Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas Memori

Jejak Klub Sosial Anak Muda di Jogja yang Menginspirasi Pembentukan Boedi Oetomo

Ahmad Effendi oleh Ahmad Effendi
7 Oktober 2023
A A
Jejak Klub Anak Muda di Jogja yang Menginspirasi Pembentukan Boedi Oetomo MOJOK.CO

Gedung Militair Societeit atau Societeit Militer. (Sumber http://kebudayaan.kemdikbud.go.id/)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Boedi Oetomo memang diklaim menjadi organisasi kepemudaan pertama yang hadir di masa pergerakan nasional. Namun, jauh sebelum itu, sudah ada perkumpulan lain yang berdiri di Jogja. Mereka berkumpul untuk main biliar, diskusi, hingga melakukan aksi sosial.

Pada awal abad ke-19, banyak klub sosial atau societeit yang bermunculan di Hindia-Belanda. Perkumpulan ini umumnya terdiri atas orang-orang Belanda dari berbagai golongan dan profesi, yang berkumpul untuk sekadar berdiskusi maupun bersenang-senang.

Dalam catatan sejarah, klub sosial Harmonie di Batavia merupakan societeit pertama yang berdiri di Hindia Belanda. Mereka sudah ada sejak 1820-an. Awalnya, societeit ini digagas oleh para pensiunan militer yang mulai bermasyarakat. 

Lambat laun, ada semakin banyak klub sosial yang bermunculan di berbagai wilayah dari berbagai kelompok masyarakat. Seperti klub sosial bentukan militer bernama Concordia di Bandung, serta societeit lain di Surakarta dan Surabaya yang dibentuk oleh para insinyur, ahli hukum, dokter, bahkan aktivis.

Acara pertemuan yang awalnya untuk bersenang-senang, seperti pesta minuman dan biliar, bergeser ke agenda lain seperti pentas musik, diskusi, hingga aksi sosial.

Muncul klub sosial di Yogyakarta 

Di Jogja muncul klub sosial bernama De Vereeniging. Kurang jelas memang sejak kapan societeit ini berdiri. Namun, surat kabar Javasche courant edisi 11 Januari 1845 menyebut kalau klub sosial ini sudah eksis sejak 1844.

Luitenant de Terrie, seorang tentara berpangkat letnan, memprakarsai berdirinya societeit Vereeniging. Klub sosial ini berfungsi sebagai tempat pesta, main biliar, dan minum-minum. Gedung yang menjadi lokasi pertemuan sendiri terletak di sebelah timur Benteng Vredeburg, tepatnya di sebuah bangunan yang kini menjadi bagian dari Taman Budaya Yogyakarta (TBY).

Awalnya, societeit ini bertujuan sebagai tempat interaksi masyarakat sipil dari berbagai golongan dengan kelompok militer. Namun, dalam perkembangannya terjadi pemisahan. Pemisahan tempat interaksi dan hiburan antara militer dengan sipil untuk mempermudah pengawasan dalam rangka penegakkan disiplin bagi para anggota tentara Belanda.

Kala itu, interaksi masyarakat sipil berpusat di sebelah selatan Kantor Residen (sekarang Gedung Agung). Sementara untuk militer masih tetap berada di sebelah timur Benteng Vredeburg. 

Bahkan, setelah pemisahan itu di kawasan khusus tentara itu pemerintah Hindia Belanda membangun gedung Societeit Militair sebagai tempat interaksi dan hiburan para militer. Gedung itu berada di dalam kawasan TBY dan kini telah ditetapkan sebagai bangunan cagar budaya.

Menginspirasi kemunculan Boedi Oetomo

Adanya societeit di sejumlah kota besar di Hindia Belanda, telah menginspirasi kalangan pribumi untuk membentuk klub sosial sendiri. 

Menurut laporan Sumatra courant edisi 20 Februari 1900, societeit pribumi pertama di Hindia Belanda adalah Medan Perdamaian yang didirikan Dja Endar Moeda pada 1900.

Sementara di Yogyakarta, klub sosial pribumi pertama yang berdiri adalah Boedi Oetomo yang pertama kali deklarasi pada 20 Mei 1908.

Perkumpulan ini inisiatornya adalah para mahasiswa STOVIA, termasuk Soeradji, Muhammad Saleh, Soewarno, hingga Goenawan Mangoenkoesoemo, dan lain sebagainya. Mereka menyelenggarakan Kongres Pertamanya pada 3-5 Oktober di ruang makan Kweekschool Voor Inlandsche Onderwijzen Djokjakarta (sekarang aula SMA Negeri 11 Yogyakarta).

Iklan

Dalam perkembangannya, Boedi Oetomo berhasil memantik munculnya organisasi pergerakan nasional lain, seperti Sarekat Islam, Indische Partij, Perhimpunan Indonesia, hingga Taman Siswa.

Penulis: Ahmad Effendi
Editor: Agung Purwandono

BACA JUGA Jejak Losmen Pertama di Jogja, Rata dengan Tanah di Tahun 1980-an

Cek berita dan artikel Mojok lainnya di Google News

 

Terakhir diperbarui pada 7 Oktober 2023 oleh

Tags: boedi oetomohindia belandamemorisejarah
Ahmad Effendi

Ahmad Effendi

Reporter Mojok.co

Artikel Terkait

PKI dan Politik Ingatan: Dari Demonisasi hingga Penghapusan Sejarah
Video

PKI dan Politik Ingatan: Dari Demonisasi hingga Penghapusan Sejarah

27 September 2025
Mohammad Hatta : Mudur dari Kursi Wapres Bukan Karena Kalah
Video

Sebab-Sebab Mohammad Hatta Mundur dari Kursi Wapres, Bukan Karena Kalah

28 Juni 2025
Dwifungsi ABRI dan Ambisi Kuasa di Luar Barak
Video

Dwifungsi ABRI dan Ambisi Kuasa di Luar Barak

10 Mei 2025
Dr. Sri Margana: Menelusuri Jejak Literasi, Sejarah, dan Perlawanan Kolonial dalam Sastra Jawa
Video

Dr. Sri Margana: Menelusuri Jejak Literasi, Sejarah, dan Perlawanan Kolonial dalam Sastra Jawa

6 Mei 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Ngerinya jalan raya Pantura Rembang di musim hujan MOJOK.CO

Jalan Pantura Rembang di Musim Hujan adalah Petaka bagi Pengendara Motor, Keselamatan Terancam dari Banyak Sisi

12 Januari 2026
Mens Rea, Panji Pragiwaksono sebagai Anak Abah, dan Bahaya Logika Fanatisme MOJOK.CO

Mens Rea, Pandji Pragiwaksono sebagai Anak Abah, dan Bahaya Logika Fanatisme

12 Januari 2026
Saya Memutuskan Kuliah di Jogja Bukan Hanya untuk Cari Ilmu, tapi Juga Lari dari Rumah

Saya Memutuskan Kuliah di Jogja Bukan Hanya untuk Cari Ilmu, tapi Juga Lari dari Rumah

12 Januari 2026
Sewakan kos bebas ke teman sesama mahasiswa Malang yang ingin enak-enak tapi tak punya modal MOJOK.CO

Mahasiswa Malang Sewakan Kos ke Teman buat Mesum Tanpa Modal, Dibayar Sebungkus Rokok dan Jaga Citra Alim

14 Januari 2026
Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

13 Januari 2026
2016, Tahun Terakhir Gen Z dan Milenial Merasa Berjaya. MOJOK.CO

2016 bagi Milenial dan Gen Z adalah Tahun Kejayaan Terakhir sebelum Dihajar Realitas Hidup

17 Januari 2026

Video Terbaru

Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

13 Januari 2026
Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

11 Januari 2026
Serat Centhini: Catatan Panjang tentang Laku dan Pengetahuan

Serat Centhini: Catatan Panjang tentang Laku dan Pengetahuan

8 Januari 2026
Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.