Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas

Gubernur Riau yang ‘Family Man’ Lantik Menantu dan Kerabat Sendiri Jadi Pejabat Riau

Redaksi oleh Redaksi
10 Januari 2020
A A
Bupati Riau yang 'Family Man' Lantik Menantu dan Kerabat Sendiri Jadi Pejabat Riau
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Gubernur Riau dan Sekretaris Daerah (Sekda) Riau, melantik beberapa nama-nama kerabat untuk jadi pejabat-pejabat daerah di Provinsi Riau.

Harta yang paling berharga, adalah keluarga. Barangkali demikian pepatah yang diingat oleh Gubernur Riau yang baru, Syamsuar dan Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Riau, Yan Prana Jaya Indra Rasyid.

Iklan

Belum juga satu tahun memimpin Provinsi Riau, mereka berdua sudah menunjukkan diri sebagai seorang pemimpin yang begitu sayang dengan keluarga. Salah satu tandanya adalah, melantik menantu, adik, kakak, sampai istri sendiri menjadi pejabat-pejabat daerah di Provinsi Riau.

Uniknya, baik Gubernur Syamsuar maupun Sekda Yan Prana, tak membantah bahwa nama-nama pejabat yang mereka lantik itu adalah kerabat mereka sendiri.

Seperti misalnya, menantu Sang Gubernur atas nama Tika Rahmi Syafitri, yang diangkat jadi Kasubag Retribusi di Bapenda Riau. Menurut Yan Prana, hal itu memang kebetulan saja.

“Iya. Pangkatnya sudah sesuai. Dia kan pangkat 3 C dilantik jadi eselon IV,” kata Yan Prana seperti diberitakan merdeka.com.

“Dia (Tika) juga seorang sarjana. Pangkatnya sudah sesuai. Semua persyaratan terpenuhi. Kebetulan saja dia menantu Pak Gubernur,” kata Yan Prana.

Beberapa nama lain seperti Fariza, yang merupakan istri Yan Prana, juga dilantik jadi Kabid Pengembangan Badan Kepegawain Daerah (BKD) Riau.

Ada juga Prasurya Darma, kakak kandung Yan Prana. Dilantik pula jadi Sekretaris Dinas Sosial Provinsi Riau. Selain itu, Dedi Herman, adik kandung Yan Prana yang dilantik jadi Kabid Ops Satpol PP Riau.

Hal ini jelas mengundang kekecewaan dari masyarakat Riau. Karena belum juga ngapa-ngapain sebagai Gubernur dan Sekda Provinsi, keduanya sudah membuat semacam dinasti politik di Provinsi Riau.

“Jelas kami kecewa sekali. Seperti inilah pemimpin hasil demokrasi Pilkada. Tetap KKN. Belum ada kerja, keluarganya sudah diangkat jadi pejabat. Padahal banyak pegawai yang sudah berpuluh-puluh tahun mengabdi hanya bisa bermimpi untuk dipercayai jabatan,” kata Daud Marudut, warga Pekanbaru, Riau.

Meski begitu harus dipahami, Pak Gubernur Riau dan Sekda Riau ini bisa jadi memang punya kecenderungan sebagai sosok yang family man. Sosok yang begitu sayang keluarga. Jadi pada praktiknya, apapun itu yang penting keluarga.

Seperti pesan Don Corleone sang Godfather karya Mario Puzo, “Pria yang tak habiskan waktu bersama keluarganya tidak akan pernah jadi pria sejati.”

Dan dengan menjadikan keluarga sendiri sebagai pejabat provinsi, pada akhirnya waktu kerja pun bakal seperti menghabiskan waktu bersama keluarga. Gubernur dan Sekda Riau memang benar-benar pria sejati. (DAF)

Iklan

Bupati Riau yang 'Family Man' Lantik Menantu dan Kerabat Sendiri Jadi Pejabat Riau

Ralat: Sebelumnya di artikel ini tertulis “Bupati Riau”, dan yang benar “Gubernur Riau”.

BACA JUGA Dinasti Politik Bontang, Klaten, Banten: Keluarga yang Sama Silih Berganti Jadi Pejabat atau tulisan rubrik KILAS lainnya.

Terakhir diperbarui pada 10 Januari 2020 oleh

Tags: dinasti politikgubernurriau
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Tinggalkan ibunya demi kuliah di PTIQ Jakarta untuk merantau. MOJOK.CO
Ragam

Kerap Bersalah di Perantauan karena Alasan Sibuk, Tangis Ibu Pecah Saat Saya Akhirnya Pulang dari Jakarta

27 November 2025
Pacu Jalur Direcoki Pemerintah Jadi Cringe dan Nggak Seru Lagi MOJOK.CO
Esai

Saat Negara Turut Campur Aura Farming Pacu Jalur, Semua Jadi Terasa Cringe dan Nggak Seru Lagi

14 Juli 2025
Setelah 6 Tahun Merantau ke Luar Jawa, Saya Jadi Takut untuk Kembali Kerja di Jakarta MOJOK.CO
Esai

Setelah 6 Tahun Merantau ke Luar Jawa, Saya Jadi Takut untuk Kembali Kerja di Jakarta

11 Juni 2025
Warga Sleman Tolak Dinasti Politik Kustini MOJOK.CO
Kabar

Warga Sleman Tolak Dipimpin Dinasti Bupati, Terlalu Bahaya jika Kekuasaan Dipegang 1 Keluarga

7 November 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Caruban—sebagai ibu kota dari Madiun—barangkali terkesan tidak bagus-bagus amat. Tapi bikin jatuh hati lewat hal-hal sederhana MOJOK.CO

Caruban Madiun Memang Tidak Bagus-bagus Amat, Tapi bikin Jatuh Hati Lewat Hal-hal Sederhana

13 Juli 2026
Dalam Final Nasional Essay Contest Beswan Djarum, Najwa Shihab berpesan pada para mahasiswa penerima Djarum Beasiswa Plus agar terus menulis (esai) apapun profesinya MOJOK.CO

Pesan untuk Gen Z: Menulislah Apapun Kelak Profesinya, Tak Lupa Akar di Manapun Posisinya

7 Juli 2026
Saat mengantar anak mencari kos untuk persiapan kuliah di PTN Jogja: anak antusias jadi mahasiswa baru (maba), orang tua justru menyimpan kecemasan yang tidak hanya persoalan UKT mahal MOJOK.CO

Saat Antar Anak Cari Kos dan Tak Sabar Jadi Maba, Ortu Tampak Antusias tapi Diam-diam Sembunyikan Cemas

8 Juli 2026
Polyworking (mencari pekerjaan tambahan atau sampingan) jadi pilihan rasional in this economy karena satu pemasukan gaji tak beri rasa aman MOJOK.CO

Polyworking: Pekerja Kurangi Waktu Luang demi Pekerjaan Tambahan dan Pesan untuk Lulusan Baru jika Sumber Gaji Tak Cukup 1

8 Juli 2026
Beralih dari profesi dokter ke petani di Klaten. MOJOK.CO

Resah Jadi Dokter: Tangani Pasien Petani dengan Keluhan Sama, Pilih Turun ke Sawah demi “Menyembuhkan” Tanah

13 Juli 2026
Ketika Militer Masuk Sekolah: Mengobati Gejala, Melupakan Akar Masalah MOJOK.CO

Ketika Militer Masuk Sekolah: Mengobati Gejala, Melupakan Akar Masalah

8 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.