Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas

Jokowi Beri Lampu Hijau Rektor Impor, Menristekdikti Siap-Siap untuk Tahun 2020

Redaksi oleh Redaksi
2 Agustus 2019
A A
Jokowi Beri Lampu Hijau Rektor Impor, Menristekdikti Siap-Siap untuk Tahun 2020
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Demi peringkat 100 besar dunia, Menristekdikti yakin gagasan rektor impor adalah solusi yang tepat. Meski dapat banyak kritikan, Jokowi pun oke-oke saja, tuh.

Wacana kontroversial soal rektor impor ke perguruan tinggi negeri (PTN) di Indonesia mendapat sorotan tajam. Usulan ini sebelumnya mulai bergulir sejak tahun 2016. M Nasir, selaku Menristekdikti, menyebutkan bahwa wacana ini bertujuan untuk mendongkrak peringkat PTN agar masuk ke dalam 100 besar peringkat dunia.

Iklan

Dikutip dari Detik.com, situs resmi Setkab mencantumkan pernyataan M Nasir sebagai berikut:

“(Kita nanti tantang calon rektor luar negerinya) kamu bisa tidak tingkatkan ranking perguruan tinggi ini menjadi 200 besar dunia. Setelah itu tercapai, berikutnya 150 besar dunia. Setelah ini 100 besar dunia. Harus seperti itu. Kita tidak bisa targetnya item per item.”

Ide rektor impor yang tak lazim ini menimbulkan kontroversi. Wakil Ketua Bidang Departemen Kajian Strategis BEM Unpad, Ilham Fajar, menyebutkan bahwa dirinya tak setuju dengan wacana tersebut.

“Dalam konteks rektor asing, harus ada urgensi yang jelas. Harus ada tujuan yang jelas dari rektor asing, apakah dengan adanya rektor asing otomatis membuat perguruan tinggi lebih baik? Kan tidak,” jelasnya.

Pernyataan Ilham seolah sejalan dengan DPR yang jelas mengkritik gagasan ini. Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah bahkan mempertanyakan kesediaan konsep M Nasir dalam membangun PTN berkelas dunia.

Menurut Fahri, apa yang M Nasir tetapkan justru tampak seperti orang yang “buang badan”.

“Gagal membuat BUMN kita kelas dunia, cari CEO asing. Gagal membuat kampus menjadi kelas dunia, cari rektor asing. La sampeyan jadi menteri apa kerjaannya?” kata Fahri.

Tapi, seolah tak peduli-peduli amat dengan kritikan tadi, M Nasir menyebutkan bahwa Presiden Jokowi telah memberi lampu hijau atas gagasan rektor impor ini. Dirinya mengakui telah menyampaikan wacana tadi secara lisan dan dipersilakan untuk melakukan persiapan pelaksanaan tahun 2020.

“Beliau setuju, tergantung bagaimana saya siapkan. Kalau persiapan tidak bagus, ya mungkin kita pending atau bagaimana,” terang Nasir saat ditemui di Undip, Semarang, Kamis lalu (1/8).

Lalu, bagaimana persiapan pelaksanaan ini dirancang?

Masih menurut Nasir, penerapan rektor impor tahun 2020-2024 bakal dilakukan pada beberapa universitas percontohan. Pun, universitas ini belum bisa dipastikan berupa PTN atau swasta.

Menanggapi seluruh kritikan dan komentar miring soal wacana rektor impor, M Nasir agaknya tetap kekeuh dan positif. Ia bahkan menyebut bahwa pihak-pihak yang menolak sebenarnya hanya tidak pernah melihat seperti apa perguruan tinggi asing itu.

Iklan

Singkatnya, Menteri dari Kemenristekdikti ini sudah yakin benar bahwa peringkat universitas Indonesia bisa melonjak dengan bantuan rektor impor. Agaknya, pernyataan Ariel Heryanto—sosiolog, guru besar, sekaligus Herb Feith Professor di Universitas Monash Australia—sekalipun tak bakal mempan bagi M Nasir.

Yah, soalnya, Ariel sendiri pernah menuliskan: “Semata-mata mengundang rektor asing, sehebat apa pun, tak menjamin naiknya peringkat dunia sebuah universitas. Tidak di negara mana pun.”

Infografik Jokowi Beri Lampu Hijau Rektor Impor, Menristekdikti Siap-Siap untuk Tahun 2020

Terakhir diperbarui pada 2 Agustus 2019 oleh

Tags: ariel heryantoKemenristekdiktiMenristekdiktiperingkat 100 besar Duniarektor asingrektor impor
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

banda mojok.co
Pendidikan

Kemendikbudristek Rencanakan Kepulauan Banda Jadi Cagar Budaya

21 Juni 2022
mengapa kemampuan bahasa indonesia orang indonesia buruk banget mojok.co bahasa indonesia yang baik dan benar
Versus

Musabab Kita Kerap Gagal Menggunakan Bahasa Indonesia yang Baik dan Benar

31 Mei 2020
Esai

Arief Budiman: Intelektual Publik

24 April 2020
Pojokan

Salah Kaprah Ancaman Menristekdikti ke Semua Rektor Indonesia

30 September 2019
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

kerja, lulusan SMA di keluarga penuh sarjana.MOJOK.CO

Cerita Lulusan SMA yang Berhasil Mapan Tanpa Ijazah S1, tapi Diam-Diam Menyesalinya dan Merasa Iri pada Sarjana

21 Juli 2026
sarjana, ijazah s1, pekerja, gen z, kerja, PNS di desa lebih menyenangkan. MOJOK.CO

Seporsi Kekalahan Sarjana di Sleman: Susah Payah Dapat Ijazah S1, Ujung-ujungnya Kerja Setara Lulusan SMA karena Tak Punya Pilihan

20 Juli 2026
KOMSAH: Sejahterakan petani di Klaten. MOJOK.CO

Tinggalkan Profesi Dokter untuk Jadi Penasihat Kelompok Tani, Optimalkan Anugerah Tanah Klaten yang Subur

20 Juli 2026
Saya Hanya Ingin Kuliah, tetapi Crab Mentality di Desa Menganggap Saya Lupa Diri MOJOK.CO

Saya Hanya Ingin Kuliah, tetapi Crab Mentality di Desa Menganggap Saya Lupa Diri

23 Juli 2026
Nasi Kuning Muna Cung dan Kisahnya yang Membuat Wisatawan Rela Berjalan Kaki dari Malioboro MOJOK.CO

Nasi Kuning Muna Cung dan Kisahnya yang Membuat Wisatawan Rela Berjalan Kaki dari Malioboro

22 Juli 2026
Ilustrasi - Cerita bapak dulu bungah antar anak wisuda sarjana dari PTS Jogja, kini nelangsa antar anak susah cari kerja meski modal ijazah S1 MOJOK.CO

Cerita Bapak Dulu Bahagia Antar Anak Wisuda Sarjana, Kini Nelangsa Antar Cari Kerja Pakai Ijazah SMA karena S1 Tak Guna

19 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.