agak mustahil karena menurut beberapa ketua umum parpol Koalisi Indonesia Kerja, pintu sudah tertutup bagi Demokrat.

Nah lho… Jadi kira-kira, akan seperti apakah langkah Partai Demokrat selanjutnya?

Yah, kita tunggu saja. Biarlah SBY saja yang pusing, kita jangan.(A/M)

Iklan

demokrat

Terakhir diperbarui pada 10 Agustus 2018 oleh

Tags: demokratgerindraprabowo
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Instruksi Belajar Bahasa Prancis: Taktik Genius Mengenal Perjuangan Rakyat Prancis MOJOK,CO
Esai

Instruksi Belajar Bahasa Prancis: Taktik Genius untuk Mengenal Perlawanan Rakyat Prancis

1 Juni 2026
Museum Ibu Marsinah jangan berhenti sebagai simbol, tapi negara harus serius pikirkan kesejahteraan kaum buruh MOJOK.CO
Tajuk

Museum Ibu Marsinah Jangan Berhenti sebagai Simbol, Tapi Kesejahteraan Buruh Harus Benar-benar Dipikirkan

18 Mei 2026
Mens Rea, Panji Pragiwaksono sebagai Anak Abah, dan Bahaya Logika Fanatisme MOJOK.CO
Esai

Mens Rea, Pandji Pragiwaksono sebagai Anak Abah, dan Bahaya Logika Fanatisme

12 Januari 2026
kapitalisme terpimpin.MOJOK.CO
Ragam

Bahaya Laten “Kapitalisme Terpimpin” ala Prabowonomics

21 Oktober 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Beralih dari profesi dokter ke petani di Klaten. MOJOK.CO

Resah Jadi Dokter: Tangani Pasien Petani dengan Keluhan Sama, Pilih Turun ke Sawah demi “Menyembuhkan” Tanah

13 Juli 2026
Dugaan Korupsi Bupati Sukoharjo: Warisan Bernama Korupsi MOJOK.CO

Dugaan Korupsi Bupati Sukoharjo: Warisan Bernama Korupsi 

13 Juli 2026
Di Balik Pintu Toilet Masjid: Tempat Bersuci, tapi Berisiko bagi Perempuan MOJOK.CO

Di Balik Pintu Toilet Masjid: Tempat Bersuci, tapi Berisiko bagi Perempuan

14 Juli 2026
Suzuki S-Presso memang mobil aneh karena jelek tapi keren MOJOK.CO

Ibarat kata, Suzuki S-Presso adalah “Crocs KW” yang jelek tapi keren dan kini menjadi benteng pertahanan terakhir melawan kegilaan dunia yang serba mahal ini

14 Juli 2026
Caruban—sebagai ibu kota dari Madiun—barangkali terkesan tidak bagus-bagus amat. Tapi bikin jatuh hati lewat hal-hal sederhana MOJOK.CO

Caruban Madiun Memang Tidak Bagus-bagus Amat, Tapi bikin Jatuh Hati Lewat Hal-hal Sederhana

13 Juli 2026
Kerajinan lokal Yogyakarta di INACRAFT. MOJOK.CO

INACRAFT Jogja: Jembatan bagi Perajin Lokal Menembus Pasar Global Lewat Karya yang Tak Biasa

15 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.