Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas Memori

115 Tahun Silam, Kongres Pertama Boedi Oetomo Berlangsung di Ruang Makan, Kini Jadi SMA Negeri 11 Yogyakarta

Ahmad Effendi oleh Ahmad Effendi
9 Oktober 2023
A A
Aula Boedi Oetomo di SMA Negeri 11 Yogyakarta MOJOK.CO

Aula Boedi Oetomo di SMA Negeri 11 Yogyakarta. (Sumber foto kebudayaan.kemdikbud:BPCB DIY)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Mungkin tidak banyak yang tahu, kongres pertama Boedi Oetomo ternyata berlangsung di ruang makan di sebuah sekolah guru yang kini menjadi SMA Negeri 11 Yogyakarta. Ada tujuan tersendiri mengapa acara itu berlangsung di tempat makan.

Bangunan SMA Negeri 11 Yogyakarta menyimpan cerita mengenai sejarah panjang organisasi pergerakan nasional yang mulai muncul di awal abad ke-20. Berlokasi di Jalan AM Sangaji Nomor 50, Cokrodiningratan, Jetis, Kota Yogyakarta, bangunan ini menjadi tempat penyelenggaraan Kongres Pertama Boedi Oetomo pada 3-5 Oktober 1908.

Boedi Oetomo menjadi pelopor organisasi kepemudaan yang mulai muncul di masa pergerakan nasional. Bahkan, tanggal berdiri Boedi Oetomo, yakni 20 Mei, selalu diperingati sebagai Hari Kebangkitan Nasional.

Lantas, bagaimana jejak Boedi Oetomo yang menyelenggarakan kongres pertamanya di SMA Negeri 11 Yogyakarta?

Boedi Oetomo memilih Yogyakarta sebagai tuan rumah kongres pertama

Organisasi Boedi Oetomo didirikan oleh para pelajar Stovia di Jakarta pada 20 Mei 1908. Kala itu, cita-cita utama organisasi ini adalah untuk membangun masyarakat yang harmonis ke arah “Persaudaraan Nasional” tanpa memandang suku, agama, ras, dan gender.

Sekitar tiga bulan setelah pembentukkan, atau tepatnya pada 29 Agustus 1908, Boedi Oetomo merencanakan kongres pertama. Kala itu, tokoh pemuda asal Yogyakarta Wahidin Sudirohusodo terpilih sebagai pemimpin kongres. Oleh karena itu, kongres pun ditetapkan untuk terselenggara di Yogyakarta.

Kala itu, Yogyakarta terpilih sebagai tuan rumah kongres karena anggapan sebagai pusat Pulau Jawa dan Pakualaman dinilai mampu menjadi pelindung terlaksananya kongres. Selain itu, mudah mengakses Yogyakarta menggunakan kereta api ataupun angkutan darat lainnya.

Akhirnya, SMA Negeri 11 Yogyakarta yang kala itu masih berupa Kweekschool Voor Inlandsche Onderwijzen Djogjakarta alias sekolah guru terpilih sebagai lokasi. Bangunan yang beroperasi sejak 1897 ini merupakan sekolah guru pertama di Yogyakarta.

Sebagai informasi, semula kongres akan berlangsung di gedung Logegebouw atau Loji Setan (sekarang Kantor DPRD DIY). Namun, karena gedung tersebut untuk pameran lukisan, maka kongres pindah ke gedung Kweekschool di Jetis.

Ruang makan jadi lokasi kongres pertama

Tibalah saatnya, Kongres Pertama Boedi Oetomo akhirnya terselenggara di Kweekschool Voor Inlandsche Onderwijzen Djogjakarta pada 3-5 Oktober 1908. Kala itu, kongres berlangsung di eatzal alias ruang makan yang kini jadi aula SMA Negeri 11 Yogyakarta.

Panitia memilih ruang makan karena konsep pertemuan ini sifatnya terbuka. Ide tersebut cocok dengan gaya bangunan berupa aula yang amat luas tanpa sekat dan tembok yang mengelilingi. Maka dari itu, tempat ini bisa menampung banyak orang dan masyarakat dapat melihat dari segala sisi.

Benar saja, kongres berlangsung cukup ramai. Sebanyak 300 peserta tercatat hadir, yang berasal dari berbagai daerah seperti  Jakarta, Bandung, Bogor, Magelang, Probolinggo, hingga Surabaya. Para bangsawan Pakualaman, pejabat Belanda, hingga Bupati Temanggung, Blora, Magelang, serta 6 orang opsir dari legiun Mangkunegaran Surakarta juga ikut hadir dalam kongres tersebut.

Dalam kongres tersebut, mereka membahas soal penyusunan anggaran dasar (AD) dan anggaran rumah tangga (ART) organisasi, serta membahas mengenai masalah kebudayaan dan pendidikan bagi kemajuan kaum bumiputera.

Kongres ini pun menghasilkan tiga keputusan utama, yakni (1) Boedi Oetomo tidak ikut kegiatan politik, (2) mengutamakan peran dalam pendidikan dan budaya, dan (3) lingkup gerakan hanya mencakup wilayah Jawa dan Madura. Selain tiga keputusan ini, pertemuan tersebut juga menunjuk Bupati Karanganyar KRT Tirtokusumo sebagai ketua. 

Iklan

Yogyakarta, lokasi pertama kongres, juga ditetapkan sebagai pusat kedudukan Boedi Oetomo. Maka tak heran, jika lokasi-lokasi rapat juga kerap berlangsung di Yogyakarta, seperti rapat besar pada 10 Oktober 1909 di Losmen Malioboro (losmen pertama di Yogyakarta).

Bentuknya hari ini

Sekolah guru di sini akhirnya tak beroperasi lagi sejak Indonesia merdeka. Pada 1950-an, bangunannya sempat beralihfungsi sebagai asrama tentara. Namun, itu tak berlangsung lama karena Menteri Pendidikan Mohammad Yamin memfungsikannya sebagai Sekolah Guru A (SGA) dan pada 1965 ia untuk Sekolah Pendidikan Guru (SPG) Yogyakarta.

SPG Yogyakarta kemudian menjadi pusat latihan guru SD pada 1970 sekaligus home base I DIY pada 1971. Sewindu berselang, mereka mendirikan Perpustakaan Perintis di sini. Kemudian pada 1989, barulah pemerintah mengalihkan  fungsi SPG menjadi  SMA Negeri 11 Yogyakarta.

Melansir laman Cagar Budaya DIY, SMA Negeri 11 Yogyakarta yang ditetapkan sebagai bangunan cagar budaya, memiliki gaya arsitektur Indis. Gaya ini memadukan antara unsur lokal dan unsur Eropa. 

Jika kita amati, atap bangunan sekolah ini berbentuk limasan, yang merupakan ciri khas atap bangunan tradisional Jawa. Sementara bagian depan bangunan terdapat teras yang memiliki kanopi untuk melindungi dari hujan dan panas. 

Adapun pada bagian bawah kanopi memiliki hiasan lis kayu. Bentuk bangunan yang cenderung sederhana, tapi tinggi dan berdinding tebal, sangat lazim dijumpai di Eropa.

Penulis: Ahmad Effendi
Editor: Agung Purwandono

BACA JUGA Kedai Es Krim Tip Top: Legendaris di Jogja, Tempat Nongkrong Warga Eropa Dahulu Kala

Cek berita dan artikel Mojok lainnya di Google News

Terakhir diperbarui pada 9 Oktober 2023 oleh

Tags: boedi oetomosejarahsma negeri 11 yogyakarta
Ahmad Effendi

Ahmad Effendi

Jurnalis Mojok.co asal Yogyakarta. Pernah belajar di S1 Ilmu Sejarah Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Banyak menulis sejarah, sepak bola, isu urban, budaya pop, dan setiap yang menyangkut kepentingan publik. Kerap menepi di konser band metal, festival film, dan mengasuh anabul.

Artikel Terkait

Masjid Menara Kudus yang dibangun Sunan Kudus. MOJOK.CO
Bidikan

Menapaki Minaret Pertama di Indonesia untuk Mendalami Pesan Tersirat Sunan Kudus

19 Februari 2026
PKI dan Politik Ingatan: Dari Demonisasi hingga Penghapusan Sejarah
Video

PKI dan Politik Ingatan: Dari Demonisasi hingga Penghapusan Sejarah

27 September 2025
Mohammad Hatta : Mudur dari Kursi Wapres Bukan Karena Kalah
Video

Sebab-Sebab Mohammad Hatta Mundur dari Kursi Wapres, Bukan Karena Kalah

28 Juni 2025
Dwifungsi ABRI dan Ambisi Kuasa di Luar Barak
Video

Dwifungsi ABRI dan Ambisi Kuasa di Luar Barak

10 Mei 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Gaji Cuma 8 Juta di Jakarta Jaminan Derita, Tetap Miskin dan Stres MOJOK.CO

Kerja di Jakarta dengan Gaji Nanggung 8 Juta Adalah “Bunuh Diri” Paling Dicari karena Menetap di Kampung Bakal Tetap Nganggur dan Miskin

19 Maret 2026
Tuntutan sosial dan gengsi bikin kelas menengah jadi orang kaya palsu hingga abaikan tabungan demi kejar standar sukses MOJOK.CO

Gara-gara Tuntutan, Nekat Jadi Orang Kaya Palsu: “Hambur-hamburkan” Uang demi Cap Sukses padahal Dompet Menjerit

14 Maret 2026
Mudik Lebaran mepet dari Jogja dengan kereta demi kumpul keluarga

Mahasiswa UGM Rela Kejar Mudik di Hari Lebaran demi Kumpul Keluarga, Lewatkan “War” Tiket karena Jadwal Kuliah

19 Maret 2026
Nasib selalu kalah kalau adu pencapaian untuk kejar standar sukses keluarga besar. Orientasinya karier mentereng dan gaji besar, usaha dan kerja mati-matian tidak dihargai MOJOK.CO

Nasib Selalu Kalah kalau Adu Pencapaian: Malu Gini-gini Aja, Sialnya Punya Keluarga Bajingan yang Tak Bakal Apresiasi Usaha

14 Maret 2026
Rela utang bank buat beli mobil keluarga Suzuki Ertiga demi puaskan mertua. Ujungnya ribet dan sia-sia karena ekspektasi. MOJOK.CO

Rela Utang Bank buat Beli Mobil Ertiga demi Puaskan Ekspektasi Mertua, Malah Jadi Ribet dan Berujung Sia-sia

20 Maret 2026
Gen Z dapat THR saat Lebaran

3 Cara Gen Z Habiskan THR, padahal Belum Tentu Dikasih dan Jumlahnya Tidak Besar tapi Pasti Dibelanjakan

18 Maret 2026

Video Terbaru

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity)

9 Maret 2026
Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

8 Maret 2026
Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

4 Maret 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.