Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas

Melihat Lagi Kontroversi Terpilihnya Qatar jadi Tuan Rumah Piala Dunia 2022

Pasthiko Pramudhito oleh Pasthiko Pramudhito
10 November 2022
A A
Kontroversi Qatar jadi Tuan Rumah Piala Dunia 2022 Mojok.co

Ilustrasi

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Penunjukan Qatar sebagai tuan rumah Piala Dunia 2022 diselimuti berbagai kontroversi, mulai dari dugaan suap hingga pelanggaran hak asasi manusia. Mantan Presiden FIFA Sepp Blatter pun mengakui telah melakukan kesalahan dengan memilih Qatar menjadi tuan rumah. 

“Penunjukan Qatar adalah sebuah kesalahan, itu adalah pilihan yang buruk,” ujar Sepp Blatter kepada surat kabar Swiss, Tages-Anzeiger.

Terpilihnya Qatar sebagai tuan rumah Piala Dunia terjadi pada rapat komite eksekutif FIFA di 2010. Hasil rapat pada saat itu, Rusia menjadi tuan rumah Piala Dunia 2018 dan Qatar tuan rumah Piala Dunia 2022. Qatar bersaing dengan beberapa negara lain dalam pemilihan tuan rumah 2022, seperti Jepang, Korea Selatan, Australia, dan Amerika Serikat.

Sebetulnya Blatter menginginkan Amerika Serikat yang menjadi tuan rumah, namun keinginan itu terganjal kepentingan Presiden Union of European Football Associations (UEFA) Michel Platini. Presiden Prancis pada saat itu, Nicolas Sarkozy, mendorong Platini memilih Qatar menjadi tuan rumah Piala Dunia 2022.

“Lihat apa yang kamu dan kolega-kolegamu dari UEFA bisa lakukan untuk Qatar ketika tuan rumah Piala Dunia diberikan,” kata Sarkozy kepada Platini pada suatu pertemuan seperti dilansir The Guardian.

Terpilihnya Qatar sebagai tuan rumah berdampak pada FIFA yang mau tidak mau harus mengubah jadwal penyelenggaraan dari musim panas ke musim dingin. Jadwal berbagai kompetisi di Eropa pun harus dipadatkan sehingga berakibat pada kondisi fisik pemain. Akhirnya, banyak pemain yang harus absen karena cedera.

Dugaan suap

Kontroversi lain, Piala Dunia Qatar 2022 tak lepas dari dugaan suap yang mencuat ke publik. Dilansir laporan The Guardian, Wakil Presiden FIFA di Kamerun dan Pantai Gading dikabarkan menerima suap sebesar 1,5 juta dolar untuk memilih Qatar sebagai tuan rumah.

Mantan Presiden Asian Football Confederation (AFC) Mohammed bin Hammam menjadi salah satu sosok kontroversial atas terpilihnya Qatar sebagai tuan rumah Piala Dunia.

Dilansir dari Panditfootball, dalam penelusuran Jonathan Calvert dan Heidi Blake pada The Ugly Game: The Qatari Plot to Buy the World Cup, disebutkan bin Hammam membayar lebih dari 5 juta dolar secara tunai kepada para pemimpin dari 30 federasi sepak bola di seluruh Afrika. Pembayaran itu dilakukan dua tahun sebelum pemilihan tuan rumah Piala Dunia 2022 dilakukan. Ia juga dikabarkan melakukan suap ke Wakil Presiden FIFA Jack Warner. 

Masalah di luar lapangan

Sementara di luar lapangan, kabar pelanggaran HAM dalam pembangunan infrastruktur begitu santer terdengar. Pembangunan dikabarkan memakan banyak korban yang merupakan imigran yang dipekerjakan secara paksa.

Masalah lain, adanya penolakan terhadap suporter LGBTQ untuk datang ke Qatar. Penolakan itu memberikan kesan Piala Dunia tahun ini terlalu banyak aturan.

Penulis:  Pasthiko Pramudhito
Editor: Kenia Intan 

BACA JUGA Kiprah Indonesia di Piala Dunia 1938 yang Sulit Diterima

Terakhir diperbarui pada 10 November 2022 oleh

Tags: kontroversipiala dunia 2022QatarSepak Bola
Pasthiko Pramudhito

Pasthiko Pramudhito

Magang Mojok

Artikel Terkait

Senjakala Lapangan Sepak Bola di Jogja yang Makin Berjarak dengan Warganya.MOJOK.CO
Suara Bawah Tanah

Senjakala Lapangan Bola di Kota Jogja yang Makin Berjarak dengan Warganya

9 Juli 2026
Coach Jacksen F. Tiago: Pendekatan Psikologis di Sepak Bola Remaja Putri Harus Didahulukan Ketimbang Fisik dan Taktik.MOJOK.CO
Eksplor

Coach Jacksen F. Tiago: Pendekatan Psikologis Pemain Muda Putri Harus Didahulukan Ketimbang Fisik dan Taktik

28 Juni 2026
Sriwijaya FC, Tim Bola “Mainan” Politisi yang Dikelola seperti Toko Kelontong, Tapi Saya Tak Malu Pernah “Dibaptis” Jadi Fansnya.MOJOK.CO
Catatan

Sriwijaya FC, Tim Bola “Mainan” Politisi yang Dikelola seperti Toko Kelontong, Tapi Saya Tak Malu Pernah “Dibaptis” Jadi Fansnya

5 Februari 2026
Saya Sadar Betapa “Mengerikannya” Judi Bola Tarkam Setelah Mengobrol dengan Bandar Lokal.MOJOK.CO
Ragam

Saya Sadar Betapa “Mengerikannya” Judi Bola Tarkam Setelah Mengobrol dengan Bandar Lokal

7 Januari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Candi Prambanan Tak Sekadar Bagus untuk Selfie, tapi Ruang Belajar yang "Hidup" buat Anak-anak. (sumber: InJourney)

Candi Prambanan Tak Sekadar Bagus untuk Selfie, tapi Ruang Belajar yang “Hidup” buat Anak-anak

23 Juli 2026
Ilustrasi - Cerita bapak dulu bungah antar anak wisuda sarjana dari PTS Jogja, kini nelangsa antar anak susah cari kerja meski modal ijazah S1 MOJOK.CO

Cerita Bapak Dulu Bahagia Antar Anak Wisuda Sarjana, Kini Nelangsa Antar Cari Kerja Pakai Ijazah SMA karena S1 Tak Guna

19 Juli 2026
orang kota slow living di desa, jakarta, norak.MOJOK.CO

Standard Ganda: Orang Kota Sok Lebih Berkelas, Padahal di Mata Orang Desa Sama Noraknya

21 Juli 2026
Akhiri Kemitraan Semu, Saatnya Lindungi Hak Ojol melalui Kategori Pekerja Ketiga MOJOK.CO

Akhiri Kemitraan Semu, Saatnya Lindungi Hak Ojol melalui Kategori Pekerja Ketiga

25 Juli 2026
Pakai jastip Mie Gacoan di Jombang: bayar lebih mahal untuk menu membagongkan MOJOK.CO

Pakai Jastip Mie Gacoan Ala Orang Jombang Pinggiran: Niat Hindari Kenorakan, Yang Datang Menu Membagongkan

20 Juli 2026
Saya Hanya Ingin Kuliah, tetapi Crab Mentality di Desa Menganggap Saya Lupa Diri MOJOK.CO

Saya Hanya Ingin Kuliah, tetapi Crab Mentality di Desa Menganggap Saya Lupa Diri

23 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.