Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas

Seleksi Masuk ITB Cirebon Lebih Masuk Akal daripada Kampus Lain

Kenia Intan oleh Kenia Intan
3 Oktober 2023
A A
ITB Cirebon dan Persaingannya yang Lebih Masuk Akal MOJOK

ITB Cirebon dan Persaingannya yang Lebih Masuk Akal (itb.ac.id)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Tidak hanya di Bandung, ITB juga memiliki kampus di Cirebon. Persaingan seleksi masuk ke kampus ini lebih masuk akal daripada prodi-prodi lain di ITB maupun PTN favorit.  

Sudah menjadi rahasia umum, persaingan masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN) favorit sangatlah ketat. Salah satu perguruan tinggi negeri yang punya selektivitas tinggi adalah Institut Teknologi Bandung (ITB). Setiap tahun, jumlah pendaftar di ITB mencapai belasan ribu, sementara kursi atau kuota yang tersedia hanya ribuan saja. Tidak heran, masuk ke PTN ini menjadi sangat ketat.  

Berdasar catatan Seleksi Nasional Berdasar Tes (SNBT) 2023, Sekolah Teknik Elektro dan Informatika (STEI ITB) menjadi prodi yang memiliki paling banyak peminat di ITB maupun PTN lain. Total ada 3.848 calon mahasiswa yang mendaftar, padahal kursi yang tersedia hanya 110 kursi saja. Dengan kata lain, peluang masuk ke prodi itu hanya 2,85 persen. 

Peluang lolos yang kecil itu sebenarnya tidak terlalu mengherankan. Prodi-prodi favorit di PTN lain sebenarnya tidak kalah ketat. Sebut saja Kedoteran UI yang peluangnya sekitar 2,6 persen saja.

Mayoritas prodi di ITB memang punya selektivitas yang tinggi. Namun, ada beberapa prodi yang persaingannya tidak terlalu ketat. Prodi-prodi dengan persaingan yang cenderung longgar itu berada di ITB Cirebon.  

Melansir laman resmi ITB, keketatan masuk prodi-prodi di ITB Cirebon berada di atas 10 persen. Angka ini jauh lebih longgar daripada prodi-prodi ITB lain yang berada di antara 5 persen hingga 10 persen. 

  • Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian (FITB) – Kampus Cirebon : lebih dari 15 persen
  • Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan (FTTM) – Kampus Cirebon : 10 persen hingga 15 persen
  • Fakultas Teknologi Industri (FTI) – Kampus Cirebon: 10 persen hingga 15 persen
  • Sekolah Arsitektur, Perencanaan, dan Pengembangan Kebijakan (SAPPK) – Kampus Cirebon : 10 persen hingga 15 persen
  • Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) – Kampus Cirebon: lebih diri 15 persen

Keketatan di atas mempertimbangkan jumlah peminat dan kursi yang tersedia dari jalur reguler penerimaan mahasiswa baru ITB. Pada 2023, ITB membuka tiga jalur penerimaan yakni Sistem Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP), SNBT, dan Seleksi Mandiri. 

Baca halaman selanjutnya …
ITB Cirebon

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 6 Januari 2026 oleh

Tags: cirebonITBITB Cirebon
Kenia Intan

Kenia Intan

Content Writer Mojok.co

Artikel Terkait

Rasa Sanga (5): Docang, “Makanan Orang Susah” yang Lekat dengan Ajaran Rendah Hati Sunan Gunung Jati di Cirebon.,MOJOK.CO
Lipsus

Rasa Sanga (5): Docang, “Makanan Orang Susah” yang Lekat dengan Ajaran Rendah Hati Sunan Gunung Jati

9 Maret 2026
Kisah Wisudawan Terbaik ITB, Berhasil Selesaikan S2 dari Ketertarikan Menyusuri Kampung Tua di Pulau Jawa. MOJOK.CO
Kampus

Kisah Wisudawan Terbaik ITB, Berhasil Selesaikan Kuliah S2 dari Ketertarikan Menyusuri Kampung Tua di Pulau Jawa

12 Januari 2026
Alumnus ITB resign kerja di Jakarta dan buka usaha sendiri di Bandung. MOJOK.CO
Sosok

Alumnus ITB Rela Tinggalkan Gaji Puluhan Juta di Jakarta demi Buka Lapangan Kerja dan Gaungkan Isu Lingkungan

12 Desember 2025
Nekat resign dari BUMN karena nggak betah kerja di Jakarta. MOJOK.CO
Liputan

Nekat Resign dari BUMN karena Lelah Mental di Jakarta, Pilih “Pungut Sampah” di Kampung agar Hidup Lebih Bermakna

10 Desember 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

lulusan unesa dapat beasiswa dan langsung kerja. MOJOK.CO

Lulus Sarjana Dapat Tawaran Beasiswa S2 dari Rektor, Elpanta Pilih Langsung Kerja sebagai Pegawai Tetap di Unesa

11 Mei 2026
bapak-bapak nongkrong.MOJOK.CO

Setelah Punya Anak Sadar “Nongkrong Basi-Basi” Itu Nggak Guna: Rela Dicap Suami Takut Istri, karena Urusan Keluarga Memang di Atas Segalanya

11 Mei 2026
Catatan Lulusan S2 yang Jadi Driver Maxim: Mempraktikkan Ilmu Pemerintahan Tanpa Birokrasi MOJOK.CO

Catatan Lulusan S2 yang Jadi Driver Maxim: Mempraktikkan Ilmu Pemerintahan Tanpa Birokrasi

13 Mei 2026
Joki UTBK SNBT di Surabaya raup cuan Rp700 juta demi kebutuhan hidup. Kedokteran jadi incaran MOJOK.CO

Joki UTBK SNBT Bisa Raup Rp700 Juta: Buat Kebutuhan Hidup karena Keterbatasan, Cuan Gede dari Jurusan Kedokteran

10 Mei 2026
Deni mahasiswa berprestasi dari UGM berkat puisi. MOJOK.CO

Balas Budi ke Ibu yang Jual Cincin Berharga lewat Ratusan Puisi hingga Diterima di UGM Berkat Segudang Prestasi

14 Mei 2026
Sulap lahan kosong jadi kebun kosong untuk ketahanan pangan mandiri. MOJOK.CO

Ironi Lihat Warga Bogor Kelaparan sampai Tak Mampu Beli Sufor, Alumnus UNJ Ini Buka Kebun Sayur di Lahan Mangkrak 

16 Mei 2026

Video Terbaru

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

11 April 2026
Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.