Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas Hiburan

Tonton Wayang Jogja Night Carnival, Ribuan Warga Padati Kawasan Tugu

Yvesta Ayu oleh Yvesta Ayu
8 Oktober 2022
A A
wayang jogja night carnival mojok.co

Wayang Jogja Night Carnival 2022 (IG @wjnc.official)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Setelah dua tahun absen, Wayang Jogja Night carnival kembali digelar. Ribuan warga tumpah ruah menonton gelaran ini sekaligus merayakan hari ulang tahun Kota Yogyakarta.

Ribuan warga memadati kawasan Tugu Pal Putih Yogyakarta, Jumat (07/10/2022) malam. Meski sempat turun hujan, mereka antusias melihat gelaran Wayang Jogja Night Carnival (WJNC) #7 Tahun 2022.

Iklan

WJNC yang kembali digelar setelah dua tahun vakum akibat pandemi COVID-19 tersebut merupakan rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-266 Kota Yogyakarta. Kegiatan yang diikuti pelaku seni budaya dari 14 kemantren di Kota Yogyakarta tersebut merupakan wujud ucap syukur atas kesejahteraan serta kemajuan pembangunan yang dapat dinikmati oleh seluruh warga Kota Yogyakarta.

“WJNC merupakan kreativitas cipta, karya, kreasi dari segenap warga, yang ditampilkan oleh para pelaku seni budaya empat belas kemantren,” ujar Penjabat (Pj) Walikota Yogyakarta, Sumadi disela acara.

Menurut Sumadi, penyelenggaraan WJNC yang kali ketujuh ini merupakan bentuk rasa handarbeni, rasa memiliki dalam kebersamaan, guyub rukun dan kegotong-royongan untuk memberi sumbangsih karya sebagai bukti kecintaaan pada Yogyakarta yang Istimewa. Hal ini sesuai dengan ‘Sulih, Pulih dan Luwih’ menjadi tema besar dalam peringatan HUT Kota Yogyakarta tahun ini.

Sulih berarti kemauan untuk senantiasa bergerak beradaptasi dengan perubahan jaman. Sedangkan Pulih bermakna tekad untuk bangkit kembali menjawab segala tantangan ke depan.

“Kalau luwih artinya keinginan untuk selalu menjadi lebih baik di masa mendatang,” jelasnya.

Sumadi berharap dengan melihat perkembangan Kota Jogja dari masa ke masa maka kota ini menjadi semakin nyaman, sehingga warganya pun dapat terus produktif. Kenyamanan itu adalah untuk semuanya, baik anak, untuk remaja, dewasa, lansia, penyandang disabilitas, perempuan, laki-laki, kaum rentan dan lain sebagainya.

Ke depan Kota Yogyakarta terus berbenah seiring dengan perkembangan zaman. Kebutuhan untuk selalu meningkatkan layanan publik kepada masyarakat serta juga mempertahankan daya saing daerah menuntut Kota Jogja untuk terus menata diri.

Pembangunan fisik maupun non fisik terus dilanjutkan, serta ditingkatkan dari waktu ke waktu, secara berkelanjutan. Pada aspek pemerintahan, berbagai inovasi di bidang layanan publik terus diwujudkan.

“Tujuannya agar masyarakat semakin mudah mengakses semua layanan secara mudah, terjangkau, aman, nyaman, cepat, tepat manfaat, tepat sasaran serta akuntabel,” ungkapnya.

Di bidang fisik, penataan ruang ditujukan agar estetika kota semakin tertata dan ramah bagi setiap orang. Pedestrian, infrastruktur pendukung, fasilitas umum yang merupakan bagian dari wajah Kota terus ditambah serta ditingkatkan kualitasnya.

Iklan

Sementara di bidang sosial, intervensi berupa jaring pengaman tidak pernah berhenti menyasar kelompok rentan. Muara dari itu semuanya adalah murni kesejahteraan bagi masyarakat. Hal ini tentunya juga menjadi daya tarik bagi banyak warga masyarakat ingin menetap di Yogyakarta.

Hal tersebut di satu sisi dapat menimbulkan persoalan, seperti bertambahnya jumlah penduduk, lalu lintas jalan raya semakin ramai dan padat. Selain itu kebutuhan pemenuhan hidup yang semakin meningkat.

“Tentu dibutuhkan solusi yang komprehensif dengan mempertimbangkan banyak hal, yang ditujukan untuk memberikan manfaat bagi semua, tanpa membeda-bedakan perhatian dan layanan bagi berbagai ragam masyarakat yang berbeda,” jelasnya.

Sumadi menambahkan, kearifan lokal memberi warna tersendiri bagi keberlanjutan Kota Yogyakarta. Seiring dengan Yogyakarta terus tumbuh dan berkembang pesat maka semangat gotong-royong, saling tegur, saling sapa serta saling membantu dalam membangun kampung di masyarakat, membuat kenyamanan senantiasa hadir di Kota Jogja perlu ditingkatkan.

“Hubungan sosial yang harmonis antar masyarakat tidak akan pudar di tengah ancaman dan tantangan gaya hidup perkotaan yang cenderung invidualis serta penetrasi budaya asing yang dapat meng-gerus kearifan budaya lokal. Salah satu junci utama dari kenyamanan Kota adalah terciptanya harmoni di masyarakat. Kiranya masyarakat dapat terus memupuk kebersamaan, kerukunan serta kepedulian terhadap sesama,” imbuhnya.

Reporter: Yvesta Ayu
Editor: Purnawan Setyo Adi

BACA JUGA Korupsi Dana BOS, Dua Guru SMK di Sleman Ditangkap

Terakhir diperbarui pada 9 Oktober 2022 oleh

Tags: hut kota yogyakartakota yogyakartawayang jogja night carnivalwisata jogjaYogyakarta
Yvesta Ayu

Yvesta Ayu

Jurnalis lepas, tinggal di Jogja.

Artikel Terkait

Olive Chicken di Jogja sama saja dengan Karen Chicken di Surabaya. MOJOK.CO

Olive Chicken Menyelamatkan Lidah Orang Surabaya dari Kuliner Khas Jogja yang Overrated

6 Agustus 2026
Sri Sultan HB X dan Dubes Qatar siapkan kejutan program event di Yogyakarta dari kerja sama di bidang kesenian dan kebudayaan MOJOK.CO

Usai Temui Sri Sultan HB X, Dubes Qatar Siapkan Kejutan Program Event Kebudayaan di Yogyakarta

3 Agustus 2026
Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X dan Romo Pitoyo dalam acara peresmian Laboratorium Alam SMA Kolese De Britto Yogyakarta. MOJOK.CO

Laboratorium Alam De Britto: Pondok Perenungan Manusia agar Tak Kehilangan Hati Nurani di Tengah “Bahaya” AI

28 Juli 2026
Nikahkan anak di Lapas Wirogunan Yogyakarta. MOJOK.CO

Penuhi Tanggung Jawab sebagai Ayah, Seorang Napi Nikahkan Putrinya di Lapas Wirogunan Jogja

28 Juli 2026
Buku "Ambarrukmo: Jatidiri dan Kebanggaan Negeri" jadi ikhtiar mencatat risalah panjang kompleks Kedaton Ambarrukmo Yogyakarta melintasi 5 zaman MOJOK.CO

Ikhtiar Mencatat Risalah Panjang Ambarrukmo Melintasi 5 Zaman, Situs yang Terus Hidup tanpa Mencerabut Akar

23 Juli 2026
Koperasi di Yogyakarta. MOJOK.CO

Hari Koperasi Nasional ke-79 di DIY: Sudah Saatnya Koperasi sebagai Sakaguru Perekonomian Nasional Nggak Lagi Gaptek

23 Juli 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Tinggal di Belanda 21 tahun, akhirnya menyerah jadi WNI dengan jalur naturalisasi kewarganegaraan. MOJOK.CO

Menyesal Jadi WNI Setelah 21 Tahun Tinggal di Belanda, Ternyata Pindah Kewarganegaraan Itu Mudah

14 Agustus 2026
Slow living, Cara Beli Rumah di Desa Tanpa Dihantui KPR Puluhan Tahun MOJOK.CO

Tanpa Punya Rumah di Desa Tetap Bisa Slow Living Asalkan Memegang 3 Prinsip Ini

12 Agustus 2026
Alumnus Peternakan UMM Kerja Jadi Manager di Australia. MOJOK.CO

Dulu Kuliah Tanpa Punya Laptop, Alumnus UMM Ini Buktikan Bisa Kerja di Australia sebagai Manajer Peternakan

11 Agustus 2026
Kirab Budaya dan Karnaval Pembangunan Klaten Tahun 2025. MOJOK.CO

Karnaval Klaten 2026: Belajar Jejak Sejarah Mataram Kuno dan Keistimewaan Tiap Wilayah

16 Agustus 2026
Apa Salahnya ASN Jualan Nasi Kuning? Gaji Tetap, Kebutuhan Terus Bertambah MOJOK.CO

Apa Salahnya ASN Jualan Nasi Kuning? Gaji Tetap, Kebutuhan Terus Bertambah

12 Agustus 2026
ilustrasi - PSEL DIY di dekat TPA Piyungan. MOJOK.CO

Pemda DIY Bakal Serap 1.000 Tenaga Kerja Khususnya Warlok untuk Olah Sampah Jadi Energi Listrik di Dekat TPA Piyungan

11 Agustus 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.