Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas Luar Negeri

Jadi Penyebab Klaster Covid, Sebuah Bar di China Terancam Pidana

Shinta Sigit Agustina oleh Shinta Sigit Agustina
16 Juni 2022
A A
lockdown china mojok.co

Petugas keamanan bersiaga di pintu masuk perbelanjaan internasional Sanlitun, Beijing, China, Minggu (1/5/2022), saat diberlakukan penguncian wilayah (lockdown). ANTARA/M. Irfan Ilmie

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Sebuah bar di China terbukti menjadi pusat penyebaran Covid-19. Bar tersebut kini tengah menghadapi tuntutan dari pemerintah setempat.

Sebelumnya, Pemerintah China telah mengakhiri kebijakan lockdown yang dimulai sejak Kamis (9/6) pekan lalu. Tiga hari setelahnya, bar tersebut mulai dicurigai menjadi pusat penyebaran Covid-19.

Iklan

Akibatnya, kawasan pemukiman hingga area perbelanjaan ditutup kembali demi menurunkan angka penularan. Covid-19 yang telah terdeteksi kembali di 14 distrik memaksa para warga untuk menjalani lockdown ulang.

Bar yang dimaksud adalah ‘Heaven Supermarket Bar’. Lokasinya terletak di kawasan Sanlitiun, Distrik Chaoyang, tepatnya di samping kompleks Workers Stadium.

Bar ini terkenal di kalangan remaja setempat sebagai tempat hang out yang ramai, bahkan ketika kebijakan lockdown masih berlaku. Bar ini juga tidak menerapkan protokol kesehatan seperti penggunaan masker dan pengecekan status Covid-19.

Heaven Supermarket Bar kemudian dituntut oleh Pemerintah China atas tuduhan pelanggaran serius yang dilakukan manajemen. Mereka terbukti tidak menjalankan aturan yang telah diberlakukan pemerintah.

Berdasarkan kebijakan setempat, pemerintah mengimbau semua warga untuk melakukan tes PCR per dua hingga tiga hari. Hasil tes tersebut akan langsung terintegrasi dengan aplikasi yang berada di telepon seluler masing-masing. Jika tidak melakukan tes PCR, warga akan ditandai dan tidak dapat memasuki area publik.

Namun, ada pengunjung bar tersebut tidak menunjukkan hasil PCR dalam kurun waktu dua minggu. Sehingga, penyebaran virus Covid-19 di wilayah tersebut pun tidak dapat dilacak.

“Bar tersebut tidak mengimplementasikan pencegahan dan pengontrolan jumlah pengunjung dengan ketat sehingga membuat penyebaran Covid-19 meningkat drastic,” ungkap Pan Xuong, Wakil Kepala Beijing Bureau of Public Security dikutip dari South China Morning Post.

Hingga Rabu (15/6), tercatat 320 kasus positif yang bersumber dari bar tersebut. Jumlah ini terus meningkat dan menyebar mulai dari Hong Kong hingga Beijing.

Selain pemilik bar, otoritas setempat juga menuntut pidana pada lima orang lainnya. Salah satunya adalah seorang bartender (31) yang tinggal di Distrik Tongzhong. Ia menggunakan transportasi publik ke beberapa tempat sebelum hasil tes PCR-nya menunjukkan positif Covid-19. Akibatnya, 29 orang tertular dan kini berada di ruang isolasi, sementara 1.800 orang lainnya menjalani karantina mandiri di rumah.

Penulis: Shinta Sigit Agustina
Editor: Purnawan Setyo Adi

BACA JUGA Satgas Pengendalian PMK IPB: Kasus Kematian Ternak Rendah Jelang Idul Adha dan kabar terbaru lainnya di KILAS.

 

Terakhir diperbarui pada 16 Juni 2022 oleh

Tags: ChinaCOVID-19klaster covid-19
Shinta Sigit Agustina

Shinta Sigit Agustina

Kontributor

Artikel Terkait

Kisah pengusahaan binaan program UMiMAX dari Pertamina. MOJOK.CO
Sehari-hari

Kisah Para Ibu Jual Kopi Keliling usai Suami Kena PHK, Relakan “Cincin Terakhir” agar Anak Bisa Sekolah

26 Juni 2026
Belajar Tentang Sejarah Ekonomi Komunis China dari Duanju, Drama Vertikal yang Nagih MOJOK.CO
Esai

Belajar Sejarah Ekonomi Komunis China Lewat Kamerad Chang dan Duanju yang Bikin Nagih

16 Maret 2026
Z sarjana ekonomi di Undip. MOJOK.CO
Kampus

Apesnya Punya Nama Aneh “Z”: Takut Ditodong Tiba-tiba Saat Kuliah, Kini Malah Jadi Anak Emas Dosen di Undip

27 November 2025
Jawa Tengah dan Fujian China kerja sama untuk penguatan sektor kelautan dan perikanan MOJOK.CO
Kilas

Kerja Sama Jawa Tengah dan Fujian China, Kuatkan Sektor Kelautan dan Perikanan

24 Juni 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Cari kerja, lamaran kerja, Mahasiswa gap year kuliah di Unila. MOJOK.CO

Kesalahan Bikin CV dan Hal-Hal Sepele Lain yang Justru Bikin Jobseeker Ditolak Saat Melamar Kerja

16 Juli 2026
Kerjabilitas, Jembatan bagi Pencari Kerja Difabel Menembus Tembok Diskriminasi Industri.MOJOK.CO

Kerjabilitas, Jembatan bagi Pencari Kerja Difabel Menembus Tembok Diskriminasi Industri

17 Juli 2026
Kita Membeli Sabun karena Wanginya, Bukan karena Tahu Kandungannya MOJOK.CO

Kita Membeli Sabun karena Wanginya, Bukan karena Tahu Kandungannya

18 Juli 2026
Sudah Berani Menyapa Teman-temannya, Murid ABK Malah Dianggap Tak Ada meski Berada di Sekolah Inklusif MOJOK.CO

Sudah Berani Menyapa Teman-temannya, Murid ABK Malah Dianggap Tak Ada meski Berada di Sekolah Inklusif

21 Juli 2026
Menertawakan Polemik Sosial, Arie Kriting Siap Bawa "Mungkin Ada Benarnya" ke Jogja.mojok.co

Menertawakan Polemik Sosial, Arie Kriting Siap Bawa “Mungkin Ada Benarnya” ke Jogja

16 Juli 2026
Ilustrasi - Cerita bapak dulu bungah antar anak wisuda sarjana dari PTS Jogja, kini nelangsa antar anak susah cari kerja meski modal ijazah S1 MOJOK.CO

Cerita Bapak Dulu Bahagia Antar Anak Wisuda Sarjana, Kini Nelangsa Antar Cari Kerja Pakai Ijazah SMA karena S1 Tak Guna

19 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.