Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas

Masuk IPB Sukabumi Lebih Mudah daripada IPB Kampus Bogor

Kenia Intan oleh Kenia Intan
12 Oktober 2023
A A
Masuk IPB Sukabumi Lebih Mudah daripada Kampus Bogor MOJOK.CO

Masuk IPB Sukabumi Lebih Mudah daripada Kampus Bogor (sv.ipb.ac.id)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Tidak hanya di Bogor, IPB juga memiliki cabang di Sukabumi. Persaingan masuk ke kampus ini lebih mudah daripada kampus Bogor. 

Persaingan masuk ke perguruan tinggi negeri tidaklah mudah. Apalagi ke perguruan tinggi favorit seperti Institut Pertanian Bogor (IPB). Setiap tahunnya, puluhan ribu calon mahasiswa dari berbagai daerah di Indonesia mendaftar ke perguruan tinggi yang memiliki kampus utama di Bogor ini.

Seleksi Nasional Berbasis Tes (SNBT) 2023 mencatat jumlah calon mahasiswa yang menjadikan IPB sebagai pilihan mencapai 27.000. Padahal kursi yang tersedia sekitar 2.500 saja. Itu baru dari satu jalur, belum jalur-jalur lain yang tersedia tahun lalu. Bisa dibayangkan berapa jumlah pendaftarnya.

Persaingan yang ketat tidak hanya terjadi di program sarjana IPB, Sekolah Vokasi pun mencatatkan persaingan yang lumayan ketat. Bahkan, skor persaingannya mencapai dua digit. Misalnya saja, Teknologi Rekayasa Perangkat Lunak yang menyentuh angka 44,05.

Akan tetapi, tingkat persaingan itu tidak terlalu ketat di Sekolah Vokasi IPB Sukabumi. Sedikit gambaran, sudah sejak 2016 itu melaksanakan kegiatan pendidikan tinggi oleh perguruan tinggi di luar kampus utama atau PSDKU. Adapun Sukabumi yang dipilih karena Jawa barat tenga meningkatkan kualitas SDM Jawa Barat khususnya angka partisipasi kasar perguruan tinggi (APK-PT).

Berbeda dengan kampus utama di Bogor yang menawarkan berbagai program studi, Kampus Sukabumi hanya menyediakan beberapa prodi sekolah vokasi. Lima prodi itu adalah Komunikasi Digital dan Media, Ekowisata, Teknologi Industri Benih, Teknologi dan Manajemen Pembenihan Ikan, Teknologi dan Manajemen Ternak, dan Manajemen Agribisnis.

Selektivitas IPB Sukabumi yang lebih longgar

Tingkat keketatan prodi-prodi di Kampus Sukabumi memang cenderung lebih longgar daripada prodi-prodi di kampus Bogor. Mojok sudah merangkum selektivitas prodi-prodi di Kampus Sukabumi dibandingkan dengan Kampus Bogor. Angka-angka itu bersumber dari laman resmi IPB berdasar pendaftaran Jalur Mandiri 2022:

Teknologi Industri Benih (TIB)
IPB Sukabumi: 5,11
Kampus Bogor : 8,84

Komunikasi Digital dan Media
IPB Sukabumi: 21,78
Kampus Bogor: 23,19

Ekowisata
IPB Sukabumi: 9,21
Kampus Bogor: 14,96

Teknologi Produksi dan Manajemen Perikanan Budidaya
IPB SUkabumi: 5,04
Kampus Bogor: 10,50

Teknologi dan Manajemen Ternak
IPB Sukabumi: 4,96
Kampus Bogor: 16.90

Manajemen Agribisnis (MAB)
IPB Sukabumi: 13,24
Kampus Bogor: 19,68

Semakin tinggi angka yang tercatat, maka semakin tinggi pula tingkat keketatan atau persaingannya. Dari data-data di atas dapat dilihat, peluang masuk suatu prodi di IPB Sukabumi memang lebih besar daripada kampus utama di Bogor. Kalian berminat melanjutkan studi di kampus ini? Informasi lebih lengkap bisa kunjungi laman resminya. 

Iklan

Penulis: Kenia Intan
Editor: Agung Purwandono

BACA JUGA Seleksi Masuk ITB Cirebon Lebih Masuk Akal daripada Kampus Lain
Cek berita dan artikel Mojok lainnya di Google News

Terakhir diperbarui pada 12 Februari 2026 oleh

Tags: institut pertanian bogoripbIPB BogorIPB Sukabumi
Kenia Intan

Kenia Intan

Content Writer Mojok.co

Artikel Terkait

Waste to Energy (WtE): Senjata Baru Danantara Melawan Darurat Sampah di Perkotaan MOJOK.CO
Jagat

Waste to Energy (WtE): Senjata Baru Danantara Melawan Darurat Sampah di Perkotaan

29 Januari 2026
Lulusan IPB kerja sepabrik dengan teman-teman lulusan SMA, saat mahasiswa sombong kinin merasa terhina MOJOK.CO
Kampus

Lulusan IPB Sombong bakal Sukses, Berujung Terhina karena Kerja di Pabrik bareng Teman SMA yang Tak Kuliah

17 Desember 2025
Alumnus Institut Pertanian Bogor (IPB), Rico Juni Artanto. MOJOK.CO
Kampus

Kedermawanan Alumni IPB bikin Asrama Gratis untuk Mahasiswa Kurang Mampu

16 Mei 2025
kuliah ipb pindah umy.MOJOK.CO
Kampus

Buang Biaya Kuliah IPB Rp30 Juta Demi Pindah ke UMY, Lulus Bukannya Cepat Kerja Malah Nganggur Lama

24 Juni 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Beralih dari profesi dokter ke petani di Klaten. MOJOK.CO

Resah Jadi Dokter: Tangani Pasien Petani dengan Keluhan Sama, Pilih Turun ke Sawah demi “Menyembuhkan” Tanah

13 Juli 2026
Kesepian Membuat Remaja Memilih AI sebagai Teman Curhat, Lalu Perlahan Menjauhi Manusia MOJOK.CO

Kesepian Membuat Remaja Memilih AI sebagai Teman Curhat, Lalu Perlahan Menjauhi Manusia

15 Juli 2026
Daripada Acungkan Senjata di Jalan, Remaja Kreak Semarang Lebih Baik Naik Ring Adu Pukulan MOJOK.CO

Daripada Acungkan Senjata di Jalan, Remaja Kreak Semarang Lebih Baik Naik Ring Adu Pukulan

16 Juli 2026
Yang Melelahkan bagi Disabilitas Tak Tampak Bukan Penyakitnya, tetapi Harus Terus Membuktikan Diri Sakit MOJOK.CO

Yang Melelahkan bagi Disabilitas Tak Tampak Bukan Penyakitnya, tetapi Harus Terus Membuktikan Diri Sakit

13 Juli 2026
Derita Orang Rembang, Makan Mie Gacoan Harus ke Tuban MOJOK.CO

Makan Mie Gacoan adalah Kemewahan bagi Anak Muda Desa, Rela Motoran 2 Jam Demi Makanan yang “Menyiksa” Mulut Mereka

14 Juli 2026
Yamaha Gear Ultima, Motor Underrated tapi Tangguh: Andalan Para Ibu Rumah Tangga bahkan Cocok Bagi Bikers Pecinta Touring.MOJOK.CO

Yamaha Gear Ultima, Motor Underrated tapi Tangguh: Andalan Para Ibu Rumah Tangga bahkan Cocok Bagi Bikers Pecinta Touring

12 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.