Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas Hukum

Sambangi Sultan, KPK Pastikan Kembangkan Kasus Haryadi Suyuti

Yvesta Ayu oleh Yvesta Ayu
30 Juni 2022
A A
kasus haryadi suyuti mojok.co

Wakil Ketua KPK RI, Nurul Guhfron dan Gubernur DIY, Sri Sultan HB X menyampaikan paparannya tentang korupsi di Kompleks Kepatihan Yogyakarta, Kamis (30/06/2022).(yvesta ayu/mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – KPK kembali datang ke Yogyakarta. Kali ini Wakil Ketua KPK RI, Nurul Guhfron menemui Gubernur DIY, Sri Sultan HB X dan bupati serta pj wali kota di Kompleks Kepatihan Yogyakarta, Kamis (30/06/2022).

Dalam pertemuan tersebut, Nurul menyinggung kasus dugaan suap yang menimpa mantan Wali Kota Yogyakarta, Haryadi Suyuti dan sejumlah pejabat di Kota Yogyakarta. KPK memastikan akan terus mengembangkan penyelidikan kasus tersebut.

“Sejauh ini KPK selalu mengembangkan [kasus suap haryadi suyuti] pada dugaan tindak pidana lainnya, tidak hanya suap saja,” paparnya.

Nurul menyatakan, Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap Haryadi Suyuti dan enam pejabat serta pihak swasta lainnya pada 2 Juni 2022 lalu hanya menjadi pintu masuk untuk penyelidikan selanjutnya. KPK akan terus melakukan penyelidikan atas kemungkinan-kemungkinan  adanya gratifikasi atau pemerasan dan tindakan melawan hukum lainnya dari Haryadi dkk.

Sebab munculnya kasus Haryadi Suyuti yang berkaitan erat dengan pemberian izin hotel disebut Nurul merupakan pelanggaran hukum. Bahkan Haryadi disebut melakukan berbagai ketentuan perundang-undangan dalam pemberian Izin Mendirikan Bangunan (IMB) Apartemen Royal Kedhaton di Kementerian Lor.

Padahal Perda yang mengatur perizinan, khususnya hotel di Yogyakarta sudah sangat limitatif, jelas dan pasti. Namun masih saja Haryadi Suyuti dan sejumlah pejabat lain mencari celah untuk melakukan tindakan korupsi.

“Kasus [haryadi] menunjukkan ada ketentuan peraturan perundang-undangan yang diterabas. Rekomendasi dari Kementerian PUPR pun diabaikan,” tandasnya.

Karenanya kedatangan KPK kali ini ke DIY dalam rangka mengingatkan para pejabat negara untuk tidak melakukan korupsi. Para kepala daerah dan pejabat lainnya harus mengedepankan penyelenggaraan pelayanan publik maupun tata keuangan daerah secara benar.

“Kami berharap pencegahan kami keliling ke setiap daerah, kami harapkan tidak ada korupsi, pelayanan semakin profesional, anti suap, baik dalam penyelenggaraan pelayanan publik maupun tata keuangan daerah berupa barang milik daerah maupun potensi pendapatan daerah,” ungkapnya.

Sementara Sri Sultan mengatakan, sejak diangkat sebagai wali kota/bupati, para pejabat harus menandatangani pakta integritas. Namun Haryadi Suyuti melanggar komitmen tersebut.

“Pelaku [korupsi] itu sudah menandatangani kesepakatan untuk tidak menyalahgunakan [wewenang] dan korupsi, dia sudah bersumpah juga waktu diangkat [wali kota]. Jadi itu jangan dikhianati, itu saja. Begitu dikhianati ya berhadapan dengan hukum,” imbuhnya.

Untuk itu Sri Sultan tidak akan melakukan apapun pada Haryadi Suyuti dan tersangka lainnya. Termasuk memberikan bantuan hukum kepada mereka.

“Saya sebagai gubernur punya tugas membina ASN tapi kalau [mereka] menyalahgunakan dan melakukan tindakan pidana yang melanggar hukum ya sudah itu konsekuensinya mereka sendiri,” tandasnya.

Reporter: Yvesta Ayu
Editor: Purnawan Setyo Adi

BACA JUGA Sultan HB X Jengkel Haryadi Suyuti Langgar Janji, Pintu Masuk Penyelidikan Lain

Terakhir diperbarui pada 30 Juni 2022 oleh

Tags: haryadi suyutisultan hb x
Yvesta Ayu

Yvesta Ayu

Jurnalis lepas, tinggal di Jogja.

Artikel Terkait

Sultan HB X raja Jogja. MOJOK.CO
Aktual

Jogja Krisis Air, Pemerintah Malah Bikin Proyek yang Menghambat Sumber Air

20 Januari 2025
Jualan Sapi, Tukang Foto KTP Keliling, dan Pekerjaan Lain Sebelum Sultan HB X Jadi Raja Keraton Yogyakarta MOJOK.CO
Catatan

Jualan Sapi, Tukang Foto KTP Keliling, dan Pekerjaan Lain Sebelum Sultan HB X Jadi Raja Keraton Yogyakarta

9 Maret 2024
Tiba-tiba Krido Suprayitno Minta Maaf ke Sultan HB X dan Masyarakat MOJOK.CO
Kilas

Tiba-tiba Krido Suprayitno Minta Maaf ke Sultan HB X dan Masyarakat

24 Oktober 2023
Kadinas Pertanahan Jadi Tersangka, Sultan HB X: Dia Tega, Saya Juga Tega. MOJOK.CO
Kilas

Kadinas Pertanahan Jadi Tersangka, Sultan HB X: Dia Tega, Saya Juga Tega

18 Juli 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

kuliah s2.MOJOK.CO

Penyesalan Lanjut S2 Cuma karena Pelarian dan FOMO: Nganggur dan Dicap Overqualified, Sudah Kerja pun Gaji Setara Lulusan SMA

5 April 2026
Jurusan Antropologi Unair selamatkan saya usai ditolak UGM. MOJOK.CO

Ditolak UGM Jalur Undangan, Antropologi Unair Selamatkan Saya untuk Tetap Kuliah di Kampus Bergengsi dan Kerja di Bali

6 April 2026
Mahasiswa KKN di desa

KKN Itu Menyenangkan, yang Bikin Muak adalah Teman yang Jadi Beban Kelompok dan Warga Desa yang “Toxic”

9 April 2026
Buka bisnis di desa sengsara, tidak bikin slow living MOJOK.CO

Buka Bisnis di Desa Menggiurkan, Tapi Bukannya Slow Living Malah Dibayangi Sengsara karena Kebiasaan Warga

9 April 2026
Ribetnya urusan sama pesilat. Rivalitas perguruan pencak silat seperti PSHT dan PSHW (SH Winongo) bikin masalah sepele jadi alasan rusuh MOJOK.CO

Makin Muak ke Ulah Pesilat: Perkara Tak Disapa Duluan dan Beda Perguruan Langsung Dihajar, Dikasih Fakta Terang Eh Denial

7 April 2026
Gudeg, Kuliner Jogja yang Makin Tak Cocok untuk Orang Miskin (Unsplash)

Harga Gudeg Jogja Naik, Berpotensi Menguatkan Sisi Gelap kalau Kuliner Jogja Ini Memang Bukan Makanan Murah Lagi

9 April 2026

Video Terbaru

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026
Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

4 April 2026
Parijoto Muria: Dari Buah Mitologi, Jadi Sumber Hidup Warga Lereng Gunung

Parijoto Muria: Dari Buah Mitologi, Jadi Sumber Hidup Warga Lereng Gunung

2 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.