Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas Hiburan

Perjalanan Musik Iksan Skuter, Bertahan Hidup di Jakarta, Diselamatkan Malang

Kenia Intan oleh Kenia Intan
25 Agustus 2022
A A
IKSAN SKUTER: SEDIKIT KURANG TERKENAL YANG SUDAH TERKENAL di Musik

IKSAN SKUTER: SEDIKIT KURANG TERKENAL YANG SUDAH TERKENAL - PutCast

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Dulu, Iksan Skuter mengira Jakarta adalah solusi dalam karier bermusiknya. Pandangannya berubah. Ia kembali ke Malang dan membuktikan ke dirinya sendiri bahwa bermusik bisa di mana saja.

“Saya pernah di fase itu, yang mengira Jakarta adalah solusi. Ternyata sampai sana engga juga,” kata Iksan dalam wawancara dengan Putcast di kanal YouTube Mojokdotco.

Delapan tahun Iksan merantau di ibu kota berakhir dengan pulang ke Malang di awal tahun 2014. Nasib baik menghampiri setelahnya, untung saja ia tidak merealisasikan niatnya “gantung gitar” saat itu. Melihat kembali ke belakang, Iksan Skuter menyadari karir bermusiknya memang penuh dengan rentetan kejutan.

Di Jakarta, memulai bersama band berujung sebagai solois

Perjalanannya di Jakarta diawali bersama Band Putih sebagai gitaris. Grup bandnya cukup menjanjikan hingga masuk dapur rekaman dan merilis tiga album. Akan tetapi, masing-masing personil mengalami syok industri musik profesional. Bermusik tidak sesederhana tampil di panggung dan membuat penonton senang.

“Kami menghadapi sistem yang cukup kompleks,” jelas dia.

Setelah menyelesaikan kontrak selama lima tahun dengan salah satu label, satu per satu personel mulai mlipir. Hingga saat ini, tidak ada pernyataan yang benar-benar menyatakan Band Putih bubar.

Band tidak berlanjut, Iksan kemudian memutuskan bersolo karir di tahun 2012. Di saat itulah “Seniman Kurang Terkenal” atau Skuter menempel sebagai nama belakangnya. Di samping ia memang pernah memiliki kendaraan scooter atau vespa.

Album perdana Iksan Skuter sebagai solois ia luncurkan di Pejaten, Pasar Minggu. Walau gagal, ia tetap menjajal membuat album baru di tahun 2013 yang ternyata tidak berhasil lagi. Tahun-tahun itu, musik folk yang tematik memang belum memiliki banyak penggemar.

Perjalanannya di Jakarta memang tidak mudah. Demi bertahan hidup, Iksan Skuter sempat mencoba melamar berbagai pekerjaan dengan mengandalkan curriculum vitae yang ia susun. Iksan juga pernah melamar menjadi kru Band Wali, tetapi ditolak.

Iksan sempat terpikir untuk mengakhiri karir sebagai musisi alias “gantung gitar”. Niatan itu urung ia wujudkan karena sang istri tidak mengizinkan. Selain itu ia menyadari, di saat-saat tersulit, rezeki di bidang musiklah yang selalu menolongnya.

Malang melahirkannya sebagai musisi

Setelah kurang lebih delapan tahun menjadi musisi ibu kota, di awal 2014 ia kembali ke Malang. Hidup yang kian berat kian berat saat ia kehilangan sepeda motor. Peristiwa itu semakin membulatkan tekadnya untuk pulang. Di momentum kehilangan itu Iksan merasa ia tidak cocok lagi di Jakarta.

Tidak lantas berhasil, baru di album keenam Iksan merasakan ada harapan lagi dari bermusik.
Ia mulai menerima undangan untuk tampil di kampus-kampus, bahkan di pentas seni (pensi) acara anak SMA. Pulang ke Malang menyadarkannya, masing-masing daerah idealnya memiliki seniman yang lahir dan beraktivitas kesenian di sana. Musisi tidak melulu musti ke Jakarta.

Secara lahiriah, Iksan Skuter memang berasal dari Blora. Akan tetapi, Malang lah yang melahirkannya sebagai musisi. Tidak heran jika ia kemudian memilih pulang ke kota yang telah memberanikannya mengambil jalan hidup sebagai musisi.

Ketika dahulu ia tinggal di Malang, Iksan aktif berkegiatan di unit kegiatan mahasiswa musik di universitas. Dari situ ia menjajal bermacam-macam alat musik, salah satunya gitar listrik. Tentu saja Iksan girang, mengingat selama di Blora ia hanya menjajal gitar yang digilir dari RT ke RT.

Iklan

Dari situ pengalamannya bertemu banyak musisi dan bermusik terbuka lebar. Ia sempat tampil di kafe-kafe membawakan lagu-lagu musisi lain. Hingga di suatu titik, karena bosan menyanyikan lagu orang lain, terbentuklah grup musik yang membawakan lagu-lagunya sendiri.

Miripnya nasib petani dan musisi

Pengalaman-pengalaman itu menggiringnya pada pemahaman, bahwa memungkinkan bertahan hidup dari musik. Suatu hal yang sulit ia bayangkan ketika masih berada di Blora. Selain orang tua yang tidak mendukung, Iksan melihat secara geografis dan sosiologis sulit iklim bermusik tumbuh di daerahnya. Bahkan di saat ia kecil, satu-satunya akses ke alat musik berasal dari gitar temannya.

“Yang punya gitar bahkan ngga memegang gitarnya karena selalu digilir dari RT ke RT,” kenang dia. Pada saat itu, ia hanya menyaksikan senior yang lebih jago memainkan gitar. Walau hanya mengamati, Iksan mengaku punya insting lebih, sehingga ketika mencoba ia bisa memainkannya.

Asal muasal Iksan yang dari desa terbawa dalam lagu-lagu yang ia ciptakan. Lagu Petani misal, tidak jauh dari kehidupan masa kecilnya yang tak lepas dari sawah. Pengalaman menyaksikan para petani yang hidup ideal, berbeda dengan saat ini, juga terbawa dalam lirik lagu tersebut.

“Saya angkat kegelisahan pribadi, tidak ingin terlihat politis sebenarnya, dari bawah sadar dan pengamatan pribadi,” jelas Iksan Skuter. .

Apalagi, ia merasa ada kemiripan antara nasib musisi dan petani. Produknya dikonsumsi ataupun diakses hampir setiap saat, akan tetapi dalam kacamata sosial, musisi dan petani dianggap tidak ada perannya. Selain itu, penghargaan masyarakat yang sama-sama minim.

Itu baru Lagu Petani, karya Iksan Skuter yang lain juga menyimpan cerita dan pengalaman yang berkesan di baliknya. Penampilan Iksan menyanyikan lagu-lagunya dapat kalian saksikan di Festival Mojok (Fesmo) 2022 tanggal 28 Agustus 2022 mendatang. Klik di sini untuk mendapat tiketnya.

Kisah lengkap Iksan Skuter bisa disaksikan di tayangan YouTube Mojok berikut ini.

Sumber: Youtube Mojokdotco
Penulis: Kenia Intan

BACA JUGA Bagus Dwi Danto dan Alasan Sisir Tanah Menjadi Monumen

Terakhir diperbarui pada 25 Agustus 2022 oleh

Tags: folkiksan skuterjakartaMalang
Kenia Intan

Kenia Intan

Content Writer Mojok.co

Artikel Terkait

Efek rutin olahraga gym, dulu dihina gendut dan jelek kini banyak yang mendekat MOJOK.CO
Sehari-hari

Efek Gym: Dari Dihina “Babi” karena Gendut dan Jelek bikin Lawan Jenis Gampang Mendekat, Tapi Tetap Sulit Nemu yang Tulus

11 Mei 2026
Yamaha Jupiter Z, Motor Sakral yang Hadirkan Rasa Takut MOJOK.CO
Otomojok

Yamaha Jupiter Z, Motor Sakral yang Menghadirkan Rasa Takut tapi Ternyata Menjadi Simbol Perjuangan yang Tak Pernah Diceritakan

7 Mei 2026
Kuliah menjadi mahasiswa di PTN PTS Malang bikin merasa tersesat karena fenomena menginapkan pacar di kos hingga kumpul kebo MOJOK.CO
Urban

Kuliah di Malang karena Label Kota Pelajar: Berujung “Tersesat” karena Menormalkan Perilaku Tak Wajar Mahasiswa

4 Mei 2026
Hidup mati pekerja Jakarta harus tetap masuk, menerjang arus dari Bekasi
Urban

Menjadi Guru Honorer di Jakarta Tetap Sama Susahnya dengan di Daerah: Gajinya Cuma Seperempat UMR, Biaya Hidupnya 2 Kali Pendapatan

29 April 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Ironi jadi orang tunawicara (bisu) di desa, disamakan seperti orang gila MOJOK.CO

Ironi Orang Tunawicara (Bisu) di Desa: Dianggap Gila, Punya Otak Cerdas Tetap Dianggap Tak Bisa Mikir Hanya karena Sulit Bicara

15 Mei 2026
Kerja kantoran di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan (Jaksel): terlihat elite tapi Work Life Balance sulit MOJOK.CO

Kerja di Kebayoran Baru Jaksel: Cuma Kelihatan Elite tapi Work Life Balance Sulit, Resign Tak Selesaikan Masalah

10 Mei 2026
Tips hadapi teman toxic dalam pertemanan: tidak akrab tapi selalu datang kalau ada butuhnya MOJOK.CO

Lepas dari Teman Tak Akrab yang Selalu Merepotkan pas Ada Butuhnya, Dibenci tapi Perasaan Tidak Enakan Lebih bikin Rugi!

13 Mei 2026
Kos di Jogja, kos campur, dapur.MOJOK.CO

Kos Induk Semang: Tempat Terbaik buat Mahasiswa Irit dan Kenyang, tapi Menyimpan Sisi Lain yang Bikin Penghuninya Tak Nyaman

13 Mei 2026
Efek rutin olahraga gym, dulu dihina gendut dan jelek kini banyak yang mendekat MOJOK.CO

Efek Gym: Dari Dihina “Babi” karena Gendut dan Jelek bikin Lawan Jenis Gampang Mendekat, Tapi Tetap Sulit Nemu yang Tulus

11 Mei 2026
Guru Besar Fakultas Farmasi UGM bidang fitoterapi, Nanang Fakhrudin sebut usaha madu sangat potensial. Tapi ada masalah utama yang rugikan pelaku usaha madu sendiri MOJOK.CO

Usaha Madu Jadi Ceruk Bisnis Potensial, Tapi Salah Praktik Tanpa Sadar Justru Bisa Rugikan Diri Sendiri

12 Mei 2026

Video Terbaru

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

11 April 2026
Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.