Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas

Humphrey Djemat: Ada Parpol Minta Mahar Rp500 Miliar ke Calon Menteri

Redaksi oleh Redaksi
25 November 2019
A A
humphrey djemat mahar politik 500 miliar ketum ppp muktamar mojok.co
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Sayangnya, Humphrey Djemat sebagai penyebar info nggak berani sebut nama parpol. Kalau terbukti benar, ini mengerikan sih.

Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) versi Muktamar Humphrey Djemat menebar gogon (gosip-gosip underground) politik saat berbicara kepada publik di diskusi “Quo Vadis Pilkada Langsung”, Minggu kemarin (24/11). Gosipnya juga kelas berat banget. Kata beliau, ada calon menteri yang gagal menjabat gara-gara diminta kontribusi Rp500 miliar oleh salah satu partai politik. Waw, it’s julid time!

Iklan

“Saya mendengar ada seorang calon menteri pilihan Pak Jokowi berasal dari kalangan profesional namun diendors partai harus berkontribusi Rp500 miliar selama masa jabatannya. Karena ia memegang teguh profesionalitasnya dan hati nuraninya ia menolak ketentuan itu sehingga akhirnya tidak dilantik,” ujar Humphrey, dikutip Media Indonesia.

Diskusi ini diselenggarakan di kantor Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi). Selain Humphrey, panitia juga menghadirkan mantan Komisioner KPU RI Hadar Nafis Gumay, Peneliti Formappi Lucius Karus, Direktur Eksekutif Nation and Character Building Institute (NCBI) Juliaman Saragih, dan Anggota DPR RI Komisi II Fraksi Golkar Zulfikar Arse Sadikin.

Humphrey menyayangkan politik transaksional masih terjadi untuk jabatan sekelas menteri meskipun di atas kertas penunjukan menteri adalah hak prerogatif presiden. Ia sebel mengapa partai politik masih saja terus mencampuri urusan pemilihan menteri demi keuntungan finansial. Informasi gogon ini didapat Humphrey karena sang calon menteri yang gagal menjabat itu diakuinya sebagai teman dekatnya sendiri. Tentu saja, selain tidak membuka nama parpol, nama teman dekatnya itu juga tidak disebut. Duh, jadi whistleblower kok nanggung sih, Pak.

Jelas ini tuduhan serius kepada pemerintah. Kecurigaan langsung bisa tumbuh soal siapa parpol tersebut dan apakah semua menteri yang menjabat mendapat kontrak serupa. Namun, sampai artikel ini dimuat, belum ada respons apa-apa dari pemerintah.

Kalau kita ingat-ingat lagi, tuduhan macam ini pernah menyerang Sandiaga Uno saat dipilih Prabowo sebagai calon wakil presidennya tahun lalu. Gogonnya berasal dari Wasekjen Partai Demokrat Andi Arief yang menuduh Sandiaga Uno membayar 1 miliar kepada dua parpol agar diizinkan jadi cawapres Prabowo.

“Sandi Uno yang sanggup membayar PAN dan PKS masing-masing Rp500 miliar menjadi pilihannya (Prabowo) untuk cawapres. Di luar dugaan kami, ternyata Prabowo mementingkan uang ketimbang jalan perjuangan yang benar,” kata Andi.

Nah, Pak Humphrey harus mencontoh Pak Andi gitu lho. Kalau jadi whistleblower itu ya harus frontal. Kalau cuma no mention gini sih Bude Sumiyati lebih jago.

humphrey djemat mahar politik 500 miliar ketum ppp muktamar mojok.co

(awn)

BACA JUGA Kaos Manchester United Katanya Haram: Betapa Nggak Pentingnya Masukin Agama di Olahraga atau kabar terbaru lainnya di rubrik KILAS.

Terakhir diperbarui pada 25 November 2019 oleh

Tags: humphrey djematmahar politikmenteri JokowiPPP
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Kotak Pandora Politik Terbuka: Gus Romy Ungkap Krisis di PPP
Video

Kotak Pandora Politik Terbuka: Gus Romy Ungkap Krisis di PPP

20 Mei 2025
romahurmuziy putcast mojok
Video

Gejala Kecurangan Pilpres 2024 dan Isu Pemakzulan Jokowi Menurut Romahurmuziy

10 November 2023
Romahurmuziy PutCast Mojok
Video

Romahurmuziy Blak-Blakan Soal Naik Turunnya Suara Partai Islam di Indonesia

10 November 2023
imbalan partai politik mojok.co
Kotak Suara

Jika Terbukti Terima Mahar, Parpol Tak Boleh Ajukan Capres-Cawapres 

27 Juni 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Orang tua, ibu.MOJOK.CO

Sulitnya Menjadi Ibu Muda Tanpa Cela di Ibu Kota: Parenting Dituntut Sempurna, tapi Sudah Digempur Stres Kerja

10 Juli 2026
manfaat program WiFi gratis bagi pedagang sekaligus warga Klaten. MOJOK.CO

Memanfaatkan WiFi Gratis di Sejumlah Titik Klaten: Meski Harus Berebut, Tetap Jadi Solusi Alternatif saat Paket Data Habis

10 Juli 2026
Saat mengantar anak mencari kos untuk persiapan kuliah di PTN Jogja: anak antusias jadi mahasiswa baru (maba), orang tua justru menyimpan kecemasan yang tidak hanya persoalan UKT mahal MOJOK.CO

Saat Antar Anak Cari Kos dan Tak Sabar Jadi Maba, Ortu Tampak Antusias tapi Diam-diam Sembunyikan Cemas

8 Juli 2026
Senjakala Lapangan Sepak Bola di Jogja yang Makin Berjarak dengan Warganya.MOJOK.CO

Senjakala Lapangan Bola di Kota Jogja yang Makin Berjarak dengan Warganya

9 Juli 2026
Jumirah dan suami merupakan pemulung di TPA Troketon, Klaten. MOJOK.CO

“Nrimo ing Pandum” ala Ibu Jumirah: Berteman dengan Belatung dan Diabetes di Tengah 150 Ton Sampah Residu Warga Klaten

12 Juli 2026
Di Balik Pintu Toilet Masjid: Tempat Bersuci, tapi Berisiko bagi Perempuan MOJOK.CO

Di Balik Pintu Toilet Masjid: Tempat Bersuci, tapi Berisiko bagi Perempuan

14 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.